Kiriman dibuat oleh Dela Dela zulia pratiwi

ASP C2025 -> Summary

oleh Dela Dela zulia pratiwi -
Nama : Dela zulia pratiwi
Npm : 2313031079

Dari permbelajaran pertemuan yang dibahas oleh kelompok 7 dengan topik pengukuran kinerja sektor publik dapat saya simpulkan, Pengukuran kinerja sektor publik merupakan fondasi utama dalam memastikan setiap kegiatan pemerintah berjalan sesuai tujuan, efisien dalam penggunaan sumber daya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui proses ini, kinerja organisasi publik dapat dinilai secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga dari kualitas layanan, transparansi, dan akuntabilitas terhadap publik. Metode seperti Value for Money, Balanced Scorecard, Performance Budgeting, danBenchmarking membantu menilai sejauh mana program dan kebijakan pemerintah menghasilkan manfaat nyata.

Pengukuran kinerja juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran bagi aparatur negara untuk terus memperbaiki pelayanan dan meningkatkan profesionalisme birokrasi. Meskipun menghadapi kendala seperti keterbatasan data, intervensi politik, dan kapasitas sumber daya manusia yang belum merata, pengukuran kinerja tetap menjadi alat strategis untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Dengan penerapan indikator yang tepat, integritas pelaporan, dan komitmen terhadap transparansi, sektor publik dapat memperkuat kepercayaan masyarakat serta menciptakan pemerintahan yang responsif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, pengukuran kinerja bukan hanya alat administratif, melainkan wujud tanggung jawab moral pemerintah dalam memastikan setiap kebijakan memiliki nilai sosial dan manfaat riil bagi kehidupan masyarakat luas.

ASP C2025 -> Diskusi

oleh Dela Dela zulia pratiwi -
Nama : Dela zulia pratiwi
Npm : 2313031079

Menurut pendapat saya tentang pengukuran kinerja sektor publik.
Pengukuran kinerja sektor publik adalah proses menilai sejauh mana instansi pemerintah atau lembaga publik berhasil mencapai tujuan dan menggunakan sumber daya secara efisien, efektif, dan akuntabel. Tujuannya bukan sekadar mengetahui hasil, tetapi juga memastikan pelayanan publik memberi nilai tambah bagi masyarakat (value for money).

Aspek utama yang diukur meliputi:
1. Efisiensi – seberapa hemat sumber daya digunakan untuk menghasilkan output.
2. Efektivitas – sejauh mana target dan tujuan tercapai.
3. Akuntabilitas – pertanggungjawaban terhadap penggunaan dana publik.
4. Transparansi – keterbukaan informasi agar publik dapat menilai kinerja secara objektif.

Instrumen yang sering digunakan antara lain Key Performance Indicators (KPI),
Balanced Scorecard, dan Value for Money Framework. Melalui pengukuran ini, pemerintah dapat memperbaiki layanan, mengurangi pemborosan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat.