Nama : Adian Rivaldo
NPM : 2316031076
Kelas : Reguler D
Jurnal ini membahas Identitas bangsa Indonesia tercermin melalui keanekaragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang melibatkan berbagai suku bangsa. Sejarah bangsa ini menunjukkan perjalanan menuju satu komunitas ideal, kendati diwarnai ketegangan antar kelompok etnis. Meskipun perbedaan dalam pemahaman konsep suku bangsa, keberagaman budaya suku bangsa Indonesia menjadi pondasi identitas nasional. Multikulturalisme diakui sebagai kepercayaan bahwa kelompok etnik dapat hidup berdampingan secara damai, menghormati budaya lain, dan membentuk integrasi. Namun, di era globalisasi, tantangan muncul dengan adanya homogenitas budaya, memerlukan upaya revitalisasi kearifan lokal sebagai perekat identitas bangsa dalam menghadapi konflik sosial, ekonomi, dan politik.
Kearifan lokal diartikan sebagai kebijakan dan nilai-nilai tradisional yang mengelola sumber daya alam, hayati, manusia, dan budaya untuk kelestarian berkelanjutan. Identitas kultural konstruksi diskursif, dihasilkan melalui bahasa, memperkenalkan jati diri suatu kelompok. Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal di tengah globalisasi menjadi kunci untuk mempertahankan eksistensi budaya Indonesia dan memperkokoh identitas nasional. Meskipun Indonesia memiliki karakter multietnis dan multikultural, upaya pelestarian nilai-nilai lokal perlu diarahkan untuk menghindari konflik dan membangun persatuan. Dalam konteks global, wawasan lokal terintegrasi ke dalam wawasan nasional dan global, dengan kearifan lokal menjadi modal budaya penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
NPM : 2316031076
Kelas : Reguler D
Jurnal ini membahas Identitas bangsa Indonesia tercermin melalui keanekaragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang melibatkan berbagai suku bangsa. Sejarah bangsa ini menunjukkan perjalanan menuju satu komunitas ideal, kendati diwarnai ketegangan antar kelompok etnis. Meskipun perbedaan dalam pemahaman konsep suku bangsa, keberagaman budaya suku bangsa Indonesia menjadi pondasi identitas nasional. Multikulturalisme diakui sebagai kepercayaan bahwa kelompok etnik dapat hidup berdampingan secara damai, menghormati budaya lain, dan membentuk integrasi. Namun, di era globalisasi, tantangan muncul dengan adanya homogenitas budaya, memerlukan upaya revitalisasi kearifan lokal sebagai perekat identitas bangsa dalam menghadapi konflik sosial, ekonomi, dan politik.
Kearifan lokal diartikan sebagai kebijakan dan nilai-nilai tradisional yang mengelola sumber daya alam, hayati, manusia, dan budaya untuk kelestarian berkelanjutan. Identitas kultural konstruksi diskursif, dihasilkan melalui bahasa, memperkenalkan jati diri suatu kelompok. Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal di tengah globalisasi menjadi kunci untuk mempertahankan eksistensi budaya Indonesia dan memperkokoh identitas nasional. Meskipun Indonesia memiliki karakter multietnis dan multikultural, upaya pelestarian nilai-nilai lokal perlu diarahkan untuk menghindari konflik dan membangun persatuan. Dalam konteks global, wawasan lokal terintegrasi ke dalam wawasan nasional dan global, dengan kearifan lokal menjadi modal budaya penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.