Kiriman dibuat oleh NURUL FADILAH

Nama: Nurul Fadilah
NPM: 2313053217

Dalam video tersebut menceritakan tentang seorang guru muda yang mengajar di sebuah desa terpencil di Kalimantan Utara. Dia adalah bagian dari gerakan Indonesia Mengajar. Dalam perjalanannya dia menghadapi banyak tantangan dalam mengajar anak-anak di desa ini, seperti kurangnya minat belajar dan pernikahan dini. Namun, dia tetap bersemangat dan berusaha memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di sana. Dia juga menjalin hubungan baik dengan warga desa dan belajar banyak dari mereka.

Pengajar muda tersebut mengajar di kelas 1 dan juga menjadi guru les bagi anak-anak kelas 6. Dia belum pernah tinggal di pelosok seperti Tanjung Matol ini, dan orang tuanya khawatir tentang keadaannya.

Tanjung Matol adalah sebuah desa yang sangat terpencil. Untuk mencapai desa ini, dibutuhkan waktu perjalanan sekitar 7 jam dari kota kabupaten. Desa ini juga memiliki banyak masalah sosial, seperti pernikahan dini dan kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak-anak.

Pengajar tersebut berusaha untuk mengubah pandangan masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Dia ingin membuat anak-anak di Tanjung Matol mau pergi ke sekolah dan belajar dengan giat. Dia juga ingin membantu mereka memiliki bekal yang lebih baik untuk masa depan mereka.

Dalam perjalanannya dia menghadapi banyak tantangan dalam mengajar di Tanjung Matol. Namun, dia tidak pernah menyerah. Dia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak didiknya. Dia juga menjalin hubungan baik dengan warga desa dan belajar banyak dari mereka.

Video ini menunjukkan pentingnya pendidikan, bahkan di daerah terpencil. Seorang guru yang berdedikasi dapat menginspirasi dan mengubah hidup anak-anak. Pengajar tersebut adalah contoh yang baik tentang bagaimana seorang guru dapat membuat perbedaan.
Nama: Nurul Fadilah
NPM: 2313053217

Jurnal "Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan"

Jurnal ini membahas konflik antara individualisme dan kolektivisme dalam masyarakat. Konflik ini sering terjadi ketika kepentingan individu bertentangan dengan kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Misalnya, pembebasan tanah untuk pelebaran jalan dapat menyebabkan konflik jika hak individu atas tanah tersebut tidak dihormati.

Dalam masyarakat modern, teknologi komunikasi dan kemajuan ekonomi negara-negara maju telah menciptakan keinginan untuk mencapai kemakmuran material dengan cepat. Namun, banyak orang di negara berkembang tidak memiliki pendidikan yang memadai untuk mencapai hal tersebut secara etis. Akibatnya, ketika individu mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan, mereka cenderung terlibat dalam korupsi.

Konflik antara kepentingan individu dan masyarakat kini telah berubah menjadi persaingan antar individu atau kelompok untuk mendapatkan kekuasaan. Proses demokrasi sering kali dikendalikan oleh politik uang, yang tidak menghasilkan pemimpin yang memperjuangkan kepentingan umum. Sebaliknya, pemimpin sibuk mencari keuntungan pribadi melalui korupsi, yang menyebabkan krisis kepemimpinan dan melemahkan dinamika sosial.

Jurnal ini menekankan bahwa konflik antara individualisme dan kolektivisme tidak perlu diakhiri, tetapi dapat dikelola dengan kesadaran moral dan perilaku etis. Kesadaran moral dipandang sebagai sumber kebebasan dan kreativitas individu, sementara norma-norma etika dapat membimbing kreativitas individu untuk memajukan perkembangan masyarakat.

Masyarakat yang didasarkan pada kesadaran moral individu akan tumbuh dan berkembang, sementara masyarakat yang berpegang pada norma-norma etika akan teratur. Dalam pandangan filsafat moral, masyarakat adalah sistem komunikasi sosial antar individu untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, konflik antara individualisme dan kolektivisme seharusnya menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat itu sendiri.

Metode analisis dan sintesis digunakan dalam jurnal ini untuk mengurai objek pemikiran dan merajutnya kembali menjadi pengetahuan baru. Misalnya, analisis tentang kepentingan individual menghasilkan pemahaman baru tentang kesejahteraan umum yang dapat mendorong dinamika sosial ke arah kemajuan tanpa merusak kehidupan masyarakat.

Filsafat moral menekankan bahwa masyarakat adalah sistem interaksi sosial yang dibangun atas dasar kesadaran moral. Kesadaran moral ini berfungsi sebagai pengendali perilaku individu, mendorong kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan. Tanpa kesadaran moral yang kuat, nafsu negatif bisa menghalangi tindakan baik dan mengarah pada kejahatan seperti korupsi.

Pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran moral dan etika individu. Pendidikan dilihat sebagai proses untuk mencapai kedewasaan, pematangan, dan pencerdasan tiga potensi kejiwaan manusia: rasa, cipta, dan karsa. Pendidikan yang berhasil membina ketiga kecerdasan ini akan menghasilkan individu yang terdidik dan bermoral, yang mampu menjalani kehidupan dengan kreatif dan produktif serta bersikap adil.

Kesimpulannya, kesadaran moral dan etika adalah fondasi yang diperlukan untuk mengelola konflik antara individualisme dan kolektivisme. Dengan kesadaran moral, kebebasan dan kreativitas individu akan menemukan saluran yang tepat, dan kolektivisme akan mendapatkan jati dirinya dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika ini, sehingga masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan dan mencapai kesejahteraan umum.
Nama: Nurul Fadilah
NPM: 2313053217

Jurnal " Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"

Moral bangsa Indonesia sedang mengalami penurunan yang signifikan, terutama di Kampung Cijambe Girang, Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi. Pelanggaran etika yang sering terjadi di daerah tersebut menjadi salah satu indikasinya. Penurunan moral ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan hukum dan minimnya pendidikan moral di masyarakat. Hal ini diperparah oleh kurangnya penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran etika, sehingga perilaku tidak etis semakin merajalela.

Moral adalah perilaku baik yang menjadi karakter individu atau kelompok. Dalam konteks Indonesia, Pancasila seharusnya menjadi dasar perilaku dan kebijakan negara, namun kenyataannya, moral bangsa tidak lagi sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Sebagai bangsa yang dikenal dengan pluralisme, Indonesia memiliki beragam etika yang berasal dari adat istiadat yang berbeda-beda.

Moral tidak terbentuk secara otomatis, melainkan perlu usaha yang disebut pendidikan. Pandangan humanisme menyebutkan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif dan rasional. Dengan kata lain, manusia dapat mengatur dan mengontrol dirinya sendiri untuk mencapai moral yang baik.

Penegakan hukum etika di masyarakat dinilai sangat penting untuk mewujudkan moral bangsa yang sesuai dengan karakteristik Indonesia. Hukum dan etika, meskipun mirip sebagai peraturan, memiliki perbedaan mendasar. Hukum bersifat formal dengan sanksi tegas, sedangkan etika lebih bersifat non formal, seperti sopan santun dan adab.

Dalam kehidupan modern, perkembangan teknologi sering kali membawa dampak negatif terhadap moral dan etika masyarakat. Banyak kasus seperti pembunuhan, pergaulan bebas, dan narkoba yang mencerminkan penurunan moral generasi muda. Hal ini disebabkan oleh penggunaan teknologi yang tidak tepat dan kurangnya pendidikan moral yang kuat.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan beberapa upaya. Pertama, meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral individu. Keluarga adalah tempat pertama bagi seseorang untuk belajar berinteraksi dan mengembangkan moral yang baik. Kedua, menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat yang dapat mendukung pertumbuhan moral positif. Ketiga, membatasi penggunaan teknologi yang dapat membawa pengaruh negatif.

Pendidikan karakter di sekolah, seminar tentang kesadaran hukum, dan aturan yang jelas tentang etika masyarakat juga sangat penting. Pemerintah juga harus berperan aktif dalam memberikan pelayanan yang adil dan tidak diskriminatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mempertahankan etika dan moral dalam masyarakat, perlu adanya hukum yang spesifik mengatur hal ini. Pembentukan lembaga atau organisasi yang menangani penegakan hukum etika dan moral juga sangat diperlukan. Dengan demikian, etika dan moral bangsa dapat tetap terjaga meskipun zaman terus berkembang.

Secara keseluruhan, pentingnya pendidikan moral dan penegakan hukum etika dalam membentuk masyarakat yang berintegritas dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila tidak bisa diabaikan. Solusi konkret untuk mengatasi masalah ini melalui pendidikan, pembentukan aturan, dan peran aktif pemerintah sangat diperlukan agar moral bangsa tetap terjaga di tengah perubahan zaman.
Nama: Nurul Fadilah
NPM: 2313053217

Di era modern dan globalisasi ini, akses informasi sangat mudah melalui media sosial. Ini memberikan dampak positif dan negatif, terutama pada generasi muda yang akan meneruskan bangsa. Mereka harus kritis dalam memilih informasi baik dan buruk. Banyak masalah sosial seperti pembunuhan, bullying, pelecehan seksual, narkoba, penistaan agama, dan kekerasan terhadap orang tua, yang menjadi polemik memprihatinkan.

Etika dan moral adalah pedoman penting dalam kehidupan. Moral adalah aturan kesusilaan mengenai baik buruk, salah dan benar, sementara etika membahas nilai dan norma yang membentuk perilaku. Keduanya saling berkesinambungan. Ada tiga persamaan antara etika dan moral: keduanya mengacu pada perbuatan, tingkah laku, dan sifat seseorang; merupakan prinsip aturan hidup manusia; dan bukan faktor keturunan, melainkan potensi positif yang perlu dikembangkan melalui pendidikan, kebiasaan, keteladanan, dan dukungan lingkungan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Keluarga adalah dasar etika dan moral, karena merupakan kelompok kecil utama bagi manusia. Di dalam keluarga terdapat berbagai aturan untuk mencapai sumber daya manusia yang baik. Namun, di zaman sekarang ini, banyak perilaku menunjukkan etika dan moral terabaikan, seperti tidak mencium tangan orang tua saat pergi, tidak meminta maaf, tidak membantu pekerjaan rumah, berbicara kasar, membantah orang tua, tidak saling menghormati, berbohong, dan tidak mendengarkan nasihat orang tua.

Sekolah juga berperan penting dalam menanamkan etika dan moral, meskipun pembelajaran dilakukan secara daring akibat pandemi COVID-19. Dalam pembelajaran daring, penting bagi siswa untuk menjaga etika komunikasi, seperti menggunakan bahasa yang sopan, mengawali komunikasi dengan salam, memperkenalkan diri, menyampaikan tujuan dengan jelas, dan mengucapkan terima kasih.

Selain itu, etika berkomunikasi dalam grup chat pembelajaran daring meliputi penggunaan nama dan foto asli, menghindari pembicaraan di luar topik, dan berbicara dengan baik dan sopan. Etika dan moral menjadi tolak ukur kualitas seseorang, dan dengan menerapkannya, kita dapat memperbaiki diri menuju moralitas yang tinggi dan bermanfaat bagi orang lain.
Nama: Nurul Fadilah
NPM: 2313053217

Video tersebut menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai moral dalam keluarga melalui delapan fungsi utama:

1. Agama: Mengajarkan keimanan, ketaqwaan, kejujuran, rasa syukur, kepedulian, disiplin, dan kasih sayang.

2. Sosial Budaya: Menekankan gotong royong, sopan santun, kerukunan, kebersamaan, toleransi, dan cinta tanah air.

3. Cinta Kasih: Membangun empati, keakraban, keadilan, kesetiaan, suka menolong, dan tanggung jawab.

4. Perlindungan: Menanamkan sikap pemaaf, tanggap, dan ketabahan.

5. Reproduksi: Mengajarkan tanggung jawab, menjaga kesehatan, dan keteguhan.

6. Sosialisasi dan Pendidikan: Membentuk percaya diri, kerajinan, kreativitas, tanggung jawab, dan kerja sama.

7. Ekonomi: Menekankan hemat, ketelitian, disiplin, dan keuletan.

8. Pemeliharaan Lingkungan: Mengajarkan kebersihan dan kedisiplinan.

Penanaman nilai-nilai ini bertujuan agar anggota keluarga memiliki moral yang baik dan hidup harmonis.