Posts made by Ranum Sri Rahayu

MPPE C2025 -> Diskusi

by Ranum Sri Rahayu -
Nama : Ranum Sri Rahayu
NPM : 2313031074

Teori, dalam konteks penelitian, dapat dipahami sebagai seperangkat konsep, prinsip, dan proposisi yang disusun secara sistematis untuk menjelaskan mengapa suatu gejala atau peristiwa terjadi. Teori berfungsi sebagai dasar pemikiran yang membantu peneliti memahami hubungan antar variabel dalam suatu fenomena. Melalui teori, peneliti memperoleh landasan ilmiah yang kuat untuk menjawab permasalahan penelitian. Misalnya, dalam penelitian ekonomi, teori permintaan dan penawaran dapat digunakan untuk menjelaskan perubahan harga di pasar. Dengan demikian, teori memberikan panduan konseptual dalam melihat, menafsirkan, dan menjelaskan realitas yang diteliti. Sementara itu, kerangka pikir merupakan penjabaran dari teori yang telah disesuaikan dengan konteks penelitian yang akan dilakukan. Kerangka pikir menggambarkan alur logis atau jalan pikiran peneliti dalam menjelaskan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Dalam kerangka pikir, teori yang relevan diuraikan untuk mendukung bagaimana variabel bebas dapat memengaruhi variabel terikat. Kerangka pikir dapat disajikan dalam bentuk uraian naratif maupun diagram alur, sehingga pembaca dapat memahami logika hubungan yang dibangun peneliti berdasarkan teori yang digunakan. Dengan adanya kerangka pikir, arah penelitian menjadi lebih jelas dan sistematis. Adapun hipotesis adalah dugaan sementara yang disusun berdasarkan teori dan kerangka pikir. Hipotesis berisi pernyataan yang menduga adanya hubungan antar variabel yang dapat diuji secara empiris melalui pengumpulan dan analisis data. Dengan kata lain, hipotesis merupakan bentuk operasional dari kerangka pikir yang menghubungkan teori dengan fakta lapangan. Jika penelitian dilakukan dengan benar, hipotesis akan memberikan hasil apakah dugaan tersebut dapat diterima atau ditolak.

Hubungan antara teori, kerangka pikir, dan hipotesis bersifat saling terkait dan berurutan. Teori menjadi dasar konseptual yang melandasi penelitian, kerangka pikir menjadi penjabaran teoritis yang menggambarkan hubungan antar variabel, dan hipotesis menjadi rumusan sementara yang siap diuji secara empiris. Ketiganya membentuk satu kesatuan yang utuh dalam proses penelitian, di mana teori memberikan arah berpikir, kerangka pikir menjelaskan logika hubungan, dan hipotesis menjadi pernyataan yang dapat dibuktikan untuk mengonfirmasi atau menolak teori yang digunakan.

MPPE C2025 -> Diskusi

by Ranum Sri Rahayu -
Nama : Ranum Sri Rahayu
NPM : 2313031074

Seorang peneliti perlu memahami masalah, variabel, dan paradigma penelitian karena ketiganya merupakan fondasi utama dalam proses ilmiah yang menentukan arah, kejelasan, dan validitas hasil penelitian.

Pertama, pemahaman masalah terhadap penelitian sangat penting karena masalah merupakan titik awal yang menjelaskan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Tanpa masalah yang jelas, penelitian tidak akan memiliki arah yang terfokus. Masalah membantu peneliti menentukan tujuan, merumuskan masalah, serta metode yang relevan.

Kedua, pemahaman terhadap variabel penelitian diperlukan agar peneliti dapat mengidentifikasi aspek-aspek yang akan diukur, diamati, atau dimanipulasi. Variabel adalah komponen inti yang menunjukkan hubungan sebab-akibat atau korelasi antarfenomena (Sugiyono, 2019). Dengan memahami variabel, peneliti dapat merancang instrumen yang sesuai dan menganalisis data secara tepat.

Ketiga, paradigma penelitian membantu peneliti dalam menentukan cara pandang terhadap kenyataan dan pendekatan ilmiah yang digunakan. Paradigma menentukan bagaimana peneliti memahami data — apakah melalui pendekatan kuantitatif yang objektif, kualitatif yang interpretatif, atau kombinasi keduanya (metode campuran). Tanpa paradigma yang jelas, peneliti dapat salah memilih desain penelitian, metode pengumpulan data, dan teknik analisis yang berakhir pada kesimpulan yang tidak valid.

Dengan demikian, pemahaman terhadap masalah, variabel, dan paradigma penelitian saling berkaitan dan menentukan keberhasilan penelitian secara keseluruhan. Ketiganya memastikan penelitian berjalan secara sistematis, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.