Posts made by Fani Dimas Prasetyo 2313031047

Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047

Pengertian Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan objek atau individu yang menjadi sasaran penelitian, dengan sifat-sifat tertentu yang akan diukur atau diamati.
Populasi dapat bersifat finit (terbatas) bila jumlahnya dapat diketahui secara pasti (misalnya jumlah mahasiswa di satu kampus), atau infinit (tak terbatas) bila jumlahnya sangat besar atau berubah-ubah (misalnya populasi penduduk secara keseluruhan).
Parameter adalah karakteristik populasi (misalnya rata-rata, varians).
Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk diteliti, dengan tujuan bahwa hasil dari sampel ini merepresentasikan populasi. Sampel digunakan karena keterbatasan sumber daya (waktu, biaya, tenaga).
Hasil telaah terhadap jurnal “Hubungan Literasi Keuangan dan Perilaku Konsumtif Mahasiswa Pendidikan Ekonomi” oleh Putri dan Wibowo (2022) menunjukkan bahwa populasi penelitian mencakup seluruh mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Dari populasi tersebut, peneliti mengambil 100 responden sebagai sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling agar setiap angkatan memiliki peluang yang seimbang untuk terwakili. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan hasil penelitian yang representatif dan mengurangi kemungkinan terjadinya bias.
Untuk pemahaman dari saya membaca jurnal penelitian pendidikan ekonomi, saya menemukan bahwa peneliti menggunakan metodologi kuantitatif dengan pendekatan yang sangat sistematis untuk menganalisis pengaruh sistem reward terhadap kepuasan kerja dan kinerja dosen di perguruan tinggi swasta. Metodologi ini dirancang untuk menguji hubungan antarvariabel secara terukur menggunakan instrumen berbasis kuesioner dan analisis statistik lanjutan.
Sugiyono (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta
Hermawan, I. (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan. Hidayatul Quran
Batara, D.R., et al. (2025). Langkah-langkah Menentukan Populasi dan Sampel yang Tepat dalam Penelitian. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(2), 682-689
Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika, Volume 2 Nomor 2 Juni 2025

MPPE B2025 -> CASE STUDY 2

by Fani Dimas Prasetyo 2313031047 -
Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047

1. Teori yang Dapat Digunakan sebagai Landasan Teori

Untuk meneliti pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, beberapa teori yang relevan antara lain:

Teori Gaya Kepemimpinan
Teori ini menjelaskan berbagai tipe gaya kepemimpinan, seperti kepemimpinan otoriter, demokratis, transformasional, dan transaksional. Teori ini penting untuk memahami bagaimana perilaku pemimpin memengaruhi bawahannya.

Teori Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional
Kepemimpinan transformasional menekankan inspirasi, motivasi, dan pengembangan karyawan, sedangkan kepemimpinan transaksional lebih fokus pada sistem penghargaan dan hukuman. Keduanya sering dikaitkan langsung dengan kinerja dan produktivitas.

Teori Motivasi Kerja
Teori motivasi (seperti teori kebutuhan Maslow atau teori dua faktor Herzberg) menjelaskan bahwa motivasi kerja karyawan sangat dipengaruhi oleh lingkungan kerja dan gaya kepemimpinan.

Teori Kinerja Karyawan
Teori ini menjelaskan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi oleh kemampuan, motivasi, dan kesempatan kerja. Gaya kepemimpinan dapat memengaruhi terutama aspek motivasi dan kesempatan.

Teori-teori tersebut menjadi dasar untuk menjelaskan hubungan antara kepemimpinan dan kinerja dalam konteks perusahaan startup yang dinamis.
2. Kerangka Pikir Penelitian

Kerangka pikir penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

Perusahaan startup memiliki lingkungan kerja yang cepat berubah dan penuh tantangan. Dalam kondisi tersebut, gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pimpinan sangat berperan dalam mengarahkan, memotivasi, dan mengoordinasikan karyawan. Perubahan gaya kepemimpinan dapat memengaruhi tingkat motivasi, semangat kerja, dan keterlibatan karyawan.

Motivasi dan semangat kerja tersebut kemudian berdampak pada kinerja karyawan, yang tercermin dari produktivitas, kualitas kerja, dan pencapaian target.

Secara sederhana, hubungan antarvariabel dapat digambarkan sebagai:

Gaya kepemimpinan → motivasi kerja → kinerja karyawan

3. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka pikir di atas, hipotesis yang dapat diuji secara ilmiah adalah:

H₁ (Hipotesis alternatif):
“Gaya kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan startup.”

H₀ (Hipotesis nol):
“Gaya kepemimpinan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan startup.”

(Jika ingin lebih mendalam, motivasi kerja juga bisa diuji sebagai variabel mediasi.)

MPPE B2025 -> CASE STUDY

by Fani Dimas Prasetyo 2313031047 -
Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047

1. Teori-teori yang Relevan sebagai Landasan Teori

Untuk meneliti pengaruh pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa, beberapa teori yang relevan antara lain:

Teori Belajar Konstruktivisme
Teori ini menyatakan bahwa mahasiswa membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman belajar. Dalam konteks pembelajaran daring, mahasiswa dituntut lebih mandiri, aktif, dan mampu mengelola proses belajarnya sendiri.

Teori Pembelajaran Daring (E-learning Theory)
Teori ini membahas karakteristik pembelajaran berbasis teknologi, seperti fleksibilitas waktu dan tempat, penggunaan Learning Management System (LMS), serta interaksi daring antara dosen dan mahasiswa.

Teori Motivasi Belajar
Motivasi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar. Pembelajaran daring dapat memengaruhi motivasi mahasiswa, baik secara positif (fleksibel, mandiri) maupun negatif (kurang interaksi langsung).

Teori Hasil Belajar
Teori ini menjelaskan bahwa hasil belajar mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, yang biasanya diukur melalui nilai, pemahaman materi, dan pencapaian kompetensi.
2. Kerangka Pikir Penelitian

Kerangka pikir penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pada masa pascapandemi COVID-19, pembelajaran daring masih banyak digunakan di perguruan tinggi. Sistem pembelajaran daring memiliki beberapa karakteristik, seperti metode penyampaian materi, penggunaan teknologi, tingkat interaksi dosen–mahasiswa, dan fleksibilitas belajar. Karakteristik tersebut diduga memengaruhi cara mahasiswa belajar, tingkat pemahaman materi, serta motivasi belajar mereka.

Selanjutnya, perubahan dalam proses belajar tersebut akan berdampak pada hasil belajar mahasiswa, yang dapat dilihat dari nilai akademik, pemahaman materi, dan capaian pembelajaran.

Secara sederhana:

Pembelajaran daring → proses belajar mahasiswa → hasil belajar mahasiswa
3. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka pikir tersebut, hipotesis penelitian yang dapat diuji secara ilmiah adalah:

H₁ (Hipotesis alternatif):
“Pembelajaran daring berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.”

H₀ (Hipotesis nol):
“Pembelajaran daring tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.”

MPPE B2025 -> Menulis Summary e-journal

by Fani Dimas Prasetyo 2313031047 -
Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047

Dalam jurnal yang berjudul Membedakan antara Teori, Kerangka Teoritis, dan Konseptual Kerangka Kerja: Tinjauan Sistematis atas Pelajaran dari Lapangan, membahas mengenai Teori, Kerangka teoritis dan konsptual kerangka kerja.
Kivunja menekankan bahwa teori merupakan serangkaian proposisi dan konsep yang saling berkaitan, digunakan untuk menjelaskan atau memprediksi fenomena tertentu. Teori biasanya lahir dari penelitian panjang yang berbasis pada data empiris dan berfungsi sebagai dasar intelektual untuk memahami suatu fenomena. Sebuah teori yang baik harus logis, koheren, teruji, dan mampu menjelaskan hubungan antarvariabel serta memprediksi kejadian di masa depan.
Kerangka teoretis adalah struktur yang dibangun dari teori-teori yang sudah ada dan berfungsi untuk mendukung analisis data serta interpretasi hasil penelitian. Kerangka ini membantu peneliti menjelaskan bagaimana data yang dikumpulkan sejalan dengan teori-teori yang relevan. Penelitian yang baik, terutama di tingkat lanjut seperti disertasi PhD, harus memiliki kerangka teoretis yang kuat. Kerangka ini memberikan dasar ilmiah yang kokoh untuk analisis data dan memastikan bahwa interpretasi hasil penelitian dapat diandalkan.
Kerangka konseptual memiliki cakupan yang lebih luas, mencakup keseluruhan aspek penelitian mulai dari identifikasi masalah, tujuan, metodologi, hingga cara penafsiran data. Konseptual ini pada dasarnya merupakan hasil pemikiran reflektif peneliti yang merangkum berbagai konsep dan variabel yang diamati serta hubungan antar variabel tersebut. Dengan demikian, kerangka teoretis termasuk sebagai bagian dari kerangka konseptual yang lebih besar dan khusus mengacu pada teori-teori yang dipakai dalam analisis data penelitian. Pemahaman yang tepat dan jelas atas ketiga konsep ini sangat esensial demi menghasilkan penelitian yang terstruktur dengan baik, sistematis, serta memiliki kontribusi akademik yang signifikan.