Nama : Wina Nadia Maratama
NPM : 2313031070
1. Anggaran Tradisional
Ciri: incremental (berdasarkan tahun sebelumnya), line-item (per pos), sentralistik, spesifik, tahunan, bruto.
Lingkup:lebih menekankan pada input (berapa besar dana yang dipakai), bukan pada hasil yang dicapai. Umumnya dipakai untuk belanja rutin, kurang fleksibel, sulit mengukur kinerja, serta tidak terhubung dengan perencanaan jangka panjang.
2. Anggaran dengan Pendekatan New Public Management (NPM)
Ciri: orientasi kinerja, efisiensi, pemangkasan biaya, kompetisi tender, desentralisasi.
Lingkup: fokus pada outcome (hasil), pelayanan publik yang responsif dan transparan, serta adanya mekanisme pengawasan berbasis kompetisi pasar.
3. Anggaran Kinerja
Ciri: menekankan konsep value for money (ekonomis, efisien, efektif), dengan pengawasan internal dan eksternal.
Lingkup: memuat program, kegiatan, target, serta indikator kinerja. Digunakan untuk memastikan tujuan pembangunan tercapai sesuai alokasi dana.
4. Zero Based Budgeting (ZBB)
Ciri: penyusunan dimulai dari nol, setiap program harus dijustifikasi kembali.
Lingkup: meliputi identifikasi unit keputusan, penyusunan paket kegiatan, serta evaluasi prioritas. Memberi peluang efisiensi, transparansi, dan penghapusan pemborosan, meski prosesnya lebih rumit dan memakan waktu.
5. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
Ciri: berbasis tujuan dan output, menggunakan analisis biaya-manfaat.
Lingkup: meliputi penentuan tujuan umum, identifikasi program alternatif, evaluasi sistematis, hingga alokasi sumber daya. Cocok untuk perencanaan jangka panjang dan lintas sektor, meski membutuhkan data, teknologi, serta biaya implementasi besar.
Jenis-jenis anggaran sektor publik menunjukkan pergeseran dari sistem tradisional yang sederhana menuju sistem yang lebih komprehensif, berbasis kinerja, dan berorientasi hasil.
NPM : 2313031070
1. Anggaran Tradisional
Ciri: incremental (berdasarkan tahun sebelumnya), line-item (per pos), sentralistik, spesifik, tahunan, bruto.
Lingkup:lebih menekankan pada input (berapa besar dana yang dipakai), bukan pada hasil yang dicapai. Umumnya dipakai untuk belanja rutin, kurang fleksibel, sulit mengukur kinerja, serta tidak terhubung dengan perencanaan jangka panjang.
2. Anggaran dengan Pendekatan New Public Management (NPM)
Ciri: orientasi kinerja, efisiensi, pemangkasan biaya, kompetisi tender, desentralisasi.
Lingkup: fokus pada outcome (hasil), pelayanan publik yang responsif dan transparan, serta adanya mekanisme pengawasan berbasis kompetisi pasar.
3. Anggaran Kinerja
Ciri: menekankan konsep value for money (ekonomis, efisien, efektif), dengan pengawasan internal dan eksternal.
Lingkup: memuat program, kegiatan, target, serta indikator kinerja. Digunakan untuk memastikan tujuan pembangunan tercapai sesuai alokasi dana.
4. Zero Based Budgeting (ZBB)
Ciri: penyusunan dimulai dari nol, setiap program harus dijustifikasi kembali.
Lingkup: meliputi identifikasi unit keputusan, penyusunan paket kegiatan, serta evaluasi prioritas. Memberi peluang efisiensi, transparansi, dan penghapusan pemborosan, meski prosesnya lebih rumit dan memakan waktu.
5. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
Ciri: berbasis tujuan dan output, menggunakan analisis biaya-manfaat.
Lingkup: meliputi penentuan tujuan umum, identifikasi program alternatif, evaluasi sistematis, hingga alokasi sumber daya. Cocok untuk perencanaan jangka panjang dan lintas sektor, meski membutuhkan data, teknologi, serta biaya implementasi besar.
Jenis-jenis anggaran sektor publik menunjukkan pergeseran dari sistem tradisional yang sederhana menuju sistem yang lebih komprehensif, berbasis kinerja, dan berorientasi hasil.