Kiriman dibuat oleh Diojuna Akbar Artanto
NPM: 2313053195
Jurnal berjudul “Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum di Aceh” membahas pentingnya pendidikan berbasis nilai dan moral di Aceh, yang berbeda dari sistem pendidikan di daerah lain karena otonomi khusus yang diberikan oleh pemerintah pusat. Aceh memiliki kekhususan dalam menerapkan sistem pendidikan yang berlandaskan pada syariat Islam, yang diatur melalui Qanun Aceh, terutama Qanun No. 9 Tahun 2015 yang menggantikan Qanun No. 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Sistem ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek pendidikan di provinsi Aceh.
Jurnal ini menjelaskan bahwa perkembangan sosial yang cepat telah membawa perubahan pada perilaku siswa di Aceh, sehingga pemerintah Aceh berupaya menerapkan sistem pendidikan yang tidak hanya sesuai dengan kurikulum nasional, tetapi juga berbasis pada ajaran Islam. Salah satu inti dari pendidikan ini adalah pembentukan karakter siswa yang berbudi pekerti dan berakhlak mulia sesuai dengan budaya Aceh dan nilai-nilai Islam. Pendidikan moral dan nilai di Aceh diterapkan melalui kurikulum Islami yang menekankan pada transparansi, akuntabilitas, serta budaya Islami dalam setiap mata pelajaran dan kegiatan sekolah.
Implementasi kurikulum ini mencakup pengintegrasian nilai-nilai Islam ke dalam berbagai mata pelajaran, seperti pendidikan agama, Pancasila, dan kewarganegaraan, serta pendidikan keterampilan yang diorientasikan pada budaya lokal dan syariat Islam. Selain itu, kurikulum juga mencakup muatan lokal yang mengajarkan sejarah, bahasa daerah, serta adat istiadat Aceh.
Analisis jurnal ini menunjukkan bahwa meskipun kurikulum Islami telah diterapkan di Aceh, proses pelaksanaannya masih menghadapi beberapa tantangan. Beberapa sekolah dan guru di Aceh mengaku belum sepenuhnya memahami dan mampu mengimplementasikan kurikulum Islami secara konsisten. Selain itu, masih terdapat kekurangan dalam penyediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pelaksanaan kurikulum ini. Meskipun demikian, penerapan nilai-nilai Islami diharapkan mampu memperkuat moral dan karakter siswa, serta membentuk masyarakat Aceh yang berperadaban dan bermartabat.
NPM: 2313053195
Jurnal ini yang berjudul “Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia di Kalangan Remaja” telah membahas pentingnya membentuk moral dan karakter remaja di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks. Dalam jurnal ini, penulis menekankan peran orang tua, lingkungan keluarga, dan masyarakat dalam membina generasi muda agar memiliki tanggung jawab dan akhlak mulia.
Salah satu poin utama yang ditekankan adalah kelangkaan perhatian dan kasih sayang orang tua dalam mendidik anak-anak, yang berdampak pada meningkatnya perilaku negatif seperti kenakalan remaja, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba. Hal ini menjadi indikasi bahwa pembinaan moral, terutama yang berlandaskan nilai-nilai sosial dan budaya Indonesia, perlu diperkuat. Nilai-nilai ini harus ditanamkan sejak dini melalui proses pendidikan yang menekankan aspek afektif dan perilaku yang baik.
Jurnal ini juga menyoroti pentingnya hubungan interpersonal yang didasarkan pada rasa saling menghormati dan kepercayaan. Interaksi sosial yang baik menjadi landasan penting dalam membangun masyarakat yang sejahtera. Penulis mencontohkan kisah nyata tentang seorang mahasiswa yang mendapat bantuan dari tetangganya, dan kemudian membalas kebaikan tersebut saat dia menjadi seorang dokter. Kisah ini menunjukkan pentingnya membangun relasi sosial yang didasari oleh nilai moral seperti saling menolong dan menghargai.
Penulis juga menegaskan bahwa pendidikan moral bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga tanggung jawab keluarga dan masyarakat. Sinergi antara ketiga lingkungan pendidikan ini (keluarga, sekolah, dan masyarakat) sangat penting dalam membentuk karakter remaja yang memiliki jati diri berwawasan nasional dan bertanggung jawab. Selain itu, nilai-nilai Pancasila, terutama sila pertama dan kedua, harus diinternalisasi sejak dini agar generasi muda memiliki dasar moral yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam analisisnya, penulis menekankan pentingnya pendidikan agama sebagai dasar pembentukan perilaku moral peserta didik. Pendidikan agama yang baik akan membantu membentuk individu yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang tercantum dalam Pancasila. Pendidikan agama, dalam pandangan penulis, adalah salah satu faktor kunci untuk mewujudkan masyarakat yang adil, sejahtera, dan bebas dari konflik sosial.
Nama: Diojuna Akbar Artanto
NPM: 2313053195
Jurnal yang berjudul “Penerapan Nilai Moral Pancasila dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah” ini membahas pentingnya pendidikan moral Pancasila dalam membentuk generasi yang memiliki integritas dan sikap anti-korupsi. Pendidikan moral Pancasila bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai standar baik atau buruknya tindakan manusia. Jurnal ini menyoroti bahwa di era modern, generasi muda semakin rentan terhadap korupsi akibat perkembangan teknologi dan informasi, sehingga pendidikan moral Pancasila menjadi sangat penting untuk mencegah dampak negatif tersebut.
Program sosialisasi di SD Negeri Osiloa berfokus pada pengajaran nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan keadilan kepada siswa melalui metode interaktif seperti pemaparan materi dan kuis. Hasil dari sosialisasi ini diharapkan mampu membangun generasi dengan karakter yang kuat, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga mereka dapat menolak segala bentuk dorongan untuk melakukan korupsi sejak usia dini.
Selain itu, jurnal ini juga menekankan pentingnya keterkaitan antara nilai moral dan hukum. Nilai moral perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta masyarakat yang adil dan berkeadaban. Kesimpulannya, pendidikan moral Pancasila yang diterapkan sejak dini merupakan langkah preventif yang dapat menciptakan generasi yang berintegritas dan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa terpengaruh oleh praktik korupsi.
Nama: Diojuna Akbar Artanto
NPM: 2313053195
Izin bertanya terkait pendekatan teknologi yang di terapkan di pembelajaran IPS SD, nah untuk itu seberapa pentingkah penerapan pendekatan pembelajaran berbasis teknologi dalam pengajaran IPS, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi keterlibatan siswa?
Terima kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh