Nama : Catur Febriyan
NPM : 2313031018
Menurut berbagai literatur, teknik sampling dalam penelitian terdiri dari dua kategori besar yaitu probabilitas (probability) dan non-probabilitas (non-probability).
1. Sampling probabilitas adalah ketika setiap unit/populasi memiliki peluang yang diketahui (non-nol) untuk dipilih menjadi sampel. Teknik-tekniknya meliputi: simple random sampling, systematic sampling, stratified sampling, cluster sampling, dan variasi multistage.
2. Sampling non-probabilitas adalah ketika pemilihan sampel tidak memenuhi prinsip peluang sama untuk tiap unit, meliputi teknik seperti purposive sampling, convenience sampling, snowball sampling, quota sampling.
Dalam pendidikan, literatur seperti Principles of Sampling in Educational Research in Higher Education (Ahrens & Zaščerinska) menekankan bahwa “ukuran sampel berhubungan langsung dengan analisis statistik dan generalisasi” yang menunjukkan bahwa pemilihan teknik sampling bukan sekadar teknis tetapi berdampak pada validitas dan reliabilitas penelitian. Berdasarkan literatur dan pengalaman saya, dalam riset pendidikan (termasuk pendidikan ekonomi) teknik yang paling sering digunakan adalah cluster sampling dan simple random sampling (probability sampling), serta dalam banyak kasus juga purposive sampling atau convenience sampling terutama bila keterbatasan logistik tinggi. Alasanya, Karena tiap siswa dalam populasi punya peluang sama untuk dipilih, maka hasilnya relatif bebas bias pemilihan, dan analisis statistik (seperti estimasi mean, varians) bisa dilakukan dengan asumsi bahwa sampel mewakili populasi. Dalam pendidikan ekonomi, bilamana semua siswa dalam satu sekolah mempunyai karakteristik yang sebanding, SRS bisa jadi pilihan tepat. Teorinya: pemilihan acak menjaga asumsi independensi dan identiknya distribusi, sehingga generalisasi lebih kuat.