Posts made by Sinthia 2313031063

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Sinthia 2313031063 -
Nama: Sinthia Wardani
NPM: 2313031063

Resume Bab 1

Materi: Konsep Penelitian Ilmiah dan Langkah-Langkah serta Prosedur Penelitian

A. Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah proses penyelidikan yang dilakukan secara sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis untuk menemukan jawaban atas suatu permasalahan. Penelitian ini lahir dari rasa ingin tahu manusia terhadap fenomena di sekitarnya dan dilakukan dengan metode ilmiah sehingga hasilnya dapat diukur, diuji, dan dipertanggungjawabkan. Berpikir ilmiah menjadi dasar penting dalam penelitian karena menuntut peneliti untuk berpikir logis, objektif, rasional, dan dapat memprediksi suatu keadaan berdasarkan fakta.
Dalam memilih masalah penelitian, peneliti perlu mempertimbangkan beberapa aspek agar penelitian yang dilakukan relevan dan layak. Pertimbangan tersebut meliputi workability atau kemampuan peneliti dalam hal pengetahuan, waktu, dan biaya, critical mass yang menilai urgensi dan manfaat dari penelitian, minat pribadi peneliti terhadap topik; nilai teoritis yang menunjukkan kontribusi penelitian terhadap perkembangan teori dan nilai praktis yang menilai kegunaan hasil penelitian bagi praktik pendidikan atau masyarakat.

B. Metode Penelitian Ilmiah
Metode penelitian ilmiah merupakan cara untuk memecahkan masalah penelitian berdasarkan langkah-langkah metode ilmiah. Ada dua jenis utama, yaitu penelitian dasar dan penelitian terapan. Penelitian dasar bertujuan mengembangkan teori dan menguji konsep secara abstrak, sedangkan penelitian terapan berfokus pada penyelesaian masalah nyata dalam masyarakat. Penelitian terapan dapat berupa riset evaluasi, penelitian pengembangan (R&D), dan penelitian tindakan. Pemilihan metode penelitian tergantung pada jenis pertanyaan penelitian yang ingin dijawab.

C. Metode Penelitian Berdasarkan Tujuan
Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat diklasifikasikan menjadi eksploratif, deskriptif, dan verifikatif. Penelitian eksploratif dilakukan untuk menemukan hal-hal baru yang belum diketahui keberadaannya. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan fenomena atau kondisi tertentu secara sistematis dan faktual. Sementara itu, penelitian verifikatif dilakukan untuk menguji kebenaran suatu hipotesis berdasarkan data empiris. Ketiga metode ini digunakan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan peneliti.

D. Metode Penelitian Berdasarkan Sifat
Berdasarkan sifatnya, metode penelitian dapat berupa studi kasus, studi sejarah, penelitian eksperimen, studi kelayakan, dan studi komparatif. Studi kasus meneliti satu objek secara mendalam, sedangkan studi sejarah berfokus pada peristiwa masa lalu dan dampaknya. Penelitian eksperimen mencari hubungan sebab-akibat melalui pengendalian variabel tertentu. Studi kelayakan menganalisis apakah suatu program atau proyek layak untuk dilaksanakan, sedangkan studi komparatif bertujuan membandingkan dua kondisi atau kelompok untuk melihat perbedaan yang terjadi.

E. Langkah-Langkah atau Prosedur dalam Melakukan Penelitian
-Langkah-Langkah atau Prosedur Penelitian Kuantitatif:
Penelitian kuantitatif dilakukan melalui langkah-langkah yang terstruktur, yaitu mengidentifikasi dan merumuskan masalah, menyusun kerangka pemikiran, merumuskan hipotesis, menguji hipotesis secara empiris, melakukan pembahasan terhadap temuan, dan menarik kesimpulan. Prosedur ini dilakukan secara sistematis untuk memastikan bahwa penelitian berjalan terkontrol dan hasilnya dapat diuji kembali.
-Langkah-Langkah atau Prosedur Penelitian Kualitatif:
Penelitian kualitatif memiliki langkah yang lebih fleksibel dibanding kuantitatif. Prosesnya dimulai dari identifikasi masalah yang biasanya berkembang seiring pengumpulan data. Setelah itu dilakukan tinjauan pustaka dan penetapan tujuan penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan sampel yang ditentukan secara purposive. Analisis data dilakukan secara induktif untuk menemukan makna berdasarkan fakta lapangan, bukan angka.

F. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian menggambarkan nilai atau kegunaan yang diperoleh setelah tujuan penelitian tercapai. Secara umum manfaat penelitian dibagi menjadi dua, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan atau memperkuat teori yang ada, sedangkan manfaat praktis memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh individu, lembaga, atau masyarakat. Dengan demikian, penelitian diharapkan dapat memberikan dampak nyata dan memperkaya pengetahuan.

G. Rangkuman
Penelitian ilmiah merupakan implementasi secara formal dan terstruktur untuk menemukan dan memecahkan masalah sesuai dengan metode ilmiah, dan menemukan cara untuk mengatasinya. Oleh karena itu, penelitian adalah proses kegiatan penelitian yang menghasilkan ilmu pengetahuan. Secara teoritis ada beberapa
pertimbangan bagi seorang peneliti dalam memilih masalah penelitian, yaitu Pertimbangan Workability, Pertimbangan Critical Mass, Pertimbangan Interest, Pertimbangan Theoretical Value, Pertimbangan Practical Value. Metode penelitian investigasi yang benar adalah metode yang dapat menangani dan memecahkan masalah penelitian dengan baik untuk menghasilkan jawaban dari penelitian yang telah dilakukan. Untuk menghasilkan hasil penelitian yang sesuai dengan tujuannya maka peneliti harus menetapkan metode yang akan dipakai , baik itu metode kuantitatif maupun metode kualitatif. Kedua metode tersebut absah dalam penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah dan mencari jawaban, fakta realita dan peristiwa. Langkah-langkah dalam penelitian metode
kualitatif dimulai dengan identifikasi masalah, tinjauan pustaka, kejelasan tujuan penelitian, pengumpulan data, observasi, sampel, wawancara, masalah etis, dan analisis data. Dan manfaat penelitian adalah sebagai narasi objektif yang menggambarkan hal-hal yang
diperoleh setelah mencapai tujuan penelitian.

ASP C2025 -> CASE STUDY 2

by Sinthia 2313031063 -
Saya menyusun audit kinerja berbasis risiko untuk sistem izin cerdas dengan memulai mengidentifikasi area yang paling berpotensi menimbulkan masalah, seperti keterlambatan proses, ketidakjelasan status izin, dan peluang penyalahgunaan wewenang. Auditor kemudian memetakan risiko-risiko utama misalnya risiko kegagalan sistem, risiko kurangnya kompetensi operator, risiko celah kontrol internal, serta risiko adanya tindakan manipulatif meskipun proses sudah digital. Setelah risiko dipetakan, auditor menentukan prioritas pemeriksaan berdasarkan tingkat dampaknya terhadap pelayanan publik. Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan dan menganalisis data dari sistem, seperti waktu rata-rata pemrosesan izin, rekam jejak aktivitas pengguna (log activity), pola perubahan status izin, serta perbedaan waktu input dan waktu persetujuan. Teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi anomali, misalnya dengan menggunakan data analytics untuk menemukan pola tidak wajar seperti persetujuan izin yang diproses terlalu cepat atau terlalu lambat, perubahan status tanpa jejak jelas, atau aktivitas login yang terjadi di luar jam kerja. Selain itu, dashboard monitoring dapat digunakan untuk menampilkan indikator kinerja utama secara real-time sehingga penyimpangan dapat langsung terdeteksi. Dengan pendekatan berbasis risiko dan analisis digital ini, auditor dapat mengidentifikasi penyebab utama masalah, menemukan titik rawan penyalahgunaan, dan memberikan rekomendasi perbaikan yang lebih tepat agar sistem izin cerdas menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

ASP C2025 -> CASE STUDY

by Sinthia 2313031063 -
Nama: Sinthia Wardani
NPM: 2313031063

Penyebab utama rendahnya efektivitas implementasi sistem sehat mandiri kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal, seperti kurangnya pelatihan bagi pegawai puskesmas sehingga mereka belum mampu menggunakan sistem dengan optimal, infrastruktur teknologi yang belum merata sehingga terjadi ketidaksinkronan data, serta proses kerja yang belum sepenuhnya menyesuaikan dengan sistem digital sehingga pelayanan justru melambat. Untuk mengevaluasi masalah ini, audit kinerja berbasis data dapat dilakukan dengan mengumpulkan data penggunaan sistem, seperti jumlah login petugas, frekuensi input data, kecepatan sinkronisasi, serta jumlah keluhan masyarakat. Data ini kemudian dianalisis untuk melihat pola, misalnya Puskesmas mana yang paling rendah tingkat adopsinya atau bagian sistem mana yang paling sering mengalami error. Auditor juga dapat membandingkan waktu pelayanan sebelum dan sesudah menggunakan platform. Berdasarkan hasil tersebut, auditor dapat memberikan rekomendasi perbaikan yang lebih tepat, seperti peningkatan pelatihan, pembaruan infrastruktur, atau penyederhanaan alur pelayanan agar sistem sehat mandiri benar-benar membantu mempercepat dan mempermudah layanan kesehatan.