Posts made by Dia Ravikasari

ASP C2025 -> Diskusi

by Dia Ravikasari -
Nama: Dia Ravikasari
NPM: 2313031067

Pengukuran kinerja sektor publik adalah proses untuk menilai seberapa baik organisasi atau instansi pemerintahan dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pengukuran ini penting untuk mengetahui efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas kinerja pemerintah serta memastikan bahwa program dan layanan yang disediakan memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Sistem pengukuran kinerja sektor publik bertujuan membantu manajer publik menilai pencapaian strategi melalui alat ukur finansial dan nonfinansial. Dapat dijadikan alat pengendali karena ada reward dan panishment system.

ASP C2025 -> Diskusi

by Dia Ravikasari -
Nama: Dia Ravikasari
NPM: 2313031067

Penentuan harga pelayanan sektor publik dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek agar harga yang ditetapkan adil, efisien, dan dapat menutupi biaya yang dikeluarkan.
1. Dasar Penentuan Harga
Harga pelayanan publik biasanya ditentukan berdasarkan biaya penuh (full cost recovery), yaitu seluruh biaya yang diperlukan untuk menyediakan layanan tersebut, termasuk biaya operasional, pemeliharaan, dan penyusutan aset. Dalam beberapa kasus, harga juga dapat ditentukan berdasarkan biaya marjinal (marginal cost pricing), yaitu biaya tambahan untuk melayani satu unit tambahan pengguna.
2. Prinsip Keadilan dan Kemampuan Membayar
Harga harus memperhatikan aspek keadilan (equity) dan kemampuan masyarakat untuk membayar. Hal ini berarti harga tidak selalu disetarakan bagi semua pengguna, bisa ada subsidi silang antar kelompok atau penyesuaian tarif berdasarkan tingkat kemampuan ekonomi masyarakat.
3. Metode Penentuan Harga
Beberapa metode yang sering digunakan adalah:
- Full cost recovery: harga ditentukan agar seluruh biaya layanan tertutupi.
- Marginal cost pricing: harga ditentukan berdasarkan biaya tambahan layanan.
- Two-part tariffs: kombinasi biaya tetap untuk menutupi overhead dan biaya variabel sesuai pemakaian.
- Price discrimination: penyesuaian harga untuk kelompok pengguna yang berbeda agar mencerminkan keadilan sosial.
- Peak-load pricing: tarif lebih tinggi saat permintaan puncak agar biaya tambahan dapat ditutup.
4. Faktor Lain
Penetapan harga juga mempertimbangkan opportunity cost, nilai sosial layanan, tekanan politik, dan tujuan kesejahteraan sosial. Oleh karena itu, selain aspek ekonomi, penentuan harga layanan publik melibatkan pertimbangan kebijakan publik dan sosial.

MPPE C2025 -> Diskusi

by Dia Ravikasari -
Nama: Dia Ravikasari
NPM: 2313031067

1. Teori
Teori adalah sekumpulan konsep, definisi, dan proposisi yang menjelaskan hubungan antarvariabel secara sistematis, sehingga bisa dipakai untuk memahami dan memprediksi fenomena. Teori berfungsi:
- Memperjelas dan mempertegas ruang lingkup variabel penelitian.
- Menjadi pedoman merumuskan hipotesis dan instrumen penelitian.
- Membantu menjelaskan hasil penelitian.
- Memberi arahan untuk solusi masalah.
Sugiyono (2009) menjelaskan, teori adalah dasar berpijak yang membantu peneliti menafsirkan temuan empiris dan merumuskannya dalam konteks ilmiah.

2. Kerangka Pikir
Kerangka pikir disebut sebagai model konseptual tentang bagaimana teori terhubung dengan faktor-faktor penelitian. Artinya, kerangka pikir adalah “jembatan” yang menghubungkan teori dengan hipotesis. Kerangka pikir yang baik menjelaskan secara teoretis kaitan antarvariabel yang akan diteliti.
Contoh: Jika teori mengatakan “motivasi belajar memengaruhi prestasi”, kerangka pikir menggambarkan variabel X (motivasi) memengaruhi Y (prestasi), lengkap dengan arah hubungannya.

3. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara atas rumusan masalah penelitian (jawaban teoritis, belum empiris). Hipotesis muncul dari kerangka pikir. Dalam penelitian kuantitatif, hipotesis dibedakan menjadi:
- Hipotesis deskriptif (menggambarkan fenomena),
- Hipotesis komparatif (membandingkan dua kelompok atau lebih),
- Hipotesis asosiatif (hubungan antarvariabel).

Ada juga hipotesis kerja (positif, sesuai teori) dan hipotesis nol (negatif, menyatakan tidak ada pengaruh).

4. Hubungan Ketiganya
Teori: memberikan dasar ilmiah dan konsep.
Kerangka pikir: menyusun konsep teori menjadi model hubungan antarvariabel.
Hipotesis: adalah turunan langsung dari kerangka pikir yang kemudian diuji secara empiris.

Jadi alurnya: Teori → Kerangka Pikir → Hipotesis. Tanpa teori, kerangka pikir akan lemah. Tanpa kerangka pikir, hipotesis tidak punya pijakan jelas.