Nama : Adella Putri Rizkia
NPM : 2313031044
Skala pengukuran adalah cara untuk mengukur variabel penelitian sehingga data yang diperoleh dapat dianalisis secara statistik. Skala pengukuran membantu peneliti menentukan bagaimana data diklasifikasi, dinilai, atau diberi angka. Dalam penelitian kuantitatif, skala pengukuran sangat penting karena menentukan teknik analisis yang dapat digunakan. Secara umum, terdapat empat jenis skala pengukuran dalam penelitian:
1.Skala Nominal
Hanya untuk membedakan kategori (contoh: jenis kelamin, kelas X/XI/XII).
2.Skala Ordinal
Menunjukkan peringkat, tetapi jarak antar peringkat tidak jelas (contoh: sangat baik, baik, cukup).
3.Skala Interval
Jarak antar nilai sama, tetapi tidak memiliki nol absolut (contoh: skor ujian).
4.Skala Rasio
Seperti skala interval, namun memiliki nol absolut (contoh: tinggi badan, berat badan).
Dalam penelitian sosial dan pendidikan, terutama yang menggunakan kuesioner, skala yang paling sering dipakai adalah skala ordinal atau skala interval (melalui skala Likert).
Rancangan data penelitian:
Judul penelitian “Pengaruh Model Pembelajaran Deep Learning dan Perhatian Orang Tua terhadap Keaktifan Belajar Siswa SMA IT Babul Hikmah”, terdapat tiga variabel:
1.Model Pembelajaran Deep Learning (X1)
2.Perhatian Orang Tua (X2)
3.Keaktifan Belajar Siswa (Y)
Ketiga variabel tersebut diukur menggunakan kuesioner berbentuk skala Likert, dengan pilihan jawaban seperti:
Sangat Setuju (SS)
Setuju (S)
NPM : 2313031044
Skala pengukuran adalah cara untuk mengukur variabel penelitian sehingga data yang diperoleh dapat dianalisis secara statistik. Skala pengukuran membantu peneliti menentukan bagaimana data diklasifikasi, dinilai, atau diberi angka. Dalam penelitian kuantitatif, skala pengukuran sangat penting karena menentukan teknik analisis yang dapat digunakan. Secara umum, terdapat empat jenis skala pengukuran dalam penelitian:
1.Skala Nominal
Hanya untuk membedakan kategori (contoh: jenis kelamin, kelas X/XI/XII).
2.Skala Ordinal
Menunjukkan peringkat, tetapi jarak antar peringkat tidak jelas (contoh: sangat baik, baik, cukup).
3.Skala Interval
Jarak antar nilai sama, tetapi tidak memiliki nol absolut (contoh: skor ujian).
4.Skala Rasio
Seperti skala interval, namun memiliki nol absolut (contoh: tinggi badan, berat badan).
Dalam penelitian sosial dan pendidikan, terutama yang menggunakan kuesioner, skala yang paling sering dipakai adalah skala ordinal atau skala interval (melalui skala Likert).
Rancangan data penelitian:
Judul penelitian “Pengaruh Model Pembelajaran Deep Learning dan Perhatian Orang Tua terhadap Keaktifan Belajar Siswa SMA IT Babul Hikmah”, terdapat tiga variabel:
1.Model Pembelajaran Deep Learning (X1)
2.Perhatian Orang Tua (X2)
3.Keaktifan Belajar Siswa (Y)
Ketiga variabel tersebut diukur menggunakan kuesioner berbentuk skala Likert, dengan pilihan jawaban seperti:
Sangat Setuju (SS)
Setuju (S)
Netral (N)
Tidak Setuju (TS)
Sangat Tidak Setuju (STS)
Skala Likert termasuk skala ordinal, tetapi secara praktis dalam penelitian kuantitatif sering diperlakukan sebagai skala interval agar dapat dianalisis dengan statistik parametrik, seperti regresi berganda. Karena penelitian kamu menggunakan analisis regresi, maka skala Likert pada penelitian ini diperlakukan sebagai skala interval semu (interval-like). Sementara itu, variabel demografi seperti kelas siswa (X, XI, XII) merupakan data dengan skala nominal, karena hanya menunjukkan kategori tanpa urutan nilai.
Tidak Setuju (TS)
Sangat Tidak Setuju (STS)
Skala Likert termasuk skala ordinal, tetapi secara praktis dalam penelitian kuantitatif sering diperlakukan sebagai skala interval agar dapat dianalisis dengan statistik parametrik, seperti regresi berganda. Karena penelitian kamu menggunakan analisis regresi, maka skala Likert pada penelitian ini diperlakukan sebagai skala interval semu (interval-like). Sementara itu, variabel demografi seperti kelas siswa (X, XI, XII) merupakan data dengan skala nominal, karena hanya menunjukkan kategori tanpa urutan nilai.