གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ M.Reza Ashriansyah Azhar

Arsitektur B 2023 MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

M.Reza Ashriansyah Azhar གིས-
Nama : M.Reza Ashriansyah Azhar
NPM : 2315012024

IPTEK, yang merupakan hasil ciptaan manusia, pada dasarnya bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan manusia seiring dengan permasalahan kehidupan. Penggunaan IPTEK dapat bermanfaat atau merugikan, tergantung pada tujuan penggunanya, baik itu dampak positif maupun negatif.

Perkembangan IPTEK memiliki potensi untuk memberikan dampak baik atau buruk, bergantung pada tujuan dan kepentingan para penggunanya. Pancasila memainkan peran penting sebagai ideologi nasional, membimbing perkembangan IPTEK agar diarahkan pada hal-hal yang positif. Dalam konteks perkembangan IPTEK yang cepat, penting untuk memastikan penerapan nilai-nilai Pancasila. Setiap nilai dalam Pancasila harus tercermin dalam setiap langkah perkembangan IPTEK.

Sila-sila Pancasila menjadi dasar etika dalam perkembangan IPTEK:

Sila Pertama
Dalam sila ini, perkembangan IPTEK harus berakar pada moral agama, mempertimbangkan dampaknya terhadap manusia di sekitarnya, bukan hanya fokus pada penemuan dan penciptaan semata.

Sila Kedua
Perkembangan IPTEK harus didasari oleh moralitas kemanusiaan, sebagai hasil dari budaya manusia yang beradab dan bermoral.

Sila Ketiga
Sila ini mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme, mendorong perkembangan IPTEK untuk mengembangkan nasionalisme dan kebesaran bangsa sebagai bagian dari umat manusia global.

Sila Keempat
Perkembangan IPTEK harus berlandaskan pada prinsip demokratis, memberikan kebebasan kepada ilmuwan untuk mengembangkan IPTEK dengan menghormati kebebasan orang lain dan terbuka terhadap kritik.

Sila Kelima
Dalam mengembangkan IPTEK, perhatian harus diberikan pada keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan. Keadilan ini mencakup hubungan manusia dengan diri sendiri, sesama, masyarakat, bangsa, negara, dan alam lingkungannya, untuk mencegah ketidakseimbangan yang dapat merugikan pihak-pihak terkait.

Arsitektur B 2023 MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

M.Reza Ashriansyah Azhar གིས-
Nama : M.Reza Ashriansyah Azhar
NPM : 2315012024
Jurnal tentang pengaruh media massa terhadap kontrol sosial media membahas bagaimana peran masyarakat sangat signifikan dalam pengaturan aliran informasi. Dalam konteks penggunaan media sosial, televisi, radio, dan surat kabar, yang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari penduduk Indonesia, serta perkembangan telepon genggam, laptop, dan perangkat lain yang memuat informasi, media massa memiliki kemampuan untuk memengaruhi persepsi masyarakat terhadap hukum. Dari jurnal ini, terungkap bahwa media massa memainkan peran penting dalam mengendalikan aspek sosial, terutama dalam domain hukum pidana. Media massa mendukung kebijakan pencegahan kejahatan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam tiga kategori: materi, vital, dan kerohanian. Nilai-nilai Pancasila telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia, bersinergi dengan adat istiadat, kebudayaan, dan agama. Pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup dimulai sebelum kemerdekaan Indonesia, dan kini penting bagi kita untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam pemikiran, sikap, dan perilaku sehari-hari, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Media massa, sebagai komponen pers, berperan sebagai perantara dalam menyampaikan berita dalam berbagai bentuk kepada masyarakat, sehingga memegang peran besar dalam menyebarkan informasi.

Arsitektur B 2023 MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

M.Reza Ashriansyah Azhar གིས-
Nama : M.Reza Ashriansyah Azhar
NPM : 2315012024
A. Dalam politik Indonesia, sistem etika seringkali tidak diterapkan dengan baik, terutama dalam konteks pelanggaran terhadap nilai-nilai Pancasila. Situasi ini sangat nyata, seperti dalam penguasaan kekuasaan oleh satu individu atau partai, pengingkaran janji politik kepada rakyat, korupsi yang merajalela, keterbatasan demokrasi bagi masyarakat, dan berbagai masalah lain yang jelas melanggar nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, penting bagi warga negara untuk terus mengawasi tindakan pemimpin politik mereka dan menuntut pertanggungjawaban sebagai upaya untuk memastikan bahwa sistem etika politik mencerminkan nilai-nilai Pancasila yang seharusnya.

B. Etika generasi muda di Indonesia memiliki variasi yang signifikan. Ada yang sangat komitmen untuk mempertahankan nilai-nilai Pancasila dan berperilaku dengan etika yang baik. Namun, ada pula yang mungkin terpengaruh oleh faktor-faktor seperti globalisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial, yang dapat memengaruhi pandangan dan perilaku mereka. Banyak generasi muda di sekitar saya yang tampaknya kurang memperhatikan nilai-nilai etika, padahal nilai-nilai ini memiliki pentingnya yang besar. Untuk mengatasi masalah ini, terdapat beberapa cara untuk meningkatkan kesadaran generasi muda, termasuk peran agama, pengaruh keluarga, pelatihan karakter, dan penggunaan teknologi dengan bijak.

Arsitektur B 2023 MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

M.Reza Ashriansyah Azhar གིས-
Nama : M.Reza Ashriansyah Azhar
NPM : 2315012024
Kelas : Arsitektur B
A. Saya percaya bahwa proses pendidikan di masa pandemi COVID-19 menghadapi tantangan yang besar. Pembatasan fisik telah mendorong sekolah dan lembaga pendidikan untuk beralih ke pembelajaran jarak jauh. Walaupun perkembangan teknologi memungkinkan kelanjutan pendidikan, ketidaksetaraan dalam akses internet dan peralatan yang memadai telah menghambat kemajuan beberapa siswa. Selain itu, interaksi sosial yang terbatas dan kurangnya pengawasan langsung dapat mempengaruhi motivasi dan kesejahteraan mental siswa. Namun, adaptasi terhadap teknologi dan penekanan pada fleksibilitas telah menunjukkan kemampuan dan ketahanan sistem pendidikan dalam menghadapi krisis. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat telah membantu menciptakan solusi kreatif dan memperluas akses pendidikan bagi para pelajar dalam situasi sulit ini.

B. Saya berpendapat bahwa untuk optimalisasi dan peningkatan efektivitas proses pendidikan selama pandemi Covid-19 yang tetap sejalan dengan implementasi nilai Pancasila, beberapa hal perlu diperhatikan.
Pertama, kita perlu memastikan bahwa semua siswa, termasuk yang berasal dari latar belakang kurang mampu, dapat mengakses pembelajaran jarak jauh. Pemerintah dan lembaga yang bersangkutan harus memberikan dukungan dan sumber daya yang cukup agar siswa yang kurang mampu dapat mengikuti pembelajaran online dengan baik.
Kedua, penting untuk memastikan bahwa proses pembelajaran jarak jauh tetap memperhatikan aspek sosial dan psikologis siswa. Upaya harus dilakukan untuk memfasilitasi interaksi sosial antara siswa, misalnya melalui diskusi online atau pembelajaran berkelompok.
Ketiga, penting untuk memastikan bahwa pembelajaran jarak jauh tetap mengajarkan nilai-nilai Pancasila, termasuk persatuan, kesatuan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Guru dan pengajar harus memperhatikan hal ini dalam metode penyampaian materi pembelajaran dan memastikan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai tersebut.
Terakhir, perlu memastikan bahwa pembelajaran jarak jauh memberikan pengalaman belajar yang berefek positif dan berkualitas. Caranya bisa dengan memanfaatkan teknologi canggih dan inovatif untuk memperkaya pengalaman belajar, seperti melalui penggunaan simulasi atau pengalaman virtual.

C.Contoh kasus pengembangan karakter jujur bisa ketika seorang mahasiswa mengakui bahwa dia telah melakukan plagiarisme dalam tugas akademiknya dan mengambil tanggung jawab atas tindakannya. Dia jujur dengan dosen dan mengakui kesalahannya serta siap menerima konsekuensi dari tindakannya.
Pengembangan karakter jujur sangat penting dalam dunia akademik karena itu membentuk dasar integritas dan kepercayaan. Dengan menjadi jujur, mahasiswa dapat membangun hubungan yang kuat dan saling percaya dengan dosen dan rekan sejawatnya, serta menciptakan lingkungan akademik yang adil dan beradab.
Menurut saya, pengembangan karakter Pancasilais sangat penting untuk membentuk masyarakat yang beradab dan bermartabat. Dengan mengembangkan karakter Pancasilais, kita dapat menjadi individu yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, dan memiliki semangat gotong royong serta cinta damai. Hal ini dapat membantu kita dalam mencapai tujuan bersama dan membangun masyarakat yang lebih baik.

D.Hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat mencakup implementasi integral dari lima sila utama. Ini mengharuskan masyarakat untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai seperti keadilan sosial, demokrasi, persatuan, kemanusiaan, dan ketuhanan yang maha esa dalam setiap aspek kehidupan mereka. Pancasila, sebagai pandangan hidup dan ideologi bangsa, menuntut bahwa setiap warga negara menginternalisasi dan menggambarkan nilai-nilai ini melalui sikap inklusif, toleransi, tanggung jawab sosial, serta penghargaan terhadap perbedaan. Dengan memanifestasikan hakikat Pancasila dalam perilaku sehari-hari, masyarakat dapat membangun kerangka kerja bersama yang menciptakan kesatuan, solidaritas, dan kemajuan bersama demi kesejahteraan bersama. Dengan demikian, pengaktualisasian nilai-nilai Pancasila berfungsi sebagai landasan moral dan etika yang membentuk kesadaran kolektif yang menghormati hak-hak asasi manusia dan mempromosikan kesejahteraan sosial secara menyeluruh.

Arsitektur B 2023 MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

M.Reza Ashriansyah Azhar གིས-
Nama : M.Reza Ashriansyah Azhar
NPM : 2315012024
Kelas : Arsitektur B

Pancasila adalah landasan pandangan hidup bagi warga Indonesia yang mengungkapkan identitas bangsa. Lima sila Pancasila memandu perilaku dan tatanan negara.

Pendekatan filosofis Pancasila dapat dilihat dari tiga sudut pandang, yaitu ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Secara aksiologis, Pancasila terkait dengan struktur hierarki nilai, termasuk konsep etika yang terkandung dalamnya. Pendekatan ontologis menekankan dukungan warga negara untuk eksistensi negara, karena kualitas negara bergantung pada kualitas warganya. Dalam segi epistemologis, hal ini menyangkut pengetahuan internal dan struktur logis yang mendukung implementasinya dengan konsistensi.

Sebagai falsafah dan ideologi bangsa, Pancasila memengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Fungsi Pancasila dalam sistem pendidikan mencerminkan pandangan hidup yang mengilhami kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai Pancasila diintegrasikan untuk membentuk karakter individu yang cerdas, berperilaku baik, dan memiliki keimanan yang kuat. Oleh karena itu, pendidikan berdasarkan Pancasila menitikberatkan pada integritas, etika, dan spiritualitas dalam membentuk generasi berkarakter dan berbudaya.