Posts made by Dia Ravikasari

MPPE C2025 -> Diskusi

by Dia Ravikasari -
Nama: Dia Ravikasari
NPM: 2313031067

Seorang peneliti perlu memahami masalah, variabel, dan paradigma penelitian karena hal-hal tersebut merupakan fondasi utama dalam merancang dan melaksanakan penelitian yang sistematis dan valid.

Pemahaman masalah penting agar peneliti dapat merumuskan pertanyaan penelitian yang jelas dan fokus, sehingga penelitian benar-benar menjawab isu yang signifikan dan relevan. Masalah yang tepat menentukan arah dan tujuan penelitian sehingga data yang dikumpulkan dan dianalisis akan relevan dan bermanfaat.

Variabel adalah konsep yang bisa diukur dan menjadi objek penelitian. Memahami variabel serta hubungannya membantu peneliti dalam menguji hipotesis dan menjelaskan fenomena yang diteliti secara ilmiah.

Paradigma penelitian merupakan kerangka pikir atau pendekatan filosofis yang membimbing keseluruhan proses penelitian, metode yang digunakan, dan interpretasi hasil. Paradigma ini mempengaruhi bagaimana masalah dipandang dan diperlakukan secara metodologis.

Dengan pemahaman yang baik terhadap ketiga aspek ini, peneliti dapat melakukan penelitian yang terarah, hasilnya dapat dipercaya, serta memberikan kontribusi yang bernilai baik secara teori maupun praktik dalam bidang ilmu dan aplikasi pendidikan.

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Dia Ravikasari -
Nama: Dia Ravikasari
NPM: 2313031067

Bab 2 dari buku "Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus" membahas rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

Pada bab ini dijelaskan pentingnya menentukan perumusan masalah yang jelas dan terfokus karena menjadi landasan utama seluruh proses penelitian. Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang akan dijawab melalui pengumpulan dan analisis data.

Bab ini juga menekankan pentingnya penentuan tujuan penelitian yang berorientasi pada solusi masalah yang diangkat. Tujuan penelitian merupakan arah dan sasaran yang ingin dicapai oleh penelitian tersebut. Selain itu, manfaat penelitian dijabarkan dalam dua aspek, yaitu manfaat teoritis yang berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan manfaat praktis sebagai kontribusi langsung terhadap kemajuan praktik atau kebijakan.

Selanjutnya, bab ini menguraikan berbagai sumber pengembangan masalah penelitian seperti pengamatan lapangan, kajian pustaka, pengalaman pribadi, dan hasil penelitian sebelumnya. Keseluruhan isi bab bertujuan membantu peneliti merumuskan masalah dengan tepat, menetapkan target penelitian yang jelas, dan mendesain penelitian yang bermanfaat baik secara akademik maupun aplikatif.

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Dia Ravikasari -
Nama: Dia Ravikasari
NPM: 2313031067

Bab 1 buku "Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus" membahas konsep dasar penelitian ilmiah, langkah-langkah, dan prosedur dalam melakukan penelitian. Penelitian ilmiah adalah proses sistematis, terkontrol, dan empiris untuk menemukan dan memecahkan masalah berdasarkan metode ilmiah yang dapat diuji dan diukur. Bab ini menekankan pentingnya berpikir ilmiah yang berbeda dari cara berpikir sehari-hari karena bersifat sistemik, rasional, dan objektif.

Bab ini juga membahas metode penelitian ilmiah yang beragam, seperti survei, deskriptif, evaluasi, kualitatif, eksperimen, dan studi kasus, yang dipilih sesuai tujuan penelitian. Langkah penelitian meliputi identifikasi masalah, perumusan rumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengumpulan dan analisis data, hingga penarikan kesimpulan.

Selain itu, bab ini menjelaskan manfaat penelitian yang dapat bersifat teoritis untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, serta manfaat praktis sebagai solusi konkret terhadap masalah yang diteliti. Keseluruhan isi bab memberikan pemahaman fundamental bagi peneliti untuk mulai merancang dan melaksanakan penelitian secara sistematis dan valid dengan pendekatan berbasis kasus.

ASP C2025 -> CASE STUDY 2

by Dia Ravikasari -
Nama: Dia Ravikasari
NPM: 2313031067

Dalam menyusun audit kinerja berbasis risiko untuk sistem e-Government "IzinCerdas" yang bertujuan mengevaluasi efektivitas dan mendeteksi risiko penyalahgunaan, langkah-langkahnya adalah:
1. Identifikasi Risiko Utama
- Analisis risiko-risiko seperti keterlambatan penerbitan izin, ketidakjelasan status izin, dan potensi penyalahgunaan wewenang.
- Kategorisasi risiko berdasar tingkat dampak dan probabilitasnya untuk menentukan prioritas audit.

2. Perencanaan Audit Berbasis Risiko
- Fokus audit diarahkan pada area berisiko tinggi seperti integritas data, proses verifikasi, sistem kontrol akses, dan pengawasan internal.
- Menyusun program audit yang menguji kepatuhan terhadap prosedur, keandalan sistem TI, dan efektivitas pengendalian.

3. Pengumpulan dan Analisis Data Digital
- Manfaatkan data log sistem, rekaman transaksi, dan metadata waktu pemrosesan izin untuk mendeteksi pola keterlambatan dan inkonsistensi status.
- Gunakan teknologi analitik, seperti data mining dan anomaly detection, untuk menemukan indikasi penyalahgunaan atau manipulasi sistem.

4. Wawancara dan Survei Internal
- Lakukan wawancara dengan petugas pelayanan dan audit terhadap prosedur manual yang mungkin masih berlaku yang menyebabkan hambatan.

5. Pelaporan dan Rekomendasi
- Susun laporan yang menilai efektivitas pelayanan dan integritas sistem.
- Berikan rekomendasi penguatan kontrol TI, perbaikan proses bisnis, dan peningkatan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan.

Penggunaan teknologi digital dalam audit ini memungkinkan audit lebih objektif, menyeluruh, dan efisien sehingga meningkatkan kualitas pengawasan dan perbaikan manajemen sistem e-Government.

Konsep audit kinerja berbasis risiko dikembangkan sesuai pendekatan dan standar audit kinerja yang berlaku di instansi pemerintah serta praktik audit sistem informasi e-Government.

ASP C2025 -> CASE STUDY

by Dia Ravikasari -
Nama: Dia Ravikasari
NPM: 2313031067

Penyebab utama rendahnya efektivitas implementasi digitalisasi layanan kesehatan "SehatMandiri" kemungkinan meliputi kurangnya pelatihan dan kesiapan sumber daya manusia di Puskesmas, kurangnya integrasi sistem yang menyebabkan data tidak sinkron antar fasilitas, serta keterbatasan infrastruktur teknologi dan manajemen perubahan yang belum optimal. Hal ini berdampak pada rendahnya pemanfaatan sistem, ketidaktepatan informasi, dan meningkatnya pengaduan keterlambatan layanan.

Pendekatan audit berbasis data untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja sistem SehatMandiri dapat dirancang melalui langkah-langkah berikut:
1. Mengkaji dan mengumpulkan data penggunaan sistem dari seluruh fasilitas, termasuk tingkat pemanfaatan dan sinkronisasi data.
2. Analisis keluhan dan pengaduan masyarakat sebagai indikator masalah layanan.
3. Verifikasi kesiapan teknis dan SDM, termasuk pelatihan dan dukungan teknis yang tersedia.
4. Gunakan metodologi audit kinerja dengan fokus pada efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna.
5. Melakukan wawancara dan survei kepada staf dan pasien untuk menggali kendala operasional di lapangan.
6. Evaluasi proses bisnis dan integrasi sistem antar-fasilitas.
7. Berikan rekomendasi strategis seperti peningkatan pelatihan, perbaikan infrastruktur TI, dan penguatan manajemen perubahan.

Pendekatan ini akan memberikan gambaran objektif melalui data untuk meningkatkan fungsi, kinerja, serta penerimaan platform digital SehatMandiri dalam layanan kesehatan publik.