FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Number of replies: 40

https://vclass.unila.ac.id/pluginfile.php/1735262/mod_forum/post/1902603/Jurnal%20Integrasi%20Nasional.pdf

In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Muhammad Umar -
Nama : Muhammad Umar
NPM : 2316031128
Kelas : Reguler D

Observasi mengenai kesadaran kolektif regional dan identitas nasional mempunyai relevansi yang besar untuk perdebatan di era globalisasi. Realitas tersebut sejalan dengan perubahan yang terjadi pada masyarakat, bernegara, dan kehidupan berbangsa pasca reformasi, dengan munculnya tuntutan-tuntutan yang berlebihan pada hampir seluruh bidang kehidupan.

Tuntutan tersebut seringkali menimbulkan permasalahan serius yang dapat membahayakan kesehatan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kejeniusan daerah merupakan salah satu unsur budaya yang perlu digali, dikaji, dan dihidupkan kembali, karena esensinya sangat penting dalam memperkuat landasan jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah masih masuk akal untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya daerah sebagai landasan jati diri bangsa dalam menyikapi berbagai persoalan di era globalisasi ini.

Negara Indonesia ditakdirkan menjadi bangsa yang multikultural. Atas dasar itulah seluruh komponen negara ini harus bekerjasama dalam suatu komunitas, agar dapat hidup berdampingan dalam keberagaman tanpa kehilangan identitas budayanya masing-masing dan untuk menjamin kehidupan budaya bangsa dan bangsa lain mendidik. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang sering terjadi bisa ditumbangkan oleh budaya damai.

Kearifan lokal setiap daerah dalam wilayah satu bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, sungguh luar biasa kekayaannya dan menunjukkan keberagaman jenisnya. Jika dibidik, banyak yang bisa dijadikan aset kekayaan budaya suatu bangsa, baik sebagai perekat maupun modal fondasi penguatan jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Ragilia Larasati -
Nama : Ragilia Larasati
NPM : 2316031110
Kelas : Reg D

Kajian mengenai kesadaran kolektif regional dan identitas nasional menjadi hal yang sangat penting dalam pembahasan era globalisasi. Realitas tersebut sejalan dengan perubahan kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa pasca reformasi, serta meningkatnya tuntutan berlebihan di hampir seluruh bidang kehidupan. Tuntutan tersebut seringkali menimbulkan permasalahan serius yang dapat mengancam kesehatan masyarakat, bangsa, dan negara. Kejeniusan daerah merupakan salah satu unsur kebudayaan yang harus digali, dikaji dan dihidupkan kembali, karena hakikatnya sangat penting untuk memperkuat landasan jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Lalu timbul pertanyaan apakah di era globalisasi saat ini masih layak untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya daerah sebagai landasan jati diri bangsa, menyikapi berbagai permasalahan. Indonesia akan menjadi negara multikultural. Oleh karena itu, seluruh penjuru negeri ini harus bekerja sama dalam suatu komunitas agar dapat hidup berdampingan dalam keberagaman tanpa kehilangan jati diri budayanya serta menjamin kehidupan budaya bangsa dan lembaga pendidikan lain. Oleh karena itu diperlukan pembelajaran yang tepat agar budaya damai membalikkan budaya kekerasan yang sering terjadi. Kearifan lokal setiap daerah dalam wilayah satu bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, sungguh luar biasa kekayaannya dan menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara tepat sasaran, banyak yang bisa dijadikan sebagai aset kebudayaan nasional, baik sebagai perekat maupun modal dasar penguatan jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Nirina Nauli Rahman -
Nama: Nirina Nauli Rahman
Npm:2316031102
Kelas: Reg D

Penelitian mengenai kesadaran kolektif regional dan identitas nasional mempunyai relevansi yang besar untuk perdebatan di era globalisasi. Realitas tersebut sejalan dengan perubahan yang terjadi pada masyarakat, bernegara, dan kehidupan berbangsa pasca reformasi, dengan munculnya tuntutan-tuntutan yang berlebihan pada hampir seluruh bidang kehidupan. Tuntutan tersebut seringkali menimbulkan permasalahan serius yang dapat membahayakan kesehatan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kejeniusan daerah merupakan salah satu unsur budaya yang perlu digali, dikaji, dan dihidupkan kembali, karena esensinya sangat penting dalam memperkuat landasan jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah masih masuk akal untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya daerah sebagai landasan jati diri bangsa dalam menyikapi berbagai persoalan di era globalisasi ini. Negara Indonesia ditakdirkan menjadi bangsa yang multikultural. Atas dasar itulah seluruh komponen negara ini harus bekerjasama dalam suatu komunitas, agar dapat hidup berdampingan dalam keberagaman tanpa kehilangan identitas budayanya masing-masing dan untuk menjamin kehidupan budaya bangsa dan bangsa lain
mendidik. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang sering terjadi bisa ditumbangkan oleh budaya damai. Kearifan lokal setiap daerah dalam wilayah satu bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, sungguh luar biasa kekayaannya dan menunjukkan keberagaman jenisnya. Jika dibidik, banyak yang bisa dijadikan aset kekayaan budaya suatu bangsa, baik sebagai perekat maupun modal fondasi penguatan jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Mutiara Sabrina -
Nama : Mutiara Sabrina
NPM : 2316031126
Kelas : Reg D

Jurnal ini membahas pentingnya kearifan budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Dalam konteks ini, terdapat tujuh indikator ketahanan modal budaya yang dapat memperkaya kebudayaan bangsa Indonesia. Selain itu, penting untuk memahami bahwa hubungan antar suku bangsa dan golongan di Indonesia memiliki potensi konflik yang perlu diantisipasi. Identitas bangsa Indonesia tidaklah mudah dirumuskan karena terdiri dari berbagai suku bangsa dengan kebudayaan masing-masing. Menjaga dan mengembangkan citra Indonesia di luar negeri melalui diplomasi kebudayaan juga merupakan hal penting dalam membangun masa depan bangsa.

Kesimpulan dalam jurnal ini adalah pentingnya kearifan lokal sebagai perekat identitas bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan globalisasi. Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal di berbagai daerah di Indonesia dapat memperkuat identitas nasional dan memperkokoh jati diri bangsa. Diplomasi kebudayaan juga menjadi hal penting dalam membangun hubungan antar bangsa dan memperkuat identitas ke-Indonesiaan. Multikulturalisme di Indonesia memerlukan pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman budaya lokal sebagai modal dasar untuk menjaga keberagaman budaya dalam menghadapi tantangan globalisasi. Identitas bangsa Indonesia yang beragam dapat dilihat dari tradisi dan kearifan lokal yang dimiliki, serta merupakan konstruksi diskursif yang dibentuk melalui bahasa dan representasi.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Monica Iva Kartika -
Nama : Monica Iva Kartika
NPM : 2316031122
Kelas : Reguler D

Jurnal ini meneliti mengenai kesadaran kolektif regional dan identitas nasional mempunyai relevansi yang besar untuk perdebatan di era globalisasi. Realitas tersebut sejalan dengan perubahan yang terjadi pada masyarakat, bernegara, dan kehidupan berbangsa pasca reformasi, dengan munculnya tuntutan-tuntutan yang berlebihan pada hampir seluruh bidang kehidupan. Tuntutan tersebut seringkali menimbulkan permasalahan serius yang dapat membahayakan kesehatan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kejeniusan daerah merupakan salah satu unsur budaya yang perlu digali, dikaji, dan dihidupkan kembali, karena esensinya sangat penting dalam memperkuat landasan jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah masih masuk akal untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya daerah sebagai landasan jati diri bangsa dalam menyikapi berbagai persoalan di era globalisasi ini. Negara Indonesia ditakdirkan menjadi bangsa yang multikultural. Atas dasar itulah seluruh komponen negara ini harus bekerjasama dalam suatu komunitas, agar dapat hidup berdampingan dalam keberagaman tanpa kehilangan identitas budayanya masing-masing dan untuk menjamin kehidupan budaya bangsa dan bangsa lain mendidik. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang sering terjadi bisa ditumbangkan oleh budaya damai. Kearifan lokal setiap daerah dalam wilayah satu bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, sungguh luar biasa kekayaannya dan menunjukkan keberagaman jenisnya. Jika dibidik, banyak yang bisa dijadikan aset kekayaan budaya suatu bangsa, baik sebagai perekat maupun modal fondasi penguatan jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Nadia Lestari Marpaung -
Nama : Nadia Lestari Marpaung
Kelas : REG D
NPM : 2316031116

Dalam jurnal ini dapat kita ketahui bahwa kearifan lokal adalah elemen budaya yang begitu penting dalam penguatan fondasi jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Secara konsepsual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Haryati Subadio (1986:18-19) mengatakan kearifan lokal (local genius) secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa.

Jurnal ini juga menyimpulkan bahwa kita sebagai bangsa yang multikultur berkewajiban memelihara semua komponen setiap bangsa dalam hidup bernegara yang beranekaragam kebudayaannya. kita juga diajarkan supaya tetap mengenal seluruh kebudayaan bangsa indonesia tanpa meninggalka identitas budaya kita.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Salha Salha Athira Lubis -
Nama: Salha Athira Lubis
Npm: 2316031074
Kelas: Reguler D

Jurnal yang berjudul "Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa" membahas tentang pentingnya kearifan budaya lokal dalam memperkuat identitas nasional dalam menghadapi era globalisasi. Menjelaskan bahwa dengan adanya perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara setelah reformasi, seringkali timbul tuntutan yang dapat mengancam keutuhan dalam hidup bersama. Oleh karena itu, kearifan lokal sebagai elemen budaya perlu digali, dikaji, dan direvitalisasi karena memiliki peran penting dalam memperkuat identitas bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Jurnal ini juga membahas mengenai permasalahan kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional dalam era globalisasi. Dalam kondisi di mana pengaruh luar sangat kuat, penting bagi suatu bangsa untuk tetap mempertahankan dan menghidupkan nilai-nilai budaya lokal sebagai perekat identitas nasional. Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dengan kebudayaan masing-masing. Meskipun terdapat perbedaan pemahaman dalam mengartikan suku bangsa, penting untuk memahami kebudayaan Indonesia dari berbagai segi menjadi kunci dalam menemukan integrasi untuk persatuan bangsa.
Jurnal ini juga membahas tentang multikulturalisme sebagai sebuah kepercayaan bahwa etnik atau budaya dapat hidup berdampingan secara damai dengan saling menghormati budaya lain. Multikulturalisme ini membuka ruang bagi beragam identitas dan jembatan yang menghubungkan. Dalam konteks bangsa Indonesia yang memiliki beragam budaya, multikulturalisme menjadi relevan dalam menjaga keharmonisan dan persatuan bangsa.

Jurnal ini memberikan pemahaman tentang pentingnya kearifan budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa dalam menghadapi era globalisasi. Melalui revitalisasi kearifan lokal, bangsa Indonesia dapat memperkuat jatidiri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Lutfita Isnaini -
NAMA: LUTFITA ISNAINI
NPM: 2356031010
KELAS: MAN B

Jurnal tersebut berjudul 'Kearifan budaya lokal merekatkan identitas bangsa', jurnal tersebut membahas tentang pentingnya kearifan budaya lokal dalam memperkuat identitas bangsa di era globalisasi
Kami jelaskan bahwa seiring dengan perubahan kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa pasca reformasi, seringkali muncul tuntutan-tuntutan yang dapat membahayakan keutuhan hidup berdampingan
Oleh karena itu, kearifan lokal sebagai salah satu unsur budaya perlu digali, diperhatikan, dan dihidupkan kembali karena berperan penting dalam memperkuat jati diri bangsa sekaligus menghadapi tantangan globalisasi
Pengamatan mengenai kesadaran kolektif regional dan identitas nasional sangat relevan dengan perdebatan di era globalisasi
Realitas tersebut sejalan dengan perubahan yang terjadi pada masyarakat, bangsa, dan kehidupan berbangsa pasca reformasi, dengan munculnya tuntutan-tuntutan yang berlebihan pada hampir seluruh bidang kehidupan
Tuntutan ini seringkali menimbulkan permasalahan serius yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, negara, dan bangsa
Kejeniusan daerah merupakan salah satu unsur kebudayaan yang perlu digali, dikaji, dan dihidupkan kembali
Sebab hakikatnya sangat penting dalam memperkuat landasan jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi
Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang tepat untuk mendobrak budaya kekerasan yang berlaku dengan budaya damai
Kearifan lokal setiap daerah dalam wilayah satu bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, sungguh luar biasa kekayaannya dan memperlihatkan keberagaman jenisnya
Jika dibidik, banyak yang bisa dijadikan aset kekayaan budaya nasional dan perekat serta modal inti untuk memperkuat jati diri bangsa
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Meli Andani -
Nama : Meli Andani
Npm : 2316031130
Kelas : Reg D

Permasalahan kesadaran kearifan lokal dan identitas nasional dalam era globalisasi Kenyataan ini seiring dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pasca reformasi seiring timbulnya tuntutan yang berlebihan hampir dalam segala aspek kehidupan. Tuntutan yang demikian sering memicu permasalahan krusial, sehingga dapat mengancam keutuhan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Kearifan lokal merupakan elemen budaya yang harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan karena esensinya begitu penting dalam penguatan fondasi jatidiri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Namun yang menjadi pertanyaan dalam masa sekarang ini ialah apakah nilai-nilai budaya lokal seperti perekat identitas bangsa masih relevan untuk direvitalisasi dalam menghadapi berbagai permasalahan di era sekarang ini.

Identitas masa dan ruang mempunyai makna penting dalam permasalahan kebudayaan. Bagi sebuah negara modern seperti Indonesia, bukan hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata, namun dalam kenyataannya senantiasa mengandung keragaman kelompok sosial dan system budaya yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa. Melalui perjalanan sejarah, berbagai proses kehidupan manusia telah melahirkan ciri keanekaragaman bentuk budaya Berkaitan dengan tujuan inilah sangat penting dipupuk rasa persatuan dalam pembinaan dan pengembangan kebudayaan Indonesia untuk memahaminya lewat pendekatan kebudayaan se-Indonesia Multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan
bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya(ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip coexistence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain budaya damai.

Kearifan lokal yang dimiliki daerahdaerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Alkhansa Rizky Azzahra -
Nama: Alkhansa Rizky Azzahra
NPM: 2316031106
Kelas: Reg D

Kajian mengenai permasalahan kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional dalam konteks globalisasi menjadi topik yang sangat relevan untuk dibahas. Fenomena ini berkaitan dengan berbagai perubahan dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan pemerintahan pasca reformasi, yang diiringi oleh tuntutan yang berlebihan dalam berbagai aspek kehidupan. Tuntutan tersebut sering kali memicu permasalahan krusial yang berpotensi mengancam keutuhan dalam kehidupan bersama masyarakat, bangsa, dan negara.

Kearifan lokal, sebagai bagian integral dari budaya, menjadi elemen yang perlu ditemukan, dianalisis, dan dihidupkan kembali, karena memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat dasar identitas bangsa di tengah tantangan globalisasi. Pertanyaan muncul mengenai relevansi nilai-nilai budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa dalam menghadapi berbagai masalah di era keterbukaan global saat ini.

Bangsa Indonesia, sebagai bangsa multikultural, memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mendidik masyarakat agar dapat hidup bersama dalam keberagaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing, serta mampu memberikan jaminan kelangsungan budaya orang atau etnis lain. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang tepat guna menghilangkan budaya kekerasan yang sering terjadi, dan lebih mendorong budaya damai sebagai landasan untuk kehidupan bersama.

Kearifan lokal yang dimiliki oleh berbagai daerah dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat beragam dan menunjukkan kekayaan budaya yang luar biasa. Sejumlah aspek dari kekayaan tersebut dapat dipilih secara selektif sebagai aset penting dalam keberagaman budaya bangsa dan menjadi faktor perekat sekaligus modal dasar untuk memperkuat identitas nasional.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Valda Rahma Dewanti -
Nama: Valda Rahma Dewanti
NPM: 2316031114
Kelas: Reguler D

Jurnal tersebut menggambarkan kompleksitas identitas nasional Indonesia melalui dimensi waktu dan ruang dalam konteks permasalahan kebudayaan. Identitas nasional dipahami sebagai hasil interaksi kompleks antara kelompok sosial dan sistem budaya yang beragam, tercermin dalam keanekaragaman suku bangsa dan budaya lokal. Sejarah Indonesia dilihat sebagai perjalanan menuju komunitas ideal, awalnya ditandai oleh hubungan antar kelompok etnis di Nusantara, seringkali dengan ketegangan.

Permasalahan merumuskan identitas bangsa terletak pada realitas sosial dengan berbagai suku bangsa dan kebudayaan masing-masing. Konsep suku bangsa dipahami dengan perbedaan, dengan jumlahnya bervariasi dari 300 hingga lebih dari 520. Identitas dalam konteks ini ditentukan oleh keanggotaan dalam kesatuan sosial seperti suku Bugis, Dani, Amukme, Tugutil, Jawa, Bali, dan lainnya.

Munculnya multikulturalisme sebagai respons terhadap globalisasi menegaskan pentingnya memahami kebudayaan Indonesia dari berbagai segi dalam mencari integrasi sebagai unsur penting dalam persatuan bangsa. Kearifan lokal menjadi integral dalam budaya Indonesia, yang berkembang secara dinamis. Identitas budaya dipahami sebagai konstruksi diskursif melalui bahasa dan representasi tertentu, termasuk agama, bahasa, dan adat, dengan tumpang tindih di antara kelompok etnis. Pemahaman dan pelestarian kearifan lokal diakui sebagai modal budaya yang berharga dalam membangun identitas nasional yang kuat dan menjaga keberagaman budaya sebagai aset menghadapi perubahan zaman.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Gresia Florecita Gresia S -
Nama : Florecita Gresia S
NPM : 2316031100
Kelas : Reguler D

Dengan berpegang pada prinsip bahwa tiada masyarakat dan kebudayaan yang bersifat statis maka dalam perspektif kultural secara garis besar masyarakat dan kebudayaan lokal telah bergerak secara dinamis. Di Indonesia sendiri begitu banyak kebudayaan serta kearifan lokal di setiap wilayah di Indonesia. Kebudayaan lokal seperti bahasa daerah, lagu daerah, makanan khas daerah, kemudian pakaian daerah, dan kebudayaan lainnya yang sering kita temui menjadi suatu identitas dari tempat tersebut. Layaknya semboyan Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua menggambarkan arti dari perbedaan kebudayaan di setiap wilayah di Indonesia ini. Dalam makna semboyan tersebut menyimpan arti bahwa perbedaan yang ada bukanlah suatu hambatan ataupun halangan setiap masyarakat untuk menjadi kesatuan. Perbedaan yang ada justru diharapkan untuk bisa menjadi perekat identitas bangsa Indonesia yang ada.

Indonesia disebut sebagai negara atau bangsa yang multikultur, artinya setiap masyarakat yang ada mengakui bahwa bangsa Indonesia adalah negara yang memiliki banyak perbedaan dari kebudayaan yang ada. Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan individu dengan individu lainnya atau perbedaan nilai-nilai yang dianut seperti perbedaan sistem, budaya, agama, kebiasaan, dan politik. Penting untuk disadari bahwa bangsa Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaman sosiokultural. Kekayaan ini merupakan modal dasar yang harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakatnya. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia, kemuliaan harkat dan martabat bangsa yang memancar ke dalam bagi keadaban warga negara bangsa dan ke luar dalam membangun citra dan pergaulan antar bangsa dalam bingkai diplomasi kebudayaan
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Muhammad Nur Arifin -
Nama: Muhammad nur Arifin
Npm: 2316031084
Kelas: regule r d

Penelitian mengenai kesadaran kolektif regional dan identitas nasional telah memberikan dampak besar dalam perdebatan di era globalisasi. Realitas tersebut sejalan dengan perubahan yang terjadi pada masyarakat, bangsa, dan kehidupan berbangsa pasca reformasi, dengan munculnya tuntutan-tuntutan yang berlebihan pada hampir seluruh bidang kehidupan.Persyaratan tersebut seringkali menimbulkan permasalahan serius yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, bangsa, dan negara. Kejeniusan daerah merupakan salah satu unsur kebudayaan yang perlu digali, dikaji, dan dihidupkan kembali. Sebab hakikatnya sangat penting dalam memperkuat landasan jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Pertanyaan kemudian muncul apakah masih masuk akal untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya daerah sebagai landasan jati diri bangsa dalam menjawab berbagai tantangan era globalisasi. Indonesia ditakdirkan menjadi negara multicultural Atas dasar itu, seluruh wilayah di negeri ini harus bekerja sama dalam kemasyarakatan agar bisa hidup berdampingan dalam keberagaman tanpa kehilangan jati diri budayanya dan menjamin kehidupan budaya negara dan bangsa lain.
Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang tepat guna mencegah budaya kekerasan yang sering terjadi.Hal ini dapat dikesampingkan dengan budaya damai.Kearifan lokal setiap daerah dalam wilayah satu bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, sungguh luar biasa kekayaannya dan memperlihatkan keberagaman jenisnya. Jika dibidik, banyak hal yang dapat dijadikan sebagai aset kekayaan budaya suatu bangsa dan sekaligus sebagai perekat sekaligus modal inti untuk memperkuat identitas suatu bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Ta'ti Azmi Azka -
Nama : Ta'ti Azmi Azka
NPM : 2316031104
Kelas : Reguler D

HASIL ANALISIS JURNAL PERTEMUAN 2

Berdasarkan analisis saya, dapat di sampaikan bahwa artikel di atas membahas tentang kearifan lokal yang menyangkut pada identitas nasional sebagai perekat jati diri bangsa di era globalisasi seperti sekarang ini. Pertama, menjelaskan keberagaman budaya Indonesia dan kompleksitas pendefinisian identitas nasional melalui keberagaman etnis. Selanjutnya, konsep kearifan lokal dan identitas budaya dikaji dalam kerangka teori. Kemudian membahas pentingnya peran menghidupkan kembali nilai kearifan lokal dalam memperkuat jati diri bangsa di tengah tantangan globalisasi. Juga di dalam artikel tersebut ditekankan bahwa kearifan lokal merupakan aset budaya yang berharga bagi ketahanan masyarakat dan kohesi nasional. Terakhir, disimpulkan bahwa kebangkitan kearifan lokal harus dilakukan secara terpadu dengan memperkuat kesadaran kolektif kebangsaan, sejalan dengan semangat persatuan dalam keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Demikian hasil analisis saya terhadap isi makalah tentang peran kearifan lokal dalam memperkuat jati diri bangsa Indonesia di era global saat ini.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Jesika Cintanami Ronauli Silaban jesika -
Nama : Jesika Cintanami Ronauli Silaban
NPM : 2356031030
Kelas : Mandiri B

Jurnal ini membahas Identitas bangsa Indonesia tercermin melalui keanekaragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang melibatkan berbagai suku bangsa. Sejarah bangsa ini menunjukkan perjalanan menuju satu komunitas ideal, kendati diwarnai ketegangan antar kelompok etnis. Meskipun perbedaan dalam pemahaman konsep suku bangsa, keberagaman budaya suku bangsa Indonesia menjadi pondasi identitas nasional. Multikulturalisme diakui sebagai kepercayaan bahwa kelompok etnik dapat hidup berdampingan secara damai, menghormati budaya lain, dan membentuk integrasi. Namun, di era globalisasi, tantangan muncul dengan adanya homogenitas budaya, memerlukan upaya revitalisasi kearifan lokal sebagai perekat identitas bangsa dalam menghadapi konflik sosial, ekonomi, dan politik.

Kearifan lokal diartikan sebagai kebijakan dan nilai-nilai tradisional yang mengelola sumber daya alam, hayati, manusia, dan budaya untuk kelestarian berkelanjutan. Identitas kultural konstruksi diskursif, dihasilkan melalui bahasa, memperkenalkan jati diri suatu kelompok. Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal di tengah globalisasi menjadi kunci untuk mempertahankan eksistensi budaya Indonesia dan memperkokoh identitas nasional. Meskipun Indonesia memiliki karakter multietnis dan multikultural, upaya pelestarian nilai-nilai lokal perlu diarahkan untuk menghindari konflik dan membangun persatuan. Dalam konteks global, wawasan lokal terintegrasi ke dalam wawasan nasional dan global, dengan kearifan lokal menjadi modal budaya penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Adinda Farhani -
Nama: Adinda Farhani Sumali
Npm: 2356031004
Kelas: Mandiri - B

Studi tentang kesadaran kolektif regional dan identitas nasional sangat relevan untuk dijadikan bahan diskusi di era modern. Realitas ini sejalan dengan perubahan yang terjadi pada masyarakat, negara, dan kehidupan berbangsa setelah reformasi, dengan munculnya tuntutan yang berlebihan pada hampir semua bidang kehidupan, yang seringkali menimbulkan masalah serius yang dapat membahayakan kesehatan kehidupan bermasyarakat, dan bernegara. Salah satu komponen budaya yang harus digali, dikaji, dan dihidupkan kembali adalah kejeniusan daerah. Ini karena esensinya sangat penting untuk memperkuat landasan jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Oleh karena itu, pendidikan yang tepat sangat diperlukan agar budaya damai dapat menumbangkan budaya kekerasan yang sering terjadi. Kearifan lokal setiap daerah di seluruh wilayah Republik Indonesia sangat kaya dan menunjukkan keberagaman jenisnya. Banyak dari mereka dapat berfungsi sebagai aset kekayaan budaya suatu bangsa, baik sebagai perekat maupun sebagai dasar untuk memperkuat jati diri negara.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Bunga Aprilia -
Nama : Bunga Aprilia
NPM : 2356031008
Kelas : Mandiri

Setiap bangsa yang ada saat ini mempunyai jati diri masing-masing sesuai dengan kekhasan, sifat dan karakter bangsa tersebut. Itu tergantung bagaimana bangsa itu terbentuk secara historis. Identitas nasional suatu bangsa sendiri tidak dapat dipisahkan dari identitas bangsa.Pada saat yang sama, dari sudut pandang budaya, kesadaran akan kesinambungan sejarah memperkuat kesadaran budaya bangsa.

Pembinaan dan pengembangan jati diri bangsa tidak mungkin terjadi tanpa peningkatan kesadaran budaya. Pertumbuhan kebudayaan Indonesia tidak boleh menekan dan menghilangkan jati diri lokal atau daerah, namun diberikan kesempatan untuk berkontribusi dan memperkaya kebudayaan nasional berdasarkan Pancas yang salah satu prinsipnya adalah konsep kemanusiaan. secara keseluruhan dan merupakan inti dari kepribadian masyarakat Indonesia. Untuk mempersatukan keberagaman masyarakat, maka harus ada jati diri bangsa yang sesuai dengan semboyan nasional Bhinneka Tunggal Ika.Di kancah global, dimana ruang dunia tidak ada batasnya, jati diri bangsa adalah satu bangsa dengan bangsa lainnya semakin bercampur dan sulit dibedakan. Perbedaan kearifan lokal berbagai suku dan budaya ini mengungkapkan nilai-nilai eksistensial yang unik dari suatu bangsa, baik secara individu maupun kolektif. Seiring dengan perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat jati diri bangsa..
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Chyntia Mahika Hutabarat -
Nama : Chyntia Mahika Hutabarat
NPM : 2316031112
Kelas : Regular D

Jurnal “Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa” menjabarkan pentingnya memahami kebudayaan Indonesia dari berbagai segi dalam rangka menemukan integrasi sebagai unsur penting dalam usaha persatuan bangsa, hal ini karena kebudayaan etnik (lokal) di Indonesia yang memiliki keragaman. Adanya multikulturalisme menjadi formasi sosial yang membukakan jalan bagi dibangunnya ruang-ruang bagi identitas yang beragam dan sekaligus jembatan yang menghubungkan ruang-ruang itu untuk sebuah integrasi (Sparingga, 2003). Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki suku/budaya yang beragam seperti budaya Jawa, Sunda, Madura, Minang, Batak, Makasar, Bugis, Toraja, Manggarai, Sikka, Sumba, Bali, Sasak dan lain-lain yang hidup berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain. Namun adanya Four T Revolution (Telecommunication, Transformation, Trade, Tourism) memunculkan kecenderungan baru di era globalisasi, seperti terjadinya kesamaan atau homogenitas budaya antara daerah atau negara, akibatnya sekat antar negara menjadi pudar.

Jurnal tersebut juga mengatakan identitas budaya berasal dari sebuah kekhasan yang diyakini adanya agama, bahasa, dan adat budaya yang bersangkutan namun bisa mengakibatkan adanya tumpang tindih diantara kelompok-kelompok etnis yang berbeda. Huntington (2003:5-11) meramalkan bahwa masa depan politik dunia akan semakin mengarah kepada benturan antar kebudayaan, bahkan antar peradaban. Dalam jurnal ini juga menjabarkan lima sumber konflik antara suku-suku bangsa atau golongan, apa yang akan dikerjakan bangsa ini dalam menghadapi perubahan-perubahan yang berlangsung begitu cepat dalam masyarakat. Maka dengan adanya diplomasi kebudayaan merupakan upaya yang dilakukan untuk tetap menanamkan, mengembangkan, dan memelihara citra Indonesia di luar negeri sebagai negara dan bangsa yang berkebudayaan tinggi. Kesimpulan jurnal ini bahwa Indonesia adalah bangsa multikultur yang memiliki ragam budaya sehingga kita sebagai bangsa Indonesia jangan terbuai dengan perkembangan dunia saat ini sebab itu bisa memudarkan kearifan budaya lokal yang kita miliki, kita memilki kewajiban untuk memelihara dan menjaga keanekaragaman kita tanpa menghilangkan identitas budaya masing-masing
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Muhammad rizky Nuraldi -
Nama : Muhammad Rizky Nuraldi
NPM : 2356031028
Kelas : Man B

Studi tentang kesadaran kolektif regional dan identitas nasional sangat penting dalam menghadapi era globalisasi. Perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa setelah reformasi, serta meningkatnya tuntutan di berbagai bidang kehidupan, sering menimbulkan masalah serius yang mengancam kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara. Pentingnya menggali, mengkaji, dan menghidupkan kembali keunggulan setiap daerah sebagai bagian dari budaya untuk memperkuat dasar jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Dalam era globalisasi ini, apakah masih relevan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya daerah sebagai fondasi jati diri bangsa dalam menghadapi berbagai masalah? Sebagai negara multikultural, Indonesia membutuhkan kerjasama seluruh penjuru negeri dalam sebuah komunitas untuk hidup bersama dalam keberagaman tanpa kehilangan identitas budaya, serta menjamin kelangsungan budaya bangsa dan lembaga pendidikan lainnya. Pembelajaran yang tepat diperlukan untuk mengubah budaya kekerasan menjadi budaya damai yang sering terjadi. Kearifan lokal di setiap daerah di bawah satu bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, adalah kekayaan yang luar biasa dan menunjukkan keberagaman jenisnya. Banyak hal yang dapat dijadikan sebagai aset kebudayaan nasional, baik sebagai perekat maupun sebagai modal dasar untuk memperkuat identitas bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Najwa Balqis Haliza -
Nama: Najwa Balqis Haliza
Npm: 2356031006
Kelas: Man B
Jurnal KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA mengkaji tentang permasalahan kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional dalam era globalisasi sangat relevan diwacanakan. Ini sangat relevan dengan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam segala aspek kehidupan.
Jurnal ini mendseskripsikan Identitas ruang dan waktu mempunyai implikasi penting dalam persoalan budaya.Bagi negara modern seperti Indonesia, tidak hanya sekedar entitas geopolitik saja, namun nyatanya selalu mengandung keberagaman kelompok sosial dan sistem budaya, yang tercermin dari keberagaman budaya etnik yang dimiliki.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Najwa Balqis Haliza -
Nama: Najwa Balqis Haliza
Npm: 2356031006
Kelas: Man B
Jurnal KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA mengkaji tentang permasalahan kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional dalam era globalisasi sangat relevan diwacanakan. Ini sangat relevan dengan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam segala aspek kehidupan.
Jurnal ini mendseskripsikan Identitas ruang dan waktu mempunyai implikasi penting dalam persoalan budaya.Bagi negara modern seperti Indonesia, tidak hanya sekedar entitas geopolitik saja, namun nyatanya selalu mengandung keberagaman kelompok sosial dan sistem budaya, yang tercermin dari keberagaman budaya etnik yang dimiliki.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Lucky Aqmal Gemilang -
NAMA : Lucky Aqmal Gemilang
NPM : 2356031002
KELAS : Man B

jurnal ini berjudul 'kearifan budaya lokal perekat identitas bangsa'. Yang membahas tentang kajian permasalahan kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional dalam era globalisasi sangat relevan diwacanakan. Kenyataan ini seiring dengan berbagai perubahan yang di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pasca reformasi seiring timbulnya tuntutan yang berlebihan hampir dalam segala aspek kehidupan. Tuntutan yang demikian sering memicu permasalahan krusial, sehingga dapat mengancam keutuhan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kearifan lokal merupakan elemen budaya yang harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan karena esensinya begitu penting dalam penguatan fondasi jatidiri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Pertanyaan yang muncul adalah apakah nilai-nilai budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa masih relevan untuk direvitalisasi dalam menghadapi berbagai permasalahan di era kesejagatan ini.

Bangsa Indonesia memang ditakdirkan sebagai bangsa yang multikultur, atas dasar itulah semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Oleh sebab itu perlu pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan budaya damai. Kearifan lokal yang dimiliki daerah-daerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Wildania Ismail -
Nama : Wildania Ismail
NPM : 2316031086
Kelas : Reguler D

Jurnal tersebut berjudul “Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa” dalam jurnal tersebut membahas bagaimana kearifkan lokal Indonesia menjadi perekat identitas bangsa ini. Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Struktur masyarakat Indonesia yang multi dimensional merupakan suatu kendala bagi terwujudnya konsep integrasi secara hoorizontal. Namun patut disyukuri bahwa hubungan antar suku bangsa dan golongan yang ada di wilayah NKRI ini, belum seburuk seperti di beberapa negara lain, tetapi potensi terpendam untuk konflik karena masalah ketegangan antar suku bangsa dan golongan tidak bisa diabaikan demikian saja.

Mengenai hal tersebut, bangsa ini butuh sesuatu untuk mempersatukan keberagaman ini, salah satunya dengan memiliki sikap saling menjaga dan menghormati kearifan lokal masing-masing daerah agar tetap terjaga keanekaragamannya tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Selain itu kearifan lokal perlu dijaga kelestariannya agar memperkokoh jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Kuncara Kuncara Wira Wicaksana -
Nama : Kuncara Wira Wicaksana
NPM : 2316031070
Kelas : Reg D

Pembahasan mengenai bagaimana kesadaran tentang kebersamaan di tingkat lokal dan identitas bangsa dalam era globalisasi adalah topik yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini terkait dengan banyak perubahan dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan tata pemerintahan setelah reformasi, yang sering kali disertai dengan tuntutan yang berlebihan dalam berbagai aspek kehidupan. Tuntutan-tuntutan tersebut seringkali memunculkan masalah-masalah penting yang dapat mengancam kesatuan masyarakat, bangsa, dan negara.

Keberadaan kearifan lokal, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya, menjadi sangat penting karena dapat membantu memperkuat dasar identitas bangsa di tengah arus globalisasi. Munculnya pertanyaan tentang seberapa relevan nilai-nilai budaya lokal dalam mempertahankan identitas bangsa di tengah tantangan global saat ini.

Sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman budaya, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengajarkan kepada masyarakat bagaimana hidup bersama dalam keberagaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing. Hal ini juga penting untuk memberikan jaminan akan kelangsungan budaya dari berbagai kelompok etnis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang efektif untuk mengurangi kecenderungan kekerasan dalam budaya, serta mendorong budaya damai sebagai fondasi kehidupan bersama.

Kekayaan kearifan lokal yang dimiliki oleh berbagai daerah di Indonesia sungguh sangat beragam dan menunjukkan betapa kaya budaya bangsa ini. Beberapa aspek dari kekayaan tersebut dapat dipilih dengan bijaksana sebagai elemen penting dalam memperkuat keberagaman budaya bangsa dan menjadi faktor yang mengikat serta modal dasar untuk memperkuat identitas nasional.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Riefqi Gunawan_2316031118 -
NAMA : RIEFQI GUNAWAN
NPM : 2316031118
KELAS : REGULAR D

Jurnal yg berjudul "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA" ini membahas pentingnya kearifan budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Dalam konteks ini, terdapat tujuh indikator ketahanan modal budaya yang dapat memperkaya kebudayaan bangsa Indonesia. Selain itu, penting untuk memahami bahwa hubungan antar suku bangsa dan golongan di Indonesia memiliki potensi konflik yang perlu diantisipasi. Identitas bangsa Indonesia tidaklah mudah dirumuskan karena terdiri dari berbagai suku bangsa dengan kebudayaan masing-masing. Menjaga dan mengembangkan citra Indonesia di luar negeri melalui diplomasi kebudayaan juga merupakan hal penting dalam membangun masa depan bangsa.

Permasalahan terkait kesadaran kearifan lokal dan identitas nasional dalam era globalisasi Kenyataan ini seiring dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pasca reformasi seiring timbulnya tuntutan yang berlebihan hampir dalam segala aspek kehidupan. Tuntutan yang demikian sering memicu permasalahan krusial, sehingga dapat mengancam keutuhan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Kearifan lokal merupakan elemen budaya yang harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan karena esensinya begitu penting dalam penguatan fondasi jatidiri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.

Keseluruhannya, jurnal ini memberikan sebuah fakta bahwa Multikulturalisme di Indonesia memerlukan pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman budaya lokal sebagai modal dasar untuk menjaga keberagaman budaya dalam menghadapi tantangan globalisasi. Identitas bangsa Indonesia yang beragam dapat dilihat dari tradisi dan kearifan lokal yang dimiliki, serta merupakan konstruksi diskursif yang dibentuk melalui bahasa dan representasi.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Alfi Sahrin -
Nama : Alfi Sahrin
NPM : 2316031120
Kelas : Reg D

Dalam jurnal Bakti Saraswati yang ditulis oleh Ida Bagus Brata dengan judul "Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa"
dapat dianalisis bahwa kearifan lokal merupakan elemen budaya yang harus digali globalisa, dikaji, dan direvitalisasikan karena
esensinya begitu penting dalam perekat atau penguatan fondasi jati diri identitas bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.
Bangsa Indonesia adalah bangsa multikultur, atas dasar itulah semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat
untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan
hidup budaya orang atau etnik lain. Multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok
etnik atau budaya dapat hidup perdamaian secara damai dalam prinsip konsistensi yang ditandai oleh Presiden menghormati budaya lain.
Budaya lokal seperti budaya Jawa, Sunda, Madura, Minang, Batak, Makassar, Bugis, Toraja, Manggarai, dan lain-lain yang hidup berdampingan
dan saling menggapai satu sama lain dalam keanekaragamannya.

Secara konseptual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Di tengah munculnya kecenderungan kehidupan dunia yang penting
bergerak ke arah bebas sekat, maka wawasan lokal semakin terintegrasi ke dalam wawasan nasional dan global. Pada masyarakat Indonesia
wawasan kesatuan jiwa Bhinneka Tunggal Ika yang bermakna kesatuan dalam keragaman, spirit gotong royong dan telah berbeda-beda pada
setiap daerah sebagai modal budaya yang sangat penting bagi basis kehidupan berbangsa dan bernegara. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah
kemajuan adab, budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau
mempercayai kebudayaan baru sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan.

Menjalankan diplomasi kebudayaan berarti dengan sengaja dan terarah ada upaya untuk menanamkan, mengembangkan, dan memelihara citra
Indonesia di luar negeri sebagai negara dan bangsa yang berkebudayaan tinggi. Pada era globalisasi dewasa ini Seharusnya muncul upaya-upaya
untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan pos varian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat.
Menggunakan nilai-nilai budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan inilah sebagai wujud nyata dari revitalisasi budaya lokal.
Oleh karena itu perlu pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi di kikis dengan budaya damai. Kearifan lokal
yang dimiliki daerah-daerah dalam kepulauan negara Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan seharusnya dijadikan sebagai perekat bangsa dalam keanekaragaman.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Vidia Tri Astuti -
NAMA : VIDIA TRI ASTUTI
NPM : 2316031124
KELAS : REGULER D

Sebagai bangsa yang multikultur, semua komponen bangsa ini wajib memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing. Dalam jurnal tersebut menjelaskan bahwa memahami kebudayaan Indonesia dari berbagai segi sangat penting dalam rangka menemukan integrasi dalam usaha persatuan bangsa. Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan yang memiliki keragaman.

Identitas lebih merupakan konstruksi diskursif, produk wacana-wacana, atau cara-cara tertentu dalam berbicara tentang dunia, karena melalui pertuturan dan pertulisan-lah seseorang dan atau sekelompok orang dapat dikenal dan memperkenalkan jati dirinya. Identitas budaya bisa berasal dari sebuah kekhasan yang diyakini ada pada agama, bahasa, dan adat pada budaya yang bersangkutan. Sedangkan kearifan lokal secara konsepsual merupakan bagian dari kebudayaan. Sifat-sifat hakiki kearifan lokal adalah mampu bertahan terhadap budaya luar, memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar, mempunyai kemampuan mengintegrasi unsur-unsur budaya luar ke dalam kebudayaan asli, mampu mengendalikannya, serta mampu memberikan arah pada perkembangan budaya.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Kurnia Kurnia Amalia -
Nama = Kurnia Amalia
Npm = 2316031078
Kelas = Reguler D

KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA

Jurnal inj membahas tentang kearifan lokal dan identitas bangsa dalam era
globalisasi. berkewajiban
memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam
keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Oleh karena itu perlu pembelajaran yang tepat agar
budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan budaya damai.
Kearifan lokal yang dimiliki daerah daerah
dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat
dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh
identitas/jati diri bangsa.
Pada era globalisasi dewasa ini
muncul upaya-upaya untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan
pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat. Menggunakan nilai nilai budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan inilah sebagai wujud nyata revitalisasi budaya lokal itu.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Chatarina Damaianti -
Nama: Chatarina Damaianti
NPM: 2316031080
Kelas: Reguler D

Jurnal “KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA” membahas tentang permasalahan kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional dalam era globalisasi sangat relevan diwacanakan. Kenyataan ini seiring dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pasca reformasi seiring timbulnya tuntutan yang berlebihan hampir dalam segala aspek kehidupan. . Kearifan lokal merupakan elemen budaya yang harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan karena esensinya begitu penting dalam penguatan fondasi jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Pertanyaan yang muncul adalah apakah nilai-nilai budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa masih relevan untuk direvitalisasi dalam menghadapi berbagai permasalahan di era kesejagatan ini.

Merujuk uraian yang telah dikemukakan tampaknya bangsa Indonesia memang ditakdirkan sebagai bangsa yang multikultur, atas dasar itulah semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Oleh sebab itu perlu pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan budaya damai. Kearifan lokal yang dimiliki daerah- daerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai aset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Anissa Mutiara Aringga -
Nama : Anissa Mutiara Aringga
NPM : 2316031136
Kelas : Reg D

Analisis Jurnal Identitas Bangsa

Jurnal ini membahas mengenai kearifan lokal sebagai identitas bangsa di era globalisasi. Poin - poin yang dibahas yaitu keragaman budaya Indonesia dan kompleksitas mendefinisikan identitas bangsa, lalu mencermati konsep kearifan lokal dalam kerangka teoritis, peran penting merevitalisasi nilai kearifan lokal dalam mempererat identitas bangsa di era globalisasi.
Kita sebagai masyarakat harus sejalan dengan semangat persatuan dalam keragaman seperti ciri bangsa Indonesia.
Sekian analisis dari saya atas isi dari Jurnal Identitas Bangsa tersebut.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Najla Nailah Nur -
Nama : Najla Nailah Nur
NPM : 2356031022
Kelas : Mandiri B

Berdasarkan analisis saya terkait jurnal yang berjudul kearifan budaya lokal perekat identitas bangsa karangan Ida Bagus Brata ialah identitas masa ruang mempunyai makna penting dalam permasalahan kebudayaan. Adanya paham multikulturalisme yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip coexistence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain.

Kearifan lokal juga dikatakan sebagai identitas atau kepribadian budaya bangsa Karena saat ini banyak munculnya penolakan terhadap keseragaman yang ditimbulkan oleh kebudayaan Global atau kebudayaan asing, maka dari itu kita harus memiliki sifat tegas untuk mengakui keunikan kultur dan bahasa sendiri sehingga hal negatif tidak dapat mempengaruhi perpecahan antar keberagaman yang ada di Indonesia.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Adelia Cindy Puspita Sari -
NAMA: Adelia Cindy Puspitasari
NPM: 2316031082
KELAS: Reg D


Identitas waktu dan tempat memiliki pentingnya dalam domain kebudayaan. Bagi negara modern seperti Indonesia, eksistensinya tidak hanya sebagai unit geopolitik semata, melainkan juga mencakup keberagaman kelompok sosial dan sistem budaya yang tercermin dalam keanekaragaman budaya suku bangsa. Seiring berjalannya waktu, kehidupan manusia telah menghasilkan berbagai bentuk kebudayaan. Melalui perjalanan sejarah bangsa ini, terdapat beragam proses menuju terciptanya sebuah komunitas yang diharapkan. Meskipun hubungan awal antar kelompok etnis di seluruh nusantara ini seringkali dipenuhi dengan ketegangan, namun kondusif bagi terbentuknya sebuah komunitas yang diinginkan. Interaksi antar kelompok etnis ini juga memperkuat konsep satu komunitas, berkat pengaruh penyebaran budaya-budaya besar (agama) di Indonesia. Dengan keyakinan bahwa tidak ada kebudayaan atau masyarakat yang tetap, secara umum, masyarakat dan kebudayaan lokal telah mengalami perubahan yang signifikan. Di era globalisasi saat ini, terdapat upaya untuk menghidupkan kembali, melestarikan, dan mengembangkan tradisi serta peran lembaga tradisional. Memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal sebagai tanggapan terhadap tantangan-tantangan ini adalah bentuk konkret dari revitalisasi budaya lokal. Bahkan, kearifan lokal tidak hanya mampu menjawab tantangan-tantangan di masa depan, tetapi juga dapat berperan sebagai perekat yang memperkuat identitas bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Jeha Azzahra Rona Aisya -
Nama : Azzahra Rona Aisha
NPM : 2356031024
Kelas : Mandiri B

Jurnal dengan judul "Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa" membahas tentang betapa pentingnya kearifan budaya lokal dalam dapat memperkuat identitas nasional dalam menghadapi globalisasi yang sedang terjadi saat ini, hal ini sudah dikemukakan dan tampaknya bangsa Indonesia memang ditakdirkan sebagai bangsa yang multikultur, atas dasar itulah semua komponen bangsa ini memiliki kewajiban untuk memelihara dan mendidik masyarakat agar mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Oleh sebab itu perlu pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan budaya damai.

Kearifan lokal yang dimiliki daerah-daerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai resource kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modul dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Gadis Mufida Karunia Mukti Tama -
NAMA: GADIS MUFIDA KARUNIA MUKTI TAMA
NPM: 2316031096
KELAS: REGULER D

Dalam jurnal yang berjudul "Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa" membahas tentang bangsa Indonesia yang merupakan sebuah bangsa yang multikultur atau memiliki beragam kebudayaan. Bangsa Indonesia juga mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan keanekaragaman sosiokultural. Sudah sepatutnya kekayaan ini harus dijaga, dipelihara, dan dikelola agar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakatnya. Jika dapat dikelola dengan baik maka akan menimbulkan dampak positif seperti menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Rizki Padela -
Nama : Rizki Padela
NPM : 2316031088
Kelas : Reguler D

Jurnal ini mengulas signifikansi keberadaan kearifan budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan akibat globalisasi. Dalam konteks ini, disebutkan tentang tujuh indikator yang menandai keberlanjutan modal budaya yang dapat memperkaya ragam budaya Indonesia. Ditekankan pula perlunya pengakuan terhadap potensi konflik yang mungkin muncul dalam interaksi antarsuku dan golongan di Indonesia. Identitas bangsa Indonesia diakui sulit dirumuskan karena melibatkan beragam suku bangsa dengan warisan budaya yang berbeda. Oleh karena itu, menjaga dan mempromosikan citra Indonesia di luar negeri melalui diplomasi budaya dianggap penting untuk membangun masa depan bangsa.

Kesimpulan yang diambil dari jurnal ini menekankan kembali pentingnya kearifan lokal sebagai penjalin identitas bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan global. Upaya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal di berbagai wilayah Indonesia dianggap dapat memperkuat identitas nasional serta mengokohkan jati diri bangsa. Diplomasi budaya juga ditegaskan sebagai instrumen penting dalam memperkuat hubungan antarnegara serta memperkuat rasa ke-Indonesiaan. Multikulturalisme di Indonesia disoroti sebagai fenomena yang membutuhkan pemahaman mendalam dan penghormatan terhadap keragaman budaya lokal sebagai fondasi utama untuk menjaga keragaman budaya dalam menghadapi tantangan globalisasi. Identitas bangsa Indonesia yang beraneka ragam diakui melalui warisan tradisi dan kearifan lokal yang dimiliki, serta sebagai hasil konstruksi diskursif yang terbentuk melalui bahasa dan representasi.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Odiva Pramudya -
Nama: Odiva Pramudya
Npm: 2356031012
Kelas: Mandiri B

Penelitian mengenai kesadaran kolektif di tingkat regional dan identitas nasional menjadi sangat penting dalam menghadapi era globalisasi yang sedang dibahas. Hal ini sejalan dengan perubahan sosial, politik, dan budaya pasca reformasi, serta peningkatan tuntutan yang berlebihan di berbagai bidang kehidupan. Tuntutan ini seringkali menimbulkan masalah serius yang dapat mengancam kesejahteraan masyarakat, kesatuan bangsa, dan kedaulatan negara. Kepentingan akan warisan budaya lokal menjadi salah satu unsur penting yang perlu diungkap, dipelajari, dan dipertahankan, karena memiliki peran yang signifikan dalam memperkuat identitas nasional dalam menghadapi tantangan globalisasi. Namun, muncul pertanyaan apakah relevansi nilai-nilai budaya lokal masih sesuai di era globalisasi saat ini untuk menangani berbagai masalah yang dihadapi. Indonesia, sebagai negara multikultural, memerlukan kerjasama dari seluruh wilayahnya untuk hidup berdampingan dalam keberagaman tanpa mengorbankan identitas budaya, serta untuk memastikan kelangsungan budaya bangsa dan institusi pendidikan lainnya. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang tepat diperlukan agar budaya perdamaian dapat mengatasi budaya kekerasan yang sering muncul. Kearifan lokal di setiap daerah di dalam satu kesatuan bangsa, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, memiliki kekayaan yang luar biasa dan mencerminkan beragam jenis budaya. Dengan pendekatan yang tepat, banyak dari kekayaan ini dapat dijadikan sebagai aset budaya nasional, yang dapat memperkuat identitas bangsa baik sebagai perekat maupun sebagai modal dasar.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Adian Adian Rivaldo -
Nama : Adian Rivaldo
NPM : 2316031076
Kelas : Reguler D

Jurnal ini membahas Identitas bangsa Indonesia tercermin melalui keanekaragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang melibatkan berbagai suku bangsa. Sejarah bangsa ini menunjukkan perjalanan menuju satu komunitas ideal, kendati diwarnai ketegangan antar kelompok etnis. Meskipun perbedaan dalam pemahaman konsep suku bangsa, keberagaman budaya suku bangsa Indonesia menjadi pondasi identitas nasional. Multikulturalisme diakui sebagai kepercayaan bahwa kelompok etnik dapat hidup berdampingan secara damai, menghormati budaya lain, dan membentuk integrasi. Namun, di era globalisasi, tantangan muncul dengan adanya homogenitas budaya, memerlukan upaya revitalisasi kearifan lokal sebagai perekat identitas bangsa dalam menghadapi konflik sosial, ekonomi, dan politik.

Kearifan lokal diartikan sebagai kebijakan dan nilai-nilai tradisional yang mengelola sumber daya alam, hayati, manusia, dan budaya untuk kelestarian berkelanjutan. Identitas kultural konstruksi diskursif, dihasilkan melalui bahasa, memperkenalkan jati diri suatu kelompok. Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal di tengah globalisasi menjadi kunci untuk mempertahankan eksistensi budaya Indonesia dan memperkokoh identitas nasional. Meskipun Indonesia memiliki karakter multietnis dan multikultural, upaya pelestarian nilai-nilai lokal perlu diarahkan untuk menghindari konflik dan membangun persatuan. Dalam konteks global, wawasan lokal terintegrasi ke dalam wawasan nasional dan global, dengan kearifan lokal menjadi modal budaya penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Alfi Mufid -
Nama : Alfi Mufid
Npm : 2356031016
Kelas : Man B

Jurnal ini membahas pentingnya kearifan budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Dalam konteks ini, terdapat tujuh indikator ketahanan modal budaya yang dapat memperkaya kebudayaan bangsa Indonesia. Selain itu, penting untuk memahami bahwa hubungan antar suku bangsa dan golongan di Indonesia memiliki potensi konflik yang perlu diantisipasi. Identitas bangsa Indonesia tidaklah mudah dirumuskan karena terdiri dari berbagai suku bangsa dengan kebudayaan masing-masing. Menjaga dan mengembangkan citra Indonesia di luar negeri melalui diplomasi kebudayaan juga merupakan hal penting dalam membangun masa depan bangsa.

Oleh karena itu, seluruh penjuru negeri ini harus bekerja sama dalam suatu komunitas agar dapat hidup berdampingan dalam keberagaman tanpa kehilangan jati diri budayanya serta menjamin kehidupan budaya bangsa dan lembaga pendidikan lain. Oleh karena itu diperlukan pembelajaran yang tepat agar budaya damai membalikkan budaya kekerasan yang sering terjadi. Kearifan lokal setiap daerah dalam wilayah satu bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, sungguh luar biasa kekayaannya dan menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara tepat sasaran, banyak yang bisa dijadikan sebagai aset kebudayaan nasional, baik sebagai perekat maupun modal dasar penguatan jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Afin Yuri Asfahani -
Nama : Afin Yuri Asfahani
NPM : 2316031090
Kelas : Reguler D

Pada jurnal tersebut membahas mengenai Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa. Kajian tentang permasalahan kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional dalam era globalisasi sangat relevan di wancanakan. Kenyataan ini seiring dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pasca reformasi seiring timbulnya tuntutan yang berlebihan hampir dalam segala aspek kehidupan. Tuntutan yang demikian sering memicu permasalahan krusial, sehingga dapat mengancam keutuhan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Jurnal ini menegaskan bahwa Indonesia dianggap sebagai bangsa multikultural yang memiliki tanggung jawab untuk merawat dan mendidik masyarakat agar menjaga keragaman tanpa kehilangan identitas budaya mereka. Kearifan lokal yang dimiliki oleh berbagai daerah di Indonesia dianggap sangat berharga dan dapat menjadi modal budaya penting bagi identitas bangsa. Dokumen ini menyoroti pentingnya pendidikan yang sesuai untuk mengurangi budaya kekerasan dan mendorong budaya damai.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

by Camellia Sekar Wangi 2316031072 -
Nama : Camellia Sekar Wangi
NPM : 2316031072
KELAS : Reguler D

Jurnal tentang kearifan budaya lokal perekat identitas negara oleh Ida Bagus Brata Universitas Mahasaraswati Denpasar menunjukkan bahwa identitas nasional Indonesia dibentuk oleh faktor-faktor seperti bahasa, agama, dan geografi, serta unsur-unsur lainnya seperti sosial, ekonomi, dan budaya. Kajian ini menunjukkan bahwa identitas nasional Indonesia merupakan ciri khas yang dapat membedakan negara Indonesia dengan negara lain, dan dibuat dan disepakati oleh para pendiri negara Indonesia
Jurnal ini juga menunjukkan bahwa identitas nasional Indonesia terdiri dari faktor-faktor yang berbeda-beda, termasuk faktor pendukung, faktor penarik, dan faktor reaktif. Pendukung meliputi faktor-faktor seperti perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi, serta pembangunan lainnya yang mempengaruhi identitas nasional yang bersifat dinamis. Penarik meliputi kodifikasi bahasa dalam gramatikal yang resmi, tumbuhnya birokrasi, dan pemantapan sistem pendidikan nasional. Reaktif meliputi penindasan, dominasi, dan pencarian identitas alternatif melalui memori kolektif rakyat
Kajian ini menunjukkan bahwa identitas nasional Indonesia merupakan ciri khas yang dapat membedakan negara Indonesia dengan negara lain, dan dibuat dan disepakati oleh para pendiri negara Indonesia. Jurnal ini juga menunjukkan bahwa identitas nasional Indonesia terdiri dari faktor-faktor yang berbeda-beda, termasuk faktor pendukung, faktor penarik, dan faktor reaktif. Pendukung meliputi faktor-faktor seperti perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi, serta pembangunan lainnya yang mempengaruhi identitas nasional yang bersifat dinamis. Penarik meliputi kodifikasi bahasa dalam gramatikal yang resmi, tumbuhnya birokrasi, dan pemantapan sistem pendidikan nasional. Reaktif meliputi penindasan, dominasi, dan pencarian identitas alternatif melalui memori kolektif rakyat