Nama : Fauzya Putri Ramadani
NPM : 2313053221
video “Potret Pendidikan di Dusun Terpencil” menunjukkan situasi yang sangat mengkhawatirkan di SD Negeri Gelar, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Sekolah ini menghadapi banyak tantangan serius terkait fasilitas pendidikan. Dengan hanya enam ruangan yang ada, di mana lima digunakan sebagai kelas dan satu untuk guru, terlihat jelas bahwa infrastruktur yang tersedia jauh dari memadai untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa. Kondisi ini semakin parah akibat pandemi COVID-19, di mana banyak sekolah di tempat lain beralih ke pembelajaran jarak jauh. Di SD Negeri Gelar, ketidakadaan sinyal internet membuat mereka gagal mengikuti metode pembelajaran yang lebih modern.
Walaupun menghadapi berbagai tantangan, para siswa tetap menunjukkan semangat luar biasa untuk bersekolah. Mereka harus berjalan kaki sejauh dua kilometer setiap hari untuk sampai di sekolah, yang menunjukkan dedikasi dan keinginan kuat mereka untuk belajar. Namun, setibanya di sekolah, mereka harus menghadapi kenyataan bahwa banyak kegiatan belajar harus dilakukan di teras kelas atau bahkan di luar ruangan, bergantung pada cuaca. Harapan pihak sekolah kepada pemerintah untuk memberikan perhatian pada kondisi mereka dan menyediakan fasilitas yang lebih baik.
Video ini menggambarkan kenyataan yang sulit bagi siswa di daerah terpencil, di mana semangat belajar mereka harus berjuang melawan berbagai rintangan. Ini merupakan seruan untuk tindakan, menekankan pentingnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat untuk memperbaiki kondisi pendidikan di daerah yang kurang beruntung.
NPM : 2313053221
video “Potret Pendidikan di Dusun Terpencil” menunjukkan situasi yang sangat mengkhawatirkan di SD Negeri Gelar, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Sekolah ini menghadapi banyak tantangan serius terkait fasilitas pendidikan. Dengan hanya enam ruangan yang ada, di mana lima digunakan sebagai kelas dan satu untuk guru, terlihat jelas bahwa infrastruktur yang tersedia jauh dari memadai untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa. Kondisi ini semakin parah akibat pandemi COVID-19, di mana banyak sekolah di tempat lain beralih ke pembelajaran jarak jauh. Di SD Negeri Gelar, ketidakadaan sinyal internet membuat mereka gagal mengikuti metode pembelajaran yang lebih modern.
Walaupun menghadapi berbagai tantangan, para siswa tetap menunjukkan semangat luar biasa untuk bersekolah. Mereka harus berjalan kaki sejauh dua kilometer setiap hari untuk sampai di sekolah, yang menunjukkan dedikasi dan keinginan kuat mereka untuk belajar. Namun, setibanya di sekolah, mereka harus menghadapi kenyataan bahwa banyak kegiatan belajar harus dilakukan di teras kelas atau bahkan di luar ruangan, bergantung pada cuaca. Harapan pihak sekolah kepada pemerintah untuk memberikan perhatian pada kondisi mereka dan menyediakan fasilitas yang lebih baik.
Video ini menggambarkan kenyataan yang sulit bagi siswa di daerah terpencil, di mana semangat belajar mereka harus berjuang melawan berbagai rintangan. Ini merupakan seruan untuk tindakan, menekankan pentingnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat untuk memperbaiki kondisi pendidikan di daerah yang kurang beruntung.