Kiriman dibuat oleh Dea Permata Sari 2311011131

Nama : Dea Permata Sari

Npm : 2311011131

Analisis Jurnal Filsafat Pancasila dalam Pendidikan

Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia 

Pendidikan dilakukan oleh manusia melalui kegiatan pembelajaran. Dalam praktik pendidikan yang universal banyak ditemukan beragam komunitas dari manusia yang memberikan makna yang beragam dari pendidikan. Di Indonesia, pendidikan ditekankan pada penguasaan landasan terbentuknya masyarakat meritorik, artinya memberikan waktu jam pelajaran yang luas dalam penguasaan mata pelajaran tertentu. Pendidikan berdasarkan Terminologi merupakan terjemahan dari istilah Pedagogi. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu Paidos dan Agoo. Paidos artinya budak dan Agoo artinya membimbing. Pedagogi dapat diartikan sebagai budak yang mengantarkan anak majikan untuk belajar Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan nasional dalam satu level dan jenis pendidikan.

 Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai: 

a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;

b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;

c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.

Di bawah ini ada beberapa poin yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila. 

a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut. 

b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan. 

c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik

Dengan melaksanakan tiga point di atas, diharapkan cita-cita bangsa yang ingin melaksanakan pendidikan berkarakter sesuai falsafah pancasila akan terwujud.


Nama : Dea Permata Sari
Npm : 2311011131

1. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai kasus penolakan jenazah korban covid-19 yang terjadi di Jawa Tengah tersebut dan bagaimakah korelasinya dengan implementasi nilai Pancasila
Jawab :
 Menurut saya Kasus penolakan jenazah korban COVID-19 di Jawa Tengah adalah Merupakan hal yang sangat disayangkan. Didalam  pengimplementasian nilai pancasila, termasuk ke dalam beberapa aspek yaitu 

- Kemanusian yang adil dan Beradab. Penolakan jenazah tersebut berarti memperlihatkan bahwa masyarakat memiliki sisi empati dan kemanusiaan yang kurang dalam menghadapi pandemi. Implementasi nilai ini seharusnya mendorong kesetaraan, dan sikap beradab dalam perlakuan bagi semua individu.


2. Berikanlah saran dan solusi mu sebagai mahasiswa mengenai kejadian tersebut supaya tidak terulang lagi dikemudian hari. 
Jawab :

Sebagai seorang mahasiswa, ada beberapa saran dan solusi yang dapat diajukan untuk mencegah terulangnya kasus penolakan jenazah korban COVID-19 di masa mendatang:

1. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat

2. Kolaborasi Antar Lembaga: Kerja sama antara pemerintah, lembaga sosial, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil penting untuk menciptakan pemahaman bersama dan mengatasi isu-isu yang muncul selama pandemi.e

3. Pelibatan Pemuka Agama: Mengajak pemuka agama untuk berbicara dan memberikan panduan yang mempromosikan sikap kemanusiaan, kesopanan, dan persatuan dalam menghadapi situasi terkait COVID-19 dapat membantu meredakan ketegangan dan penolakan jenazah.

4. Penguatan Hukum: Diperlukan peraturan yang jelas dan tegas untuk melindungi hak jenazah dan anggota keluarga yang ditinggalkan. Penolakan jenazah korban COVID-19 seharusnya menjadi pelanggaran hukum.

3. Apakah penolakan jenazah korban covid-19 termasuk pelanggaran sila Pancasila terutama sila ke-2? Bukankah jenazah tersebut sudah tidak bernyawa? Jelaskan dengan argumentasimu secara jelas!
Jawab: 

Penolakan jenazah korban COVID-19 tidak secara langsung melanggar Sila Pancasila ke-2, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena jenazah tersebut memang sudah tidak bernyawa. Namun, pelanggaran terhadap nilai-nilai Pancasila lebih mengacu pada sikap dan tindakan yang melibatkan aspek kemanusiaan dan peradaban dalam perlakuan terhadap jenazah tersebut.

Jadi, meskipun penolakan jenazah mungkin tidak secara langsung melanggar Sila Pancasila ke-2, tindakan tersebut mencerminkan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan, adab, dan kesopanan yang seharusnya dijunjung tinggi dalam masyarakat yang menerapkan Pancasila sebagai dasar nilai.

Nama : Dea Permata Sari

Npm : 2311011131

Analisis Jurnal Filsafat Ilmu dan Arah Pengembangan Pancasila: Relevansinya dalam Mengatasi Persoalan Kebangsaan

Filsafat ilmu Adalah segenap pembuktian reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. Filsafat ilmu merupakan satu bidang pengetahuan campuran yang eksisten dan pemerataan nya tergantung pada hubungan timbal-balik dan saling pengaruh antara filsafat dan ilmu. 

Pemahaman dan penghayatan masyarakat yang semakin melemah dapat diatasi dengan melakukan Revitalisasi dan Re aktualisasi Nilai-nilai Pancasila. 

Nilai-nilai Pancasila dapat dikaji dengan melalui filsafat ilmu. 

1. Secara Ontologi mempunyai ajaran-ajaran nilai luhur dimana Tuhan mempunyai peranan dalam memberikan petunjuk kepada manusia. 

2. Secara Epistemologi, Pancasila mempunyai sumber pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang sudah seharusnya diimplementasikan dalam kehidupan  sehari-hari. 

3. Secara Aksiologi l, Nilai-nilai Pancasila memiliki sumbangan berarti bagi kehidupan manusia. 

Oleh karena itu, pengembangan sistem filsafat dapat dilakukan dengan Filsafat Ilmu. 


Nama : Dea Permata Sari
Npm : 2311011131

Pancasila sebagai sistem Filsafat
Berdasarkan arti kata Filsafat berasal dari bahasa Yunani "Philosophia"  Terdiri dari kata Phile artinya Cinta dan Sophia artinya kebijaksanaan. 
Terdapat 4 aliran Filsafat 
- Berfilsafat Rationalisme Mengagungkan akal
- Berfilsafat Materialisme Mengagungkan materi
- Berfilsafat Individualisme Mengagungkan Individualitas
-Berfilsafat Hedonisme Mengagungkan Kesenangan

Ketika kita mempelajari Filsafat terdapat beberapa manfaat
Yaitu,
 - Dapat berfikir secara logis
-  Dapat berpikir dan bertindak bijaksana
- Dapat berpikir rasional ndan Komprehensif
- Mengembangkan Pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup. 

Filsafat Pancasila Mempunyai definisi sebagai refleksi kritis dan rasional tentang pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan  budaya bangsa. Aspek yang terdapat dalam wawasan filsafat yaitu penyelidikan Ortologis, Epistemologis, dan Aksiologis. 

Nama : Dea Permata Sari

Npm : 2311011131

Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Falsafah negara dan implementasinya dalam pembangunan Karakter bangsa. 

Pengertian dan konsep membangun karakter bangsa:

Pendidikan kewarganegaraan dikenal 3 kompetensi yaitu: 

• pengetahuan kewarganegaraan ( civic knowledge) 

• kecakapan kewarganegaraan ( civic skill) 

• watak kenegaraan ( civic disposition) 

Karakter adalah kualitas mental atau koral, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan dengan orang lain.  Oleh karena itu membangun karakter bangsa merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa Indonesia kedalam jiwa setiap warga bangsa Indonesia. Sehingga  nilai-nilai tersebut ter manifestasi dalam perilaku bagi pribadi masing-masing dan bagi kehidupan. 

Mengingat pembangunan karakter harus bersifat berlanjut terus menerus ( sustainable) maka nilai yang dijadikan paradigma karakter haruslah nilai ( values) yang bersifat berlanjut. Membangun karakter merupakan pembangunan  manusia. Maka sustainable values merupakan core dari pembangunan. Dengan demikian membangun karakter bangsa berbasis falsafah pancasila adalah menjadikan nilai nilai pancasila tercermin dalam perilaku hidup dan kehidupan setiap orang anggota masyarakat.