Posts made by MUHAMMAD WILDAN GHANI

ASP C2025 -> Diskusi

by MUHAMMAD WILDAN GHANI -
Nama : Muhammad Widan Ghani
NPM : 2353031002

Paradigma anggaran tradisional masih input‑oriented dan historis, sedangkan anggaran berbasis NPM sudah kinerja‑oriented dan fokus ke output/outcome serta value for money. Zero‑Based Budgeting (ZBB) masuk sebagai tools buat “nge‑reset” pola lama itu dengan cara memaksa tiap program dijustifikasi ulang dari nol, diseleksi, dan diprioritaskan berbasis kinerja dan kebutuhan aktual.

Paradigma anggaran tradisional vs NPM
Anggaran tradisional:
Berbasis incremental dan data tahun lalu, sehingga alokasi cenderung copy‑paste dan lebih menekankan stabilitas serta kepatuhan prosedur daripada hasil.
​Fokus pada jenis belanja (gaji, barang, modal) dan serapan anggaran, bukan pada outcome kebijakan publik, sehingga rawan inefisiensi dan program usang tetap dibiayai.

Anggaran berbasis NPM (performance‑based budgeting):
Inti NPM: adopsi prinsip manajemen privat ke publik untuk efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas, sehingga sistem anggaran didorong pindah dari model tradisional ke anggaran berbasis kinerja.
​Performance budgeting mengaitkan dana dengan output/outcome program, memakai indikator kinerja, dan menghubungkan level pendanaan dengan hasil yang diharapkan.

Peran ZBB mengatasi kesenjangan
Konsep dan proses ZBB di sektor publik:
ZBB mengharuskan organisasi mulai dari basis nol, semua program dan kegiatan harus diajukan ulang dalam bentuk paket keputusan (decision packages) yang berisi tujuan, biaya, dan manfaat.
Paket‑paket ini kemudian dievaluasi dan diranking menurut prioritas strategis dan kontribusinya pada kinerja sebelum dialokasikan dana, bukan otomatis diwarisi dari anggaran tahun lalu.

Cara ZBB menjembatani tradisional dan NPM:
ZBB mengoreksi kelemahan anggaran tradisional dengan mematahkan historical bias dan memaksa re‑evaluasi semua program, sehingga program yang tidak efektif atau tidak relevan bisa dihentikan atau dipangkas.
​Di sisi lain, ZBB menguatkan logika NPM karena setiap rupiah harus dijustifikasi berdasarkan tujuan, kinerja, dan alignment dengan prioritas kebijakan, sehingga anggaran benar‑benar menjadi instrumen value for money, bukan sekadar dokumen administratif

ASP C2025 -> Diskusi

by MUHAMMAD WILDAN GHANI -
Nama : Muhammad Widan Ghani
NPM : 2353031002

Sistem manajemen sektor publik di era digital menekankan pemanfaatan teknologi seperti e-government dan SPBE untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan, misalnya melalui portal online, aplikasi mobile, dan integrasi data lintas instansi yang memungkinkan proses lebih cepat, murah, dan terdokumentasi; di sisi lain, transformasi ini menghadapi tantangan serius seperti kesenjangan infrastruktur TIK di daerah, rendahnya literasi digital aparatur dan masyarakat, serta risiko keamanan dan privasi data, sehingga strategi penguatan regulasi, peningkatan kapasitas SDM, dan pengembangan infrastruktur digital yang merata menjadi kunci agar digitalisasi sektor publik tidak hanya sekadar adopsi aplikasi, tetapi benar-benar mengubah cara pemerintah merancang kebijakan, memberikan layanan, dan membangun kepercayaan publik

MPPE C2025 -> CASE STUDY

by MUHAMMAD WILDAN GHANI -
Nama : Muhammad Wildan Ghani
NPM : 2313031002

1. Angket memungkinkan pengumpulan data dari banyak responden secara efisien, seperti 120 guru, sehingga mendukung generalisasi hasil. Prosesnya hemat waktu dan biaya karena dapat disebarkan serentak tanpa kehadiran peneliti. Data numerik dari skala Likert mudah dianalisis secara statistik.​

2. Responden mungkin menjawab tidak teliti atau asal-asalan, menyebabkan data tidak akurat. Jawaban terbatas pada opsi tertutup, sehingga kurang mendalam untuk menangkap nuansa subjektif. Tingkat respon rendah bisa terjadi jika guru tidak termotivasi mengisi.​

3. Untuk pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja, gunakan regresi linier sederhana karena menguji hubungan dua variabel kontinu (skala Likert). Regresi mengukur kekuatan dan arah pengaruh secara kuantitatif. Untuk perbedaan motivasi berdasarkan tingkat pendidikan (kategorikal), gunakan ANOVA satu arah untuk membandingkan mean antar kelompok. Teknik ini tepat karena asumsi data normal dan homogen.​

4. Bias respons umum terjadi saat guru memberikan jawaban sosial desirability, terutama tentang kepala sekolah. Masalah validitas konstruk muncul jika item angket tidak mewakili variabel secara akurat. Solusinya: lakukan uji validitas-reliabilitas (Cronbach's alpha >0.7), anonimitas responden untuk kurangi bias, serta pilot test angket pada sampel kecil.​

MPPE C2025 -> Diskusi

by MUHAMMAD WILDAN GHANI -
Nama : Muhammad Wildan Ghani
NPM : 2313031002

Peneliti harus mampu menentukan teknik pengumpulan data yang sesuai agar data yang diperoleh valid, relevan, dan mendukung analisis yang akurat. Teknik yang tepat memastikan hasil penelitian kredibel serta meminimalkan bias. Ya, terdapat keterkaitan erat antara teknik pengumpulan data dengan masalah penelitian dan tujuannya.​

Teknik pengumpulan data merupakan langkah strategis karena tujuan utama penelitian adalah memperoleh data berkualitas tinggi untuk menjawab rumusan masalah. Pemilihan yang salah dapat menghasilkan data tidak representatif atau tidak mendalam, sehingga kesimpulan penelitian diragukan. Selain itu, teknik yang sesuai menyesuaikan dengan karakteristik responden dan sumber data, seperti wawancara untuk data mendalam atau kuesioner untuk data kuantitatif luas.​

Masalah penelitian menentukan jenis data primer atau sekunder yang dibutuhkan, sementara tujuan menentukan apakah pendekatan kualitatif (observasi, wawancara) atau kuantitatif (survei, tes) lebih tepat. Teknik harus selaras agar data relevan dan mendukung hipotesis atau temuan. Misalnya, untuk mengeksplorasi persepsi mendalam, wawancara lebih sesuai daripada observasi semata.​

Penggunaan teknik tepat meningkatkan validitas, reliabilitas, dan generalisasi hasil, serta memfasilitasi analisis yang bermakna. Peneliti yang cermat dalam pemilihan ini dapat mengurangi kesalahan interpretasi dan menghasilkan kontribusi ilmiah yang kuat. Kombinasi teknik sering direkomendasikan untuk triangulasi data guna memperkuat temuan