Nama: Intan Ruliana
NPM: 2313031016
1. Pendekatan Penelitian yang Paling Sesuai
Pendekatan yang paling tepat untuk penelitian mengenai pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa adalah pendekatan kuantitatif. Hal ini karena tujuan penelitian jelas ingin mengetahui seberapa besar pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain, sehingga membutuhkan pengukuran angka dan analisis statistik. Penelitian kuantitatif memungkinkan peneliti menguji hipotesis mengenai ada atau tidaknya pengaruh media digital terhadap motivasi, serta memberikan hasil yang objektif dan terukur. Pendekatan kualitatif sebenarnya dapat memberikan gambaran mendalam mengenai pengalaman siswa, namun bukan yang paling tepat jika fokus utama penelitian adalah pengaruh.
2. Langkah-Langkah Penelitian
Langkah awal penelitian dimulai dari identifikasi masalah, yaitu mengenali bahwa motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring masih rendah dan media digital interaktif diperkirakan dapat menjadi solusi. Peneliti menyusun latar belakang yang menjelaskan kondisi tersebut secara logis dan didukung teori atau penelitian terdahulu. Latar belakang kemudian dirumuskan menjadi pertanyaan penelitian yang spesifik, misalnya: “Apakah media digital interaktif berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa?”
Tujuan penelitian disusun sebagai jawaban dari rumusan masalah. Setelah menentukan variabel bebas (penggunaan media digital interaktif) dan variabel terikat (motivasi belajar), peneliti menetapkan hipotesis serta menentukan populasi dan sampel. Instrumen penelitian berupa angket kemudian disusun dan diuji kelayakannya. Data dikumpulkan melalui angket, dianalisis menggunakan statistik yang sesuai, dan hasilnya disajikan dalam bentuk kesimpulan serta saran. Tahap akhir adalah penyusunan laporan penelitian dalam format ilmiah.
3. Potensi Masalah dan Solusinya
Beberapa kendala mungkin muncul selama penelitian. Pertama, responden bisa saja kurang serius mengisi angket karena kegiatan dilakukan secara daring. Untuk mengatasinya, peneliti perlu bekerja sama dengan guru atau wali kelas agar siswa mengisi instrumen pada waktu yang tepat. Kedua, instrumen yang disusun mungkin belum valid atau belum reliabel. Peneliti perlu melakukan uji coba instrumen terlebih dahulu sebelum digunakan secara resmi. Ketiga, bisa jadi penggunaan media digital interaktif tidak berjalan konsisten di kelas, sehingga mempengaruhi hasil penelitian. Solusinya adalah melakukan koordinasi dengan guru agar media digital digunakan secara teratur. Terakhir, peneliti mungkin mengalami kesulitan dalam melakukan analisis data. Kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan aplikasi statistik seperti SPSS atau Jamovi, dan belajar rumus dasar analisis data sesuai kebutuhan penelitian.
4. Penyusunan Instrumen dan Pengujian Validitas
Instrumen penelitian dapat disusun dengan terlebih dahulu menetapkan indikator masing-masing variabel. Variabel penggunaan media digital interaktif dapat diukur melalui indikator seperti intensitas penggunaan, kemudahan, interaktivitas, dan manfaatnya. Sementara itu, motivasi belajar dapat diukur melalui indikator minat, perhatian, ketekunan, serta antusiasme siswa. Setiap indikator kemudian dikembangkan menjadi pernyataan dalam skala Likert.
Setelah instrumen selesai, tahap selanjutnya adalah menguji validitas dan reliabilitas. Validitas isi diuji dengan meminta ahli menilai apakah setiap pernyataan sudah mewakili konsep teoritis. Validitas empiris diuji dengan melakukan uji coba instrumen kepada kelompok kecil siswa lalu menghitung korelasi item dengan total skor. Item yang tidak valid perlu dibuang atau diperbaiki. Reliabilitas diukur menggunakan nilai Cronbach’s Alpha, di mana nilai di atas 0.70 menunjukkan instrumen reliabel. Setelah instrumen dinyatakan valid dan reliabel, barulah instrumen dapat digunakan untuk penelitian utama.
NPM: 2313031016
1. Pendekatan Penelitian yang Paling Sesuai
Pendekatan yang paling tepat untuk penelitian mengenai pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa adalah pendekatan kuantitatif. Hal ini karena tujuan penelitian jelas ingin mengetahui seberapa besar pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain, sehingga membutuhkan pengukuran angka dan analisis statistik. Penelitian kuantitatif memungkinkan peneliti menguji hipotesis mengenai ada atau tidaknya pengaruh media digital terhadap motivasi, serta memberikan hasil yang objektif dan terukur. Pendekatan kualitatif sebenarnya dapat memberikan gambaran mendalam mengenai pengalaman siswa, namun bukan yang paling tepat jika fokus utama penelitian adalah pengaruh.
2. Langkah-Langkah Penelitian
Langkah awal penelitian dimulai dari identifikasi masalah, yaitu mengenali bahwa motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring masih rendah dan media digital interaktif diperkirakan dapat menjadi solusi. Peneliti menyusun latar belakang yang menjelaskan kondisi tersebut secara logis dan didukung teori atau penelitian terdahulu. Latar belakang kemudian dirumuskan menjadi pertanyaan penelitian yang spesifik, misalnya: “Apakah media digital interaktif berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa?”
Tujuan penelitian disusun sebagai jawaban dari rumusan masalah. Setelah menentukan variabel bebas (penggunaan media digital interaktif) dan variabel terikat (motivasi belajar), peneliti menetapkan hipotesis serta menentukan populasi dan sampel. Instrumen penelitian berupa angket kemudian disusun dan diuji kelayakannya. Data dikumpulkan melalui angket, dianalisis menggunakan statistik yang sesuai, dan hasilnya disajikan dalam bentuk kesimpulan serta saran. Tahap akhir adalah penyusunan laporan penelitian dalam format ilmiah.
3. Potensi Masalah dan Solusinya
Beberapa kendala mungkin muncul selama penelitian. Pertama, responden bisa saja kurang serius mengisi angket karena kegiatan dilakukan secara daring. Untuk mengatasinya, peneliti perlu bekerja sama dengan guru atau wali kelas agar siswa mengisi instrumen pada waktu yang tepat. Kedua, instrumen yang disusun mungkin belum valid atau belum reliabel. Peneliti perlu melakukan uji coba instrumen terlebih dahulu sebelum digunakan secara resmi. Ketiga, bisa jadi penggunaan media digital interaktif tidak berjalan konsisten di kelas, sehingga mempengaruhi hasil penelitian. Solusinya adalah melakukan koordinasi dengan guru agar media digital digunakan secara teratur. Terakhir, peneliti mungkin mengalami kesulitan dalam melakukan analisis data. Kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan aplikasi statistik seperti SPSS atau Jamovi, dan belajar rumus dasar analisis data sesuai kebutuhan penelitian.
4. Penyusunan Instrumen dan Pengujian Validitas
Instrumen penelitian dapat disusun dengan terlebih dahulu menetapkan indikator masing-masing variabel. Variabel penggunaan media digital interaktif dapat diukur melalui indikator seperti intensitas penggunaan, kemudahan, interaktivitas, dan manfaatnya. Sementara itu, motivasi belajar dapat diukur melalui indikator minat, perhatian, ketekunan, serta antusiasme siswa. Setiap indikator kemudian dikembangkan menjadi pernyataan dalam skala Likert.
Setelah instrumen selesai, tahap selanjutnya adalah menguji validitas dan reliabilitas. Validitas isi diuji dengan meminta ahli menilai apakah setiap pernyataan sudah mewakili konsep teoritis. Validitas empiris diuji dengan melakukan uji coba instrumen kepada kelompok kecil siswa lalu menghitung korelasi item dengan total skor. Item yang tidak valid perlu dibuang atau diperbaiki. Reliabilitas diukur menggunakan nilai Cronbach’s Alpha, di mana nilai di atas 0.70 menunjukkan instrumen reliabel. Setelah instrumen dinyatakan valid dan reliabel, barulah instrumen dapat digunakan untuk penelitian utama.