Posts made by Fathur Rozzaaq Effendi 2311011067

Nama : Fathur Rozzaaq Effendi
NPM : 2311011067
Kelas : Manajemen ganjil
Prodi : S1 Manajemen

Analisis Jurnal

Jurnal tersebut menyoroti pentingnya solidaritas dan kerjasama gotong royong dalam menghadapi pandemi. Kesadaran akan bela negara masyarakat menjadi kunci untuk menguatkan negara dan mengurangi potensi konflik internal. Langkah-langkah pemerintah dalam menangani penyebaran COVID-19, termasuk pembentukan tim percepatan penanganan, juga disoroti dalam jurnal tersebut. Ancaman yang dihadapi oleh orang tanpa gejala (OTG) sebagai penyebar potensial virus menjadi sorotan penting yang menekankan perlunya kesadaran dan langkah pencegahan dari seluruh masyarakat. Warga negara diharapkan dapat berkontribusi dengan cara isolasi mandiri, patuh terhadap kebijakan pemerintah, dan mendukung gugus tugas sebagai bagian dari upaya bela negara dalam penanggulangan COVID-19. Jadi secara keseluruhan, jurnal tersebut menggarisbawahi pentingnya kesadaran bela negara, solidaritas, dan partisipasi aktif dalam menghadapi pandemi COVID-19.
Nama : Fathur Rozzaaq Effendi
NPM : 2311011067
Kelas : Manajemen ganjil
Prodi : S1 Manajemen

Analisis Video

Ketahanan nasional adalah kemampuan suatu negara untuk menghadapi ancaman dan kemampuan untuk mengembangkan potensi nasional. Ancaman tersebut dapat berasal dari sumber langsung maupun tidak langsung, dan warga negara memiliki kewajiban untuk mempertahankan negara mereka. Ancaman dari luar dapat berupa serangan terhadap integritas, identitas, dan kelangsungan hidup bangsa, seperti yang dialami Indonesia saat diserang oleh Belanda dan perubahan ideologi di Uni Soviet yang kini menjadi Rusia.

Ancaman terbagi menjadi unsur trigatra dan pancagatra. Unsur trigatra meliputi lokasi geografis, kekayaan alam, dan kemampuan penduduk, seperti pulau yang diambil oleh negara asing, kapal asing yang menjarah sumber daya alam Indonesia, dan persaingan penduduk. Sedangkan unsur pancagatra mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan Hamkam, seperti ancaman terhadap ideologi, politik yang tidak bebas, dan tradisi sosial budaya.

Warga Indonesia diharapkan mempertahankan ketahanan nasional untuk menghadapi berbagai ancaman. Perwujudan aspek alamiah (trigatra) mencakup peningkatan potensi laut dan darat, pemanfaatan sumber daya alam dengan kesadaran nasional, dan pendidikan yang memadai. Sementara perwujudan aspek sosial (Pancagatra) melibatkan menampung aspirasi masyarakat, demokrasi dalam politik, pemanfaatan sumber daya ekonomi, serta tradisi, pendidikan, dan kesadaran partisipasi masyarakat dalam Hamkam.
Nama : Fathur Rozzaaq Effendi
NPM : 2311011067
Kelas : Manajemen ganjil
Prodi : S1 Manajemen

A. Artikel tersebut menggambarkan kondisi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019 yang masih mengkhawatirkan, dengan stagnasi dalam penegakan HAM, peningkatan pelanggaran HAM, dan pembatasan kebebasan. Namun, terdapat langkah reformasi positif yang memberikan harapan untuk perbaikan di masa depan.

B. Demokrasi Indonesia, dipandang dari nilai-nilai adat istiadat dan budaya masyarakatnya, mencerminkan keragaman dan toleransi yang menjadi kekuatan. Prinsip demokrasi berke-Tuhanan Yang Maha Esa sejalan dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, menekankan penghormatan terhadap keberagaman agama dan hak asasi individu.

C. Praktik demokrasi Indonesia perlu terus dievaluasi agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi hak asasi manusia, memastikan setiap kebijakan berlandaskan pada keadilan, demokrasi, persatuan, kemanusiaan, dan ketuhanan yang maha esa.

D. Sikap anggota parlemen yang lebih mementingkan agenda politik pribadi daripada kepentingan masyarakat adalah tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dan memerlukan transparansi serta kesetiaan pada kepentingan publik.

E. Pihak dengan kekuasaan kharismatik harus bertanggung jawab dalam menggunakan pengaruh mereka, menjaga keseimbangan dengan prinsip demokrasi dan hak asasi manusia, serta memastikan transparansi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam tindakan mereka.