Saneha Jofita Sari 2313041065
Kelas: 2A
Izin menjawab pak,
setelah memahami materi terkait Carl Gustav saya mengetahui bahwa adanya perbedaan fokus kajian antara Jung dengan Sigmund Freud. Dimana Sigmun berbicara tentang Id, Ego, Super ego, sedangkan gustav bicara tentang mimpi yang berkaitan dengan sifat religius seseorang.
Pada awal mulanya antara Jung dengan Sigmund saling berkorespodensi namun karena karena adanya pecah pendapat, maka sigmun berdiri sendiri dan Jung juga berdiri sendiri terhadap psikoanalisis yang praktis dengan keinginanya seperti apa, sehingga saling bertolak belakang lah.
Freud Fokus pada tingkah laku sedangkan Jung meletakan pandangan Determisik, sebagaimana freud tidak. Jung lebih dipengaruhi arketip yaitu sistem mengenai kebebasan berkehendak dan spontanitas.
Pada konsep kesadaran(ego) Jung membaginya menjadi dua kompenen : Fungsi jiwa da sikap jiwa, yang mana melalui fungsi jiwa kita bisa menilai bagaiman cara manusia bertindak apakah berdasarkan thinking ( rasional ), apakah melalui feeling ( irasional ),kemudian sensing, dan intuiting. Selanjutnya berkaitan dnegan sikap jiwa yang berkaitan dan dipengaruhi subjektivitas, ada introvert dan ekstrovert. Sedangkan pada konsep ego dengan teori sigmund freud menjelaskan bagaimana cara seseorang dalam mengambil keputusan melalui penyesuaian atau adaptasi dengan kenyataan.
Freud memfokuskan pada alam bawah sadar dan tidak sadar sebagai tempat dimana hasrat dan dorongan untuk memenuhi prinsip kesenagan dan merupakan respresentasi psikis kebutuhan biologis. Sedagkan Gustav memebagi alam tidak sadar menjadi dua yaitu : Ketidak sadaran personal yang berkaitan dengan pengalaman pribadi, harapan yang pernah dsadari tapi tidak diinginkan ego . Kemudian Ketidak sadaran kolektif hal ini yang membuat kontraversial antara gustav dan sigmund, kenapa ? karena sigmund fokus pada tingkah laku, sedang gustav fokus pada bagaimana mimpi mempengaruhi. Menurut gustav evolusi manusia sudah memilki cetak biru dalam segala hal kepribadiannya, yaitu kumpulan pengalaman generasi terdahulu dan bawaan dari nenek moyang, yang mana manifestinya melalui symptom, kompleks, mimpi, famtasi, archetypus.
Namun untuk menganalisisnya sama seperti sigmund yaitu berdasarkan teks berbentuk dialog atau paparan. Jung Fokus pada penokohan, latar, dan penceritaan dalam karya sastra.
Kelas: 2A
Izin menjawab pak,
setelah memahami materi terkait Carl Gustav saya mengetahui bahwa adanya perbedaan fokus kajian antara Jung dengan Sigmund Freud. Dimana Sigmun berbicara tentang Id, Ego, Super ego, sedangkan gustav bicara tentang mimpi yang berkaitan dengan sifat religius seseorang.
Pada awal mulanya antara Jung dengan Sigmund saling berkorespodensi namun karena karena adanya pecah pendapat, maka sigmun berdiri sendiri dan Jung juga berdiri sendiri terhadap psikoanalisis yang praktis dengan keinginanya seperti apa, sehingga saling bertolak belakang lah.
Freud Fokus pada tingkah laku sedangkan Jung meletakan pandangan Determisik, sebagaimana freud tidak. Jung lebih dipengaruhi arketip yaitu sistem mengenai kebebasan berkehendak dan spontanitas.
Pada konsep kesadaran(ego) Jung membaginya menjadi dua kompenen : Fungsi jiwa da sikap jiwa, yang mana melalui fungsi jiwa kita bisa menilai bagaiman cara manusia bertindak apakah berdasarkan thinking ( rasional ), apakah melalui feeling ( irasional ),kemudian sensing, dan intuiting. Selanjutnya berkaitan dnegan sikap jiwa yang berkaitan dan dipengaruhi subjektivitas, ada introvert dan ekstrovert. Sedangkan pada konsep ego dengan teori sigmund freud menjelaskan bagaimana cara seseorang dalam mengambil keputusan melalui penyesuaian atau adaptasi dengan kenyataan.
Freud memfokuskan pada alam bawah sadar dan tidak sadar sebagai tempat dimana hasrat dan dorongan untuk memenuhi prinsip kesenagan dan merupakan respresentasi psikis kebutuhan biologis. Sedagkan Gustav memebagi alam tidak sadar menjadi dua yaitu : Ketidak sadaran personal yang berkaitan dengan pengalaman pribadi, harapan yang pernah dsadari tapi tidak diinginkan ego . Kemudian Ketidak sadaran kolektif hal ini yang membuat kontraversial antara gustav dan sigmund, kenapa ? karena sigmund fokus pada tingkah laku, sedang gustav fokus pada bagaimana mimpi mempengaruhi. Menurut gustav evolusi manusia sudah memilki cetak biru dalam segala hal kepribadiannya, yaitu kumpulan pengalaman generasi terdahulu dan bawaan dari nenek moyang, yang mana manifestinya melalui symptom, kompleks, mimpi, famtasi, archetypus.
Namun untuk menganalisisnya sama seperti sigmund yaitu berdasarkan teks berbentuk dialog atau paparan. Jung Fokus pada penokohan, latar, dan penceritaan dalam karya sastra.