Kiriman dibuat oleh Devi Julianti

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Devi Julianti -
Nama: Devi Julianti
NPM: 2311011040

Jurnal ini membahas pengaruh mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden. Jurnal ini menyoroti pentingnya pendidikan Pancasila dalam membentuk sikap mahasiswa terhadap perkembangan IPTEK. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara umum responden dalam penelitian ini mempunyai pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Hal tersebut dapat dilihat pada indikatornya hasil kuisioner dengan skor di atas 80. Menurut responden mahasiswa perlu memiliki sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari, perlu mempunyai toleransi yang tinggi akan adanya perbedaan ras dan agama dan perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang pendidikan Pancasila. Untuk itu Pendidikan Pancasila penting dalam kehidupan bermasyarakat dan harus
ditetapkan sejak dini. Menurut responden Kemajuan teknologi saat ini harus digunakan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Perkembangan IPTEK yang ada dimanfaatkan untuk mempermudah proses belajar, untuk bertransaksi dan berbisnis dalam bidang bidang perdagangan. Responden dalam penelitian ini akan melakukan penyaringan terhadap semua informasi yang masuk melalui media sosial, memblokir teman atau situs yang sering menampilkan konten pornografi dan kekerasan di media sosial dan menggunakan bahasa yang santun saat berkomentar terhadap suatu peristiwa baik di media online maupun di sosial media.

Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai dasar Pancasila, memberikan pemahaman dan penghayatan atas nilai-nilai tersebut kepada mahasiswa, mempersiapkan mahasiswa untuk menganalisis dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan, serta membentuk sikap mental yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Sikap adalah respons konsisten terhadap obyek sosial, dan memiliki tingkatan serta fungsi tertentu. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan bagian penting dalam perkembangan sebuah negara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap cara mahasiswa menyikapi perkembangan IPTEK. Sebanyak 28,2% variabel sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK dapat dijelaskan oleh variabel mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila. Sedangkan sisanya yaitu 71,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa mata kuliah tersebut memiliki sasaran kontribusi yang signifikan dalam membentuk sikap mahasiswa terhadap perkembangan IPTEK.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Devi Julianti -
Nama : Devi Julianti
NPM : 2311011040
Kelas :Genap
Analisis Jurnal

Jurnal ini membahas tentang hubungan antara hukum dan etika dalam politik hukum di Indonesia.

Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hukum dan etika, serta bagaimana kedudukan hubungan tersebut dalam politik hukum di Indonesia. Jurnal ini juga mengkaji tentang perilaku manusia dalam bernegara dan bagaimana etika terapan dapat mempengaruhi politik hukum.

Dalam politik hukum, terdapat tiga dimensi hubungan antara etika dan hukum, yaitu dimensi substansi dan wadah, dimensi hubungan keluasan cakupannya, serta dimensi alasan manusia untuk mematuhi atau melanggar hukum. Selain itu, politik hukum juga melibatkan pembuatan kebijakan dasar yang memuat arah kemana hukum akan dibawa, pembuatan hukum oleh penguasa, dan pemilihan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat untuk dituangkan dalam norma.

Dalam konteks Indonesia, pembangunan hukum atau politik hukum juga melibatkan pembaharuan cara berfikir, sikap, dan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat. Selain itu, politik hukum juga mencakup keharusan hukum tertulis untuk menjamin kepastian hukum.

Secara historis-sosiologis, bangsa Indonesia terbentuk melalui pertumbuhan ke arah rasa persatuan yang lebih besar meskipun terdapat perbedaan bahasa, adat istiadat, agama, dan lainnya. Bangsa Indonesia telah menciptakan integritas nasional melalui sumpah pemuda pada tahun 1928. Konsep bangsa ini juga selaras dengan teori terjadinya negara secara primer, di mana terjadi perkelompokan dari orang-orang yang menggabungkan diri untuk kepenting

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Devi Julianti -
Nama :Devi Julianti
NPM : 2311011040
Kelas : Genap
Analisis Video

Etika adalah nilai-nilai moral yang mengatur perilaku dan juga tindakan individu atau kelompok dalam hidup bermasyarakat. Etika sangat penting dalam hidup bermasyarakat karena tanpa etika kehidupan berbangsa dan bernegara tidak akan rukun, damai dan tentram. Maka dari itu, dengan memiliki etika kita akan mampu menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan tentram rukun dan sejahtera guna diwariskan untuk generasi selanjutnya. Etika Pancasila adalah cabang filsafat yang dijabarkan dari sila-sila pancasila untuk mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia

Nilai-nilai yang Terkandung dalam Etika Pancasila :
1. Ketuhanan
Nilai ketuhanan mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas di mana Pancasila menuntut bahwa hubungan manusia dengan Tuhan harus didasari oleh moralitas, kejujuran, dan keadilan. Nilai-nilai ini membentuk dasar untuk menjalani menjalani kehidupan yang sesuai dengan ajaran Pancasila.
2. Kemanusiaan
Mengandung dimensi humanus, yang artinya etika Pancasila menekankan perlunya, menghormati, menghargai,menjaga serta memajukan martabat manusia dalam segala aspek kehidupan.
3. Persatuan
Mengandung dimensi nilai solidaritas, rasa kebersamaan dan cinta tanah air. Solidaritas mengacu pada persatuan dan saling mendukung antar anggota masyarakat, rasa kebersamaan menunjukkan pentingnya kerja sama dan persatuan, sedangkan cinta tanah air menandakan rasa kasih sayang dan kesetiaan kepada negara Indonesia.
4. Kerakyatan
Mengandung nilai berupa sikap menghargai atau mau mendengarkan pendapat orang lain.
5. Keadilan
Mengandung dimensi nilai peduli, bersedia untuk membantu ketika orang lain sedang kesusahan.

Urgensi Pancasila dalam Sistem Etika:
1. Meletakkan sila-sila Pancasila sebagai etika, berarti menempatkan Pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi bagi penentu sikap, tindakan dan keputusan.
2. Pancasila sebagai sistem etika memberikan pedoman bagi setiap warga negara sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan.
3. Pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi dasar analisis berbagai kebijakan sehingga tidak keluar dari semangat NKRI yang berjiwa Pancasila.

Manajemen B MKU Pancasila -> Analisis Video Pembelajaran

oleh Devi Julianti -
Devi Julianti
2311011040
Pengertian menurut arti katanya, kata filsafat dalam Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani "Philosophia" terdiri dari kata Phile artinya Cinta dan Sophia artinya Kebijaksanaan.

Aliran-aliran filsafat :
1. Berfilsafat Rationalisme mengagungkan akal
2. Berfilsafat Materialisme mengagungkan materi
3. Berfilsafat Individualisme mengagungkan individualitas
4. Berfisafat Hedonisme mengagungkan kesenangan

MANFAAT MEMPELAJARI FILSAFAT :
1. Memperoleh kebenaran yang hakiki, 2. Melatih kemampuan berfikir logis,
3. Melatih berpikir dan bertindak bijaksana,
4. Melatih berpikir rasional dan komprehensif,
5. Menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup, Menghasilkan tindakan yang bijaksana.

PENGERTIAN FILSAFAT PANCASILA
Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FLSAFAT
Pancasila sebagai sistem filsafat memilki cri-cri sebagai berkut.
•Suatu kesatuan bagian-bagian/unsur/elemen/komponen,
•Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri,
•Saling berhubungan dan saling ketergantungan Keseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu (tujuan sistem). Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks.

Wawasan fisafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan Ontologs, Epistemologs, dan Aksiologis :
•Ontologis: menurut Aristoteles adalah imu yang menyeidiki hakkat sesuatu atau tentang ada. Keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafiska
•Epistemologis adalah cabang fisafat yang menyeidki asal syarat, susunan metode, dan
vaiditas imu pengetahuan
•Aksiologs Istiah aksiologi berasal dari kata Yunani axios yang artinya nia manfaat, dan logos yang artinya pikiran, ilmu atau teori.

Manajemen B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Devi Julianti -
Devi Julianti
2311011040
ANALISIS JURNAL PERT 9
Analisis mengenai filsafat ilmu dan relevansinya dalam mengatasi persoalan kebangsaan, terutama korupsi, sangat penting dalam konteks Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Filsafat ilmu, yang meliputi logika, metodologi, sosiologi, dan sejarah ilmu, dapat digunakan sebagai alat untuk memecahkan masalah-masalah nasional.
Filsafat ilmu merupakan telaah kritis terhadap metode yang digunakan dalam mempelajari ilmu tertentu, baik secara empiris maupun rasional. Dalam hal ini, filsafat ilmu berperan dalam mengkaji permasalahan secara ilmiah. Ilmu pengetahuan sendiri adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif, yang bertujuan untuk mencapai kebenaran, pemahaman, penjelasan, dan penerapan. Dalam konteks ini, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia juga mengandung nilai-nilai filsafat ilmu.
Pancasila memiliki nilai-nilai ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Secara ontologi, Pancasila adalah sistem nilai atau prinsip yang mendasari bentuk negara Indonesia. Nilai-nilai ini mencakup pengembangan sikap saling menghormati antar manusia. Secara epistemologi, Pancasila memiliki sumber-sumber pengetahuan dan konsep-konsep nasionalisme yang harus digunakan sebagai pedoman dalam kehidupan sosial Indonesia. Secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila memberikan kontribusi dalam kehidupan masyarakat Indonesia melalui nilai-nilai keadilan sosial dan kemanusiaan.
Dalam konteks penanganan korupsi, filsafat ilmu dapat memberikan pemahaman mengenai metode ilmiah yang digunakan untuk memecahkan masalah ilmiah. Sikap ilmiah yang diperlukan dalam memecahkan masalah ilmiah juga dapat diterapkan dalam penanganan korupsi.