གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nur Hasanah

PEMBELAJARAN PKN SD PGSD 4B -> forum diskusi

Nur Hasanah གིས-
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Nur Hasanah
Npm: 2313053061
Izin menjawab pak

Macam-macam model pembelajaran tematik yang dapat digunakan pada pembelajaran seperti yang dijelaskan pada video diatas antara lain:
1. Discovery Learning
Model Discovery Learning lebih menekankan pada penemuan konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui hingga siswa menyusun sebuah kesimpulan. Dan masalah yang diberikan ke siswa merupakan masalah yang direkayasa oleh guru.
2. Inquiry learning
Pada model ini, masalah yang diberikan ke siswa bukan rekayasa guru. Penyelidikan pada permasalahan ini bertujuan untuk memuaskan rasa ingin tahu siswa.
3. Problem Based Learning
Guru secara terus menerus membimbing siswa dengan cara mengarahkan siswa untuk mengajukan pertanyaan dan berikan berikan penghargaan atas pertanyaan mereka.
4. Project Based Learning
Menggunakan projek sebagai inti pembelajaran.

Menurut saya Model pembelajaran tematik yang tepat untuk peserta didik di kelas rendah yaitu Project Based Learning (PJBL). Siswa di kelas rendah yaitu kelas 1 sampai kelas 3 masih sangat suka bermain, pjbl memberikan sensasi yang hampir sama dengan bermain, dengan menggunakan metode pjbl siswa akan lebih berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Dampak secara keseluruhan pelaksanaan model Project Based Learning (pjbl) di kelas rendah tidak hanya meningkatkan hasil akademik tetapi juga memperkuat motivasi dan keterampilan sosial serta berpikir kritis siswa. Model ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan.

PEMBELAJARAN PKN SD PGSD 4B -> forum diskusi

Nur Hasanah གིས-
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Nur Hasanah
Npm: 2313053061
Izin menjawab pak
Sekolah dasar menggunakan model pembelajaran tematik dikarenakan pendekatan ini dianggap lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Pada pembelajaran tematik, proses pembelajaran dibuat menjadi lebih bermakna, dengan cara menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa akan lebih mudah memahami dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Secara keseluruhan, pembelajaran tematik di sekolah dasar bertujuan untuk menciptakan proses belajar yang relevan, menarik, dan efektif bagi anak-anak, sekaligus mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan keterampilan yang holistik.

Pembelajaran tematik di sekolah dasar memiliki kelebihan-kelebihan, antara lain:
1. Memusatkan perhatian siswa pada satu tema
Siswa lebih mudah fokus karena materi pelajaran disajikan secara terpadu dalam satu tema, sehingga mereka dapat memahami konsep secara menyeluruh.
2. Pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Materi yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari membuat para siswa lebih memahami apa yang mereka pelajari dan juga dapat menerapkan nya.
3. Efisiensi waktu pelajaran
Guru dapat menghemat waktu karena materi yang terintegrasi dapat diajarkan dalam satu kali pembelajaran.
4. Meningkatkan motivasi belajar
Kegiatan pembelajaran yang relevan dan menyenangkan membuat siswa lebih antusias dalam belajar sehingga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
5. Pengembangan keterampilan sosial
Dalam pembelajaran tematik, banyak dilakukan kerja kelompok dan diskusi, pada saat ini siswa dapat membangun hubungan sosial yang positif.
6. Pendekatan holistik
Melalui pembelajaran tematik membantu siswa memahami hubungan antara berbagai pelajaran.

Selain kelebihan, pembelajaran tematik pun memiliki kekurangan dalam kegunaannya, diantaranya:
1. Kesulitan dalam perencanaan
Proses perencanaan pembelajaran tematik memerlukan waktu dan tenaga uang lebih banyak, seperti penyusunan matriks tematik dan peta konsep.
2. Keterbatasan sara dan prasarana
Banyak sekolah yang sarana dan prasarana nya terbatas untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik, sehingga nanti nya proses pembelajaran tidak dapat berjalan optimal.
3. Pengelolaan kelas yang rumit
Dalam pembelajaran tematik, guru harus mampu mengelola kelas dengan baik agar semua siswa terlibat aktif. Namun, pengelolaan kelas ini sulit dilakukan di kelas rendah, karena di kelas rendah siswa masih suka bermain, itu menjadi tantangan tersendiri bagi guru.
4. Keterbatasan kreativitas guru
Beberapa guru mungkin mengalami kesulitan dalam mengembangkan materi yang sesuai dengan tema, sehingga pembelajaran dapat terasa monoton tanpa adanya kreativitas.
Sekian, Terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh