Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163
Kelas: 3F
A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
2. Volume: 19
3. Nomor: 1
4. Halaman: 74-88
5. Tahun Terbit: 2017
6. Judul Jurnal: Penerapan Model Moral Reasoning untuk Meningkatkan Keberanian Mengemukakan Pendapat dan Mengambil Keputusan pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VIII SMP NU Nurul Huda Pakis Kabupaten Malang
7. Nama Penulis: Ni Wayan Suarniati
B. Abstrak Jurnal
Bagian abstrak jurnal tersebut membahas mengenai penelitian tentang penerapan model Moral Reasoning di kelas VIII SMP NU Nurul Huda Pakis, Malang yang tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan dalam mata pelajaran PKn. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam keberanian siswa menyampaikan pendapat dan kemampuan mengambil keputusan dari siklus pertama hingga ketiga, yang juga berdampak positif pada kualitas pembelajaran. Secara keseluruhan, model Moral Reasoning terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa.
C. Metode Penelitian
Bagian metode penelitian jurnal ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan pada 30 siswa kelas VIII SMP NU Nurul Huda dengan menggunakan model Moral Reasoning untuk meningkatkan keberanian mengemukakan pendapat dan kemampuan pengambilan keputusan. Penelitian berlangsung dalam tiga siklus. Setiap siklus melibatkan penerapan skenario pembelajaran, pengamatan aktivitas siswa dan guru, serta refleksi untuk perbaikan di siklus berikutnya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengukur peningkatan aktivitas siswa dari setiap siklus.
D. Hasil Penelitian
Bagian hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Moral Reasoning di kelas VIII SMP NU Nurul Huda Pakis menghasilkan peningkatan signifikan dalam aktivitas siswa, terutama dalam mengemukakan pendapat, pengambilan keputusan, penghargaan terhadap pendapat orang lain, dan kerja sama. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, dengan setiap siklus menunjukkan perbaikan yang berkelanjutan.
NPM: 2313053163
Kelas: 3F
A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
2. Volume: 19
3. Nomor: 1
4. Halaman: 74-88
5. Tahun Terbit: 2017
6. Judul Jurnal: Penerapan Model Moral Reasoning untuk Meningkatkan Keberanian Mengemukakan Pendapat dan Mengambil Keputusan pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VIII SMP NU Nurul Huda Pakis Kabupaten Malang
7. Nama Penulis: Ni Wayan Suarniati
B. Abstrak Jurnal
Bagian abstrak jurnal tersebut membahas mengenai penelitian tentang penerapan model Moral Reasoning di kelas VIII SMP NU Nurul Huda Pakis, Malang yang tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan dalam mata pelajaran PKn. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam keberanian siswa menyampaikan pendapat dan kemampuan mengambil keputusan dari siklus pertama hingga ketiga, yang juga berdampak positif pada kualitas pembelajaran. Secara keseluruhan, model Moral Reasoning terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa.
C. Metode Penelitian
Bagian metode penelitian jurnal ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan pada 30 siswa kelas VIII SMP NU Nurul Huda dengan menggunakan model Moral Reasoning untuk meningkatkan keberanian mengemukakan pendapat dan kemampuan pengambilan keputusan. Penelitian berlangsung dalam tiga siklus. Setiap siklus melibatkan penerapan skenario pembelajaran, pengamatan aktivitas siswa dan guru, serta refleksi untuk perbaikan di siklus berikutnya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengukur peningkatan aktivitas siswa dari setiap siklus.
D. Hasil Penelitian
Bagian hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Moral Reasoning di kelas VIII SMP NU Nurul Huda Pakis menghasilkan peningkatan signifikan dalam aktivitas siswa, terutama dalam mengemukakan pendapat, pengambilan keputusan, penghargaan terhadap pendapat orang lain, dan kerja sama. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, dengan setiap siklus menunjukkan perbaikan yang berkelanjutan.
Pada siklus pertama, hanya sedikit siswa yang berani mengemukakan pendapat (7 siswa), mengambil keputusan (6 siswa), menghargai pendapat orang lain (13 siswa), dan bekerja sama (15 siswa). Aktivitas guru juga masih kurang efektif dalam menerapkan model Moral Reasoning. Pada siklus kedua, hasilnya membaik: 17 siswa mengemukakan pendapat, 13 siswa mampu mengambil keputusan, 22 siswa menghargai pendapat, dan 23 siswa bekerja sama. Aktivitas guru dalam menyajikan materi dan mengelola kelas juga meningkat. Pada siklus ketiga, hasil menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan: 24 siswa berani mengemukakan pendapat, 22 siswa mampu mengambil keputusan, 28 siswa menghargai pendapat, dan 30 siswa bekerja sama. Aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran juga sudah sangat baik. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa model Moral Reasoning berhasil meningkatkan partisipasi siswa, khususnya dalam aspek keberanian mengemukakan pendapat dan pengambilan keputusan moral.
E. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
Artikel tersebut menggunakan model Moral Reasoning yang jarang digunakan dalam mata pelajaran PKn, sehingga menawarkan pendekatan baru untuk meningkatkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan, penelitiannya dilakukan melalui tiga siklus, yang memungkinkan adanya evaluasi dan perbaikan dalam setiap siklus, sehingga hasil akhir penelitian lebih akurat dan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hasil penelitian pun disajikan dalam bentuk tabel dan persentase, yang membuat data lebih mudah dipahami dan menunjukkan dengan jelas peningkatan aktivitas siswa. Artikel ini berhasil menunjukkan peningkatan dalam keterampilan penting seperti keberanian mengemukakan pendapat, pengambilan keputusan, dan kerja sama, yang sangat relevan dengan pendidikan kewarganegaraan.
Kekurangan:
Penelitian hanya dilakukan pada satu kelas dengan 30 siswa, sehingga hasilnya mungkin kurang representatif untuk diaplikasikan di sekolah atau lingkungan pendidikan yang lebih luas. Kemudian, fokus utama penelitian adalah keberanian mengemukakan pendapat dan pengambilan keputusan, namun aspek lain seperti pemahaman mendalam terhadap materi dan dampak jangka panjang dari model pembelajaran ini tidak dibahas secara rinci. Penelitian ini dilakukan pada satu sekolah di satu mata pelajaran, sehingga mungkin sulit untuk menerapkan kesimpulannya pada mata pelajaran lain atau di sekolah dengan konteks yang berbeda.