Kiriman dibuat oleh Rani Agustina

PBSI TSM A 2023-2024 -> DISKUSI VI -> Diskusi VI -> Re: Diskusi VI

oleh Rani Agustina -
Nama: Rani Agustina
NPM: 2313041073

Ada beberapa perbedaan fokus kajian Sigmund Freud dan Carl Gustav Jung dalam psikologi sastra, di antaranya:
1. Freud lebih fokus pada tingkah laku (kesadaran dan ketidaksadaran) yang terdiri dari tiga komponen yaitu id, ego, superego, sedangkan Jung lebih fokus pada mimpi dan khayalan dan mengembangkan konsep arketipe (sistem mengenai kebebasan berkehendak dan spontanitas) dalam teorinya tentang alam bawah sadar. Teori Jung lebih praktis psikoanalisisnya dan tidak meletakkan pandangan determinisik sebagaimana Freud.
2. Freud menyebutkan bahwa struktur alam bawah sadar adalah bagian terdalam dari pikiran manusia, sedangkan Jung menyebutkan bahwa alam bawah sadar adalah lapisan yang lebih luas dan kompleks, tidak personal tetapi lebih universal dan kolektif.
3. Freud menunjukkan bagaimana karya sastra mengungkapkan alam bawah sadar, sedangkan Jung menunjukkan bagaimana karya sastra dapat terhubung dengan ketidaksadaran kolektif.
4. Teori Freud berbicara bahwa mimpi sebagai bentuk penyamaran keinginan tertekan yang tidak dapat diungkapkan secara sadar, sedangkan teori Jung berbicara tentang mimpi yang dikaitkan dengan sifat religiusitas seseorang.
5. Teori Freud menekankan aspek tertekan dan seksual mimpi, sedangkan teori Jung menekankan aspek religius dan spiritual mimpi.
6. Freud menggunakan teknik interpretasi simbol, sedangkan Jung menggunakan teknik asosiasi bebas untuk menafsirkan mimpi.

PBSI TSM A 2023-2024 -> DISKUSI III -> DISKUSI III -> Re: DISKUSI III

oleh Rani Agustina -
Nama: Rani Agustina
Npm: 2313041073

Jika saya seorang mahasiswa tingkat akhir dengan skripsi bidang sastra dan membedah sebuah puisi atau novel dengan 4 pendekatan teori menurut Abrams, saya memilih pendekatan objektif. Menurut saya pendekatan objektif sangat cocok untuk membedah sebuah karya sastra puisi maupun novel karena pendekatan objektif mengacu pada kualitas instrinsik sebuah karya yang memberi perhatian penuh pada karya sastra sebagai struktur yang otonom dan mengarah pada analisis karya sastra dengan strukturalisme. Serta pendekatan objektif tidak terikat pada sudut pandang yang subjektif yaitu bagi pembaca lebih bebas dan luas dalam memahami dan menginterpretasikan karya sastra tanpa campur tangan dari penilaian subjektif.
Izin menjawab Pak, saya Rani Agustina (2313041073), menurut saya:

1. Kualitas teks sastra suatu teks sastra didefinisikan dapat dilihat dari segi imajinatifnya misalnya alur ceritanya, atau gaya bahasa yang unik dan karakter tokohnya yang menarik di dalam teks sastra tersebut, selain itu tema yang diangkat, makna cerita atau moral yang disampaikan serta memiliki teks yang berdaya mengikat pembaca dan menarik bagi pembaca juga merupakan kualitas dari teks sastra.

2. Hubungan yang dikemukakan antara teks sastra dengan pengarangnya yaitu bagaimana pengarang menciptakan sebuah imajinasi dalam teks yang di ambil dari pengalaman pribadi si pengarang atau tentang pandangan pengarang terhadap sesuatu sehingga menarik bagi pembaca, serta pembaca mampu ikut terbawa dalam ceritanya, dan pembaca juga bisa menginterpretasikan teks tersebut dengan persepsi sendiri.

3. Peran yang diberikan pada pembaca seringkali yaitu sebagai penerima pesan dan mampu memahami dan mengapresiasi, mengkritik atau merespon isi dan makna yang ada dalam teks sastra tersebut.

4. Status yang diberikan pada media teks, bahasa yaitu sebagai tempat untuk menyampaikan perasaan, ide atau gagasan, yang memberikan motivasi, dan meresapi pembaca dengan kata-kata dan imajinasi, serta karena adanya bahasa yang menjadi alat komunikasi penting dalam menyampaikan pesan.