གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Elsa Estevania Natali

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Elsa Estevania Natali གིས-
Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089
S1 Manajemen A (Ganjil)

Anailisis Jurnal

Filsafat Ilmu dan Arah Pengembangan Pancasila : Relevansinya dalam Mengatasi Persoalan Kebangsaan

Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Akan tetapi, pada perkembangannya ternyata ilmu pengetahuan di abad ke-17 mengalami perpecahan, di mana ilmu dan filsafat berdiri sendiri.

Filsafat ilmu pada dasarnya adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik itu secara empiris maupun rasional. Filsafat ilmu merupakan bagian filsafat yang mencoba berbuat bagi keilmuan yang dikerjakan filsafat terhadap seluruh pengalaman manusia.

Filsafat ilmu sebagai sumber pengetahuan ternyata memiliki keterkaitan dengan Pancasila. Pancasila sebagai pandangan hidup ternyata juga menyimpan banyak pengetahuan-pengetahuan yang sudah selayaknya dikembangkan oleh disiplin filsafat ilmu yang secara ilmiah mempunyai nilai-nilai muatan positif dalam membentuk watak dan karakter bangsa Indonesia. Pancasila sebagai sebuah pandangan hidup sudah tentu memiliki nilai-nilai filsafat yang terkandung di dalamnya, dan bahkan Pancasila telah memiliki ilmu pengetahuan. Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis. Pancasila sejak semula dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia, sekaligus prinsip-prinsip dasar negara. Dengan demikian, isi pemikiran Pancasila sangat berhubungan dengan nilai-nilai yang mendasari urusan kemasyarakatan. Ketika Pancasila dinyatakan sebagai pandangan hidup, berarti Pancasila itu sendiri memiliki ilmu pengetahuan yang sesungguhnya sangat bermanfaat bagi bangsa Indonesia sebagai petunjuk di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah seharusnya filsafat ilmu dengan dasar-dasar dan metode ilmiahnya mampu menyelesaikan persoalan kebangsaan yang sekarang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Salah satunya adalah lunturnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup di dalam masyarakat. persoalan mengenai lunturnya pemahaman bangsa Indonesia mengenai Pancasila sebagai pandangan hidup (way of life) menjadi tugas dari disiplin filsafat ilmu untuk mengkaji secara ilmiah dengan mengedepankan sikap akademis dan intelektual yang tinggi, sehingga dapat diperoleh pemecahan masalah secara komprehensif.

Maka, kehadiran filsafat di Perguruan Tinggi, bahkan dalam kehidupan manusia, amatlah penting. Hal itu tampak nyata dengan diajarkannya filsafat ilmu di semua bidang disiplin pada jenjang S1, S2 dan S3. Filsafat ilmu juga dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan secara ilmiah yang bermuara pada melemahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila. Melemahnya pemahaman dan penghayatan masyarakat dapat diatasi dengan melakukan revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila.

manajemen A MKU pancasila -> Analisis Video Pembelajaran

Elsa Estevania Natali གིས-
Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089
S1 Manajemen A (Ganjil)

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
Pengertian menurut arti katanya, kata filsafat dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani “Philosophia”, terdiri dari kata Phile yang artinya Cinta dan Sophia yang artinya kebijaksanaan. Cinta memiliki arti hasrat yang berkobar-kobar, dan atau yang sungguh-sungguh, dan kebijaksanaan memiliki arti kebenaran sejati, atau kebenaran yang sesungguhnya.

Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar Negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.

Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan.
1. Ontologis, menurut Aristoteles adalah ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafisika.
2. Eptimologis, merupakan cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.
3. Aksiologis, istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu axios yang artinya nilai, manfaat, dan logos yang artinya pikiran, ilmu, atau teori.

Dalam kita mempelajari filsafat, bukan hanya sekedar mempelajari, tetapi ada beberapa manfaat yang akan kita dapatkan.
1. Memperoleh kebenaran yang hakiki,
2. Melatih kemampuan berpikir logis,
3. Melatih berpikir dan bertindak bijaksana,
4. Melatih berpikir rasional dan komprehensif,
5. Menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup,
6. Menghasilkan tindakan yang bijaksana.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Diskusi Kisah Inspiratif

Elsa Estevania Natali གིས-
Nama : Elsa Estevania Natali

NPM : 2311011089

Dalam cerita tersebut, dapat kita perhatikan sikap tegas Bung Hatta saat menjawab pertanyaan istrinya mengenai pemangkasan nilai mata uang. Bung Hatta memiliki komitmen yang tinggi terhadap negara pada saat itu, Ia memegang teguh prinsip bahwa rahasia negara tidak boleh diberitahukan kepada siapapun, termasuk isterinya sendiri. Kepemimpinannya yang berwibawa, serta sifatnya yang memiliki komitmen dan jiwa loyalitas yang tinggi, memberikan kita sebuah pelajaran, bahwa kepentingan pribadi tidak dapat mengganggu profesionalitas kita dalam bekerja, sekalipun itu mengganggu jalannya kehidupan kita secara pribadi. 

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video

Elsa Estevania Natali གིས-
Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089

PANCASILA, MODAL SOSIAL DAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Pancasila merupakan kekuatan integratif, dimana Pancasila hendaknya dapat menjadi perekat persatuan bangsa, karena keanekaragaman budaya dan suku yang ada adalah rahmat bagi bangsa Indonesia. Maka dari itu penting untuk selalu mengedepankan sikap toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila juga perlu diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena Pancasila sebagai dasar negara dan alat pemersatu serta perjuangan bangsa untuk memerdekakan diri dan memperjuangkan cita-cita bangsa.

Modal sosial dapat dikatakan kelompok individu atau grup yang digunakan untuk merealisasi kehidupan manusia. Modal sosial juga dinilai sebagai kemampuan masyarakat untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama dalam berbagai kelompok organisasi. Pancasila yang terdapat pada salah satu dari empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, merupakan perwujudan modal sosial, dikarenakan salah satu wujud modal sosial yaitu trust (kepercayaan) yang membangun jati diri bangsa Indonesia kepada sebuah kondisi dimana mereka mempunyai satu rasa dan senasib pada masa penjajahan hingga saat ini.

Nilai-nilai yang terkandung dalam sila Pancasila membawa dampak baik bagi keberlangsungan hidup masyarakat, bahkan di tengah pandemi yang melanda Indonesia. Hal ini merupakan bukti bahwa jiwa dan roh Pancasila telah diaplikasikan dengan cara berpikir, berelasi anak bangsa dan mewujudkan nilai kemanusiaan serta solidaritas.

Implementasi Pancasila dalam kehidupan masyarakat yaitu, kerukunan antar warga, nilai kearifan lokal, reaktualisasi nilai-nilai kebangsaan pada masyarakat pluralistik, dan yang terakhir adanya pembentukan karakter siswa berbasis modal sosial, semua ini bertujuan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan hidup kesejahteraan.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video

Elsa Estevania Natali གིས-
Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089

PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Setelah proklamasi kemerdekaan dibacakan, Indonesia masih belum lepas dari berbagai tantangan yang berdatangan, agresi militer, perang dingin, kemiskinan, hingga separatisme. Namun, di tengah berbagai tantangan yang datang, bangsa ini masih tegak sampai sekarang. Hal ini hanya dimungkinkan karena dasar negara yang kuat, konsisten, dan dapat diterima oleh masyarakat, yaitu Pancasila.
Kuatnya loyalitas masyarakat Indonesia terhadap Pancasila sebagai dasar negara, membuat ideologi-ideologi lain atau bahkan bentuk negara yang terpisah dari Indonesia, kurang mendapat dukungan. Alhasil meskipun Indonesia tidak sekaya atau sekuat bangsa-bangsa lain pada masa kemerdekaannya, Republik Indonesia dapat bertahan menghadapi berbagai masalah.

Sampai saat ini, tidak ada sumber hukum atau filsafat yang melebihi Pancasila. Atas dasar Pancasila, Indonesia dapat menentukan arah dari kepentingan nasionalnya.
Gagasan mengenai dasar negara mulai dibicarakan pada tanggal 29 Mei 1945 ketika rapat BPUPKI dimulai. Pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mendapat giliran untuk menyampaikan pendapatnya. Ir. Soekarno sudah memikirkan akan dasar negara sejak tahun 1918, beliau terinspirasi dari ideologi negara lain yang simpel tapi berbobot. Tetapi menurut Ir. Soekarno, lima dasar saja sudah cukup bagi Indonesia.
1. Prinsip pertama adalah prinsip kebangsaan, menurut Bung Karno Indonesia harus berdiri sebagai sebuah bangsa dalam negara.
2. Prinsip kedua adalah internasionalisme, tidak cukup hanya dengan mencintai bangsa Indonesia, dasar negara Indonesia adalah kecintaannya pada perdamaian dunia.
3. Prinsip ketiga adalah mengatur kehidupan masyarakat yakni mufakat.
4. Prinsip keempat adalah keadilan sejahtera, Bung Karno menganggap bahwa kemerdekaan tanpa kesejahteraan sebagai nihil.
5. Prinsip kelima adalah ketuhanan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang selalu mengamalkan ajaran agama dan menyembah Tuhan. Maka dari itu prinsip ketuhanan yang saling menghormati satu agama dengan yang lainnya adalah sebuah keharusan.
Lima prinsip Pancasila dapat diringkas menjadi trisila, dan trisila menjadi satu, yakni gorong-gorong. Konsep dari Bung Karno pun diterima oleh BPUPKI.
Pancasila juga pernah memiliki kontroversi pada sila pertamanya pada piagam Jakarta yang berbunyi "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya", kemudian dihapuskan.

Cara kita menyikapi Pancasila di dunia modern ini adalah, dengan membuka Pancasila itu sendiri agar seluruh masyarakat merasa pantas dan bebas untuk dapat ikut serta mendialogkan dan mendiskusikan hal mengenai Pancasila itu sendiri.