Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047
Untuk mengaudit sistem IzinCerdas dengan pendekatan berbasis risiko, langkah pertama adalah mengidentifikasi risiko utama, baik yang berkaitan dengan kinerja layanan maupun integritas pegawai. Risiko seperti keterlambatan proses, status izin yang tidak diperbarui, serta potensi manipulasi data menjadi fokus utama audit. Setelah itu, auditor perlu menelaah alur proses bisnis secara menyeluruh untuk melihat tahapan yang paling sering menghambat layanan.
Pendekatan berbasis data dapat dilakukan melalui analisis log aktivitas, penggunaan process mining untuk mengetahui jalur aktual pemrosesan izin, serta teknik deteksi anomali untuk mengidentifikasi pola yang tidak wajar. Pemeriksaan terhadap kontrol akses dan audit trail juga menjadi bagian penting untuk menilai risiko penyalahgunaan wewenang.
Selanjutnya auditor dapat melakukan wawancara dan survei untuk memperoleh gambaran operasional yang tidak tercatat oleh sistem. Hasil dari seluruh proses tersebut kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi yang berorientasi pada risiko terbesar, seperti penguatan modul pemantauan status, perbaikan audit trail, serta peningkatan pengawasan berbasis dashboard digital. Pendekatan ini memungkinkan auditor menemukan akar persoalan dan memberikan solusi yang lebih tepat sasaran.
NPM : 2313031047
Untuk mengaudit sistem IzinCerdas dengan pendekatan berbasis risiko, langkah pertama adalah mengidentifikasi risiko utama, baik yang berkaitan dengan kinerja layanan maupun integritas pegawai. Risiko seperti keterlambatan proses, status izin yang tidak diperbarui, serta potensi manipulasi data menjadi fokus utama audit. Setelah itu, auditor perlu menelaah alur proses bisnis secara menyeluruh untuk melihat tahapan yang paling sering menghambat layanan.
Pendekatan berbasis data dapat dilakukan melalui analisis log aktivitas, penggunaan process mining untuk mengetahui jalur aktual pemrosesan izin, serta teknik deteksi anomali untuk mengidentifikasi pola yang tidak wajar. Pemeriksaan terhadap kontrol akses dan audit trail juga menjadi bagian penting untuk menilai risiko penyalahgunaan wewenang.
Selanjutnya auditor dapat melakukan wawancara dan survei untuk memperoleh gambaran operasional yang tidak tercatat oleh sistem. Hasil dari seluruh proses tersebut kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi yang berorientasi pada risiko terbesar, seperti penguatan modul pemantauan status, perbaikan audit trail, serta peningkatan pengawasan berbasis dashboard digital. Pendekatan ini memungkinkan auditor menemukan akar persoalan dan memberikan solusi yang lebih tepat sasaran.