གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Wina Nadia Maratama

ASP C2025 -> Diskusi

Wina Nadia Maratama གིས-
Nama : Wina Nadia Maratama
NPM : 2313031070

1. Anggaran Tradisional
Ciri: incremental (berdasarkan tahun sebelumnya), line-item (per pos), sentralistik, spesifik, tahunan, bruto.
Lingkup:lebih menekankan pada input (berapa besar dana yang dipakai), bukan pada hasil yang dicapai. Umumnya dipakai untuk belanja rutin, kurang fleksibel, sulit mengukur kinerja, serta tidak terhubung dengan perencanaan jangka panjang.
2. Anggaran dengan Pendekatan New Public Management (NPM)
Ciri: orientasi kinerja, efisiensi, pemangkasan biaya, kompetisi tender, desentralisasi.
Lingkup: fokus pada outcome (hasil), pelayanan publik yang responsif dan transparan, serta adanya mekanisme pengawasan berbasis kompetisi pasar.

3. Anggaran Kinerja
Ciri: menekankan konsep value for money (ekonomis, efisien, efektif), dengan pengawasan internal dan eksternal.
Lingkup: memuat program, kegiatan, target, serta indikator kinerja. Digunakan untuk memastikan tujuan pembangunan tercapai sesuai alokasi dana.

4. Zero Based Budgeting (ZBB)
Ciri: penyusunan dimulai dari nol, setiap program harus dijustifikasi kembali.
Lingkup: meliputi identifikasi unit keputusan, penyusunan paket kegiatan, serta evaluasi prioritas. Memberi peluang efisiensi, transparansi, dan penghapusan pemborosan, meski prosesnya lebih rumit dan memakan waktu.

5. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
Ciri: berbasis tujuan dan output, menggunakan analisis biaya-manfaat.
Lingkup: meliputi penentuan tujuan umum, identifikasi program alternatif, evaluasi sistematis, hingga alokasi sumber daya. Cocok untuk perencanaan jangka panjang dan lintas sektor, meski membutuhkan data, teknologi, serta biaya implementasi besar.


Jenis-jenis anggaran sektor publik menunjukkan pergeseran dari sistem tradisional yang sederhana menuju sistem yang lebih komprehensif, berbasis kinerja, dan berorientasi hasil.

MPPE C2025 -> Diskusi

Wina Nadia Maratama གིས-
Nama: Wina Nadia M
NPM: 2313031070

Menurut saya kelayakan, variabel, dan paradigma suatu penelitian adalah hal yang sangat penting dan mendasari suatu penelitian.
Masalah penelitian adalah satu hal yang menjadi awal dan menentukan langkah-langkah yang akan diambil. Apabila seperangkat pertanyaan peneliti tidak memahami suatu masalah, penelitian yang dilakukannya bisa jadi tidak fokus. Dengan memahami suatu masalah, peneliti bisa menyusun pertanyaan penelitian yang sangat jelas dan fokus. Saya memahami bahwa variabel penelitian sangat penting dipahami, oleh karena itu dalam sebuah penelitian, suatu hal yang menjadi fokus, atau diukur. Terdapat variabel yang dinamakan bebas dan terikat, yang dalam hal ini terdapat suatu hubungan. Apabila peneliti tidak memahami variabel yang berkaitan, instrumen yang dihasilkan bisa jadi tidak relevan dan data yang klaim akan jadi sangat diragukan. Ketiga, pola dalam suatu penelitian menunjuk dalam hal ini tetap. Dalam hal ini sebuah pendapat tentu akan membentuk suatu ketentuan yang laporan lepas. Sebuah paradigma yang mendasari pola dalam hal ini yang bersifat atau berprinsip positivistik tentu menunjuk pada nétas, sedangkan yang bersifat konstruktivis lebih mendasari pola kualitatif. Dalam pengertian ini, ciri khas atau pola yang mendasari pengaturan seperangkat pola kriteria dalam pengaturan dan penataan data dalam penelitian hingga analisis yang dilakukan kepada data.
Menurut saya, suatu penelitian yang berkaitan langsung dengan data yang dianalisis bisa dipertanggungjawabkan terakhir adalah sistematis, dan tidak meragukan validitas pengambilan dan penarikan kesimpulan.