Nama: Ika Rahmadhani
NPM; 2313031072
Bab 3 buku "Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus" menjelaskan tentang kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis dalam penelitian.
Bab ini membahas pentingnya penyusunan kerangka teoritis sebagai fondasi konseptual yang mengarahkan seluruh proses penelitian. Kerangka teoritis dipahami sebagai rangkaian konsep, teori, temuan terdahulu, dan hubungan antarkonsep yang menjadi pijakan dalam menjelaskan fenomena penelitian. Peneliti perlu meninjau literatur secara kritis untuk mengidentifikasi teori yang paling sesuai, memahami definisi variabel, serta menunjukkan bagaimana konsep-konsep tersebut saling berhubungan dalam konteks masalah penelitian. Penyusunan kerangka teoritis yang kuat membantu peneliti membangun argumen ilmiah yang meyakinkan dan menghindarkan penelitian dari kesalahan interpretasi.
Bab ini juga menjelaskan pentingnya merumuskan kerangka berpikir (frame of thought). Kerangka berpikir merupakan alur logis yang menggambarkan hubungan antara variabel berdasarkan teori yang telah dipilih. Peneliti menyusun alur pemikiran mulai dari masalah penelitian, landasan teori, temuan terdahulu, hingga terbentuknya dugaan hubungan antarvariabel. Kerangka berpikir berfungsi sebagai jembatan antara kerangka teori dan hipotesis, sekaligus menjadi peta logika yang menunjukkan arah penelitian dan dasar pertanyaan penelitian.
Selanjutnya, bab ini membahas hipotesis sebagai pernyataan sementara mengenai hubungan antarvariabel yang akan diuji melalui penelitian. Hipotesis disusun berdasarkan kerangka teori dan kerangka berpikir yang telah dibangun sebelumnya. Peneliti perlu merumuskan hipotesis secara jelas, operasional, dan dapat diuji secara empiris. Bab ini menjelaskan jenis-jenis hipotesis, seperti hipotesis deskriptif, komparatif, dan asosiatif, serta membedakan antara hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (Ha). Selain itu, bab ini menekankan bahwa tidak semua penelitian memerlukan hipotesis, misalnya penelitian kualitatif atau penelitian eksploratif.
NPM; 2313031072
Bab 3 buku "Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus" menjelaskan tentang kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis dalam penelitian.
Bab ini membahas pentingnya penyusunan kerangka teoritis sebagai fondasi konseptual yang mengarahkan seluruh proses penelitian. Kerangka teoritis dipahami sebagai rangkaian konsep, teori, temuan terdahulu, dan hubungan antarkonsep yang menjadi pijakan dalam menjelaskan fenomena penelitian. Peneliti perlu meninjau literatur secara kritis untuk mengidentifikasi teori yang paling sesuai, memahami definisi variabel, serta menunjukkan bagaimana konsep-konsep tersebut saling berhubungan dalam konteks masalah penelitian. Penyusunan kerangka teoritis yang kuat membantu peneliti membangun argumen ilmiah yang meyakinkan dan menghindarkan penelitian dari kesalahan interpretasi.
Bab ini juga menjelaskan pentingnya merumuskan kerangka berpikir (frame of thought). Kerangka berpikir merupakan alur logis yang menggambarkan hubungan antara variabel berdasarkan teori yang telah dipilih. Peneliti menyusun alur pemikiran mulai dari masalah penelitian, landasan teori, temuan terdahulu, hingga terbentuknya dugaan hubungan antarvariabel. Kerangka berpikir berfungsi sebagai jembatan antara kerangka teori dan hipotesis, sekaligus menjadi peta logika yang menunjukkan arah penelitian dan dasar pertanyaan penelitian.
Selanjutnya, bab ini membahas hipotesis sebagai pernyataan sementara mengenai hubungan antarvariabel yang akan diuji melalui penelitian. Hipotesis disusun berdasarkan kerangka teori dan kerangka berpikir yang telah dibangun sebelumnya. Peneliti perlu merumuskan hipotesis secara jelas, operasional, dan dapat diuji secara empiris. Bab ini menjelaskan jenis-jenis hipotesis, seperti hipotesis deskriptif, komparatif, dan asosiatif, serta membedakan antara hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (Ha). Selain itu, bab ini menekankan bahwa tidak semua penelitian memerlukan hipotesis, misalnya penelitian kualitatif atau penelitian eksploratif.