Nama : Alya Nayra Syafiqa
NPM : 2315061001
Kelas : PSTI A
Dari jurnal dapat di ketahui bahwa secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis.
Agar ia dapat menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia yang lestari tetapi juga dinamis berkembang, nilai luhur dan nilai dasarnya harus dapat bersifat tetap, sementara nilai instrumentalnya harus semakin dapat direformasi dengan perkembangan tuntutan zaman. Oleh karena itu, pengembangan Pancasila secara terus-menerus melalui jalur keilmuan itu akan berdampak signifikan. Pancasila dapat memberikan sumbangsih dalam tingkat perguruan tinggi. Penerapan secara terus-menerus filsafat ilmu ke dalam pengembangan Pancasila merupakan kekaryaan yang penting, sebagaimana juga pernah diisyaratkan oleh Bung Karno bahwa Pancasila harus ditarik ke atas, pada tingkat ilmiah. Tugas ini harus dilakukan di tingkat perguruan tinggi. Tetapi, juga dapat dilakukan oleh komunal dan media didik yang perlu diangkat ke dalam diskusi publik.
Pengkajian Pancasila dengan menggunakan pendekatan analitik merupakan suatu aspek menarik, karena nilai-nilai Pancasila secara murni mencakup unsur-unsur filsafat ilmu. Meskipun Pancasila sebagai sumber pengetahuan dan nilai-nilai mulia seharusnya menjadi landasan bagi seluruh warga Indonesia, namun pada pandangan filosofis, kita perlu mempertanyakan mengapa implementasi Pancasila seringkali sulit dilakukan di dalam masyarakat Indonesia. Pancasila seringkali hanya menjadi simbol tanpa makna yang konkrit dalam penyelesaian permasalahan negara yang pada hakikatnya harus diatasi secara bersama-sama.
NPM : 2315061001
Kelas : PSTI A
Dari jurnal dapat di ketahui bahwa secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis.
Agar ia dapat menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia yang lestari tetapi juga dinamis berkembang, nilai luhur dan nilai dasarnya harus dapat bersifat tetap, sementara nilai instrumentalnya harus semakin dapat direformasi dengan perkembangan tuntutan zaman. Oleh karena itu, pengembangan Pancasila secara terus-menerus melalui jalur keilmuan itu akan berdampak signifikan. Pancasila dapat memberikan sumbangsih dalam tingkat perguruan tinggi. Penerapan secara terus-menerus filsafat ilmu ke dalam pengembangan Pancasila merupakan kekaryaan yang penting, sebagaimana juga pernah diisyaratkan oleh Bung Karno bahwa Pancasila harus ditarik ke atas, pada tingkat ilmiah. Tugas ini harus dilakukan di tingkat perguruan tinggi. Tetapi, juga dapat dilakukan oleh komunal dan media didik yang perlu diangkat ke dalam diskusi publik.
Pengkajian Pancasila dengan menggunakan pendekatan analitik merupakan suatu aspek menarik, karena nilai-nilai Pancasila secara murni mencakup unsur-unsur filsafat ilmu. Meskipun Pancasila sebagai sumber pengetahuan dan nilai-nilai mulia seharusnya menjadi landasan bagi seluruh warga Indonesia, namun pada pandangan filosofis, kita perlu mempertanyakan mengapa implementasi Pancasila seringkali sulit dilakukan di dalam masyarakat Indonesia. Pancasila seringkali hanya menjadi simbol tanpa makna yang konkrit dalam penyelesaian permasalahan negara yang pada hakikatnya harus diatasi secara bersama-sama.