Posts made by Suerna 2313031081

MPPE C2025 -> Diskusi

by Suerna 2313031081 -
NAMA: SUERNA
NPM: 2313031081

1. Mengidentifikasi Masalah Penelitian
Menemukan celah pengetahuan: Mencari topik yang belum banyak diteliti atau terdapat perbedaan pendapat di antara para ahli.
Mengidentifikasi masalah nyata: Menemukan masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, dunia kerja, atau bidang studi tertentu.
Membuat pertanyaan penelitian: Merumuskan pertanyaan yang jelas dan spesifik untuk dijawab dalam penelitian
2. Menelaah Literatur
Mengkaji penelitian sebelumnya: Membaca berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, dan laporan penelitian yang relevan dengan topik.
Membangun kerangka teori: Membentuk landasan teoretis yang kuat untuk mendukung penelitian.
Menemukan gap penelitian: Mengidentifikasi celah atau kekurangan dalam penelitian sebelumnya yang dapat menjadi fokus penelitian baru.
3. Menetapkan Tujuan Penelitian
Merumuskan tujuan umum: Menentukan tujuan utama yang ingin dicapai dalam penelitian.
Merumuskan tujuan khusus: Menjabarkan tujuan secara lebih detail dan spesifik untuk mencapai tujuan umum.
Menentukan variabel penelitian: Mengidentifikasi variabel-variabel yang akan diteliti dan hubungan di antara variabel tersebut.
4. Mengumpulkan Data
Memilih metode pengumpulan data: Memilih metode yang sesuai dengan jenis data yang ingin dikumpulkan, misalnya survei, wawancara, observasi, atau studi dokumen.
Menentukan populasi dan sampel: Menentukan kelompok yang akan diteliti dan mengambil sampel yang representatif.
Mengumpulkan data secara sistematis: Mengumpulkan data sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
5. Menganalisis dan Menafsirkan Data
Mengolah data: Mengorganisir dan meringkas data yang telah dikumpulkan.
Menganalisis data: Menggunakan metode statistik atau kualitatif untuk menguji hipotesis dan menjawab pertanyaan penelitian.
Menafsirkan hasil analisis: Menjelaskan arti dari hasil analisis dan menghubungkannya dengan kerangka teori.
6. Melaporkan dan Mengevaluasi Penelitian
Menulis laporan penelitian: Menyusun laporan yang jelas, sistematis, dan objektif tentang seluruh proses penelitian, mulai dari identifikasi masalah hingga hasil akhir.
Menyajikan hasil penelitian: Menyampaikan hasil penelitian kepada publik melalui seminar, konferensi, atau publikasi ilmiah.
Mengevaluasi penelitian: Menilai kekuatan dan kelemahan penelitian serta memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Suerna 2313031081 -
NAMA: SUERNA
NPM: 2313031081

Bab 2 e-book Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus membahas tiga komponen penting dalam penelitian, yaitu rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Rumusan masalah menjadi dasar arah penelitian dan disusun berdasarkan latar belakang yang menjelaskan alasan pentingnya topik dikaji. Masalah dapat berasal dari fenomena sosial, pengalaman, teori, maupun hasil penelitian terdahulu, dan dirumuskan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan yang akan dijawab melalui proses penelitian.

Tujuan penelitian merupakan penjabaran dari rumusan masalah dalam bentuk pernyataan yang memberikan arah pelaksanaan penelitian. Tujuan ini menjelaskan apa yang ingin dicapai peneliti dan menjadi pedoman dalam analisis serta penarikan kesimpulan.

Sementara itu, manfaat penelitian menjelaskan kontribusi hasil penelitian baik secara teoritis maupun praktis. Manfaat teoritis berhubungan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan manfaat praktis berkaitan dengan penerapan hasil penelitian dalam kehidupan nyata.

Secara keseluruhan, bab ini menekankan bahwa penelitian yang baik harus memiliki rumusan masalah yang jelas, tujuan yang terarah, dan manfaat yang nyata agar hasilnya relevan serta bermanfaat bagi pengembangan ilmu dan masyarakat.

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Suerna 2313031081 -
NAMA: SUERNA
NPM: 2313031081

E-book “Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus” karya Dr. Pujiati, Drs. Tedi Rusman, dan Riyan Yuliyanto, pada bagian materi bab 1 dalam e-book Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus membahas secara mendalam tentang pengertian, tujuan, metode, serta prosedur pelaksanaan penelitian ilmiah. Pada bagian awal dijelaskan bahwa penelitian ilmiah merupakan kegiatan sistematis, rasional, dan objektif yang bertujuan menemukan pengetahuan baru atau memecahkan masalah berdasarkan metode ilmiah. Penelitian ilmiah berbeda dari pemikiran sehari-hari karena menggunakan cara berpikir yang logis, dapat diuji, dan berdasarkan bukti empiris.

Dalam bab ini, dijelaskan berbagai jenis metode penelitian ilmiah, antara lain metode survei, deskriptif, evaluatif, kualitatif, eksperimen, dan studi kasus. Metode ilmiah melibatkan tahapan yang sistematis mulai dari observasi fenomena, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengumpulan data, pengujian, hingga penarikan kesimpulan. Peneliti perlu berpikir ilmiah agar mampu memecahkan masalah secara objektif, bukan berdasarkan perasaan atau asumsi pribadi.

Bab ini juga menguraikan pertimbangan dalam memilih masalah penelitian, yaitu:

  1. Workability (kemungkinan masalah dapat diteliti),

  2. Critical Mass (tingkat urgensi masalah),

  3. Interest (minat peneliti terhadap topik),

  4. Theoretical Value (nilai pengembangan ilmu), dan

  5. Practical Value (manfaat praktis penelitian bagi masyarakat).

Selanjutnya dijelaskan klasifikasi metode penelitian berdasarkan tujuan dan sifatnya. Berdasarkan tujuan, terdapat tiga jenis penelitian yaitu eksploratif (menemukan hal baru), deskriptif (menggambarkan fenomena), dan verifikatif (menguji hipotesis). Berdasarkan sifatnya, penelitian dapat berupa studi kasus, studi historis, penelitian eksperimental, studi kelayakan, dan studi komparatif.

Pada bagian langkah-langkah penelitian, buku ini menekankan bahwa penelitian kuantitatif dan kualitatif memiliki prosedur berbeda. Dalam penelitian kuantitatif, langkah-langkahnya meliputi identifikasi dan perumusan masalah, penyusunan kerangka pikir, perumusan hipotesis, pengumpulan dan analisis data, serta penarikan kesimpulan. Sedangkan dalam penelitian kualitatif, prosesnya lebih fleksibel dan nonlinier, dimulai dari identifikasi masalah, tinjauan pustaka, pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, hingga analisis secara induktif.

Terakhir, bab ini membahas manfaat penelitian, yang terbagi menjadi dua: manfaat teoritis (untuk pengembangan ilmu pengetahuan) dan manfaat praktis (untuk penerapan langsung dalam kehidupan).






ASP C2025 -> CASE STUDY 2

by Suerna 2313031081 -
NAMA: SUERNA
NPM: 2313031081

Audit kinerja berbasis risiko terhadap sistem “IzinCerdas” perlu disusun secara sistematis dengan fokus pada area yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap efektivitas, efisiensi, dan integritas pelayanan publik. Langkah pertama adalah identifikasi risiko utama, seperti keterlambatan proses izin, ketidaktertiban status permohonan, serta kemungkinan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat yang memiliki akses sistem. Setiap risiko kemudian dikategorikan berdasarkan tingkat dampak dan kemungkinan terjadinya, untuk menentukan prioritas audit.

Selanjutnya dilakukan penilaian pengendalian internal, yaitu meninjau prosedur sistem, otorisasi pengguna, serta alur verifikasi dan persetujuan izin. Audit harus menilai apakah fitur keamanan dan pemisahan tugas dalam sistem sudah efektif mencegah manipulasi data atau intervensi pihak tertentu. Tahap berikutnya adalah pengumpulan data berbasis digital, seperti log aktivitas pengguna, waktu pemrosesan izin, pola perubahan status permohonan, dan anomali dalam alur persetujuan.

Dalam mendeteksi potensi penyimpangan, auditor dapat memanfaatkan teknologi analitik data dan kecerdasan buatan (AI). Misalnya, data mining digunakan untuk menemukan pola tidak wajar seperti izin yang disetujui terlalu cepat atau perubahan status yang dilakukan di luar jam kerja. Analisis jaringan (network analysis) dapat mengidentifikasi hubungan mencurigakan antara pemohon dan pejabat tertentu, sementara dashboard analitik membantu memantau kinerja secara real-time.

Dari hasil audit, auditor dapat menyusun rekomendasi berbasis risiko, seperti penguatan sistem kontrol akses, penerapan jejak audit digital (audit trail) yang tidak bisa dihapus, serta pelatihan etika dan transparansi bagi pegawai. Dengan pendekatan ini, audit tidak hanya menilai kinerja sistem “IzinCerdas” dari sisi kecepatan dan efisiensi, tetapi juga memastikan integritas dan akuntabilitas dalam pelayanan publik berbasis digital.