Kiriman dibuat oleh NABELA AGISTA JOSI

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video

oleh NABELA AGISTA JOSI -

Nama : Nabela Agista Josi

NPM : 2311011125

Dalam video terdapat cuplikan kalimat, "di tengah derap ombak masalah, bangsa ini masih tegak hingga sekarang. Hal ini karena dasar negara (Pancasila) yang kuat, konsisten, dan diterima oleh masyarakatnya."

Saya setuju dengan kalimat tersebut, karena dasar negara Indonesia adalah sebagai fondasi bangsa Indonesia. Dengan Pancasila yang konsisten dan tetap kuat, maka bangsa Indonesia dapat tegah di tengah permasalahan bangsa dan keberagaman yang ada.

Pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI, Ir. Soekarno memiliki 5 prinsip Pancasila, yaitu :

1. Prinsip Kebangsaan

2. Prinsip Internasionalisme

3. Prinsip Mufakat

4. Prinsip Kesejahteraan/Keadilan Sejahtera

5. Prinsip Ketuhanan

Lima prinsip Pancasila tersebut dapat diringkas menjadi TRISILA (Sosio-Nasionalisme, Sosio-Ekonomi, dan Ketuhanan) yang dapat disebut Gotong Royong.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, terdapat rapat tidak resmi karena keberatan dengan isi piagam Jakarta, dasar negara sila ke-1, yaitu "Kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya," yang akhirnya diubah menjadi "Ketuhanan yang Maha Esa" karena Indonesia yang memiliki beragam agama yang diakui saat itu.

Dalam video, Cania Citta Irianie mengatakan, "relevansi untuk generasi muda yaitu generasi muda mempunyai kebebasan untuk menafsir, mendebatkan, mendialogkan Pancasila dengan cara-cara mereka sendiri."

Saya setuju dengan kalimat tersebut. Maksud kalimat tersebut ialah pentingnya memberikan generasi muda kebebasan dalam memahami dan membahas nilai-nilai Pancasila sesuai dengan sudut pandang dan konteks kekinian mereka. Hal ini memungkinkan generasi muda untuk terlibat secara aktif dan kritis dalam membangun makna dan penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan zaman dan perkembangan sosial saat ini. Namun, tetap perlu adanya pengawasan, agar para generasi muda tidak terlalu jauh yang takutnya malah tidak sesuai dengan nilai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video-2

oleh NABELA AGISTA JOSI -

Nama : Nabela Agista Josi

NPM : 2311011125


1. Bagaimanakah menurut pendapatmu sebagai mahasiswa mengenai terjadinya bom bali di tahun 2002 yang merenggut banyak korban jiwa dan luka-luka? Sesuaikah dengan nilai agama dan nilai luhur bangsa kita? Berikan solusimu!

Bom Bali pada tahun 2002 sangat merenggut banyak korban jiwa serta luka-luka. Peristiwa tersebut tidak sesuai dengan nilai agama dan nilai luhur bangsa kita. Peristiwa tersebut juga melanggar hak asasi manusia, berupa hak untuk hidup. Dengan peristiwa tersebut, maka pelaku bom tersebut sudah merenggut hak seseorang untuk hidup.

2. Nilai Pancasila apakah yang di langgar oleh para pelaku dan apa sanksi yang pantas diberikan? Berikan penjelasanmu secara lengkap dan mendalam!

Pelaku bom Bali 2002 melanggar beberapa nilai Pancasila, yang merupakan dasar ideologi negara Indonesia. Salah satu nilai Pancasila yang dilanggar adalah "Ketuhanan Yang Maha Esa." Serangan bom tersebut bertentangan dengan nilai ini karena merusak perdamaian, menciptakan ketakutan, dan menyebabkan kematian orang tak bersalah.

Selain itu, serangan ini juga melanggar nilai Pancasila lainnya, seperti "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" karena merugikan banyak orang, dan

 "Persatuan Indonesia" karena bertujuan untuk memecah belah masyarakat.

Sanksi yang pantas untuk pelaku bom Bali 2002 telah dijatuhkan oleh sistem peradilan Indonesia. Sebagian besar pelaku telah dihukum mati atau menerima hukuman penjara yang panjang sesuai dengan hukum yang berlaku. Sanksi ini mencerminkan seriusnya pelanggaran terhadap nilai-nilai Pancasila dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Serangan peledakan bom dianggap sebagai terorisme. Oleh karena itu, sanksi berat seperti penahanan seumur hidup atau hukuman mati bisa dijatuhkan oleh pengadilan internasional jika pelaku berhasil ditangkap dan diserahkan ke lembaga-lembaga internasional yang berwenang.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh NABELA AGISTA JOSI -

Nama : Nabela Agista Josi

NPM : 2311011125

Dalam jurnal tujuan pendidikan kewarganegaraan halaman 84 menyatakan bahwa "Adanya pendidikan kewarganegaraan bagib angsa Indonesia akan senantiasa diupayakan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya, sebagaimana yang diamanatkan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni sebagai manusia Indonesia yang religius, berkemanusiaan dan berkeadaban, yang memiliki nasionalisme, yang cerdas, yang berkerakyatan dan yang adil terhadap lingkungan sosialnya (Erwin, 2013, 6)."

Sayas setuju dengan kalimat tersebut karena Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Seharusnya sikap dan perilaku kita sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kita harus menjadi manusia Indonesia yang religius, berkemanusiaan dan berkeadaban, lalu memiliki jiwa nasionalisme, dan berkerakyatan serta adil terhadap lingkungan sosialnya.




manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Soal-1

oleh NABELA AGISTA JOSI -

Nama : Nabela Agista Josi
NPM : 2311011125

1. Cobalah anda menelusuri proses terjadinya peristiwa G30S PKI tersebut dan dimana letak penyimpangan peristiwa tersebut dengan nilai-nilai Pancasila dan hikmah apa yang bisa kita ambil dari peristiwa tersebut !
Peristiwa G30S PKI adalah sebuah percobaan kudeta yang dilakukan oleh sekelompok anggota militer dan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tanggal 30 September 1965. Mereka menculik dan membunuh enam jenderal TNI AD dan satu perwira lainnya, serta mencoba mengambil alih kekuasaan dari Presiden Soekarno. Peristiwa ini berhasil digagalkan oleh pasukan loyalis yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Soeharto, yang kemudian mengambil alih jabatan Panglima Angkatan Darat dan menumpas PKI serta simpatisannya. Peristiwa ini menyebabkan krisis politik, sosial, dan ekonomi di Indonesia, serta berujung pada pergantian rezim dari Orde Lama ke Orde Baru.

Peristiwa G30S PKI menyimpang dari nilai-nilai Pancasila karena melanggar sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. PKI sebagai dalang utama peristiwa ini memiliki ideologi komunisme yang atheis dan anti-agama. PKI juga berusaha menghapus Pancasila sebagai dasar negara dan menggantinya dengan Marxisme-Leninisme. Peristiwa ini juga melanggar sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. PKI melakukan pembantaian terhadap para jenderal dan ribuan orang yang dituduh sebagai anti-komunis tanpa proses hukum yang adil. Peristiwa ini juga melanggar sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. PKI mencoba memecah belah bangsa Indonesia dengan menimbulkan konflik antara golongan, agama, suku, dan daerah. Peristiwa ini juga melanggar sila keempat, yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. PKI tidak menghormati kedaulatan rakyat. Mereka menggunakan kekerasan, teror, dan propaganda untuk merebut kekuasaan secara paksa tanpa melalui mekanisme demokratis. Peristiwa ini juga melanggar sila kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. PKI tidak peduli dengan kesejahteraan rakyat Indonesia. Mereka hanya mementingkan kepentingan kelompoknya sendiri dan mengorbankan rakyat untuk tujuan revolusi komunis⁷.

Hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa G30S PKI yaitu:
- Kita harus bersyukur atas nikmat kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dengan pengorbanan yang besar.
- Kita harus menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang mencerminkan jati diri, kepribadian, dan karakter bangsa.
- Kita harus menghormati nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, persatuan, dan keadilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

2. Bagaimakah cara-cara pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat dalam kehidupan masyarakat di sekitar Anda atau dalam organisasi yang ada di sekitar Anda? Apa bentuk kearifan yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung dan Apa bentuk kendala yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung?Cara pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat dalam kehidupan masyarakat di sekitar saya atau dalam organisasi yang ada di sekitar saya yaitu dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta untuk menyampaikan pendapat, saran, kritik, atau pertanyaan terkait dengan permasalahan yang dibahas dengan mengikuti aturan dan etika berbicara yang baik. Lalu dengan menetapkan keputusan yang telah disepakati bersama sebagai hasil akhir dari musyawarah

Bentuk kearifan yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung adalah mendorong partisipasi aktif dan tanggung jawab dari semua anggota masyarakat atau organisasi dalam menyelesaikan permasalahan bersama.

Bentuk kendala yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung yaitu adanya perbedaan pandangan, sikap, kepentingan, atau ego dari peserta musyawarah yang dapat menimbulkan konflik, pertentangan, atau perselisihan.

3. Hasil Survei menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang Pancasila merosot secara tajam, yaitu 48,4% responden berusia 17 sampai 29 tahun tidak mampu menyebutkan silai-sila Pancasila secara benar dan lengkap. 42,7% salah menyebut silai-sila Pancasila, lebih parah lagi, 60% responden berusia 46 tahun ke atas salah menyebutkan sila-sila Pancasila. Jelaskan faktor penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa ini!
Rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa ini disebabkan oleh pendidikan Pancasila yang tidak memahami makna dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Lalu sosialisasi Pancasila yang kurang kreatif dan inspiratif di berbagai media massa maupun media sosial.