གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Fani Dimas Prasetyo 2313031047

ASP B2025 -> CASE STUDY 2

Fani Dimas Prasetyo 2313031047 གིས-
Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047

Untuk mengaudit sistem IzinCerdas dengan pendekatan berbasis risiko, langkah pertama adalah mengidentifikasi risiko utama, baik yang berkaitan dengan kinerja layanan maupun integritas pegawai. Risiko seperti keterlambatan proses, status izin yang tidak diperbarui, serta potensi manipulasi data menjadi fokus utama audit. Setelah itu, auditor perlu menelaah alur proses bisnis secara menyeluruh untuk melihat tahapan yang paling sering menghambat layanan.

Pendekatan berbasis data dapat dilakukan melalui analisis log aktivitas, penggunaan process mining untuk mengetahui jalur aktual pemrosesan izin, serta teknik deteksi anomali untuk mengidentifikasi pola yang tidak wajar. Pemeriksaan terhadap kontrol akses dan audit trail juga menjadi bagian penting untuk menilai risiko penyalahgunaan wewenang.

Selanjutnya auditor dapat melakukan wawancara dan survei untuk memperoleh gambaran operasional yang tidak tercatat oleh sistem. Hasil dari seluruh proses tersebut kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi yang berorientasi pada risiko terbesar, seperti penguatan modul pemantauan status, perbaikan audit trail, serta peningkatan pengawasan berbasis dashboard digital. Pendekatan ini memungkinkan auditor menemukan akar persoalan dan memberikan solusi yang lebih tepat sasaran.

ASP B2025 -> CASE STUDY

Fani Dimas Prasetyo 2313031047 གིས-
Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047

Jika dilihat dari kasus SehatMandiri, rendahnya efektivitas program lebih banyak disebabkan oleh faktor penerapan dan kesiapan institusi daripada semata masalah teknologi. Ketidakoptimalan penggunaan di Puskesmas menunjukkan kurangnya pelatihan dan kesiapan SDM. Sementara itu, ketidaksinkronan data menandakan lemahnya integrasi sistem dan belum adanya standar input data yang seragam. Meningkatnya keluhan masyarakat juga menunjukkan ketidaksesuaian antara alur pelayanan digital dan proses kerja di lapangan, sehingga waktu layanan tidak berkurang seperti yang diharapkan.

Untuk melakukan audit berbasis data, beberapa langkah dapat dilakukan. Pertama, menganalisis log penggunaan sistem untuk mengetahui tingkat adopsi dan pola penggunaan fitur. Kedua, melakukan pemeriksaan kualitas data untuk menemukan duplikasi, inkonsistensi, atau keterlambatan sinkronisasi. Ketiga, mengukur indikator layanan seperti waktu tunggu, jumlah keluhan, dan keberhasilan transaksi digital. Keempat, melakukan survei dan wawancara pegawai untuk mendapatkan informasi mengenai kendala operasional. Terakhir, seluruh data tersebut dapat diolah dalam bentuk dashboard kinerja yang memudahkan manajemen melihat perkembangan perbaikan.

ASP B2025 -> Diskusi

Fani Dimas Prasetyo 2313031047 གིས-
Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047

Proses pengembangan laporan audit kinerja sektor publik biasanya diawali dengan perencanaan audit, yaitu menentukan tujuan, batasan, dan kriteria penilaian. Setelah itu dilakukan pengumpulan bukti, baik melalui data dokumen maupun observasi lapangan.

Tahap selanjutnya adalah analisis bukti, di mana auditor menilai kesesuaian antara fakta yang ditemukan dengan standar atau indikator kinerja yang berlaku. Berdasarkan analisis tersebut, auditor menyusun temuan serta rekomendasi yang menjelaskan kekurangan dan langkah perbaikannya.

Tahap akhir adalah penulisan laporan audit, lengkap dengan metodologi, hasil analisis, dan rekomendasi. Laporan harus informatif, objektif, dan melalui proses reviu internal agar kredibel. Dengan langkah-langkah ini, audit kinerja dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi peningkatan pelayanan publik.

ASP B2025 -> Diskusi

Fani Dimas Prasetyo 2313031047 གིས-
Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047

Dalam sektor publik, value for money audit memiliki peran yang sangat signifikan karena audit ini membantu memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah memberikan nilai yang sepadan. Audit ini menilai aspek ekonomi, efisiensi, dan efektivitas, sehingga pengawasan tidak hanya berfokus pada apakah dana sudah digunakan, tetapi juga bagaimana dan sejauh mana penggunaannya memberikan hasil.

Contohnya pada program-program publik, audit ini dapat menunjukkan apakah harga pembelian sudah wajar, apakah proses pelaksanaan tidak boros, dan apakah tujuan program tercapai. Dengan demikian, value for money audit tidak hanya memeriksa data keuangan, tetapi juga kinerja dan kualitas layanan. Dampak akhirnya adalah meningkatnya akuntabilitas, transparansi, serta dorongan bagi instansi publik untuk menyediakan layanan yang lebih optimal.