Nama : Ranum Sri Rahayu
NPM : 2313031074
Bab 3 membahas tiga komponen fundamental dalam penelitian, yaitu kerangka teoritis , kerangka pikir , dan hipotesis . Yang ketiganya memiliki peran penting dalam merumuskan, menjelaskan, serta mengarahkan penelitian untuk memperoleh hasil yang sistematis dan terarah.
1. Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis adalah landasan teori yang digunakan peneliti untuk menjelaskan variabel penelitian dan hubungan antara teori-teori tersebut.
Kerangka ini terdiri dari konsep dan proposisi yang bersifat abstrak, tetapi memberi gambaran tentang fenomena yang diteliti.
Fungsi Kerangka Teoritis:
-Memperjelas ruang lingkup variabel penelitian.
-Memprediksi fakta dan membantu menyusun hipotesis.
-Memandu penyusunan instrumen penelitian.
-Menjadi dasar dalam pembahasan hasil penelitian dan penyusunan saran.
Dalam penelitian kuantitatif, teori berfungsi memperjelas masalah, menyusun hipotesis, dan membantu analisis data. Dalam penelitian kualitatif, teori digunakan untuk membandingkan temuan empiris dengan teori yang ada.
2. Kerangka Pikir
Kerangka berpikir (framework of thought) merupakan sintesis hubungan antar variabel berdasarkan teori dan penelitian terdahulu, yang disusun secara sistematis untuk menjawab masalah penelitian.
Kerangka pikir biasanya ditampilkan dalam bentuk bagan alur yang menampilkan hubungan logistik antar variabel, kemudian dijelaskan dengan deskripsi deduktif.
Proses Penyusunan Kerangka Pikir:
-Menentukan paradigma dan kerangka teori.
-Menjelaskan hubungan antar variabel secara deduktif (umum → khusus).
-Memberikan argumentasi secara teoritis.
-Merumuskan model penelitian (diagram atau bagan).
Kerangka pikir menjadi dasar dalam menentukan hipotesis dan instrumen penelitian.
3. Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara terhadap hubungan antar variabel yang kebenarannya harus diuji. Hipotesis umumnya digunakan dalam penelitian kuantitatif .
Jenis hubungan variabel dalam hipotesis:
Asimetris
X → Y (ada pengaruh dari X ke Y, tetapi tidak sebaliknya).
Variabel Simetris
Dua muncul secara bersamaan, namun tidak saling mempengaruhi.
Resiprokal (timbal balik)
X ↔ Y (saling mempengaruhi).
4. Hubungan Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Komponen ketiga ini saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan:
-Kerangka teoritis menyediakan dasar teori dan konsep.
-Kerangka pikir menyusun teori tersebut menjadi alur berpikir yang logis.
-Hipotesis diturunkan dari kerangka pikir dan diuji secara empiris dalam penelitian..
NPM : 2313031074
Bab 3 membahas tiga komponen fundamental dalam penelitian, yaitu kerangka teoritis , kerangka pikir , dan hipotesis . Yang ketiganya memiliki peran penting dalam merumuskan, menjelaskan, serta mengarahkan penelitian untuk memperoleh hasil yang sistematis dan terarah.
1. Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis adalah landasan teori yang digunakan peneliti untuk menjelaskan variabel penelitian dan hubungan antara teori-teori tersebut.
Kerangka ini terdiri dari konsep dan proposisi yang bersifat abstrak, tetapi memberi gambaran tentang fenomena yang diteliti.
Fungsi Kerangka Teoritis:
-Memperjelas ruang lingkup variabel penelitian.
-Memprediksi fakta dan membantu menyusun hipotesis.
-Memandu penyusunan instrumen penelitian.
-Menjadi dasar dalam pembahasan hasil penelitian dan penyusunan saran.
Dalam penelitian kuantitatif, teori berfungsi memperjelas masalah, menyusun hipotesis, dan membantu analisis data. Dalam penelitian kualitatif, teori digunakan untuk membandingkan temuan empiris dengan teori yang ada.
2. Kerangka Pikir
Kerangka berpikir (framework of thought) merupakan sintesis hubungan antar variabel berdasarkan teori dan penelitian terdahulu, yang disusun secara sistematis untuk menjawab masalah penelitian.
Kerangka pikir biasanya ditampilkan dalam bentuk bagan alur yang menampilkan hubungan logistik antar variabel, kemudian dijelaskan dengan deskripsi deduktif.
Proses Penyusunan Kerangka Pikir:
-Menentukan paradigma dan kerangka teori.
-Menjelaskan hubungan antar variabel secara deduktif (umum → khusus).
-Memberikan argumentasi secara teoritis.
-Merumuskan model penelitian (diagram atau bagan).
Kerangka pikir menjadi dasar dalam menentukan hipotesis dan instrumen penelitian.
3. Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara terhadap hubungan antar variabel yang kebenarannya harus diuji. Hipotesis umumnya digunakan dalam penelitian kuantitatif .
Jenis hubungan variabel dalam hipotesis:
Asimetris
X → Y (ada pengaruh dari X ke Y, tetapi tidak sebaliknya).
Variabel Simetris
Dua muncul secara bersamaan, namun tidak saling mempengaruhi.
Resiprokal (timbal balik)
X ↔ Y (saling mempengaruhi).
4. Hubungan Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Komponen ketiga ini saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan:
-Kerangka teoritis menyediakan dasar teori dan konsep.
-Kerangka pikir menyusun teori tersebut menjadi alur berpikir yang logis.
-Hipotesis diturunkan dari kerangka pikir dan diuji secara empiris dalam penelitian..