Posts made by Rahma Noviyana

MPPE C2025 -> Diskusi

by Rahma Noviyana -
Nama: Rahma Noviyana
NPM: 2313031060

Populasi adalah keseluruhan elemen, individu, atau objek yang memiliki karakteristik tertentu yang menjadi sasaran penelitian. Populasi mencakup semua anggota kelompok yang hendak diteliti sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi pada kelompok tersebut. Contohnya adalah seluruh siswa di satu sekolah bila penelitian fokus pada siswa tersebut.

Sampel adalah bagian atau subset dari populasi yang dipilih sebagai representasi untuk dijadikan objek penelitian. Sampel dipilih karena terkadang penelitian terhadap seluruh populasi tidak praktis, memerlukan waktu dan biaya besar. Sampel harus mewakili karakteristik populasi agar hasilnya bisa digeneralisasi dengan akurat.

Dalam menentukan populasi dan sampel, peneliti harus memperhatikan, yaitu:
1. Kesesuaian Populasi dengan Tujuan Penelitian
2. Keterbatasan Sumber Daya
3. Representativitas Sampel
4. Teknik Sampling
5. Ukuran Sampel
6. Homogenitas atau Heterogenitas Populasi

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Rahma Noviyana -
Nama: Rahma Noviyana
NPM: 2313031060

Bab 4 dalam buku "Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus" membahas tentang teknik sampling, desain penelitian, instrumen penelitian, dan persyaratannya secara komprehensif. Bab ini menjelaskan cara memilih teknik sampling yang tepat sesuai dengan tujuan penelitian dan karakteristik populasi untuk mendapatkan sampel yang representatif dan valid. Desain penelitian dijabarkan mulai dari jenis desain yang harus dipilih berdasarkan pendekatan penelitian, tujuan, dan metode yang digunakan. Bab ini juga membahas berbagai tipe desain penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif, serta bagaimana desain penelitian menentukan arah dan metode pengumpulan data.

Instrumen penelitian menjadi fokus pembahasan berikutnya, yang meliputi pemilihan, pengembangan, dan pengujian instrumen agar data yang diperoleh valid dan reliabel. Bab ini menyertakan kriteria yang harus dipenuhi oleh instrumen serta teknik validasi dan reliabilitas. Selain itu, bab ini menguraikan persyaratan teknis dan praktis dalam melaksanakan penelitian agar berjalan efektif dan efisien. Pembahasan juga mencakup prosedur penelitian, termasuk tahap persiapan, pelaksanaan, pengumpulan data, dan dokumentasi hasil penelitian.

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Rahma Noviyana -
Nama: Rahma Noviyana
NPM: 2313031060

Bab 3 dari e-book "Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus" secara mendalam membahas tentang kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis yang sangat penting dalam suatu penelitian ilmiah.

Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis adalah konsep abstrak yang menjadi landasan pemikiran penelitian, berisi seperangkat teori, konsep, dan proposisi yang menjelaskan hubungan antar variabel. Fungsi utama kerangka teoritis adalah memperjelas ruang lingkup variabel penelitian, memprediksi fakta yang ditemukan, membantu perumusan hipotesis, penyusunan instrumen, serta membahas hasil penelitian. Kerangka teoritis berperan sebagai acuan sistematis yang menghubungkan antara teori dan fenomena yang diteliti.

Kerangka Pikir
Kerangka pikir merupakan sintesis hubungan antar variabel yang akan diteliti, yang disusun secara logis berdasarkan teori maupun hasil penelitian terdahulu. Kerangka pikir dijadikan sebagai panduan untuk memecahkan masalah penelitian dan merumuskan hipotesis. Proses penyusunan kerangka pikir melibatkan penentuan paradigma, penelaahan konsep, pertimbangan teoritis, dan penggambaran hubungan variabel secara deduktif.

Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara yang dirumuskan sebagai jawaban awal terhadap rumusan masalah penelitian dan harus diuji kebenarannya. Hipotesis menyatakan hubungan antara variabel, baik yang bersifat simetris, asimetris (sebab-akibat), ataupun timbal balik (reciprocal). Fungsi hipotesis adalah sebagai tonggak teori, pembatasan ruang lingkup penelitian, panduan pengujian berdasarkan fakta, dan membantu penarikan kesimpulan. Hipotesis biasanya diturunkan dari kerangka teoritis serta literatur yang relevan.

Hubungan Ketiganya
Kerangka teoritis menjadi sumber utama hipotesis yang akan diuji dalam penelitian. Hipotesis menyajikan pernyataan yang dapat diuji secara empiris berdasarkan teori yang ada. Kerangka pikir dan kerangka teoritis membentuk fondasi konseptual yang mengarahkan proses riset dan analisis data. Dengan demikian, ketiga komponen ini berperan integral dalam memastikan penelitian berjalan sistematis, fokus, dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Secara keseluruhan, Bab 3 menjelaskan pentingnya membangun kerangka kerja konseptual yang kuat, dari teori sampai hipotesis, untuk menghasilkan penelitian yang valid dan layak secara akademik serta praktis. Pendekatan ini memudahkan dalam perancangan, implementasi, dan evaluasi penelitian secara sistematis dan komprehensif .

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Rahma Noviyana -
Nama: Rahma Noviyana
NPM: 2313031060

Bab 2 dalam buku ini membahas rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Pada bab ini mengarahkan pembaca untuk dapat membuat rumusan masalah yang jelas dan relevan sebagai dasar bagi penelitian ilmiah. Penjelasan difokuskan pada pentingnya merumuskan masalah berdasarkan fenomena nyata yang ingin diteliti sehingga hasil penelitian dapat memberikan jawaban atas pertanyaan kritis. Selain itu, bab ini menguraikan tujuan penelitian yang harus spesifik dan berkaitan dengan rumusan masalah, serta manfaat penelitian yang bisa berupa manfaat teoritis untuk pengembangan ilmu pengetahuan maupun manfaat praktis untuk memecahkan masalah di lapangan. Serta memberikan panduan untuk menyusun rumusan masalah yang baik, dengan memperhatikan kelayakan, kejelasan, dan urgensi masalah. Melalui pendekatan sistematis, bab ini mempersiapkan peneliti untuk melakukan penelitian yang fokus dan berdampak dengan panduan yang terstruktur.

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Rahma Noviyana -
Nama: Rahma Noviyana
NPM:2313031060

Bab 1 dalam buku "Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus" menjelaskan konsep penelitian ilmiah dan langkah-langkah serta prosedur penelitian. Pada bab ini menguraikan perbedaan metode ilmiah dengan metode non-ilmiah dan menegaskan pentingnya menggunakan metode ilmiah yang sistematis, rasional, dan dapat diuji secara objektif. Serta membahas pengertian penelitian ilmiah, fungsi penelitian sebagai cara pemecahan masalah, dan kriteria dalam memilih masalah yang layak diteliti, seperti keterjangkauan (workability), urgensi (critical mass), ketertarikan peneliti, nilai teoritis, dan nilai praktis.

Selain itu, bab ini mengulas berbagai metode penelitian ilmiah berdasarkan tujuan dan sifatnya, serta langkah-langkah utama yang harus diikuti dalam proses penelitian, mulai dari identifikasi masalah, perumusan hipotesis, pengumpulan data, analisis, hingga menarik kesimpulan. Manfaat penelitian dalam bab ini ditekankan sebagai kontribusi terhadap ilmu pengetahuan (manfaat teoritis) dan pemecahan masalah praktis di lapangan (manfaat praktis). Bab ini juga menyertakan rangkuman dan latihan untuk memperkuat pemahaman pembaca tentang dasar-dasar metodologi penelitian pendidikan berbasis kasus.