Kiriman dibuat oleh Ar.Try Saputri

ASP C2025 -> Diskusi

oleh Ar.Try Saputri -
NAMA : AR.TRY SAPUTRRI
NPM : 2313031082

Jenis-jenis Anggaran Sektor Publik dan Lingkupnya

1. Anggaran Tradisional (Line-Item Budget) :
Lingkup: fokus pada rincian belanja per pos (gaji, barang, perjalanan dinas).
Kelebihan: mudah diawasi, tapi kurang menekankan hasil/kinerja.

2. Anggaran Kinerja (Performance Budget)
Lingkup: menekankan keterkaitan antara input, output, dan outcome.
Tujuan: memastikan dana publik menghasilkan kinerja nyata.

3. Anggaran Program (Program Budgeting)
Lingkup: disusun berdasarkan program/kegiatan yang ingin dicapai, bukan sekadar jenis belanja.
Lebih menekankan tujuan jangka panjang pemerintah.

4. Anggaran Berbasis Nol (Zero-Based Budgeting/ZBB)
Lingkup: semua anggaran dihitung dari nol, setiap kegiatan harus diajukan ulang dengan justifikasi.
Cocok untuk efisiensi dan memotong pemborosan.

5. Anggaran Berbasis Kinerja/NPM (Performance-Based Budgeting)
Lingkup: menekankan akuntabilitas, transparansi, serta orientasi pada hasil.
Berkaitan dengan reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

ASP C2025 -> Diskusi

oleh Ar.Try Saputri -
NAMA : AR.TRY SAPUTRI
NPM : 2313031082

1. Paradigma Anggaran Tradisional vs NPM
- Anggaran tradisional fokus pada input dan kepatuhan administratif (line-item, incremental, sentralistis).
- NPM fokus pada output/outcome, efisiensi, akuntabilitas, dan orientasi hasil dengan pendekatan manajemen modern.

2. Implementasi ZBB
- ZBB menyusun anggaran dari nol, semua program harus diajukan ulang dengan justifikasi biaya–manfaat.
- Prosesnya: identifikasi program → buat paket keputusan → evaluasi prioritas → alokasi anggaran.
- ZBB bisa mengatasi kelemahan tradisional (hanya menyalin anggaran lama) sekaligus mendukung semangat NPM (orientasi hasil & efisiensi).

ASP C2025 -> Diskusi

oleh Ar.Try Saputri -
Kami dari anggota kelompok 4
Nama :
1. AR.TRY SAPUTRI_2313031082
2. Andani Tanemu_ 2313031078

Menurut kita tentang manajemen sektor publik di era digital intinya cuma tiga hal:
1. Pelayanan Lebih Praktis
Ini soal bikin birokrasi jadi lebih gampang. Contohnya:
e-Government: Urusan dokumen, izin, dan pajak bisa diurus online, jadi gak perlu antre.
Transparansi: Anggaran dan data pemerintah bisa diakses publik.

2. Keputusan Lebih Cerdas
Pemerintah pakai data untuk bikin kebijakan yang lebih tepat sasaran, bukan cuma kira-kira. Mereka bisa menganalisis data masyarakat untuk tahu apa yang benar-benar dibutuhkan.

3. Ada Tantangan
Tentu ada hambatannya. Misalnya:
Kesenjangan digital: Tidak semua orang punya akses internet.
Keamanan siber: Data pemerintah rentan kena serangan.
Resistensi: Ada yang masih malas pakai teknologi baru.

Singkatnya, digitalisasi ini mengubah pemerintah jadi lebih efisien, transparan, dan responsif.