Posts made by Elsa Estevania Natali

Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089
Kelas : Manajemen Ganjil
Prodi : S1 Manajemen

Analisis Jurnal

Jurnal yang berjudul “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19” membahas pentingnya semangat bela negara sebagai sebuah keharusan seluruh warga negara. Bela Negara merupakan sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaan dan kesetiaan terhadap bangsa dan Negara kesatuan republic Indonesia (NKRI) berdasarkan pancasila dan undang undang dasar 1945 dalam menjalankan kehidupan bangsa dan negar seutuhnya. Bahwa seluruh masyarakat berhak dan berkewajiban atas ikut serta dalam melakukan bela Negara dan dengan syarat tertentutentang pembelaan bangsa dan Negara yang diatur oleh undang undang.

Bela Negara tidak hanya bisa diilakukan denga mengangkat senjata saja bisa kita lakukan dengan taat pada semua himbauan yang pemerintah lakukan serta tidak menyebarkan berita yang hoax. Bela Negara juga harus dibarengi dengan pengetahuan pengetahuan tentang kewarganegaraan agar tidak melakukan yang salah dan malah membuat hal yang tidak kita inginkan. Seperti dalam masa Pandemi COVID-19 ini, sebagai warga negara yang memahami konsep bela negara dengan baik, hendaknya kita mendukung usaha negara untuk memutus rantai penyebaran virus, agar Indonesia lekas membaik. Selain itu, kontribusi warga negara sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas dan kesehatan masyarakat. Solidaritas dan kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah menjadi kunci utama dalam mengatasi pandemi COVID-19.
Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089
Kelas : Manajemen Ganjil
Prodi : S1 Manajemen

Analisis Video (Ketahanan Nasional)

Ketahanan nasional adalah keuletan, ketermpilan, ketangguhan suatu bangsa, dan kemampuan untuk mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang datang. Ancaman ini dapat berupa ancaman langsung, ancaman dari luar, ancaman dari dalam, dan ancaman tidak langsung. Banyak pihak yang mencoba menyerang negara Indonesia dengan ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang telah disusun sedemikian rupa. Biasanya lawan akan menyerang integritas negara, identitas bangsa, kelangsungan hidup masyarakat, dan mengganggu perjuangan mencapai tujuan nasional. Maka dari itu, sebagai warga negara, kita perlu memiliki kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional, untuk bersiap melawan ancaman yang akan datang.

Terdapat dua unsur ancaman, yaitu:

  1. Ancaman Trigatra, yang menyerang lokasi dan posisi geografis suatu negara, beserta keadaan dan kekayaan alam yang dimiliki, sehingga akan memengaruhi kemampuan penduduk dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya.
  2. Ancaman Pancagatra, yang menyerang ideologi bangsa, sistem politik, kondisi ekonomi, sosial dan budaya, serta pertahanan dan keamanan Indonesia.
Oleh sebab itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus menghadapi ancaman yang akan mengganggu keutuhan NKRI. Ancaman tersebut dapat dilawan dengan konsep yang serupa, yaitu:

1. Perwujudan Aspek Alamiah (Trigatra)
  • Peningkatan potensi laut dan darat, dengan memiliki kemampuan untuk berdiplomasi dengan negara tetangga atau negara yang berupaya untuk mengeksploitasi kekayaan negara.
  • Memiliki kesadaran nasional untuk memanfaatkan kekayaan alam yang ada.
  • Meningkatkan taraf pendidikan dan diberikan secara merata kepada anak bangsa di seluruh kawasan Indonesia.
2. Perwujudan Aspek Sosial (Pancagatra)
  • Mampu menampung asprirasi atau suara rakyat, serta memahami nilai-nilai Pancasila secara praktis.
  • Pelaksanaan demokrasi secara baik.
  • Mempertahankan tradisi dan budaya daerah Indonesia, sehingga identitas nasional negara Indonesia tetap terjaga. Serta meningkatkan sikap kepemimpinan dalam masyarakat, dalam konteks tidak bergantung kepada yang lain/mandiri.
  • Meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mempertahankan dan mengamankan negara.
Nama : Elsa Estevania Natali
NPM : 2311011089
Kelas : Manajemen Ganjil
Prodi : S1 Manajemen

Analisis Kasus

a. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang Anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?

Jawab : Artikel tersebut membahas tentang kondisi penegakan HAM di Indonesia sepanjang tahun 2019 yang dinilai buruk oleh berbagai lembaga. Tahun 2019 ini dapat dikatakan sebagai tahun yang kelam, karena banyak terjadi kasus pelanggaran HAM dan banyaknya serangan terhadap para pembela HAM. Komnas HAM menyoroti masih adanya pelanggaran HAM berat di masa lalu dan konflik sumber daya alam yang belum tertangani dengan baik. Pakar seperti Usman Hamid dan Asmin Fransiska juga menyampaikan pandangan mereka mengenai berbagai pelanggaran HAM yang terjadi. Namun, walaupun banyak tantangan yang mengganggu jalannya penegakan HAM di negara kita, Indonesia telah meratifikasi hampir seluruh perjanjian HAM Internasional dan berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya yang belum terwujud. Selain itu, kembalinya gerakan mahasiswa dan kekuatan komunitas lokal dalam memperjuangkan hak masyarakat menjadi harapan positif bagi penegakan HAM di Indonesia.

b. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?

Jawab : Sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia seperti gotong-royong, musyawarah mufakat, kebhinekaan, ke-Tuhanan yang Maha Esa, dan prinsip kekeluargaan. Integrasi dari nilai-nilai ini berkontribusi untuk menciptakan sistem demokrasi yang tidak hanya berfungsi secara politik tetapi juga sosial masyarakat, mencerminkan identitas dan persatuan bangsa Indonesia. Menurut pendapat saya, prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa memberikan dampak positif bagi pelaksanaan demokrasi itu sendiri. Hal ini memungkinkan terjadinya keseimbangan antara kebebasan individu dengan tanggung jawab moral dan sosial yang timbul dari keputusan yang dibuat, serta menjamin kebebasan berekspresi dan berpendapat dilakukan dengan memperhatikan nilai-nilai keagamaan dan moralitas.

c. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai Hak Asasi Manusia?

Jawab : Pada praktiknya, sistem demokrasi di Indonesia masih sering disepelekan dan dikesampingkan oleh sebagian masyarakat. Pancasila mengedepankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tetapi kenyataan yang terjadi masih banyak ketimpangan ekonomi dan sosial di masyarakat, serta pendidikan yang belum merata. Konstitusi Indonesia menjamin Hak Asasi Manusia, namun dalam pelaksanaannya masih perlu diperbaiki. Misalnya, kebebasan berekspresi dan ha katas keadilan yang masih sering dilanggar. Hal-hal semacam ini yang perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah, agar sistem demokrasi yang sudah ditetapkan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

d. Bagaimanakah sikap Anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?

Jawab : Menurut Saya, sebagai anggota parlemen yang berwenang dalam hal politik harus memiliki sikap bertanggung jawab atas tugasnya. Pemerintah perlu menegaskan kriteria dan kemampuan para anggota parlemen dalam proses rekrutmennya, sehingga terhindar dari oknum yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dzn berbeda dengan kepentingan masyarakat. Sikap proaktif dan kritis bagi masyarakat juga diperlukan, masyarakat harus menggunakan hak mereka dengan bijak untuk mengawasi dan menuntut transparansi serta akuntabilitas dari para wakil mereka. Partisipasi aktif dalam pemilu dn proses demokrasi lainnya juga sangat penting untuk memastikan wakil rakyat yang terpilih benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat.

e. Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakat dari tradisi, maupun agama, tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

Jawab : Menurut saya, pemimpin dengan kekuasaan kharismatik yang menggunakan loyalitas rakyat untuk tujuan yang tidak jelas seringkali menyimpang dari prinsip-prinsip hak asasi manusia. manipulasi emosi dan loyalitas untuk kepentingan tertentu dapat menyebabkan terjadinya kasus pelanggaran HAM, seperti penindasan terhadap kelompok tertentu atau pengabaian hak-hak dasar masyarakat sebagai warga negara. Konsep hak asasi manusia mencakup hak-hak dasar seperti kebebasan berekspresi, kebebasan berkumpul, hak atas kehidupan, dan kebebasan dari penindasan. Dalam era demokrasi dewasa saat ini, penting untuk memiliki mekanisme hukum yang kuat untuk melindungi individu dari ekploitasi dan memastikan bahwa hak asasi manusia dihormati dan ditegakkan dengan baik.