Nama : Gusyahab Masturin
NPM : 2311011083
Kelas : Ganjil
A. Analisis Isi Artikel tentang Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia
Artikel tersebut menyoroti buruknya kinerja HAM di Indonesia selama tahun 2019, dengan banyaknya pelanggaran HAM berat yang belum terselesaikan, pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama, diskriminasi berbasis gender, dan pelanggaran HAM di Papua. Namun, ada beberapa perkembangan positif seperti reformasi kunci untuk perlindungan HAM dan kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial.
Hal Positif:
Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional.
Reformasi sektor keamanan publik sedang berlangsung.
Kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial.
Gerakan masyarakat kuat dalam menolak reklamasi dan mempertahankan hak-hak mereka.
B. Analisis Demokrasi Indonesia dari Nilai-Nilai Adat Istiadat/Budaya
Demokrasi Indonesia mengakar pada nilai-nilai adat istiadat dan budaya lokal yang menekankan musyawarah dan mufakat. Prinsip demokrasi yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai religius dalam kehidupan berbangsa.
Pendapat:
Prinsip demokrasi yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia menghargai nilai-nilai agama, memastikan bahwa kebijakan dan hukum mencerminkan etika dan moralitas yang sejalan dengan kepercayaan mayoritas masyarakat.
C. Praktik Demokrasi Indonesia saat Ini
Praktik demokrasi Indonesia saat ini masih memiliki tantangan dalam menjunjung tinggi Pancasila dan UUD NRI 1945 serta nilai hak asasi manusia. Terdapat pembatasan kebebasan berekspresi, kurangnya keadilan dalam penanganan pelanggaran HAM, dan diskriminasi yang masih terjadi.
D. Sikap terhadap Anggota Parlemen yang Melaksanakan Agenda Politik Pribadi
Anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri menunjukkan pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat. Mereka seharusnya mewakili kepentingan nyata rakyat dan bertindak sesuai dengan mandat yang diberikan.
E. Pendapat tentang Kekuasaan Kharismatik dalam Konteks HAM
Pihak-pihak dengan kekuasaan kharismatik yang memanipulasi loyalitas rakyat untuk tujuan tidak jelas bertentangan dengan prinsip HAM. Kekuasaan semacam ini dapat mengarah pada pelanggaran hak asasi, karena memanfaatkan emosi dan loyalitas rakyat tanpa memperhatikan hak dan kesejahteraan mereka.
Hubungan dengan Konsep HAM:
Kekuasaan kharismatik yang tidak transparan dan akuntabel bertentangan dengan prinsip HAM, yang menekankan perlindungan individu dari penyalahgunaan kekuasaan dan memastikan kebebasan serta kesejahteraan rakyat. Di era demokrasi, HAM harus dijunjung tinggi, dan kekuasaan harus digunakan untuk melindungi, bukan mengeksploitasi rakyat.