Poin utamanya saya setuju. Jumlah individu hanya salah satu indikator, bukan penentu tunggal, dan contoh Florida panther memang tepat karena kasusnya terdokumentasi dari sebelum sampai sesudah intervensi.
Ada dua hal yang bisa memperkuat jawaban ini. Pertama, soal IUCN, kriterianya bisa disebutkan langsung: penurunan populasi ada di kriteria A, populasi kecil yang disertai penurunan di kriteria C, populasi sangat kecil atau wilayah terbatas di kriteria D, dan analisis kuantitatif seperti PVA di kriteria E. Dengan begitu, klaim tersebut terbukti di dokumen resminya, bukan sekadar pernyataan umum. Kedua, untuk Florida panther, beberapa detail bisa ditambahkan: introduksi delapan betina Texas terjadi pada 1995, dan sebelumnya populasi telah menunjukkan gejala inbreeding yang terlihat secara fisik, misalnya ekor bengkok dan testis yang tidak turun. Data tersebut ada di artikel Johnson dkk. (2010) di Science, sehingga sumber primernya bisa disitasi selain situs U.S. Fish and Wildlife Service.
Bagian yang menurut saya paling kuat justru bisa ditarik lebih jauh, yaitu bahwa kasus ini baru sukses separuh jalan. Florida panther masih berstatus endangered, sebarannya masih terbatas di Florida selatan, dan kematian akibat kecelakaan kendaraan masih menjadi ancaman utama. Jadi, peningkatan jumlah memang belum menyelesaikan masalah, terlebih secara genetik populasi kini merupakan hasil percampuran. Angka populasinya juga berubah setiap tahun, sebaiknya dicantumkan tahun datanya.
Ada dua hal yang bisa memperkuat jawaban ini. Pertama, soal IUCN, kriterianya bisa disebutkan langsung: penurunan populasi ada di kriteria A, populasi kecil yang disertai penurunan di kriteria C, populasi sangat kecil atau wilayah terbatas di kriteria D, dan analisis kuantitatif seperti PVA di kriteria E. Dengan begitu, klaim tersebut terbukti di dokumen resminya, bukan sekadar pernyataan umum. Kedua, untuk Florida panther, beberapa detail bisa ditambahkan: introduksi delapan betina Texas terjadi pada 1995, dan sebelumnya populasi telah menunjukkan gejala inbreeding yang terlihat secara fisik, misalnya ekor bengkok dan testis yang tidak turun. Data tersebut ada di artikel Johnson dkk. (2010) di Science, sehingga sumber primernya bisa disitasi selain situs U.S. Fish and Wildlife Service.
Bagian yang menurut saya paling kuat justru bisa ditarik lebih jauh, yaitu bahwa kasus ini baru sukses separuh jalan. Florida panther masih berstatus endangered, sebarannya masih terbatas di Florida selatan, dan kematian akibat kecelakaan kendaraan masih menjadi ancaman utama. Jadi, peningkatan jumlah memang belum menyelesaikan masalah, terlebih secara genetik populasi kini merupakan hasil percampuran. Angka populasinya juga berubah setiap tahun, sebaiknya dicantumkan tahun datanya.