Nama : Yogi Rohani
NPM : 2313031031
Teknik sampling merupakan cara atau prosedur yang digunakan peneliti untuk memilih sebagian anggota populasi agar dapat mewakili keseluruhan populasi penelitian. Menurut Sukwika (2023), teknik sampling berperan penting dalam menentukan validitas, reliabilitas, dan daya generalisasi hasil penelitian. Secara umum, teknik sampling dibedakan menjadi probability sampling dan non-probability sampling.
- Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih. Teknik ini meliputi simple random sampling, systematic sampling, stratified random sampling, dan cluster sampling. Teknik ini banyak digunakan dalam penelitian kuantitatif karena memungkinkan penarikan kesimpulan yang dapat digeneralisasikan secara statistik.
- Non-probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi. Teknik ini meliputi purposive sampling, accidental sampling, quota sampling, dan snowball sampling. Dalam pendekatan kualitatif, pemilihan sampel tidak bertujuan untuk generalisasi, tetapi untuk memperoleh pemahaman mendalam hingga mencapai kejenuhan data (Menurut Subhaktiyasa, 2024). Dengan demikian, pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan penelitian, pendekatan metodologis, dan karakteristik populasi.
• Teknik Sampling yang Sering Digunakan dalam Riset Pendidikan Ekonomi
1. Purposive Sampling
Teknik ini banyak digunakan karena penelitian pendidikan ekonomi sering berfokus pada subjek tertentu, seperti siswa kelas tertentu, guru mata pelajaran ekonomi, atau sekolah dengan karakteristik khusus. Secara teoretis, purposive sampling relevan karena memungkinkan peneliti memilih responden yang paling memahami fenomena pembelajaran ekonomi (Creswell, 2014).
2. Simple Random Sampling
Teknik ini sering digunakan dalam penelitian kuantitatif pendidikan ekonomi, khususnya penelitian eksperimen dan survei hasil belajar. Argumentasi teoretiknya adalah karena simple random sampling memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi, sehingga meningkatkan objektivitas dan validitas eksternal penelitian.
3. Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan ketika populasi siswa heterogen, misalnya berdasarkan jurusan, kelas, atau tingkat kemampuan. Secara teoretis, teknik ini mampu meningkatkan representativitas sampel karena setiap strata populasi terwakili secara proporsional.
NPM : 2313031031
Teknik sampling merupakan cara atau prosedur yang digunakan peneliti untuk memilih sebagian anggota populasi agar dapat mewakili keseluruhan populasi penelitian. Menurut Sukwika (2023), teknik sampling berperan penting dalam menentukan validitas, reliabilitas, dan daya generalisasi hasil penelitian. Secara umum, teknik sampling dibedakan menjadi probability sampling dan non-probability sampling.
- Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih. Teknik ini meliputi simple random sampling, systematic sampling, stratified random sampling, dan cluster sampling. Teknik ini banyak digunakan dalam penelitian kuantitatif karena memungkinkan penarikan kesimpulan yang dapat digeneralisasikan secara statistik.
- Non-probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi. Teknik ini meliputi purposive sampling, accidental sampling, quota sampling, dan snowball sampling. Dalam pendekatan kualitatif, pemilihan sampel tidak bertujuan untuk generalisasi, tetapi untuk memperoleh pemahaman mendalam hingga mencapai kejenuhan data (Menurut Subhaktiyasa, 2024). Dengan demikian, pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan penelitian, pendekatan metodologis, dan karakteristik populasi.
• Teknik Sampling yang Sering Digunakan dalam Riset Pendidikan Ekonomi
1. Purposive Sampling
Teknik ini banyak digunakan karena penelitian pendidikan ekonomi sering berfokus pada subjek tertentu, seperti siswa kelas tertentu, guru mata pelajaran ekonomi, atau sekolah dengan karakteristik khusus. Secara teoretis, purposive sampling relevan karena memungkinkan peneliti memilih responden yang paling memahami fenomena pembelajaran ekonomi (Creswell, 2014).
2. Simple Random Sampling
Teknik ini sering digunakan dalam penelitian kuantitatif pendidikan ekonomi, khususnya penelitian eksperimen dan survei hasil belajar. Argumentasi teoretiknya adalah karena simple random sampling memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi, sehingga meningkatkan objektivitas dan validitas eksternal penelitian.
3. Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan ketika populasi siswa heterogen, misalnya berdasarkan jurusan, kelas, atau tingkat kemampuan. Secara teoretis, teknik ini mampu meningkatkan representativitas sampel karena setiap strata populasi terwakili secara proporsional.