Kiriman dibuat oleh Nazwa Gusni Ramadhina

Nama : Nazwa Gusni Ramadhina

NPM : 2351011023

Mata Kuliah : Manajemen Perubahan


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
  • Untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal (persaingan, teknologi, regulasi) maupun internal (efisiensi, budaya, inovasi), serta agar tetap relevan, kompetitif, dan berkelanjutan.
2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi.
  • Efektivitas organisasi adalah tingkat pencapaian tujuan dengan penggunaan sumber daya secara optimal. Perubahan dilakukan untuk meningkatkan efektivitas, misalnya melalui perbaikan proses, struktur, atau teknologi.
3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem.
  • Individu = butuh dukungan, pelatihan, coaching.
  • Kelompok = butuh kerja sama, komunikasi, norma baru.
  • Sistem = butuh kebijakan, prosedur, struktur yang jelas.

Pada setiap level memerlukan pendekatan berbeda.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan.
  • Penolakan wajar karena rasa takut atau tidak nyaman. Menghargai penolakan dilakukan dengan mendengarkan, menjelaskan alasan, dan memberi dukungan. Jika dikelola baik, akan membangun komitmen dan meningkatkan kesiapan terhadap perubahan.
5.Keterampilan & Peran pemimpin tim sebagai agen perubahan.
  • Fasilitator: komunikasi, membangun kerja sama, mengelola konflik.
  • Coach: memberi umpan balik, mengembangkan potensi, empati.
  • Manajer proyek: perencanaan, pengorganisasian, monitoring.
  • Konsultan: analisis masalah, memberi solusi, persuasi.

Intinya: komunikasi, kepemimpinan, analisis, coaching, dan manajemen proyek.


Nama : Nazwa gusni ramadhina

NPM : 2351011023 

Kelas : Ganjil, S1 Manajemen 


ANALISIS JURNAL 

Didalam jurnal yang berjudul : 

“SEMANGAT BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (THE NATIONAL SPIRIT OF DEFENSE IN THE MIDDLE OF THE COVID-19 PANDEMIC)”

Pandemi COVID-19 telah menimbulkan berbagai tantangan bagi bangsa Indonesia, tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga ekonomi, sosial, dan budaya. Di tengah situasi yang penuh dengan ketidakpastian ini, semangat bela negara menjadi semakin penting untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

Bela negara bukan hanya tentang mengangkat senjata dan berperang. Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan dan kesetiaan kepada bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam menjalankan kehidupan bangsa dan negara seutuhnya.

Di tengah pandemi COVID-19, semangat bela negara dapat diwujudkan dengan berbagai cara, antara lain:

1. Menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan mengikuti protokol kesehatan:

  • Memakai masker dengan benar
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • Menjaga jarak fisik

2. Mendukung dan membantu tenaga kesehatan:

  • Memberikan apresiasi dan dukungan moral kepada tenaga kesehatan
  • Membantu meringankan tugas tenaga kesehatan dengan menjadi relawan

3. Membantu masyarakat yang terdampak pandemi:

  • Menyumbang bahan makanan atau kebutuhan pokok lainnya
  • Membantu UMKM yang terdampak pandemi

4. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa:

  • Menghindari menyebarkan berita bohong atau hoax
  • Menjaga toleransi dan saling menghormati antar sesama

5. Meningkatkan produktivitas dan kreativitas:

  • Bekerja keras dan disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab
  • Mencari peluang baru untuk berwirausaha atau meningkatkan penghasilan

Semangat bela negara di tengah pandemi COVID-19 adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan bekerja sama dan saling bahu membahu, kita dapat melewati masa sulit ini dan membangun Indonesia yang lebih kuat dan tangguh.

Ingatlah, bela negara bukan hanya tugas para prajurit, tetapi juga tugas kita semua sebagai warga negara Indonesia.

Mari kita kobarkan semangat bela negara dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik!


NAMA : Nazwa Gusni Ramadhina

NPM : 2351011023 

Kelas : Ganjil

S1 Manajemen

Menganalisis Tugas video yang berjudul “Ketahanan Nasional” Pertemuan 15.


Di video dijelaskan tentang ketahanan nasional / kemampuan suatu negara untuk menghadapi ancaman yang akan datang. Ancaman yang datang dapat bersifat Langsung, tidak langsung, dalam dan luar.  Kita sebagai warga negara Indonesia pastinya jika ada ancaman datang harus melaporkan ancaman tersebut, jangan takut untuk melawan, dan juga mesti tetap waspada.


Terdapat 2 macam ancaman : 


1. Trigatra : Ancaman terhadap Geografi, Perluasan wilayah lain, dan Kekayaan alam.

2. Pancagatra : Intervensi asing dalam urusan dalam negeri, Gejolak politik, Krisis ekonomi Global, dan adanya Konflik SARA. 


Ada cara untuk mengatasi ancaman tersebut dengan : 

Meningkatkan Kesadaran Masyarakat, 

  • Pendidikan Wawasan Nusantara: Menanamkan pemahaman tentang Trigatra, Pancagatra, dan Wawasan Nusantara kepada seluruh masyarakat sejak dini melalui pendidikan formal dan non-formal.

Memperkuat Pertahanan dan Keamanan Negara, 

  • Modernisasi Alutsista: Melengkapi TNI dengan persenjataan dan teknologi militer yang modern untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara.

Memajukan Ekonomi Nasional,

  • Diversifikasi Ekonomi: Melakukan diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu dan meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.

Meningkatkan Mutu Pendidikan, 

  • Memperluas Akses Pendidikan: Memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, termasuk di daerah terpencil dan tertinggal.

Melakukan Kerjasama Internasional,

  • Memperkuat Kerjasama Bilateral dan Multilateral: Memperkuat kerjasama bilateral dan multilateral dengan negara-negara lain untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Upaya-upaya di atas harus dilakukan secara berkelanjutan dan terkoordinasi dengan baik oleh seluruh komponen bangsa. Dengan demikian, diharapkan ketahanan nasional Indonesia dapat diperkuat dan berbagai ancaman terhadap Trigatra dan Pancagatra dapat diatasi dengan efektif. Diperlukan komitmen dan kerjasama yang kuat dari seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta. Dengan tekad dan kerja sama yang solid, diharapkan Indonesia dapat menjadi bangsa yang tangguh dan sejahtera, serta mampu menghadapi berbagai tantangan dan ancaman di masa depan.