Nama: Kinanti Trisnajati
Npm: 2311011078
1. Ciri-Ciri Utama Pendekatan Klasik
• Berfokus pada efisiensi dan produktivitas kerja.
• Pembagian kerja yang jelas dan terperinci.
• Struktur hierarki formal dengan garis komando tegas.
• Standarisasi prosedur untuk hasil yang konsisten.
• Kontrol dan pengawasan ketat dari atasan.
• Faktor manusia dianggap sekunder dibanding proses kerja.
2. Persamaan dan Perbedaan Taylor, Fayol, Weber
Persamaan:
Ketiganya menekankan struktur, efisiensi, dan keteraturan organisasi.
Sama-sama muncul di era Revolusi Industri untuk menghadapi pertumbuhan organisasi.
Perbedaan:
Taylor: Fokus pada scientific management, efisiensi kerja individu lewat studi waktu dan gerakan.
Fayol: Fokus pada fungsi dan prinsip manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pengawasan.
Weber: Fokus pada birokrasi, aturan formal, dan hierarki jabatan berdasarkan kompetensi.
3. Ciri-Ciri Pendekatan Klasik terhadap Perubahan Organisasi
Perubahan dilakukan secara top-down, dipimpin oleh manajemen puncak.
Menekankan perbaikan struktur, prosedur, dan aturan kerja.
Tujuan utama adalah stabilitas, efisiensi, dan kontrol.
Kurang memperhatikan aspek psikologis dan motivasi karyawan.
Lebih bersifat mekanis dan kaku.
4. Perkembangan Klasik dan Perkembangan Organisasi Kerja
Tahap awal (Klasik): Fokus pada efisiensi dan kontrol, dipelopori oleh Taylor, Fayol, Weber.
Selanjutnya:
1. Hubungan manusiawi (1930-an): Menekankan motivasi dan hubungan sosial (Elton Mayo).
2. Pendekatan sistem (1950-an): Organisasi dipandang sebagai sistem yang saling terhubung.
3. Pendekatan kontingensi (1960-an ke atas): Tidak ada satu cara terbaik, tergantung situasi dan kondisi.
Npm: 2311011078
1. Ciri-Ciri Utama Pendekatan Klasik
• Berfokus pada efisiensi dan produktivitas kerja.
• Pembagian kerja yang jelas dan terperinci.
• Struktur hierarki formal dengan garis komando tegas.
• Standarisasi prosedur untuk hasil yang konsisten.
• Kontrol dan pengawasan ketat dari atasan.
• Faktor manusia dianggap sekunder dibanding proses kerja.
2. Persamaan dan Perbedaan Taylor, Fayol, Weber
Persamaan:
Ketiganya menekankan struktur, efisiensi, dan keteraturan organisasi.
Sama-sama muncul di era Revolusi Industri untuk menghadapi pertumbuhan organisasi.
Perbedaan:
Taylor: Fokus pada scientific management, efisiensi kerja individu lewat studi waktu dan gerakan.
Fayol: Fokus pada fungsi dan prinsip manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pengawasan.
Weber: Fokus pada birokrasi, aturan formal, dan hierarki jabatan berdasarkan kompetensi.
3. Ciri-Ciri Pendekatan Klasik terhadap Perubahan Organisasi
Perubahan dilakukan secara top-down, dipimpin oleh manajemen puncak.
Menekankan perbaikan struktur, prosedur, dan aturan kerja.
Tujuan utama adalah stabilitas, efisiensi, dan kontrol.
Kurang memperhatikan aspek psikologis dan motivasi karyawan.
Lebih bersifat mekanis dan kaku.
4. Perkembangan Klasik dan Perkembangan Organisasi Kerja
Tahap awal (Klasik): Fokus pada efisiensi dan kontrol, dipelopori oleh Taylor, Fayol, Weber.
Selanjutnya:
1. Hubungan manusiawi (1930-an): Menekankan motivasi dan hubungan sosial (Elton Mayo).
2. Pendekatan sistem (1950-an): Organisasi dipandang sebagai sistem yang saling terhubung.
3. Pendekatan kontingensi (1960-an ke atas): Tidak ada satu cara terbaik, tergantung situasi dan kondisi.