Posts made by Alexander Lawrensius

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum diskusi

by Alexander Lawrensius -
Nama: Alexander Lawrensius
NPM: 2315061013

Filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya. Pembahasan Pancasila secara filsafat adalah membahas makna dan pengertian yang sedalam-dalamnya.
Kajian dalam filsafat Pancasila bagian menjadi 3 :
- Kajian Ontologi
Ontologi adalah ilmu tentang "ada" terkait dengan "ada"-nya Pancasila atau hakikat keberadaannya yang memberi jawaban terhadap pertanyaan "apa" (apa).
Ontologi, menurut Aristoteles adalah ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafisika.
- Kajian Epistemologi
Epistomologi adalah ilmu tentang "cara berada", terkait dengan bagaimana cara Pancasila berada, yang memberi jawaban terhadap pertanyaan "bagaimana" (bagaimana).
Epistemologi adalah cabang filsafat yang membahas hakikat atau teori pengetahuan. Hal ini berkaitan dengan landasan dan batasan pengetahuan, dan bagaimana pengetahuan diperoleh, dibenarkan, dan dievaluasi.
- Kajian Aksiologis
Membahas tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mengenai "untuk apa" (untuk apa) Pancasila itu.
Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari kajian nilai-nilai dan prinsip-prinsip kehidupan dari sudut pandang filsafat. Hal ini berkaitan dengan sifat dan klasifikasi nilai, dan hal-hal apa saja yang memiliki nilai. Aksiologi juga prihatin dengan bagaimana manusia menggunakan pengetahuannya dan kaitannya dengan prinsip moral.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Alexander Lawrensius -
Nama: Alexander Lawrensius
NPM: 2315061013

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sejarah pendidikan, dapat dijumpai berbagai pandangan atau teori mengenai perkembangan manusia dan hasil pendidikan, yaitu:
- Empirisme, bahwa hasil pendidikan dan perkembangan itu bergantung pada pengalaman yang diperoleh anak didik selama hidupnya.
- Nativisme, teori yang dianut oleh Schopenhauer yang berpendapat bahwa bayi lahir dengan pembawan baik dan pembawan yang buruk.
- Naturalisme, dipelopori oleh J.J Rousseau, ia berpendapat bahwa semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan yang baik, tidak seorang anak pun lahir dengan pembawaan buruk.
- Konvergensi, dipelopori oleh William Stern, yang berpendapat bahwa anak dilahirkan dengan pembawaan baik dan buruk.
Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila
dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis dan religius.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

by Alexander Lawrensius -
Nama: Alexander Lawrensius
NPM: 2315061013

1. Kasus penolakan jenazah korban Covid-19 yang terjadi di Jawa Tengah merupakan suatu tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua tentang kemanusiaan. Menolak jenazah korban Covid-19 dapat menimbulkan dampak negatif, seperti meningkatkan ketakutan dan kekhawatiran di masyarakat, serta menimbulkan stigmatisasi terhadap keluarga korban.

2. Menurut saya, pemerintah dan warga sekitar tidak boleh memilih-milih jenazah walaupun jenazah meninggal karena Covid-19. Walaupun berbahaya tapi ada prosedur yang harus diterapkan dalam penguburan jenazah yang disebabkan Covid-19. Setiap orang juga harus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam diri sendiri terutama pada kasus ini yaitu sila kedua.

3. Penolakan jenazah Covid-19 termasuk pelanggaran sila Pancasila terutama sila ke-2. Walaupun jenazah sudah tidak bernyawa tetapi harus tetap dikuburkan secara layak sebagaimana disebutkan di sila kedua "Kemanusiaan yang adil dan beradab". Sebagai warga Indonesia harus adil terutama pada kasus ini yaitu penguburan jenazah Covid-19. Maksud dari beradab pada kasus ini yaitu penguburan jenazah Covid-19 secara layak tidak dibuang saja jenazahnya.
Nama: Alexander Lawrensius
NPM: 2315061013

Filsafat adalah kajian masalah mendasar dan umum tentang persoalan seperti eksistensi, pengetahuan, nilai, akal, pikiran, dan bahasa. Filsafat berasal dari bahasa Yunani philosophia yang berarti cinta kebijaksanaan. Filsafat merupakan pengetahuan dan penyelidikan menggunakan akal budi mengenai sebab, asas hukum dan sebagainya. Filsafat juga dimaknai sebagai ilmu tentang kehidupan dan manusia secara kritis. Filsafat bersifat radikal, artinya permasalahan yang dikaji, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan jawaban yang diberikan bersifat mendalam sampai ke akar-akarnya. Filsafat dapat dibagi menjadi beberapa sub-bidang utama, antara lain metafisika, epistemologi, etika, estetika, filsafat politik, logika, filsafat ilmu, dan sejarah filsafat barat.

Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis.
Ontologis: Menurut Aristoteles adalah ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafisika.
Epistemologi adalah cabang filsafat yang membahas hakikat atau teori pengetahuan. Hal ini berkaitan dengan landasan dan batasan pengetahuan, dan bagaimana pengetahuan diperoleh, dibenarkan, dan dievaluasi.
Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari kajian nilai-nilai dan prinsip-prinsip kehidupan dari sudut pandang filsafat. Hal ini berkaitan dengan sifat dan klasifikasi nilai, dan hal-hal apa saja yang memiliki nilai. Aksiologi juga prihatin dengan bagaimana manusia menggunakan pengetahuannya dan kaitannya dengan prinsip moral.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Alexander Lawrensius -
Nama: Alexander Lawrensius
NPM: 2315061013

Filsafat ilmu juga dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan
kebangsaan secara ilmiah yang bermuara pada melemahnya
pemahaman terhadap masyarakat nilai-nilai Pancasila. Melemahnya pemahaman dan penghayatan masyarakat dapat diatasi dengan melakukan revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila. Dalam kerangka ini, nilai-nilai Pancasila yang memiliki ilmu pengetahuan dan hakekat pengetahuan dapat dikaji
melalui filsafat ilmu. Pertama, secara ontologi, Pancasila mempunyai ajaran dan nilai-nilai luhur, seperti mengembangkan sikap saling menghormati dan menyayangi sesama manusia, di mana Tuhan mempunyai peranan dalam memberikan petunjuk pada umat manusia. Kedua, epistemologi, Pancasila mempunyai sumber  pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang sudah seharusnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga,
secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila memiliki kontribusi berarti bagi kehidupan umat manusia, nilai-nilai luhur untuk saling membantu dan memberikan rasa keadilan sosial harus
diejawantahkan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu, pengembangan Pancasila dapat dilakukan dengan filsafat ilmu. Dalam konteks ini, seorang ilmuwan dan ilmuwan memiliki peran dan fungsi yang sangat signifikan sebagai mediator untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila. Melalui kebebasan mimbar dan kebebasan akademik yang dikembangkan secara bertanggung jawab, telaah filsafat mengenai pengembangan Pancasila itu sangat relevan dan mendesak untuk disuarakan oleh perguruan tinggi dunia.