Kiriman dibuat oleh Adea Aprilia

AUDITING B2026 -> Brainstorming

oleh Adea Aprilia -
Nama : Adea Aprilia
NPM   : 2313031034

1. Pengendalian Intern adalah sistem kebijakan dan prosedur yang diterapkan oleh manajemen perusahaan untuk memastikan bahwa kegiatan operasional perusahaan berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Tujuannya adalah untuk menjaga efektivitas operasi, memastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, serta menjaga keandalan laporan keuangan. Pengendalian intern mencakup berbagai aspek, seperti pembagian tugas yang jelas, otorisasi transaksi, pemantauan aktivitas, dan perlindungan aset perusahaan agar tidak terjadi penyalahgunaan atau kecurangan.

2. Pentingnya Pengendalian Intern bagi sebuah entitas sangat besar karena sistem ini membantu mengurangi risiko kesalahan, penyalahgunaan, dan kecurangan dalam operasional perusahaan. Dengan pengendalian yang efektif, perusahaan dapat memastikan bahwa laporan keuangan yang disajikan adalah akurat dan dapat dipercaya. Selain itu, pengendalian intern juga membantu perusahaan dalam mematuhi peraturan yang berlaku dan meningkatkan efisiensi operasional. Tanpa pengendalian yang baik, perusahaan rentan terhadap risiko yang dapat merugikan, seperti kebocoran informasi atau kerugian finansial.

3. Kaitan Pengendalian Intern dengan Auditing terletak pada bagaimana auditor menilai sistem pengendalian intern saat melakukan audit. Auditor akan menguji apakah pengendalian intern yang diterapkan perusahaan cukup efektif dalam mengurangi risiko kesalahan atau kecurangan yang dapat mempengaruhi laporan keuangan. Jika pengendalian intern berfungsi dengan baik, auditor mungkin dapat melakukan audit dengan lebih efisien, karena mereka dapat mengandalkan sistem yang ada. Sebaliknya, jika pengendalian intern lemah, auditor perlu melakukan pengujian lebih mendalam terhadap transaksi dan laporan keuangan.

4. Audit Internal vs. Audit Eksternal:

  • Audit Internal dilakukan oleh pihak yang bekerja dalam perusahaan itu sendiri, seperti auditor internal yang diangkat oleh manajemen perusahaan. Tujuan audit internal adalah untuk menilai dan meningkatkan efektivitas pengendalian intern, manajemen risiko, dan proses operasional perusahaan secara keseluruhan. Auditor internal berfokus pada identifikasi perbaikan yang dapat dilakukan dalam operasional internal perusahaan.
  • Audit Eksternal dilakukan oleh auditor independen yang tidak terlibat langsung dalam operasional perusahaan, biasanya sebuah firma audit eksternal. Tujuan utama audit eksternal adalah untuk memberikan pendapat tentang kewajaran laporan keuangan perusahaan dan memastikan bahwa laporan tersebut mematuhi prinsip akuntansi yang berlaku. Auditor eksternal juga berfungsi untuk memberi keyakinan kepada pihak ketiga, seperti investor, kreditor, atau regulator, bahwa laporan keuangan perusahaan dapat dipercaya dan tidak mengandung kesalahan material

AUDITING B2026 -> Brainstorming

oleh Adea Aprilia -
Nama : Adea Aprilia
NPM : 2313031034

Berdasarkan video yang berjudul What is an Auditor’s Report? dari Insight Into Auditing:

Menurut saya, video ini membahas secara ringkas namun menyeluruh mengenai laporan auditor, yang merupakan bagian penting dalam dunia akuntansi dan keuangan. Laporan ini disusun oleh auditor independen setelah mereka melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan suatu entitas. Tujuan utama dari laporan ini adalah untuk memberikan penilaian objektif mengenai apakah laporan keuangan telah disusun dengan benar, wajar, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum (SAK/GAAP).

Laporan auditor bukan hanya sekadar formalitas dalam pelaporan keuangan, melainkan menjadi indikator penting bagi publik untuk menilai apakah suatu perusahaan layak dipercaya. Oleh karena itu, perusahaan perlu membangun sistem akuntansi yang kuat dan akuntabel agar mampu mempertahankan opini yang positif dari auditor. Audit eksternal juga menjadi alat penting dalam membangun tata kelola perusahaan yang sehat.

Beberapa poin penting yang dapat diambil dari video ini:
1. Fungsi utama laporan auditor
Laporan ini berperan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik dan pemangku kepentingan. Ia menjadi jembatan antara perusahaan dan pengguna laporan keuangan seperti investor, kreditor, regulator, serta masyarakat luas.

2. Struktur laporan auditor
Dalam penyusunannya, laporan auditor terdiri atas beberapa bagian penting, yaitu:
Judul dan identifikasi entitas yang diaudit
Paragraf pengantar yang menjelaskan ruang lingkup laporan
Penjelasan tentang metode audit dan standar yang digunakan
Paragraf opini yang menyampaikan kesimpulan akhir auditor
3. Jenis-jenis opini yang diberikan
Opini yang dihasilkan dari audit terbagi ke dalam empat jenis utama, yaitu:
  • Opini Wajar Tanpa Pengecualian ( Unqualified Opinion ): menunjukkan bahwa laporan keuangan telah disusun dengan benar tanpa masalah yang signifikan. Ini adalah opini terbaik dan paling diharapkan oleh perusahaan.
  • Opini Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion): laporan keuangan secara umum wajar, namun terdapat bagian tertentu yang menyimpang atau kurang sesuai dengan standar.
  • Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion): menunjukkan bahwa laporan keuangan tidak mencerminkan kondisi keuangan sebenarnya dan memiliki penyimpangan material yang serius.
  • Tanpa Opini (Disclaimer of Opinion): auditor tidak bisa memberikan kesimpulan karena keterbatasan bukti atau hambatan dalam proses audit. Ini bisa menjadi tanda adanya masalah serius di dalam perusahaan.
4. Dampak opini audit terhadap perusahaan
Opini dari auditor sangat mempengaruhi reputasi dan kepercayaan terhadap perusahaan. Opini yang baik dapat meningkatkan keyakinan investor dan mempermudah akses terhadap pembiayaan. Sebaliknya, opini negatif dapat memicu keraguan dan mengurangi nilai perusahaan di mata publik.

5. Pentingnya transparansi dan kepatuhan
Dalam pandangan saya, opini audit mencerminkan tingkat integritas dan transparansi perusahaan dalam mengelola keuangannya. Perusahaan yang berusaha menjaga akurasi dan kepatuhan dalam pelaporan keuangan cenderung memperoleh opini audit yang lebih baik, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap keberlangsungan usaha.

AUDITING B2026 -> Brainstorming

oleh Adea Aprilia -
NAMA : Adea Aprilia
NPM : 2313031034

Menurut saya, auditing merupakan suatu proses yang melibatkan pengumpulan dan evaluasi bukti untuk menilai kesesuaian informasi dengan standar yang telah ditetapkan. Tujuan utama dari auditing adalah memastikan bahwa laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi dapat dipercaya dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Proses ini harus dilakukan oleh individu yang kompeten dan independen agar hasil audit dapat digunakan secara efektif oleh pihak yang berkepentingan.

Pendapat saya ini tentunya merujuk pada referensi dari para ahli, seperti yang dikemukakan oleh Agoes (2016:3), yang menyatakan bahwa auditing merupakan salah satu bentuk atestasi, di mana seorang ahli memberikan kesimpulan mengenai reliabilitas suatu pernyataan. Dalam proses ini, seorang auditor harus mampu memberikan opini yang objektif berdasarkan bukti yang ada.

Sedangkan menurut Tuanakotta (2016:4) menjelaskan bahwa "auditing bersifat analitis, memeriksa dengan mengurai ke dalam unsur yang lebih kecil." Proses audit dimulai dari pemeriksaan laporan keuangan hingga menelusuri bukti-bukti yang mendasarinya (underlying evidence).

dapat saya simpulkan bahwa auditing adalah proses yang sistematis dan objektif dalam memeriksa laporan keuangan suatu entitas untuk menilai kewajaran posisi keuangan, hasil usaha, serta arus kasnya.

Refrensi:
Agoes, S. (2016). Auditing, Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik. (E. Suharsi, Ed.) (4th ed.). Jakarta: Salemba Empat.
Tuanakotta, T. M. (2016). Akuntansi Forensik & Audit Investigatif. Jakarta: Salemba Empat