Posts made by Rahma Noviyana

MPPE C2025 -> Progres tugas project

by Rahma Noviyana -
Nama: Rahma Noviyana
NPM: 2313031060

Izin melaporkan progres tugas project, Bu perkembangan tugas project yang sudah saya lakukan antara lain:
1. Sudah menyusun rancangan outline penelitian
2. Sudah menyusun kerangka pikir dan landasan teori penelitian
3. Sudah menyusun rancangan terkait populasi dan sampel
4. Sudah menyusun rancangan data penelitian dan skala pengukuran
5. Sudah menyusun dalam bentuk proposal penelitian
6. Sedang proses membuat ppt dan take video

MPPE C2025 -> Penugasan mandiri

by Rahma Noviyana -
Nama: Rahma Noviyana
NPM: 2313031060

Teknik sampling adalah metode memilih sejumlah individu dari populasi agar mewakili seluruh populasi dalam penelitian. Teknik sampling terbagi menjadi dua kelompok utama: probability sampling, di mana setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama atau diketahui untuk dipilih, dan non-probability sampling, di mana peluang tersebut tidak sama atau tidak diketahui (Sugiyono, 2013).​

Dalam penelitian pendidikan ekonomi, teknik sampling yang paling sering digunakan adalah purposive sampling dan stratified random sampling. Purposive sampling digunakan untuk memilih sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian, sehingga sangat cocok untuk penelitian eksploratif yang memerlukan data mendalam dari kelompok khusus (Sugiyono, 2014). Stratified random sampling membagi populasi menjadi strata-strata yang homogen lalu mengambil sampel secara acak proporsional dari setiap strata, untuk memastikan representasi proporsional subpopulasi, seperti kelas, jenjang pendidikan, atau wilayah sekolah. Ini mengurangi bias sampling dan meningkatkan validitas eksternal hasil penelitian.

Misalnya, dalam riset pendidikan ekonomi yang mengkaji perilaku siswa di beberapa kelas, stratified random sampling memastikan jumlah sampel dari tiap kelas sesuai dengan proporsi kelas tersebut dalam populasi sehingga hasil riset dapat digeneralisasi secara akurat. Purposive sampling dipilih bila fokusnya pada kelompok seperti guru yang memiliki pengalaman khusus terkait topik penelitian.

Sumber:
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

MPPE C2025 -> Diskusi

by Rahma Noviyana -
Nama: rahma Noviyana
NPM: 2313031060

a. Teori adalah seperangkat konsep, prinsip, atau hipotesis yang digunakan untuk menjelaskan fenomena alam atau hubungan antara berbagai fenomena. Teori adalah hasil dari pemikiran abstrak yang didukung oleh bukti empiris atau penelitian sebelumnya. Ini mencoba memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang suatu subjek atau fenomena tertentu. Teori dapat berfungsi sebagai kerangka kerja untuk memahami, menjelaskan, dan meramalkan fenomena.

b. Kerangka pikir adalah struktur konseptual yang digunakan oleh peneliti untuk merancang dan mengatur penelitian mereka. Ini mencakup konsep-konsep, variabel-variabel, dan hubungan antara variabel-variabel yang relevan dengan masalah penelitian. Kerangka pikir membantu peneliti untuk merumuskan pertanyaan penelitian, merancang metode penelitian, dan menganalisis data dengan lebih baik.

c. Hipotesis adalah pernyataan atau prediksi yang bersifat tentatif dan dapat diuji empiris. Hipotesis digunakan untuk menguji hubungan antara variabel-variabel dalam penelitian. Ini dapat berupa hipotesis nol (H0), yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan atau perbedaan yang signifikan, atau hipotesis alternatif (H1), yang menyatakan ada hubungan atau perbedaan yang signifikan. Hipotesis digunakan untuk mengarahkan proses pengumpulan data dan pengujian statistik dalam penelitian.

Hubungan Antara Ketiganya
Kerangka pikir sering kali didasarkan pada teori. Ini berarti teori-teori yang ada dalam literatur menjadi landasan bagi peneliti dalam merancang kerangka pikir penelitian mereka. Hipotesis dibangun berdasarkan kerangka pikir dan teori. Hipotesis adalah pernyataan yang menguji hubungan yang diantisipasi antara variabel-variabel yang ada dalam kerangka pikir. Dalam konteks penelitian, peneliti menguji hipotesis untuk melihat apakah hasil penelitian mereka mendukung atau menolak hipotesis tersebut. Hasil ini kemudian digunakan untuk menguji dan memvalidasi teori yang mendasari penelitian.

MPPE C2025 -> Diskusi

by Rahma Noviyana -
Nama: Rahma Noviyana
NPM: 2313031060

Pemahaman yang baik tentang masalah, variabel, dan paradigma penelitian sangat penting bagi seorang peneliti karena elemen-elemen ini merupakan fondasi utama dalam merancang, melaksanakan, dan menginterpretasikan penelitian. Berikut adalah alasan mengapa pemahaman terhadap masalah, variabel, dan paradigma penelitian sangat diperlukan:
1. Pengidentifikasi Masalah
Masalah adalah kesenjangan antara apa yang seharusnya (harapan) dengan apa yang ada dalam kenyataan sekarang. Menemukan masalah yang jelas adalah langkah awal penting dalam penelitian, karena tanpa masalah yang jelas, penelitian tidak perlu dilakukan. Perumusan masalah yang tepat akan membantu peneliti untuk menentukan arah dan tujuan penelitian yang lebih spesifik dan relevan

2. Pengidentifikasi Variabel:
Variabel adalah sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari. Variabel dapat berupa atribut, nilai, atau sifat dari objek, individu, atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu. Variabel-variabel ini sangat penting karena mereka akan membantu peneliti untuk mengumpulkan data yang relevan dan menarik kesimpulan yang akurat. Variabel dapat dibedakan menjadi variabel independen (bebas), variabel dependen (terikat), variabel moderator, dan variabel intervening, masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam penelitian

3. Paradigma Penelitian:
Paradigma penelitian menjelaskan bagaimana peneliti memahami suatu masalah dan kriteria pengujian sebagai landasan untuk menjawab masalah penelitian. Paradigma penelitian dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama: penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.

Dengan demikian, pemahaman terhadap masalah, variabel, dan paradigma penelitian sangat diperlukan untuk:
• Mengidentifikasi dan menguraikan masalah yang akan diteliti.
• Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan variabel yang relevan untuk penelitian.
• Menggunakan paradigma penelitian yang tepat untuk mengumpulkan dan menganalisis data.
Hal ini akan membantu peneliti untuk melakukan penelitian yang lebih efektif, akurat, dan bermakna.
Rujukan:
https://farelbae.wordpress.com/catatan-kuliah-ku/pengertian-masalah-variabel-paradigma-penelitian/
Ridha, N. (2017). Proses Penelitian, Masalah, Variabel, dan Paradigma Penelitian, Jurnal Hikmah, Vol 14, No, 1. 62-29