Forum Analisis Jurnal

Forum Analisis Jurnal

Number of replies: 85

Silahkan link videonya anda kumpulkan disini.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Nafisa Agesti -
Nama :Nafisa Agesti
NPM:2311011002
yang Dapat kita fahami bahwa filsafat ilmu adalah ilmu yang mendasari dari ilmu-ilmu yang lainya atau yang mengkritisi ilmu-ilmu yang lainya. adapun pengertian filsafat pada umumnya itu sendiri ialah suatu pemikiran terhadap persoalan-persoalan mengenai segala macam cabang ilmu dalam segi kehidupan manusia. filsafat ilmu juga ternyata sebagai ilmu pengetahuan yang mempunyai keterkaitan dengan nilai-nilai yang ada pada pancasila, sebagaimana pancasila itu sebagai dasar-dasar dan hukum negara dan pacasila di indonesia itu sebagai pandangan hidup bagi seluruh rakyatnya.

Adapun pancasila itu ternyata mempunyai nilai-nilai positif yang bisa dilakukan dalam disiplin ilmu, seperti contoh bisa membentuk watak dan karakter dari seluruh warga indonesia.

jika dirinci dari sisi pancasila banyak sisi positifnya diantaranya: sila pertama ketuhanan yang maha esa yaitu bisa menjiwai dan mencakup yang lainya karena dalam sila ini kita diharuskan bisa bersatu walau berbeda, saling menghormati dan tidak boleh membeda-bedakan antar suku, ras, warna kulit ataupun yang lainya.

sila yang kedua yaitu kemanusia yang adil dan beradap, kita harus bisa mengakui derajat dan hak karena setiap manusia mempunyai hak dan keinginan masing-masing.selanjutnya sila yang ketiga yaitu persatuan indonesia, kita diharuskan mementingkan bangsa atau negara kita sendiri karena kita ada dalam lingkup kita sendiri jangan sampai kita melanggar atau membuat aturan tersendiri.

sila keempat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan perwakilan, kita itu dianjurkan dalam mengambil keputusan itu dengan melalui musyawaroh yang disertai dengan semngat dalam kekeluargaan dan tanggung jawab bersama.

yang terakhir sila kelima yaitu keadilan bagi seluruh rakyat indonesia, kita harus bisa bersatu saling gotong royong.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Azizah Arifiani Apriyanto 2311011042 -
Nama : Azizah Arifiani Apriyanto
Npm. : 2311011042

Analisis jurnal :
Kajian mengenai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia melalui filsafat ilmu menjadi sangat penting jika dikaitkan dengan permasalahan bangsa saat ini. Filsafat ilmu yang memiliki tiga aspek (ontologi, epistemologi, dan aksiologi) dapat digunakan sebagai alat untuk menyelesaikan permasalahan bangsa, terutama dalam kasus korupsi. Solusi yang diberikan adalah dengan memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila.

Hasil kajian tentang nilai-nilai Pancasila dari sudut pandang filsafat ilmu, yaitu: pertama, secara ontologi, Pancasila memiliki ajaran dan nilai-nilai, seperti mengembangkan sikap saling menghargai antar sesama manusia; kedua, secara epistemologi, Pancasila memiliki sumber-sumber pengetahuan dan konsep-konsep kebangsaan yang harus dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia; ketiga, secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila memiliki sumbangan dalam kehidupan masyarakat Indonesia melalui nilai-nilai luhur dalam keadilan sosial dan kemanusiaan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Yesi Dwi Anggraheni 2351011012 -
Nama: Yesi Dwi Anggraheni
NPM: 2351011012

FILSAFAT ILMU
DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA:
RELEVANSINYA DALAM MENGATASI
PERSOALAN KEBANGSAAN


Pengkajian Pancasila dengan menggunakan pisau analisis filsafat ilmu adalah hal yang menarik karena di dalam nilai-nilai Pancasila secara genuine sudah terkandung juga filsafat ilmu.
Filsafat ilmu pada dasarnya adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik itu secara empiris maupun rasional.

Filsafat ilmu merupakan bagian filsafat yang mencoba berbuat bagi keilmuan yang dikerjakan filsafat terhadap seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan
dua hal : di satu sisi, membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta serta menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di sisi lain, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan dan tindakan (Gie, 2007:59).

Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai
luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis. Agar ia dapat menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia yang lestari tetapi juga dinamis berkembang, nilai luhur dan nilai dasarnya harus dapat bersifat tetap, sementara nilai instrumentalnya harus semakin dapat direformasi dengan perkembangan tuntutan zaman.

Di samping itu, Pancasila mampu dijadikan pangkal sudut pandang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan (science of knowledge) yang dalam karya-karya berikutnya ditunjukkan segi-
segi ontologik, epistemologi, dan aksiologinya sebagai raison d’etre bagi Pancasila sebagai suatu faham atau aliran filsafati (Wibisono, 1995:126)

Pancasila mempunyai pengertian secara umum sebagai pandangan dunia (way of life), pandangan hidup (weltanschauung),
pegangan hidup (weldbeschauung), petunjuk hidup (wereld en levens beschouwing). Dalam hal ini, Pancasila diperuntukkan sebagai petunjuk hidup yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari (Kaelan, 1993:67). Dengan kata lain, Pancasila diperuntukkan sebagai petunjuk arah semua kegiatan dan aktivitas hidup dan kehidupan di segala bidang : politik, pendidikan, agama, budaya, sosial dan ekonomi. Ini berarti semua tingkah laku dan tindak tanduk perbuatan manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila.

Secara etimologis, menurut tingkatnya, kata “Pancasila” berasal dari bahasa Sansekerta, India (bahasa kasta Brahmana). Menurut Prof. Muhammad Yamin, dalam bahasa Sansekerta perkataan ”Pancasila” ada dua macam arti, yaitu: Panca artinya ‘lima’, sedangkan, syiila berkaitan dengan peraturan tingkah laku yang penting/ baik. Dengan demikian, Pancasila itu memiliki
prinsip-prinsip moral dan etika (Kaelan, 1993:18).

Pancasila disebut juga weltanschauung atau pandangan hidup dan Pancasila mengandung prinsip-prinsip mulia.

Koento Wibisono menyatakan bahwa untuk mengembangkan Pancasila, pertama harus ada unsur keyakinan. Yang kedua adalah unsur mitos. Yang ketiga adalah loyalitas. Selain itu, dalam ideologi terkandung juga adanya tiga sub unsur, yaitu rasional, penghayatan dan susila (Bakry, 2001: 36).

Filsafat ilmu sebagai dasar sebuah ilmu pengetahuan (science of knowledge) dapat mengembangkan Pancasila dengan tiga cara, yakni ontologi, epistemologi dan aksiologi.

Untuk mengatasi persoalan kebangsaan dalam upaya pengembangan Pancasila diperlukan beberapa faktor.

1. Harus ada proses penyadaran terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang memiliki banyak makna bagi kehidupan umat manusia.
2. Memperbaiki mental pejabat negara agar tidak selalu melakukan korupsi yaitu dengan selalu menanamkan nilai-
nilai Pancasila.
3. Menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hati nurani.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Ummi Nur Aisyah -
NAMA : Ummi nur aisyah
NPM : 2311011028

Filsafat ilmu adalah cabang filsafat yang mempelajari sifat, metode, dan tujuan ilmu pengetahuan. Filsafat ilmu membahas pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang bagaimana pengetahuan diperoleh, disusun, dan digunakan untuk memahami dunia.
Dalam konteks pengembangan Pancasila, filsafat ilmu memiliki relevansi yang penting dalam mengatasi persoalan kebangsaan.

Beberapa aspek relevansinya adalah metode penelitian yang objektif, sikap kritis terhadap pengetahuan, toleransi dan keberagaman, praktik dialog dan diskusi, serta etika penelitian dan penggunaan ilmu. Dengan menerapkan prinsip-prinsip filsafat ilmu, kita dapat mengatasi persoalan kebangsaan dengan cara yang lebih rasional, objektif, dan inklusif.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by QUEEN ANGGUN MARYAM 2311011054 -
Nama : Queen Anggun Maryam
NPM : 2311011054
Kelas : Manajemen Genap

Hasil Analisis Jurnal : Filsafat Ilmu dan Arah Pengembangan Pancasila

Filsafat ilmu merupakan bagian filsafat yang mencoba berbuat bagi keilmuan yang dikerjakan filsafat terhadap seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan dua hal : di satu sisi, membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta serta menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di sisi lain, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan dan tindakan.

Sejarah Filsafat Ilmu

Filsafat ilmu berawal di Yunani Kuno, tumbuh seiring pengetahuan Barat, dan kemudian mengalami perpecahan dengan ilmu pengetahuan di abad ke-17. Koento Wibisono menggambarkan filsafat sebagai pendorong bagi pertumbuhan cabang-cabang ilmu pengetahuan, dengan filsafat ilmu sebagai kelanjutan dari filsafat pengetahuan. Ini adalah refleksi kritis pada perkembangan ilmu, khususnya dalam konteks filsafat ilmu yang memengaruhi pandangan hidup dan menjawab masalah kehidupan manusia.

Filsafat Ilmu dan Relevansinya dengan Nilai-nilai Pancasila.

Robert Ackermann mendefinisikan filsafat ilmu sebagai evaluasi kritis terhadap pandangan ilmiah saat ini dengan membandingkannya dengan pandangan masa lalu yang telah terbukti atau dengan kerangka konsep yang berkembang dari pandangan tersebut. Filsafat ilmu bukanlah entitas terpisah dari praktik ilmiah. Selain itu, terdapat keterkaitan antara filsafat ilmu dan Pancasila, di mana Pancasila, sebagai pandangan hidup, juga mengandung pengetahuan yang dapat dikembangkan dalam kerangka filsafat ilmu dengan nilai-nilai positif yang membentuk karakter bangsa Indonesia. Sebagai landasan intelektual, Pancasila memengaruhi cara berpikir bangsa dalam konteks ilmu pengetahuan dan filosofi yang dapat mencakup berbagai aspek budaya dan agama.

Pengembangan Nilai-Nilai Pancasila

Pancasila disebut juga weltanschauung atau pandanganhidup. Hal itu menunjukkan bahwa Pancasila merupakan gagasan vital bangsa, sistem nilai dasar yang derivasinya terbangun ke dalam sistem moral dan sistem hukum negara bangsa, negara kesatuan RI modern. Sebagai pandangan hidup, Pancasila mengandung sistem normatif preskreptif bagi kehidupan manusia Pancasila mengandung prinsip-prinsip mulia. Kehendak untuk menegakkan negara Indonesia pastilah didasari oleh niat dan
pedoman yang baik. Gagasan-gagasan yang terkandung di dalamnya merangkum kebijaksanaan bangsa Indonesia atas konteks budaya dan agama yang berabad lamanya disimpan sebagai norma etis. Unsur-unsur kebaikan tercantum dan menjadi pedoman masyarakat Indonesia.

Problem Kebangsaan Dan Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila.

Salah satu permasalahan aktual yang serius adalah penyebaran korupsi oleh pejabat negara dan daerah yang merusak peradaban Indonesia. Korupsi yang menjadi budaya dapat menghambat kemajuan negara dan daya saingnya. Praktek korupsi yang meningkat di Indonesia disebabkan oleh ketidakmampuan pejabat negara dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. Mereka terlihat apatis dan tidak memperhatikan Pancasila sebagai landasan moral. Pancasila seringkali dijadikan sekadar identitas formal tanpa implementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila adalah bagian integral dari eksistensi manusia, terlepas dari konteks konkret. Driyarkara mengilustrasikan bahwa Pancasila terkandung dalam hubungan manusia yang bersifat saling ketergantungan ("Aku-Engkau"), bukan dalam perbedaan ("Aku-Engkau"). Oleh karena itu, jika nilai-nilai Pancasila sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari diri manusia, maka masalah-masalah kebangsaan dapat diatasi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Sealshie Triangel Heavenly_2311011018 -
Sealshie Triangel Heavenly
2311011018
Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat yang berusaha memberikan kontribusi dalam pemahaman ilmiah yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Filsafat ilmu memiliki dua peran utama: pertama, membangun teori-teori tentang alam semesta dan manusia, yang kemudian digunakan sebagai dasar keyakinan dan tindakan; kedua, melakukan evaluasi kritis terhadap semua yang dianggap sebagai dasar untuk keyakinan dan tindakan.

Sejarah filsafat ilmu dimulai di zaman Yunani Kuno, dan berkembang seiring dengan peningkatan pengetahuan di dunia Barat. Kemudian, filsafat ilmu mengalami perpecahan dengan ilmu pengetahuan pada abad ke-17. Koento Wibisono menjelaskan bahwa filsafat ilmu memainkan peran penting dalam mendorong perkembangan berbagai disiplin ilmu dan merupakan kelanjutan dari filsafat pengetahuan. Ini melibatkan evaluasi kritis terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, yang pada gilirannya memengaruhi cara kita melihat dan menjawab pertanyaan-pertanyaan penting dalam hidup manusia.

Filsafat ilmu memiliki relevansi dengan nilai-nilai Pancasila, sebagaimana dijelaskan oleh Robert Ackermann. Filsafat ilmu adalah evaluasi kritis terhadap pandangan ilmiah saat ini dengan membandingkannya dengan pandangan masa lalu yang telah terbukti benar atau dengan kerangka konsep yang berkembang dari pandangan tersebut. Filsafat ilmu tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam praktik ilmiah. Ada juga keterkaitan antara filsafat ilmu dan Pancasila, di mana Pancasila sebagai pandangan hidup mengandung elemen-elemen pengetahuan yang dapat berkembang dalam kerangka filsafat ilmu dengan nilai-nilai positif yang membentuk karakter bangsa Indonesia. Pancasila, sebagai landasan intelektual, memengaruhi cara berpikir bangsa dalam kerangka ilmu pengetahuan dan filosofi yang mencakup berbagai aspek budaya dan agama.

Pengembangan nilai-nilai Pancasila mencerminkan bagian integral dari norma etis dalam kehidupan manusia dan merupakan pandangan hidup yang melandasi sistem nilai dasar, moral, dan hukum negara. Pancasila bukan hanya identitas formal, melainkan pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Salah satu tantangan yang dihadapi bangsa adalah maraknya korupsi yang merusak peradaban Indonesia. Korupsi, yang sudah menjadi budaya, dapat menghambat kemajuan dan daya saing negara. Penyebaran korupsi disebabkan oleh ketidakmampuan pejabat negara dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. Pentingnya menghidupkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari tidak boleh diabaikan, sehingga masalah kebangsaan dapat diatasi.
In reply to Sealshie Triangel Heavenly_2311011018

Re: Forum Analisis Jurnal

by Rahma aliyati 2311011030 -
NAMA:RAHMA ALIYATI
NPM:2311011030
SEJARAH FILSAFAT ILMU
filsafat ilmu berasal dari bahsa yunani kuno, filsafat ilmu muncul karena munculnya sebuah pengetahuan dari barat, perkembangan ilmu pengetahuan di abad ke 17 mengalami peprpecahan di mana ilmu dan filsafat berdiri sendiri dapat di simpulkan bahwa pada abad ke 17 ilmu identik dengan filsafat. ilmu pengetahuan adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif yang terdiri dari beberapa metode berupa aneka prosedure dan tata langkah segingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sisitematis, fransis bacon mengembangkan semboyan knowledge is power yang menyalirkan bahwa peranan ilmu pengetahuan terhadap kehidupan manusia ,baik individual maupun sosial sangat menentukan. karena implikasi yang timbul sangat erat hubungannya dengan dengan ilmu yang lain.
FILSAFAT ILMU DAN RELEVANSINYA DENGAN NILAI NILAI PANCASILA
filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan persolana mengenai segala hal yang menyagkut kehidupan umat manusia. filsafat ilmu merupakan satu bidang pemetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal balik dan saling pengaruh antara filsafat dan ilmu. pancasila sejak semula di jadikan waltanschauung atau pandagan hidup bangsa indonesia,sekaligus prinsip prinsip sangat berhubungan dengan nilai nilai yang mendasari urusan kemasyarakatan.pancasila merupakan sebuah pandangan hidup dunia yang juga dapat di tanamkan nilai nilai filsafat .
PENGEMBANGAN NILAI NILAI PANCASILA
pancasila mempunyai pengertian secara umum sebagai pandangan dunia,pandangan hidup,pegangan hidup,petunjuk hidup,. pengembangan pancasila secara terus menerus melalui jalur keilmuan itu akan berdampak signifikan ,pancasila dapat memberikan dampak signifikan .
PROBLEM KEBANGSAAN DAN PENGAMALAM NILAI NILAI PANCASILA
proses kebangsaan indonesia sampai hari ini terus berlangsung dengan berbagai dinamika dan permasalahan .
dari uraian di ats dapat di simpulkan bahwa kehadiran filsafat di perguruan tinggi bahkan dalam kehidupan manusia amatlah penting.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Riziq Fatur Ramadan 2351011036 -
Nama: Riziq Fatur ramadan
Npm: 2351011036

Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Akan tetapi, pada perkembangannya ternyata ilmu pengetahuan di abad ke-17 mengalami perpecahan, di mana ilmu dan filsafat berdiri sendiri.

Dengan demikian, dapat dikemukakan bahwa sebelum abad ke-17 ilmu identik dengan filsafat. Pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran Van Peursen (1985) yang mengemukakan bahwa dahulu ilmu merupakan bagian dari filsafat, sehingga definisi tentang ilmu bergantung pada sistem filsafat yang dianut. Koento Wibisono menyatakan bahwa filsafat itu sendiri telah mengantarkan adanya suatu konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana “pohon ilmu pengetahuan” telah tumbuh mekar-bercabang secara subur.
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dapat dipahami bahwa para filsuf Yunani Kuno ternyata telah merintis tentang pengertian apa itu filsafat ilmu dan bagaimana ilmu pengetahuan itu harus diletakkan? Ilmu pengetahuan menampakkan diri sebagai masyarakat, sebagai proses dan sebagai produk, di mana kaidah-kaidah ilmu pengetahuan itu dikatakan oleh Robert Merton adalah universalisme, komunalisme, disinterestedness dan skeptisisme yang terarah (Wibisono, 2009:2).

Sementara itu, perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru bahkan ke arah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-spesialisasi. Oleh karena itu, tepatlah apa yang dikemukakan oleh Van Peursen (1985), bahwa ilmu pengetahuan dapat dilihat sebagai suatu sistem yang jalin-menjalin dan taat asas (konsisten) dari ungkapan-ungkapan yang sifat benar-tidaknya dapat ditentukan.

Ilmu pengetahuan adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif yang terdiri dari berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan atau perorangan untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan penerapan.
Francis Bacon (1561-1626) mengembangkan semboyan
Knowledge is Power yang mensinyalir bahwa peranan ilmu pengetahuan terhadap kehidupan manusia, baik individual maupun sosial menjadi sangat menentukan. Karena itu, implikasi yang timbul adalah bahwa ilmu yang satu sangat erat hubungannya dengan ilmu yang lain, serta semakin kaburnya garis batas antara ilmu dasar-murni atau teoritis dengan ilmu terapan atau praktis.
Untuk mengatasi gap antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lain dibutuhkan satu bidang ilmu yang dapat menjembatani serta mewadahi perbedaan yang muncul. Filsafat mampu mengatasi hal tersebut. Ini senada dengan pendapat Immanuel Kant yang menyatakan bahwa filsafat merupakan disiplin ilmu yang mampu
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Wike Handayani 2311011082 -
Nama : Wike Handayani
NPM : 2311011082
Dari jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa kehadiran filsafat di Perguruan Tinggi, bahkan dalam kehidupan manusia, amatlah penting. Hal itu tampak nyata dengan diajarkannya filsafat ilmu di semua bidang disiplin pada jenjang S1, S2 dan S3. Filsafat ilmu juga dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan secara ilmiah yang bermuara pada melemahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.
Filsafat ilmu merupakan bagian filsafat yang mencoba berbuat bagi keilmuan yang dikerjakan filsafat terhadap seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan
dua hal : di satu sisi, membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta serta menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di sisi lain, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan dan tindakan (Gie, 2007:59).
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Mutia Nur Fajar Annisa_ 2311011070 -
Nama : Mutia Nur Fajar Annisal
NPM : 2311011070

Analisis Jurnal Pertemuan 9

Filsafat ilmu merupakan cabang filsafat yang berupaya memberikan kontribusi terhadap seluruh pengetahuan yang manusia miliki. Filsafat ilmu memiliki dua peran utama: pertama, membangun teori tentang manusia dan alam semesta sebagai dasar bagi keyakinan dan tindakan; kedua, melakukan evaluasi kritis terhadap segala hal yang dianggap sebagai dasar keyakinan dan tindakan.

Sejarah filsafat ilmu dimulai di Yunani Kuno, berkembang sejalan dengan perkembangan pengetahuan Barat, dan kemudian mengalami perpecahan dengan ilmu pengetahuan modern pada abad ke-17. Filsafat ilmu adalah refleksi kritis terhadap perkembangan ilmiah, memengaruhi pandangan hidup, dan merespons masalah kemanusiaan.

Relevansi filsafat ilmu dengan nilai-nilai Pancasila terletak pada pemahaman bahwa Pancasila adalah pandangan hidup yang mencakup pengetahuan dan nilai-nilai positif. Ini menggambarkan bahwa Pancasila adalah dasar intelektual yang dapat memengaruhi cara berpikir dalam ilmu pengetahuan, filosofi, dan budaya. Pancasila juga berperan dalam pengembangan karakter bangsa Indonesia, mengikuti sistem normatif preskriptif yang merangkum kebijaksanaan budaya dan agama yang telah berabad-abad ada.

Namun, pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam konteks kebangsaan sering menghadapi hambatan, terutama terkait dengan masalah korupsi. Korupsi yang merusak peradaban Indonesia disebabkan oleh kurangnya penerapan nilai-nilai Pancasila oleh pejabat negara. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih serius untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara agar masalah-masalah kebangsaan dapat diatasi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by INAYA MAULIDINA -
NAMA : INAYA MAULIDINA
NPM : 2311011024

Lunturnya pemahaman bangsa Indonesia mengenai Pancasila sebagai pandangan hidup (way of life) menjadi tugas dari disiplin filsafat ilmu untuk mengkaji secara ilmiah dengan mengedepankan sikap akademis dan intelektual yang tinggi, sehingga dapat diperoleh pemecahan masalah secara komprehensif. filsafat ilmu sebagai dasar ilmu pengetahuan harus mampu mengembangkan Pancasila sebagai dasar-dasar ilmu pengetahuan yang sesungguhnya mempunyai nilai-nilai luhur untuk mengatasi persoalan kehidupan manusia dengan menggunakan aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi. ilmu pengetahuan adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif yang terdiri dari berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang gejala sistematis mengenai-gejala kealaman, kemasyarakatan atau individu untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan penerapan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by AZIKA EDRA AVIOLETA -
Nama : Azika Edra Avioleta
Npm : 2311011044

Dalam jurnal ini memaparkan pentingnya mempelajari Pancasila dan filsafat nasional Indonesia melalui kacamata ilmu filsafat. Filsafat ilmu dapat membantu menganalisis dan memahami nilai-nilai Pancasila ditinjau dari ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Jurnal ini juga menekankan perlunya pengembangan Pancasila di bidang pendidikan dan akademik untuk mengatasi permasalahan nasional seperti korupsi dan perselisihan antar agama.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Putri Nuraini Azzahra 2311011072 -
Putri Nuraini Azzahra
2311011072

Pengkajian Pancasila dengan menggunakan pisau analisis filsafat ilmu adalah hal yang menarik karena di dalam nilai-nilai Pancasila secara genuine sudah terkandung juga filsafat ilmu. Filsafat ilmu pada dasarnya adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik itu secara empiris maupun rasional. Filsafat ilmu merupakan bagian filsafat yang mencoba berbuat bagi keilmuan yang dikerjakan filsafat terhadap seluruh pengalaman manusia.


Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena minculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Akan tetapi, pada perkembangannya ternyata ilmu pengetahuan di abad ke-17 mengalami perpecahan, di mana ilmu dan filsafat berdiri sendiri.
Dengan demikian, dapat dikemukakan bahwa sebelum abad ke-17 ilmu identik dengan filsafat. Pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran Van Peursen (1985) yang mengemukakan dahulu ilmu merupakan bagian dari filsafat, sehingga definisi tentang ilmu bergantung pada sistem filsafat yang dianut.
Filsafat sebagai pandangan hidup hampir sama juga dengan Pancasila yang merupakan way of life. Karena itu, Pancasila dan Filsafat juga memiliki ilmu pengetahuan (knowledge). Hubungan hubungan keilmuan tampak terlihat di dalam nilai nilai Pancasila yang terdiri dari lima sila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by SAFNAH ZAQIYAH -
Safnah Zaqiyah
2311011038


Fillsafat ilmu adalah ilmu yang mendasari dari ilmu-ilmu yang lainya atau yang mengkritisi ilmu-ilmu yang lainya. adapun pengertian filsafat pada umumnya itu sendiri ialah suatu pemikiran terhadap persoalan-persoalan mengenai segala macam cabang ilmu dalam segi kehidupan manusia. filsafat ilmu juga ternyata sebagai ilmu pengetahuan yang mempunyai keterkaitan dengan nilai-nilai yang ada pada pancasila, sebagaimana pancasila itu sebagai dasar-dasar dan hukum negara dan pacasila di indonesia itu sebagai pandangan hidup bagi seluruh rakyatnya.

Relevansi filsafat ilmu dengan nilai-nilai Pancasila terletak pada pemahaman bahwa Pancasila adalah pandangan hidup yang mencakup pengetahuan dan nilai-nilai positif. Ini menggambarkan bahwa Pancasila adalah dasar intelektual yang dapat memengaruhi cara berpikir dalam ilmu pengetahuan, filosofi, dan budaya. Pancasila juga berperan dalam pengembangan karakter bangsa Indonesia, mengikuti sistem normatif preskriptif yang merangkum kebijaksanaan budaya dan agama yang telah berabad-abad ada.

Adapun pancasila itu sendiri mempunyai nilai-nilai positif yang bisa dilakukan dalam disiplin ilmu, seperti contoh bisa membentuk watak dan karakter dari seluruh warga indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Gusti Made Arsana 2311011068 -
NAMA : GUSTI MADE ARSANA
NPM : 2311011068

Analisis jurnal :
FILSAFAT ILMU DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA:
RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN

jurnal tersebut berbicara tentang hubungan antara Filsafat Ilmu dan Nilai-Nilai Pancasila, serta bagaimana Pancasila dapat memengaruhi pemikiran filsafat ilmu. Di bawah ini adalah beberapa poin utama yang bisa diambil dari jurnal tersebut:

Filsafat Ilmu: Filsafat ilmu adalah bidang pemikiran yang mencakup refleksi kritis terhadap isu-isu yang berkaitan dengan dasar-dasar ilmu pengetahuan dan hubungannya dengan kehidupan manusia. Ini mencakup analisis logika, metodologi, sosiologi, dan sejarah ilmu.

Pancasila: Pancasila adalah pandangan hidup yang merupakan dasar negara Indonesia. Ia mencakup lima nilai luhur, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Relevansi Pancasila dengan Filsafat Ilmu: Pancasila memiliki nilai-nilai filosofis yang mendalam. Filsafat ilmu dapat memanfaatkan nilai-nilai ini dalam mengembangkan pengetahuan. Pancasila dapat dianggap sebagai pandangan dunia atau filsafat yang memandu cara berpikir dan berperilaku bangsa Indonesia.

Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi: Pancasila dapat memengaruhi ontologi (pemahaman tentang hakikat kenyataan), epistemologi (teori pengetahuan), dan aksiologi (pemahaman tentang nilai-nilai) dalam konteks filsafat ilmu.

Ilmu dan Nilai: Teks tersebut menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak bebas dari nilai. Ilmu pengetahuan di Indonesia harus tunduk pada nilai-nilai Pancasila, yang mencakup Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.

Dengan demikian, jurnal ini menggarisbawahi bahwa Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pandangan dunia yang dapat memengaruhi pemikiran ilmiah dan filsafat ilmu di Indonesia. Pancasila berperan sebagai panduan nilai dan etika dalam pengembangan pengetahuan ilmiah yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Desti riani 2311011122 -
Desti Riani
2311011122

Dari jurnal tersebut kita bisa mengetahui bahwa;
kehadiran filsafat di Perguruan Tinggi, bahkan dalam kehidupan manusia, amatlah penting. Hal itu terlihat dari diajarkannya filsafat ilmu di semua bidang disiplin pada jenjang S1, S2 dan S3. Filsafat nilai-nilai Pancasila yang memiliki ilmu pengetahuan dan hakekat pengetahuan dapat dikaji melalui filsafat ilmu secara ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ilmu tersebut  juga dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan secara ilmiah yang bermuara pada melemahnya
pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, pengembangan Pancasila dapat dilakukan dengan filsafat ilmu. Dalam konteks ini, seorang ilmuwan dan akademisi memiliki peran dan fungsi yang sangat signifikan sebagai mediator untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai
Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Anggela Kurnia Ilmi 2311011048 -
NAMA: ANGGELA KURNIA ILMI
NPM: 2311011048

Filsafat ilmu pada dasarnya adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik itu secara empiris maupun rasional. Filsafat ilmu sebagai dasar ilmu pengetahuan harus mampu mengembangkan Pancasila sebagai dasar-dasar ilmu pengetahuan yang sesungguhnya mempunyai nilai-nilai luhur untuk mengatasi persoalan kehidupan manusia dengan menggunakan aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi.

Sejarah Filsafat Ilmu Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dapat dipahami bahwa para filsafat Yunani Kuno ternyata telah merintis tentang pengertian apa itu filsafat ilmu dan bagaimana ilmu pengetahuan itu harus diletakkan.

Ilmu pengetahuan adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif yang terdiri dari berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang gejala sistematis mengenai-gejala kealaman, kemasyarakatan atau individu untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan penerapan.

Implikasi yang timbul adalah bahwa ilmu yang satu sangat erat dengan ilmu yang lain, serta semakin kaburnya garis batas antara ilmu dasar-murni atau teoritis dengan ilmu terapan atau praktek. Pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerus pengembangan filsafat pengetahuan.

Selain itu, filsafat sebagai pandangan hidup hampir sama juga dengan Pancasila yang merupakan way of life.
Oleh karena itu, Pancasila dan filsafat juga memiliki ilmu pengetahua.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Kurnia dita indriana -
Nama :kurnia dita indriana
NPM :2311011010


Sejarah Filsafat Ilmu

Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat.
Akan tetapi, pada perkembangannya ternyata ilmu pengetahuan di abad ke-17 mengalami perpecahan, di mana ilmu dan filsafat berdiri
sendiri.Dengan demikian, dapat dikemukakan bahwa sebelum abad ke-17 ilmu identik dengan filsafat. Pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran Van Peursen (1985) yang mengemukakan bahwa dahulu ilmu merupakan bagian dari filsafat, sehingga definisi tentang ilmu bergantung pada sistem filsafat yang dianut.Koento
Wibisono menyatakan bahwa filsafat itu sendiri telah mengantarkan adanya suatu konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana “pohon ilmu pengetahuan” telah tumbuh mekar-bercabang secara subur.Sementara itu, perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru bahkan
ke arah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-spesialisasi. Oleh karena itu, tepatlah apa yang dikemukakan oleh Van Peursen (1985), bahwa ilmu pengetahuan dapat dilihat sebagai suatu sistem yang jalin-menjalin dan taat asas (konsisten) dari ungkapan-ungkapan yang sifat benar-tidaknya dapat ditentukan.Ilmu pengetahuan adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif yang terdiri dari berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan
pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman,kemasyarakatan atau perorangan untuk tujuan mencapai kebenaran,
memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan penerapan.


Filsafat Ilmu dan Relevansinya dengan Nilai-Nilai Pancasila
Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap
persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut
landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari
kehidupan umat manusia. Filsafat ilmu merupakan satu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal-balik dan saling-pengaruh antara
filsafat dan ilmu.

Robert Ackermann mendefinisikan filsafat ilmu adalah sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap pendapat-pendapat lampau yang telah dibuktikan atau dalam kerangka ukuran-ukuran yang
dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu.Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai
ideologis yang berderajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai
luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis.Agar ia dapat menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia yang lestari tetapi juga dinamis berkembang, nilai luhur dan nilai dasarnya harus dapat bersifat tetap, sementara nilai instrumentalnya harus semakin dapat direformasi dengan perkembangan tuntutan
zaman.Di samping itu, Pancasila mampu dijadikan pangkal sudut
pandang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan (science of
knowledge) yang dalam karya-karya berikutnya ditunjukkan segisegi ontologik, epistemologi, dan aksiologinya sebagai raison d’etre bagi Pancasila sebagai suatu faham atau aliran filsafati.Pancasila merupakan sebuah pandangan dunia atau world view yang juga dapat ditanamkan nilai-nilai filsafat. Pancasila adalah filsafat bangsa yang sesungguhnya berhimpit dengan jiwa
bangsa. Di sini yang muncul adalah kapasitas pengetahuan bangsa,misalnya yang berkaitan dengan hakikat kenyataan dan kebenaran.Hakikat kenyataan dan kebenaran serta nilai-nilai filsafat tersebut sebenarnya adalah bagian dari aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi yang harus dieksplorasi oleh filsafat ilmu dalam upaya mengembangkan Pancasila.
Sebagai pandangan dunia atau filsafat, Pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa,
yang dalam usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Bahan materialnya adalah berbagai butir dan ajaran kebijaksanaan dalam budaya etnik maupun agama.


Pengembangan Nilai- Nilai Pancasila
Pancasila mempunyai pengertian secara umum sebagai
pandangan dunia (way of life), pandangan hidup (weltanschauung),
pegangan hidup (weldbeschauung), petunjuk hidup (wereld en
levens beschouwing). Dalam hal ini, Pancasila diperuntukkan
sebagai petunjuk hidup yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain,Pancasila
diperuntukkan sebagai petunjuk arah semua kegiatan dan aktivitas hidup dan kehidupan di segala bidang : politik, pendidikan, agama,
budaya, sosial dan ekonomi. Ini berarti semua tingkah laku dan
tindak tanduk perbuatan manusia Indonesia harus dijiwai dan
merupakan pancaran dari semua sila Pancasila.
Secara etimologis, menurut tingkatnya, kata “Pancasila” berasal dari bahasa Sansekerta, India (bahasa kasta Brahmana).
Menurut Prof. Muhammad Yamin, dalam bahasa Sansekerta
perkataan ”Pancasila” ada dua macam arti, yaitu: Panca artinya
‘lima’, sedangkan, syiila berkaitan dengan peraturan tingkah laku
yang penting/ baik. Adapun isi dari Pancasila adalah sebagai berikut:
Ketuhanan Yang Maha Esa, sila pertama ini meliputi dan menjiwai
sila-sila kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia,
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Di dalam sila pertama ini kita harus percaya dan taqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, saling menghormati dan
bekerjasama antara pemeluk agama, saling menghormati kebebasan
dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masingmasing, tidak memaksakan satu agama dan kepercayaan kepada
orang lain.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Kinanti Trisnajati -
Nama:Kinanti Trisnajati
NPM:2311011078

Dalam jurnal membahas tentang sejarah filsafat ilmu, dalam jurnal ini juga dibahas relevansinya filsafat ilmu dengan nilai-nilai pancasila,Filsafat ilmu sebagai dasar sebuah ilmu pengetahuan (science of knowledge) dapat mengembangkan Pancasila dengan tiga cara, yakni ontologi, epistemologi dan aksiologi. Pancasila merupakan sebuah pandangan dunia atau world view yang juga dapat ditanamkan nilai-nilai filsafat. Pancasila adalah filsafat bangsa yang sesungguhnya berhimpit dengan jiwa
bangsa serta dalam menangani problem kebangsaan, filsafat ilmu dapat digunakan untuk menyelesaikan nya, dalam konteks ini akademisi/Perguruan tinggi memiliki peran yang penting untuk memberi pemahaman tentang nilai-nilai pancasila dan pengembangan pancasila harus bisa mengikuti perkembangan zaman.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Sutriyah Sutriyah -
Nama : Sutriyah
NPM : 2311011076

Bab 9 : Analisis Jurnal
Filsafat Ilmu
dan Arah Pengembangan Pancasila:
relevansinya Dalam Mengatasi Persoalan Kebangsaan

1. Sejarah Filsafat Ilmu
Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Pada abad ke-17 filsafat dan ilmu berdiri sendiri. Pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerus pengembangan filsafat pengetahuan

2. Filsafat Ilmu dan Relevansinya dengan Nilai-Nilai Pancasila
Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang mencakup landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis.

Pancasila merupakan sebuah pandangan dunia atau world view yang juga dapat ditanamkan nilai-nilai filsafat. Pancasila adalah filsafat bangsa yang sesungguhnya berhimpit dengan jiwa bangsa. Di sini yang muncul adalah kapasitas pengetahuan bangsa, misalnya yang berkaitan dengan hakikat kenyataan dan kebenaran sebagai bagian dari aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi yang harus dieksplorasi oleh filsafat ilmu dalam upaya mengembangkan Pancasila.

3. Pengembangan nilai-nilai Pancasila
Pancasila mempunyai pengertian secara umum sebagai pandangan dunia (way of life), pandangan hidup (weltanschauung), pegangan hidup (weldbeschauung), petunjuk hidup (werelden levens beschouwing). Sehingga pancasila baik secara ontologi, epistemologi, dan aksiologi telah termaktub dalam Pancasila dalam pengertian umum tersebut.

4. Masalah Kebangsaan dan Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila
Untuk mengatasi masalah kebangsaan dalam upaya pengembangan Pancasila diperlukan beberapa faktor. Pertama, harus ada proses penyadaran terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang memiliki banyak makna bagi kehidupan umat manusia. Kedua, memperbaiki mental pejabat negara agar tidak selalu melakukan korupsi yaitu dengan selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hati nurani. Untuk merealisasikan pengamalan Pancasila dalam upaya mengatasi persoalan kebangsaan di Indonesia, maka pengamalan Pancasila dapat dilakukan di jalur pendidikan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by MUTIA AZ ZAHRA -
NAMA : MUTIA AZ ZAHRA
NPM : 2311011034

ANALISIS JURNAL
Dalam artikelnya yang berjudul "Filsafat Ilmu dan Arah Pengembangan Pancasila: Syahrul Kirom membahas mengenai pentingnya mengkaji Pancasila dengan menggunakan analisis filsafat ilmu. Kirom berpendapat bahwa filsafat ilmu dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai-nilai Pancasila, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk mengatasi persoalan kebangsaan.

Syahrul kirom memulai artikelnya dengan menjelaskan bahwa filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik dari segi ontologi, epistemologi, maupun aksiologi. Ontologi adalah kajian mengenai hakikat realitas, epistemologi adalah kajian mengenai hakikat pengetahuan, dan aksiologi adalah kajian mengenai hakikat nilai.

Kemudian ia menjelaskan bahwa Pancasila memiliki tiga dimensi, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Dimensi ontologi Pancasila adalah bahwa hakikat realitas adalah ciptaan Tuhan yang terdiri dari aspek material dan spiritual. Dimensi epistemologi Pancasila adalah bahwa pengetahuan diperoleh melalui dua cara, yaitu nalar dan wahyu. Dimensi aksiologi Pancasila adalah bahwa nilai-nilai Pancasila adalah nilai-nilai yang luhur dan universal, yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

kemudian Ia membahas mengenai relevansi filsafat ilmu dalam mengatasi persoalan kebangsaan. Kirom berpendapat bahwa filsafat ilmu dapat digunakan untuk:

1. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai Pancasila
2. Meningkatkan kualitas pendidikan Pancasila
3. Meningkatkan peran Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Beberapa contoh penerapan filsafat ilmu dalam mengatasi persoalan kebangsaan. Misalnya, filsafat ilmu dapat digunakan untuk:
1. Mengatasi masalah korupsi dengan menerapkan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
2. Mengatasi masalah radikalisme dengan menerapkan nilai-nilai Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
3. Mengatasi masalah kemiskinan dengan menerapkan nilai-nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Sultan Aznam Hossen -
Nama: Sultan Aznam Hossen
NPM: 2351011026

Analisis jurnal pert-9

FILSAFAT ILMU
DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA:
RELEVANSINYA DALAM MENGATASI
PERSOALAN KEBANGSAAN

Kajian mengenai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia melalui filsafat ilmu menjadi sangat penting jika dikaitkan dengan permasalahan bangsa saat ini. Filsafat ilmu yang memiliki tiga aspek (ontologi, epistemologi, dan aksiologi) dapat digunakan sebagai alat untuk menyelesaikan permasalahan bangsa, terutama dalam kasus korupsi. Solusi yang diberikan adalah dengan memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila.

Filsafat ilmu merupakan bagian filsafat yang mencoba berbuat bagi keilmuan yang dikerjakan filsafat terhadap seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan
dua hal : di satu sisi, membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta serta menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di sisi lain, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan dan tindakan (Gie, 2007:59).

Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai
luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis. Agar ia dapat menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia yang lestari tetapi juga dinamis berkembang, nilai luhur dan nilai dasarnya harus dapat bersifat tetap, sementara nilai instrumentalnya harus semakin dapat direformasi dengan perkembangan tuntutan zaman.

Di samping itu, Pancasila mampu dijadikan pangkal sudut pandang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan (science of knowledge) yang dalam karya-karya berikutnya ditunjukkan segi-
segi ontologik, epistemologi, dan aksiologinya sebagai raison d’etre bagi Pancasila sebagai suatu faham atau aliran filsafati (Wibisono, 1995:126).

Filsafat ilmu memiliki relevansi dengan nilai-nilai Pancasila, sebagaimana dijelaskan oleh Robert Ackermann. Filsafat ilmu adalah evaluasi kritis terhadap pandangan ilmiah saat ini dengan membandingkannya dengan pandangan masa lalu yang telah terbukti benar atau dengan kerangka konsep yang berkembang dari pandangan tersebut. Filsafat ilmu tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam praktik ilmiah. Ada juga keterkaitan antara filsafat ilmu dan Pancasila, di mana Pancasila sebagai pandangan hidup mengandung elemen-elemen pengetahuan yang dapat berkembang dalam kerangka filsafat ilmu dengan nilai-nilai positif yang membentuk karakter bangsa Indonesia. Pancasila, sebagai landasan intelektual, memengaruhi cara berpikir bangsa dalam kerangka ilmu pengetahuan dan filosofi yang mencakup berbagai aspek budaya dan agama.
Salah satu permasalahan aktual yang serius adalah penyebaran korupsi oleh pejabat negara dan daerah yang merusak peradaban Indonesia. Korupsi yang menjadi budaya dapat menghambat kemajuan negara dan daya saingnya. Praktek korupsi yang meningkat di Indonesia disebabkan oleh ketidakmampuan pejabat negara dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. Mereka terlihat apatis dan tidak memperhatikan Pancasila sebagai landasan moral. Pancasila seringkali dijadikan sekadar identitas formal tanpa implementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila adalah bagian integral dari eksistensi manusia, terlepas dari konteks konkret.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by NILUH AYUNING RATIH EP_2311011012 -
NAMA : NILUH AYUNING RATIH
NPM : 2311011012

ANALISIS JURNAL PERTEMUAN 9

Filsafat ilmu merupakan cabang filsafat yang berusaha memberikan kontribusi untuk pemahaman yang lebih mendalam terhadap seluruh pengalaman manusia. Filsafat ilmu memiliki dua peran utama: pertama, membangun teori-teori mengenai manusia dan alam semesta yang menjadi dasar bagi keyakinan dan tindakan. Kedua, filsafat ilmu secara kritis memeriksa segala yang dijadikan dasar untuk keyakinan dan tindakan.

Sejarah filsafat ilmu dimulai di Yunani Kuno dan berkembang seiring dengan perkembangan pengetahuan Barat. Ini juga memiliki hubungan yang erat dengan beragam cabang ilmu pengetahuan yang tumbuh. Filsafat ilmu adalah alat untuk merenungkan perkembangan ilmu, terutama dalam konteks pandangan hidup dan solusi atas masalah manusia.

Filsafat ilmu juga memiliki relevansi yang signifikan dengan nilai-nilai Pancasila, yang merupakan pandangan hidup yang mencerminkan pengetahuan dan karakter bangsa Indonesia. Filsafat ilmu membantu mengevaluasi pandangan ilmiah saat ini dengan membandingkannya dengan pandangan masa lalu dan kerangka konsep yang berkembang darinya. Pancasila juga mengandung pengetahuan yang dapat diintegrasikan dalam kerangka filsafat ilmu dengan nilai-nilai positif yang membentuk karakter bangsa.

Pancasila bukan hanya identitas formal, tetapi juga merupakan sistem nilai dasar yang memengaruhi moral dan hukum negara Indonesia. Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah kunci untuk mengatasi masalah kebangsaan seperti korupsi. Penting bahwa nilai-nilai Pancasila menjadi bagian tak terpisahkan dalam eksistensi manusia, yang memungkinkan penyelesaian masalah kebangsaan dan mendorong saling ketergantungan dalam hubungan manusia ("Aku-Engkau").
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Pinka Wianda Putri -
Nama : Pinka Wianda Putri
NPM : 2311011006
Filsafat terhadap seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan dua hal di satu sisi membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta serta menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan. Di sisi lain filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan dan tindakan.

Sejarah filsafat ilmu
Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani kuno di mana filsafat ilmu lahir Karena munculnya sebuah pengetahuan dari barat. Akan tetapi pada perkembangannya ternyata ilmu pengetahuan diabad ke-17 mengalami perpecahan di mana ilmu dan filsafat berdiri sendiri. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa sebelum abad ke-17 ilmu identik dengan filsafat pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran Van peursen.

Filsafat ilmu dan relevansinya dengan nilai-nilai Pancasila.
Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat bangsa. Pancasila sebagai pandangan hidup ternyata juga menyimpan banyak pengetahuan-pengetahuan yang sudah selayaknya dikembangkan oleh disiplin filsafat ilmu yang secara ilmiah mempunyai nilai-nilai muatan positif dalam bentuk watak dan karakter bangsa Indonesia.
Di sisi lain ketika berbicara tentang filsafat ada dua hal yang patut diperhatikan yang pertama filsafat sebagai metode dan kedua filsafat sebagai suatu pandangan. Filsafat sebagai sebuah ilmu pengetahuan akan dijadikan sebagai pandangan hidup terkait dengan Pancasila. Pancasila sebagai sebuah pandangan hidup sudah tentu memiliki nilai-nilai filsafat yang terkandung di dalamnya dan bahkan Pancasila telah memiliki ilmu pengetahuan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by NUZHA TUNNIDA _2311011032 -
NAMA : NUZHA TUNNIDA
NPM : 2311011032
ANALISIS JURNAL

FILSAFAT ILMU DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA : RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN

Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang sederajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan niali teknis. Pancasila merupakan sebuah pandangan dunia atau world view yang dapat ditanmkan dalam nilai-nilai filsafat. Sebagai pandangan dunia atau filsafat, Pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Bahan materialnya adalah berbagai butir dan ajaran kebijaksanaan dalam budaya etnik maupun agama.

Untuk mengatasi persoalan kebangsaan dalam upaya pengembangab Pancasila diperlukan beberapa faktor:
1. Ada proses penyadaran terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang memiliki banyak makna bagi kehidupan umat manusia
2. Memperbaiki mental pejabat negara agar tidak melakukan korupsi dengan selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila.
3. Menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hati nurani.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Amanda Rahmawati -
Nama : Amanda Rahmawati
Npm : 2311011134

Penelitian mengenai Pancasila sebagai pandangan hidup masyarakat Indonesia melalui filsafat ilmu sangat penting karena bisa membantu kita menangani masalah saat ini, terutama korupsi. Filsafat ilmu ini punya tiga aspek yang bisa membantu kita memecahkan masalah bangsa.

Pertama, dalam hal ontologi, Pancasila mengajarkan nilai-nilai seperti saling menghargai sesama manusia. Kedua, dalam epistemologi, Pancasila menjadi dasar pengetahuan dan panduan tentang bagaimana kita hidup bersama di Indonesia. Ketiga, dalam aksiologi, nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan sosial dan kemanusiaan, memberikan kontribusi yang penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Karena itu, perkembangan Pancasila dapat diperkaya dengan pendekatan filsafat ilmu. Dalam konteks ini, para ilmuwan dan akademisi memegang peran besar sebagai perantara untuk menjelaskan nilai-nilai Pancasila. Melalui kebebasan berbicara dan akademik yang bertanggung jawab, penelitian filsafat tentang perkembangan Pancasila sangat relevan dan penting untuk disuarakan oleh perguruan tinggi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by kadek linda yohani 2351011002 -
Nama: Kadek Linda Yohani
NPM: 2351011002

Analisis Jurnal

Filsafat Ilmu dan Arah Pengembangan Pancasila : Relevansinya dalam Mengatasi Persoalan Kebangsaan

Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Akan tetapi, pada perkembangannya ternyata ilmu pengetahuan di abad ke-17 mengalami perpecahan, di mana ilmu dan filsafat berdiri sendiri.

Filsafat ilmu pada dasarnya adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik secara empiris maupun rasional. Filsafat ilmu merupakan bagian filsafat yang mencoba berbuat bagi keilmuan yang dikerjakan filsafat terhadap seluruh pengalaman manusia.

Filsafat ilmu sebagai sumber pengetahuan ternyata memiliki keterkaitan dengan Pancasila. Pancasila sebagai pandangan hidup ternyata juga menyimpan banyak pengetahuan-pengetahuan yang sudah selayaknya dikembangkan oleh disiplin filsafat ilmu yang secara ilmiah mempunyai nilai-nilai muatan positif dalam membentuk watak dan karakter bangsa Indonesia. Pancasila sebagai sebuah pandangan hidup sudah tentu memiliki nilai-nilai filsafat yang terkandung di dalamnya, dan bahkan Pancasila telah memiliki ilmu pengetahuan. Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis. Pancasila sejak semula dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia, sekaligus prinsip-prinsip dasar negara. Dengan demikian, isi pemikiran Pancasila sangat berhubungan dengan nilai-nilai yang mendasari urusan kemasyarakatan. Ketika Pancasila dinyatakan sebagai pandangan hidup, berarti Pancasila itu sendiri memiliki ilmu pengetahuan yang sesungguhnya sangat bermanfaat bagi bangsa Indonesia sebagai petunjuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah seharusnya filsafat ilmu dengan dasar-dasar dan metode ilmiahnya mampu menyelesaikan persoalan persahabatan yang kini dihadapi oleh bangsa Indonesia. Salah satunya adalah lunturnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup di dalam masyarakat. persoalan mengenai lunturnya pemahaman bangsa Indonesia mengenai Pancasila sebagai pandangan hidup menjadi tugas dari disiplin filsafat ilmu untuk mengkaji secara ilmiah dengan mengedepankan sikap akademis dan intelektual yang tinggi, sehingga dapat diperoleh pemecahan masalah secara komprehensif.

Maka, kehadiran filsafat di Perguruan Tinggi, bahkan dalam kehidupan manusia, sangatlah penting. Hal itu tampak nyata dengan diajarkannya filsafat ilmu di semua bidang disiplin pada jenjang S1, S2 dan S3. Filsafat ilmu juga dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan secara ilmiah yang bermuara pada melemahnya pemahaman terhadap masyarakat nilai-nilai Pancasila. Melemahnya pemahaman dan penghayatan masyarakat dapat diatasi dengan melakukan revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Rehan Samli Albab -
Nama : Rehan Samli Albab
Npm : 2351011038
Analisis jurnal :
Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat yang berusaha memberikan kontribusi dalam pemahaman ilmiah yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Filsafat ilmu memiliki dua peran utama: pertama, membangun teori-teori tentang alam semesta dan manusia, yang kemudian digunakan sebagai dasar keyakinan dan tindakan. kedua, melakukan evaluasi kritis terhadap semua yang dianggap sebagai dasar untuk keyakinan dan tindakan.
Sejarah filsafat ilmu dimulai di zaman Yunani Kuno, dan berkembang seiring dengan peningkatan pengetahuan di dunia Barat. Kemudian, filsafat ilmu mengalami perpecahan dengan ilmu pengetahuan pada abad ke-17. Koento Wibisono menjelaskan bahwa filsafat ilmu memainkan peran penting dalam mendorong perkembangan berbagai disiplin ilmu dan merupakan kelanjutan dari filsafat pengetahuan. Pancasila juga berperan sebagai panduan nilai dan etika dalam pengembangan pengetahuan ilmiah yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Vani Vadilah Rihma Yanti 2311011132 -
Nama : Vani Vadilah Rihma Yanti
NPM : 2311011132

FILSAFAT ILMU DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA: RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN

Sejarah filsafat ilmu
Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Koento Wibisono menyatakan bahwa filsafat itu sendiri telah mengantarkan adanya suatu konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana “pohon ilmu pengetahuan” telah tumbuh mekar-bercabang secara subur. 

Filsafat Ilmu dan Relevansinya dengan Nilai-Nilai Pancasila
Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat yang mengandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis. Agar menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia yang lestari dan dinamis berkembang, nilai luhur dan nilai dasarnya harus dapat bersifat tetap, serta nilai instrumentalnya harus dapat direformasi dengan perkembangan zaman. 

Pengembangan Nilai- Nilai Pancasila
menurut Koento Wibisono untuk mengembangkan Pancasila harus ada unsur :
1) keyakinan, menggambarkan keyakinan yang mengorientasikan tingkah laku pendukungnya untuk mencapai cita-cita.
2) mitos, selalu memitoskan ajaran dari seseorang atau “badan” sebagai kesatuan, yang secara fundamental mengajarkan cara yang ideal itu pasti dapat dicapai.
3) loyalitas, loyalitas serta keterlibatann optimal pendukungnya untuk mendapatkan derajat penerimaan optimal.

Problem Kebangsaan dan Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila
Untuk mengatasi persoalan kebangsaan dalam upaya pengembangan Pancasila diperlukan beberapa faktor, yaitu :
1) penyadaran terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang memiliki banyak makna bagi kehidupan umat
manusia.
2) memperbaiki mental pejabat negara agar tidak selalu melakukan korupsi yaitu dengan selalu menanamkan nilainilai Pancasila.
3) menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hati nurani, sehingga penyadaran nilai-nilai Pancasila tidak hanya dilakukan melalui rasio dan pikiran manusia saja, melainkan juga menyentuh hati nurani manusia. 

• secara ontologi, Pancasila mempunyai ajaran dan nilai-nilai luhur, seperti mengembangkan sikap saling menghormati dan menyayangi sesama manusia, di mana Tuhan mempunyai peranan dalam memberikan petunjuk pada manusia.
• secara epistemologi, Pancasila mempunyai sumber pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang sudah seharusnya
dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
• secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila memiliki sumbangan berarti bagi kehidupan umat manusia, nilai-nilai luhur untuk saling membantu dan memberikan rasa keadilan sosial dalam setiap aspek kehidupan manusia. 

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Intan Khairunisa -
Nama: Intan Khairunisa
NPM: 2311011136

Berdasarkan informasi yang saya baca, secara etimologis, menurut tingkatnya, kata “Pancasila” berasal dari bahasa Sansekerta, India (bahasa kasta Brahmana). Menurut Prof. Muhammad Yamin, dalam bahasa Sansekerta perkataan ”Pancasila” ada dua macam arti, yaitu: Panca artinya ‘lima’, sedangkan, syiila berkaitan dengan peraturan tingkah laku yang penting/ baik. Dengan demikian, Pancasila itu memiliki prinsip-prinsip moral dan etika (Kaelan, 1993:18).

Dikarenakan lunturnya pemahaman masyarakat mengenai sebuah pandangan hidup, maka filsafat lahir sebagai cabang ilmu yang mengembangkan cara berfikir serta pemecahan masalah secara komprehensif.

Ketika kita berbicara tentang filsafat, kita harus paham bahwa filsafat merupakan sebuah metode dan suatu cara pandang. Karena hal ini, ilmu pengetahuan filsafat dapat dijadikan sebuah rujukan atau pandangan hidup. Maka dari itu pengembangan Pancasila, harus terus ditingkatkan sehingga memberikan perubahan yang signifikan dan dilakuan penerapannya yang akan membawa kita semua kepada proses kesadaran masing-masing mengenai nilai yang terkandung di dalamnya.

Untuk mengatasi persoalan yang ada. Diperlukan sebuah kesadaran, memperbaiki mental, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hati nurani.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Rakha Luthfi Arifin 2351011004_S1 Manajemen -
Nama:Rakha Luthfi Arifin
NPM :2351011004

Fillsafat ilmu adalah ilmu yang mendasari dari ilmu-ilmu yang lainya atau yang mengkritisi ilmu-ilmu yang lainya. adapun pengertian filsafat pada umumnya itu sendiri ialah suatu pemikiran terhadap persoalan-persoalan mengenai segala macam cabang ilmu dalam segi kehidupan manusia. filsafat ilmu juga ternyata sebagai ilmu pengetahuan yang mempunyai keterkaitan dengan nilai-nilai yang ada pada pancasila, sebagaimana pancasila itu sebagai dasar-dasar dan hukum negara dan pacasila di indonesia itu sebagai pandangan hidup bagi seluruh rakyatnya.

Beberapa aspek relevansinya adalah metode penelitian yang objektif, sikap kritis terhadap pengetahuan, toleransi dan keberagaman, praktik dialog dan diskusi, serta etika penelitian dan penggunaan ilmu. Dengan menerapkan prinsip-prinsip filsafat ilmu, kita dapat mengatasi persoalan kebangsaan dengan cara yang lebih rasional, objektif, dan inklusif.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by FARIDAH DUHA PUTRI -
Nama : Faridah Duha Putri
Npm : 2351011018

Analisis jurnal:
Jurnal tersebut membahas tentang hubungan antara filsafat ilmu dan nilai-nilai Pancasila serta bagaimana Pancasila dapat mempengaruhi pemikiran tentang filsafat ilmu. Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat diambil dari buku harian Anda:

Filsafat Ilmu: Filsafat ilmu adalah bidang pemikiran yang melibatkan refleksi kritis terhadap pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan landasan ilmu pengetahuan dan hubungannya dengan kehidupan manusia. Ini mencakup analisis logis, metodologi, sosiologi dan sejarah sains.
Pancasila: Pancasila adalah pandangan hidup yang menjadi dasar negara Indonesia. Di dalamnya terkandung lima nilai luhur, yakni keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, demokrasi yang berpedoman pada hikmah dalam perdebatan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Arti Penting Pancasila Menurut Filsafat Ilmu: Pancasila mempunyai nilai filosofis yang mendalam. Filsafat ilmu dapat menggunakan nilai-nilai tersebut dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Pancasila dapat dianggap sebagai pandangan dunia atau falsafah yang menjadi pedoman berpikir dan berperilaku masyarakat Indonesia.
Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi: Pancasila dapat mempengaruhi ontologi (pemahaman hakikat realitas), epistemologi (teori pengetahuan) dan aksiologi (pemahaman nilai) dalam konteks filsafat ilmu.
Sains dan nilai: Teks ini menekankan bahwa sains tidak bebas dari nilai. Ilmu pengetahuan Indonesia harus berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila yang meliputi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga merupakan pandangan dunia yang dapat mempengaruhi pemikiran ilmiah dan filsafat ilmiah Indonesia. Pancasila berperan sebagai pedoman nilai dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan sesuai karakter bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Castyllus Devandra Oktafio -
Nama : Castyllus Devandra Oktafio
NPM : 2311011004

Analisis dari jurnal tersebut yaitu ilmu pengetahuan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, baik secara individual maupun sosial. Ilmu pengetahuan membutuhkan sikap ilmiah yang mencakup rasa ingin tahu, spekulatif dan objektif, serta mampu memberikan penilaian dan bersifat tentatif. Sebagai pandangan dunia atau filsafat, Pancasila
merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem
filsafat yang kredibel. Pancasila juga dapat dijadikan pandangan hidup dan nilai-nilai yang mendasari urusan kemasyarakatan, serta dapat menjadi panduan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. Filsafat ilmu berperan dalam mengkaji permasalahan secara ilmiah dan memecahkan masalah ilmiah.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Muhammad Rafli Akbar -
Nama:Muhammad Rafli Akbar
NPM: 2311011046
Kelas : Manajemen B (Genap)

Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani kuno, dimana filsafat ilmu lahir bersamaan dengan lahirnya ilmu pengetahuan di Barat. Namun dalam perkembangannya, terlihat jelas bahwa pada abad ke-17 ilmu pengetahuan mengalami perpecahan menjadi dua, dimana ilmu pengetahuan dan filsafat berdiri sendiri.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sebelum abad ke-17, sains identik dengan filsafat. Pendapat ini sejalan dengan pemikiran Van Peursen (1985). Ia berpendapat bahwa ilmu pengetahuan dulunya merupakan bagian dari filsafat, sehingga pengertian ilmu bergantung pada sistem filsafat yang dianut. Coento Wibisono mencatat bahwa filsafat itu sendiri mengarah pada konfigurasi, menunjukkan bagaimana “pohon pengetahuan” tumbuh dan bercabang dengan subur. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, dapat dipahami bahwa para filsuf Yunani kuno merupakan pionir dalam memahami apa itu filsafat, ilmu pengetahuan dan bagaimana seharusnya ilmu pengetahuan ditempatkan? Sains ada sebagai suatu masyarakat, proses dan produk, dimana Robert Merton mengatakan bahwa kaidah sains adalah universalisme, komunitas, ketidakpedulian dan skeptisisme terarah (Wibisono, 2009:2).

Pada saat yang sama, perkembangan ilmu pengetahuan semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru, yang pada akhirnya memunculkan sub-sub ilmu baru bahkan ilmu-ilmu yang lebih terspesialisasi, seperti departemen khusus. Oleh karena itu, Van Peursen (1985) berpendapat bahwa sains dapat dilihat sebagai suatu sistem ekspresi yang terjalin dan koheren yang sifat aslinya dapat ditentukan.

Sains adalah serangkaian aktivitas manusia yang bersifat rasional dan kognitif yang terdiri dari metode yang berbeda-beda dengan metode dan langkah yang berbeda-beda untuk menciptakan pengetahuan yang sistematis tentang fenomena alam, sosial atau individu untuk mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan. atau aplikasi. Francis Bacon (1561-1626) mengembangkan semboyan Knowledge is power, yang menunjukkan bahwa peran ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia, baik individu maupun sosial, sangatlah krusial. Oleh karena itu, ilmu yang satu sangat erat kaitannya dengan ilmu-ilmu lainnya, dan batas-batas antara ilmu dasar atau ilmu teoretis murni dan ilmu terapan atau praktis menjadi kabur. Menjembatani kesenjangan antara ilmu pengetahuan dan ilmu-ilmu lainnya memerlukan suatu disiplin ilmu yang dapat menjembatani kesenjangan tersebut dan beradaptasi dengan perbedaan yang muncul. Filsafat mengatasinya. Hal ini sesuai dengan pandangan Immanuel Kant yang berpendapat bahwa filsafat adalah suatu disiplin ilmu yang mumpuni.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Sanrina Ghaisan Aulia 2311011090 -

Nama : Sanrina Ghaisan Aulia

NPM : 2311011090

Pancasila sebagai sebuah pandangan hidup tentu memiliki nilai nilai filsafat yang terkandung di dalamnya. Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis. Agar ia dapat menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia yang lestari tetapi juga dinamis berkembang, nilai luhur dan nilai dasarya harus dapat bersifat tetap, sementara nilai instrumentalnya harus semakin dapat direformasi dengan perkembangan tuntutan zaman. Di samping itu, Pancasila mampu dijadikan pangkal sudut pandang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan (science of knowledge) yang dalam karya-karya berikutnya ditunjukkan segi - segi ontologik, epistemologi, dan aksiologinya.

Pancasila merupakan sebuah pandangan dunia atau world view yang juga dapat ditanamkan nilai-nilai filsafat. Pancasila adalah filsafat bangsa yang sesungguhnya berhimpit dengan jiwa bangsa. Di sini yang muncul adalah kapasitas pengetahuan bangsa, misalnya yang berkaitan dengan hakikat kenyataan dan kebenaran. Hakikat kenyataan dan kebenaran serta nilai-nilai filsafat tersebut sebenarnya adalah bagian dari aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi yang harus dieksplorasi oleh filsafat ilmu dalam upaya mengembangkan Pancasila. 

Dengan menguak secara filosofis nilai-nilai Pancasila diharapkan memunculkan suatu pengetahuan baru danpengembangan baru terhadap nilai-nilai luhur Pancasila. Dengan didasari oleh nilai-nilai luhur Pancasila diharapkan dapat menggugah manusia-manusia Indonesia untuk kembali setia dan konsisten meresapi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab sebagai seorang ilmuwan untuk mampu membantu dan menerapkan ajaran nilai-nilai dalam Pancasila. 

Pancasila bagian dari falsafah bangsa Indonesia yang sudah semestinya memiliki nilai-nilai etis dan luhur untuk selalu dimplementasikan di dalam perguruan tinggi sehingga ajaran dan nilai-nilai Pancasila tidak menjadi sebuah simbol saja serta dijadikan sebagai alat kepentingan politik. Karena itu, untuk menyelesaikan problem Pancasila agar tidak dijadikan alat kepentingan politik, dan tidak menyebabkan manusia-manusia Indonesia menjadi apatis, masyarakat Indonesia harus dapat menempatkan ideologi Pancasila sebagai sebuah sistem ilmu pengetahuan sehingga upaya untuk mengikis anggapan negatif atas ideologi Pancasila menjadi lebih memungkinkan.

Masyarakat Indonesia itu juga harus mampu menempatkan daya kritis dari cipta karya pikir manusia terhadap nilai-nilai Pancasila. Filsafat, adalah sebuah ilmu pengetahuan sudah seharusnya mampu mengembangkan nilai-nilai Pancasila, dengan jalan dijadikan bahan dan kurikulum dalam pendidikan di Indonesia. Dengan begitu, masyarakat harus memahami bahwa Pancasila yang memiliki nilai-nilai luhur itu adalah sifat-sifat dan karakter yang sesuai dengan bangsa Indonesia. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu mengembangkan dan menanamkan sejak dini di dalam pikiran masyarakat Indonesia.

Untuk merealisasikan pengamalan Pancasila dalam upaya mengatasi persoalan kebangsaan di Indonesia, maka pengamalan Pancasila dapat dilakukan di jalur pendidikan. Pertama, dengan memberikan pengetahuan, pengetahuan biasa, pengetahuan ilmiah dan pengetahuan filsafat tentang Pancasila. Hal ini sangat penting terutama bagi para pemimpin, dan ilmuwan. Kedua, dengan kesadaran, melalui sikap yang sadar dan mengetahui pertumbuhan keadaan yang ada dalam diri sendiri akan membantu seseorang untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, dengan ketaatan, yaitu selalu dalam keadaan sedia untuk memenuhi wajib lahir dan batin, lahir berasal dari luar misalnya dari pemerintah, batin dari diri sendiri. Keempat, kemampuan yang cukup kuat, pendorong untuk melakukan perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Kelima, mawas diri, yakni dengan selalu menilai diri sendiri apakah dirinya berbuat baik atau buruk dalam melaksanakan Pancasila.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Rista Dwi Febriana -

Nama: Rista Dwi Febriana

NPM: 2311011126

FILSAFAT ILMU DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA: RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN 

Karya: Syahrul Kirom


Di dalam nilai-nilai Pancasila secara genuine sudah terkandung juga filsafat ilmu. Filsafat ilmu pada dasarnya adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu baik secara empiris maupun rasional.


Filsafat ilmu berperan dan berfungsi untuk mengkaji permasalahan secara ilmiah, jadi sudah seharusnya filsafat ilmu dengan dasar-dasar dan metode ilmiahnya mampu menyelesaikan persoalan kebangsaan yang sekarang dihadapi oleh bangsa Indonesia.


Filsafat ilmu sebagai sumber pengetahuan ternyata memiliki keterkaitan dengan Pancasila. Filsafat sebagai sebuah ilmu pengetahuan akan dijadikan sebagai pandangan hidup, Pancasila sebagai sebuah pandangan hidup sudah tentu memiliki nilai-nilai filsafat yang terkandung di dalamnya, bahkan Pancasila telah memiliki ilmu pengetahuan.


Untuk mengatasi persoalan kebangsaan dalam upaya pengembangan Pancasila, diperlukan beberapa faktor. Pertama, adanya proses penyadaran terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang memiliki banyak makna bagi kehidupan umat manusia. Kedua, memperbaiki mental pejabat negara agar tidak selalu melakukan korupsi dengan selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hati nurani.

Kebutuhan kebangsaan saat ini dan mendatang untuk menyelesaikan masalah-masalah bidang sosial, politik, ekonomi dan budaya adalah dengan memberikan pemahaman secara komprehensif dan filosofis mengenai nilai-nilai Pancasila dalam pemenuhan eksplanasinya di kalangan elit politik, pejabat negara dan birokrat.


Jadi kehadiran filsafat di perguruan tinggi, bahkan dalam kehidupan manusia amatlah penting. Karena dengan diajarkannya filsafat ilmu di semua bidang disiplin pada jenjang S1, S2 dan S3, ilmu tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan secara ilmiah yang bermuara pada melemahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila yang memiliki ilmu pengetahuan dan hakikat pengetahuan dapat dikaji melalui filsafat ilmu, baik secara ontologi, epistemologi, atau aksiologi.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Rista Dwi Febriana -

Nama: Rista Dwi Febriana

NPM: 2311011126

FILSAFAT ILMU DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA: RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN 

Karya: Syahrul Kirom


Di dalam nilai-nilai Pancasila secara genuine sudah terkandung juga filsafat ilmu. Filsafat ilmu pada dasarnya adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu baik secara empiris maupun rasional.


Filsafat ilmu berperan dan berfungsi untuk mengkaji permasalahan secara ilmiah, jadi sudah seharusnya filsafat ilmu dengan dasar-dasar dan metode ilmiahnya mampu menyelesaikan persoalan kebangsaan yang sekarang dihadapi oleh bangsa Indonesia.


Filsafat ilmu sebagai sumber pengetahuan ternyata memiliki keterkaitan dengan Pancasila. Filsafat sebagai sebuah ilmu pengetahuan akan dijadikan sebagai pandangan hidup, Pancasila sebagai sebuah pandangan hidup sudah tentu memiliki nilai-nilai filsafat yang terkandung di dalamnya, bahkan Pancasila telah memiliki ilmu pengetahuan.


Untuk mengatasi persoalan kebangsaan dalam upaya pengembangan Pancasila, diperlukan beberapa faktor. Pertama, adanya proses penyadaran terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang memiliki banyak makna bagi kehidupan umat manusia. Kedua, memperbaiki mental pejabat negara agar tidak selalu melakukan korupsi dengan selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hati nurani.

Kebutuhan kebangsaan saat ini dan mendatang untuk menyelesaikan masalah-masalah bidang sosial, politik, ekonomi dan budaya adalah dengan memberikan pemahaman secara komprehensif dan filosofis mengenai nilai-nilai Pancasila dalam pemenuhan eksplanasinya di kalangan elit politik, pejabat negara dan birokrat.


Jadi kehadiran filsafat di perguruan tinggi, bahkan dalam kehidupan manusia amatlah penting. Karena dengan diajarkannya filsafat ilmu di semua bidang disiplin pada jenjang S1, S2 dan S3, ilmu tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan secara ilmiah yang bermuara pada melemahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila yang memiliki ilmu pengetahuan dan hakikat pengetahuan dapat dikaji melalui filsafat ilmu, baik secara ontologi, epistemologi, atau aksiologi.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Bunga Ayuningtias -
Bunga ayuningtias
2311011118

Menurut analisis saya filsafat ilmu sangatlah penting, karena didalam ilmu filsafat pancasila sudah mencakup nilai nilai pancasila. Yang pertama secara etnologi (pancasila mempunyai ajaran dan nilai nilai luhur), yang kedua, epistemologi (Pancasila mempunyai sumber pengetahuan dan wawasan kebangsaan), yang ketiga secara aksiologi (nilai-nilai Pancasila memiliki sumbangan berarti bagi kehidupan umat manusia).
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Gamaliel Felix Repi -
nama: Gamaliel Felix Repi
NPM: 2311011058

filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. filsafat ilmu merupakan satu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal balik dan saling oengaruh antara filsafat dan ilmu.

Pancasila meupakan sebuah pandangan dunia yang juga dapat ditanamkan nilai nilai filsafat. Pancasila adalah filsafat bangsa yang sesungguhnya berhimpit dengan jiwa bangsa. disini yang muncul adalah kapasitas pengetahuan bangsa, misalnya yang berkaitan dengan hakikat kenyataan dan kebenaran serta nilai nilai filsafat tersebut sebenarnya adalah baguan dari aspek onologi, epistemology, dan aksiologi yang harus dieksplorasi oleh filsafat ilmu dalam upaya mengembangkan Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Sella Marlina Anggraini -
Nama : Sella Marlina Anggraini
NPM : 2311011020

Analisis jurnal : Filsafat Ilmu dan Arah Pengembangan Pancasila: Relevansinya dalam Mengatasi Persoalan Kebangsaan

Jurnal ini membahas bahwa nilai-nilai Pancasila sudah terkandung filsafat ilmu. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, filsafat ilmu dengan dasar-dasar dan metode ilmiahnya mampu menyelesaikan persoalan kebangsaan yang saat ini dihadapi oleh bangsa Indonesia, seperti lunturnya pemahaman dan penerapan Pancasila, praktek korupsi, dan bencana alam dan kemanusiaan.

Jurnal ini menjelaskan tentang sejarah, definisi dari filsafat ilmu sebagai suatu telaah kritis terhadap hubungan ilmu dengan segala segi aktivitas manusia.

Jurnal ini menunjukkan bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup menyimpan banyak pengetahuan-pengetahuan yang sudah selayaknya dikembangkan oleh disiplin filsafat ilmu yang secara ilmiah mempunyai nilai-nilai positif dalam membentuk watak dan karakter bangsa Indonesia. Kapasitas Pancasila dapat dieksplorasi ke dalam ranah filsafat ilmu yang berkaitan dengan aspek ontologis, epistemplogis, dan aksiologis. Jurnal ini juga menyarankan agar Pancasila dapat dikembangkan secara ilmiah dengan menggunakan kerangka filsafat ilmu.

Jurnal ini mengidentifikasi beberapa problem kebangsaan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Jurnal ini juga mengusulkan agar masalah tersebut dapat diatasi dengan melakukan revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila.
Jurnal ini juga menekankan bahwa pengembangan Pancasila membutuhkan seorang ilmuwan dan akademisi yang memiliki peran dan fungsi yang signifikan sebagai mediator untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Masagus Muhammad Al Faridz Rafiq -
Nama: Masagus Muhammad Al Faridz Rafiq
NPM:2311011104

Jurnal ini membahas pentingnya mempelajari Pancasila melalui filsafat ilmu dalam mengatasi masalah-masalah nasional di Indonesia. Filsafat ilmu digunakan sebagai alat untuk menganalisis dan memahami nilai-nilai Pancasila dalam ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Pancasila memiliki prinsip-prinsip mulia dan berperan sebagai pedoman bagi masyarakat Indonesia. Pengembangan Pancasila membutuhkan kepercayaan, mitos, dan kesetiaan, serta rasionalitas, apresiasi, dan moralitas. Pancasila adalah filsafat yang komprehensif dan penting untuk dipahami sebagai ilmu serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jurnal ini juga menjelaskan bahwa pengembangan Pancasila melalui ilmu pengetahuan ilmiah dapat memiliki dampak yang signifikan, terutama di bidang pendidikan tinggi. Permasalahan nasional seperti perbedaan agama dan korupsi dapat diatasi dengan memajukan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila. Penerapan Pancasila dalam menyelesaikan permasalahan nasional yang membutuhkan pengetahuan, kesadaran, ketaatan, kemampuan, dan introspeksi diri. Pancasila adalah landasan masyarakat Indonesia dan harus dipraktikkan dalam semua aspek kehidupan.

Selain itu, jurnal ini juga menekankan pentingnya peran filsafat ilmu dalam pengembangan Pancasila. Ilmu Filsafat dapat membantu dalam pemahaman tentang nilai-nilai luhur, sumber pengetahuan, dan nilai-nilai aksiologis Pancasila. Ilmuwan dan ilmuwan memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila melalui kebebasan berbicara dan kebebasan akademik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Chalsa Dilla Anggel Restiana -
Nama : Chalsa Dilla Anggel Restiana
Npm : 2361011002

Filsafat ilmu pada dasarnya adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik itu secara empiris maupun rasional. Berdasarkan asumsi itu, persoalan mengenai lunturnya pemahaman bangsa Indonesia mengenai Pancasila sebagai pandangan hidup (way of life) menjadi tugas dari disiplin filsafat ilmu untuk mengkaji secara ilmiah dengan mengedepankan sikap akademis dan intelektual yang tinggi, sehingga dapat diperoleh pemecahan masalah secara komprehensif. Filsafat ilmu sebagai dasar ilmu pengetahuan harus mampu mengembangkan Pancasila sebagai dasar-dasar ilmu pengetahuan yang sesungguhnya mempunyai nilai-nilai luhur untuk mengatasi persoalan kehidupan manusia dengan menggunakan aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi.
Koento Wibisono menyatakan bahwa filsafat itu sendiri telah menyampaikan adanya suatu konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana "pohon ilmu pengetahuan" telah tumbuh berkembang-bercabang di pinggiran kota. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dapat dipahami bahwa para filsafat Yunani Kuno ternyata telah merintis tentang pengertian apa itu filsafat ilmu dan bagaimana ilmu pengetahuan itu harus diletakkan?Sementara itu, perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru bahkan ke arah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-spesialisasi.
Ilmu pengetahuan adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif yang terdiri dari berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang gejala sistematis mengenai-gejala kealaman, kemasyarakatan atau individu untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan penerapan. Untuk mengatasi kesenjangan antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lain diperlukan satu bidang ilmu yang dapat menjembatani serta mewadahi perbedaan yang muncul. Pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerus pengembangan filsafat pengetahuan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Iren Natalia Br Sinuraya -
Nama : Iren Natalia Br Sinuraya
NPM : 2311011108

Dalam jurnal ini memaparkan pentingnya mempelajari Pancasila dan filsafat nasional Indonesia melalui kacamata ilmu filsafat. Ilmu Filsafat dapat membantu menganalisis dan memahami tentang nilai-nilai Pancasila yang ditinjau dari aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Jurnal ini juga menekankan bahwa pengembangan Pancasila sangat diperlukan di bidang pendidikan dan akademik untuk mengatasi permasalahan nasional seperti korupsi dan perselisihan antar agama.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Rahma Aulia Putri -

Nama : Rahma Aulia Putri

NPM : 2311011080

 

Analisis Jurnal berjudul “FILSAFAT ILMU  DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA: RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN” oleh Syahrul Kirom

 

Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno yang lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Namun, pada perkembangannya di abad ke-17 mengalami perpecahan, di mana ilmu dan filsafat berdiri sendiri. 

Filsafat ilmu adalah pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi kehidupan. Filsafat ilmu merupakan satu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal-balik dan saling-pengaruh antara filsafat dan ilmu.

Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis. Agar ia dapat menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia yang lestari tetapi juga dinamis berkembang, nilai luhur dan nilai dasarnya harus dapat bersifat tetap, sementara nilai instrumentalnya harus menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman.

Oleh karena itu, kehadiran filsafat di Perguruan Tinggi, bahkan dalam kehidupan masyarakat, sangatlah penting.Filsafat ilmu dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan secara ilmiah seperti melemahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.

Melemahnya pemahaman dan penghayatan masyarakat dapat diatasi dengan melakukan revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila. Dapat dikaji melalui filsafat ilmu. Pertama, secara ontologi, Pancasila mempunyai ajaran dan nilai-nilai luhur, seperti mengembangkan sikap saling menghormati dan menyayangi sesama manusia, di mana Tuhan mempunyai peranan penting dalam memberikan petunjuk pada umat-Nya. Kedua, epistemologi, Pancasila mempunyai sumber pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang harus dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila memiliki sumbangan berarti bagi kehidupan umat manusia, nilai-nilai luhur untuk saling membantu dan memberikan rasa keadilan sosial harus diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan manusia.

 

 


In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Ni Nyoman Oktiana Jayati -
Ni Nyoman Oktiana Jayati
2351011006



analisis pancasia sebagai filsafat

ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT

berfilsafat rationalisme mengagungkan akal.
berfilsafat materialisme mengagungkan materi.
berfilsafat individualisme mengagungkan individualitas.
befilsafat hedonisme mengagungkan kemenangan.
filsafat pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasarkan dan menyeluruh.

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

sistem memiliki ciri ciri yaitu: suatu kesatuan bagian-bagian/unsur/elemen/komponen. Bagian-bagian tersebut memiliki fungsi masing-masing, saling berhubungan dan saling bergantungan, keseluruhannya ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu (tujuan sistem), terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks.

WAWASAN FILSAFAT MELIPUTI BIDANG ATAU ASPEK PENYELIDIKAN

-ontologis
-epistemologis
-aksiologis
Untuk mencapai refleksi kritis dan rasional yang disebutkan sebelumnya, penggabungan dan pemahaman yang mendalam dari ketiga komponen ini dalam konteks sistem filsafat Pancasila sangat penting. Pancasila, sebagai sistem filsafat, berusaha menjelaskan bagaimana nilai-nilai tersebut berhubungan satu sama lain, menghasilkan keseluruhan yang kohesif, dan bagaimana mereka berfungsi untuk mencapai tujuan tertentu, seperti keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat, dalam konteks budaya dan politik Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Rahayu Agustin -
Nama : Rahayu Agustin
NPM : 2311011128

Analisis Jurnal Pertemuan 9
"FILSAFAT ILMU DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA: RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN"

Hasil Analisis saya, jurnal tersebut membahas tentang relevansi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia melalui filsafat ilmu dalam mengatasi persoalan kebangsaan.
Filsafat ilmu memiliki tiga aspek yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi yang dapat digunakan sebagai alat untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan.

Pancasila diperuntukkan sebagai petunjuk hidup yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari (Kaelan, 1993:67). Dengan kata lain, Pancasila diperuntukkan sebagai petunjuk arah semua kegiatan dan aktivitas hidup dan kehidupan di segala bidang : politik, pendidikan, agama, budaya, sosial dan ekonomi. Ini berarti semua tingkah laku dan tindak tanduk perbuatan manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila yang meliputi pengembangan sikap saling menghargai antar sesama manusia, sumber-sumber pengetahuan dan konsep-konsep kebangsaan yang patut dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia, dan nilai-nilai Pancasila yang memiliki kontribusi dalam kehidupan masyarakat Indonesia melalui nilai-nilai luhur dalam keadilan sosial dan kemanusiaan.

Untuk merealisasikan pengamalan Pancasila dalam upaya mengatasi persoalan kebangsaan di Indonesia, maka pengamalan Pancasila dapat dilakukan di jalur pendidikan. Pertama, dengan memberikan pengetahuan, pengetahuan biasa, pengetahuan ilmiah dan pengetahuan filsafat tentang Pancasila. Hal ini sangat penting terutama bagi para pemimpin, dan ilmuwan. Kedua, dengan kesadaran, melalui sikap yang sadar dan mengetahui pertumbuhan keadaan yang ada dalam diri sendiri akan membantu seseorang untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, dengan ketaatan, yaitu selalu dalam keadaan sedia untuk memenuhi wajib lahir dan batin, lahir berasal dari luar misalnya dari pemerintah, batin dari diri sendiri. Keempat, kemampuan yang cukup kuat, pendorong untuk melakukan perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Kelima, mawas diri, yakni dengan selalu menilai diri sendiri apakah dirinya berbuat baik atau buruk dalam melaksanakan Pancasila (Kaelan, 1993:178).
Setiap warga negara Indonesia sudah seharusnya mendasarkan cipta, rasa, karsa dan karya atas nilai-nilai Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by ANGEL LOLA AGUSTINA -
Angel lola Agustina
2351011010
Analisis jurnal FILSAFAT ILMU DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA: RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN
Pembelajaran tentang Pancasila sebagai pandangan hidup masyarakat Indonesia melalui filsafat ilmu sangat penting bila dikaitkan dengan permasalahan nasional saat ini. Filsafat ilmu yang dimiliki tiga aspek (ontologi, epistemologi dan aksiologi) dapat dijadikan sebagai alat untuk menyelesaikan permasalahan nasional khususnya dalam hal korupsi. Solusinya memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila. Hasil kajian tentang nilai-nilai Pancasila dari filsafat ilmu, yaitu : pertama, ontologi yang dimiliki Pancasila ajaran dan nilai-nilai, seperti mengembangkan sikap hormat di antara manusia; kedua, epistemologi yang dimiliki Pancasila sumber pengetahuan dan konsep nasionalisme yang seharusnya dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia; ketiga, itu aksiologi, nilai-nilai Pancasila mempunyai kontribusi dalam kehidupan Bangsa Indonesia melalui nilai-nilai luhur dalam keadilan sosial dan kemanusiaan.

Kehadiran filsafat di Perguruan Tinggi, bahkan dalam kehidupan manusia, amatlah penting. Hal itu tampak nyata dengan diajarkannya filsafat ilmu di semua bidang disiplin pada jenjang S1, S2 dan S3. Filsafat ilmu juga dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan secara ilmiah yang bermuara pada melemahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila. Melemahnya pemahaman dan penghayatan masyarakat dapat diatasi dengan melakukan revitalisasi dan reaktualisasi nilainilai Pancasila. Dalam kerangka ini, nilai-nilai Pancasila yang memiliki ilmu pengetahuan dan hakekat pengetahuan dapat dikaji melalui filsafat ilmu. Pertama, secara ontologi, Pancasila mempunyai ajaran dan nilai-nilai luhur, seperti mengembangkan sikap saling menghormati dan menyayangi sesama manusia, di mana Tuhan mempunyai peranan dalam memberikan petunjuk pada umat manusia. Kedua, epistemologi, Pancasila mempunyai sumber pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang sudah seharusnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila memiliki sumbangan berarti bagi kehidupan umat manusia, nilai-nilai luhur untuk saling membantu dan memberikan rasa keadilan sosial harus diejawantahkan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu, pengembangan Pancasila dapat dilakukan dengan filsafat ilmu. Dalam konteks ini, seorang ilmuwan dan akademisi memiliki peran dan fungsi yang sangat signifikan sebagai mediator untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila. Melalui kebebasan mimbar dan kebebasan akademik yang dikembangkan secara bertanggung jawab, telaah filsafati mengenai pengembangan Pancasila itu sangat relevan dan urgen untuk “disuarakan” oleh dunia perguruan tinggi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by AZALIA AYU RAHMAWATI -

Azalia Ayu Rahmawati

2311011016

Filsafat ilmu sebagai sumber pengetahuan berkaitan dengan Pancasila. Filsafat ilmu memiliki nilai-nilai positif dalam membentuk watak dan karakter bangsa. Hakikat kenyataan dan kebenaran serta nilai-nilai filsafat adalah bagian dari aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi yang harus lebih dieksplor oleh filsafat ilmu untuk mengembangkan Pancasila. 

Pancasila memiliki pengertian secara umum sebagai pandangan dunia, pandangan hidup, pegangan hidup, dan petunjuk hidup. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi pegangan dan pedomab bagi masyarakat untuk beraktifitas sehari-hari. Dalam konteks keilmuan, pemahaman dan pengembangan terhadap Pancasila sesungguhnya sangat relevan dengan filsafat ilmu yang menekankan pada pengetahuan ilmiah, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. 

Masalah yang terjadi pada pengamalan nilai-nilai Pancasila salah satunya adalah masih banyak terjadinya kasus korupsi yang dilakukan oleh warga negara, baik dalam jumlah besar maupun kecil hal tersebut sangat tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila sehingga pengamalan Pancasila belum bisa terpenuhi.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Kholifatus Sabrina -
Nama : Kholifatus Sabrina
NPM : 2311011116

Relevansi filsafat ilmu dengan nilai nilai pancasila adalah filsafat ilmu merupakan satu bidang pemetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal balik dan saling pengaruh antara filsafat dan ilmu. pancasila sejak semula di jadikan pandangan hidup bangsa indonesia,sekaligus prinsip prinsip sangat berhubungan dengan nilai nilai yang mendasari urusan kemasyarakatan. Pancasila merupakan sebuah pandangan hidup dunia yang juga dapat di tanamkan nilai nilai filsafat, segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan persoalan mengenai segala hal yang menyangkut kehidupan umat manusia.

Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Akan tetapi, pada perkembangannya ternyata ilmu pengetahuan di abad ke-17 mengalami perpecahan, di mana ilmu dan filsafat berdiri sendiri. Filsafat ilmu sebagai dasar sebuah ilmu pengetahuan (science of knowledge) dapat mengembangkan Pancasila dengan tiga cara, yakni ontologi, epistemologi dan aksiologi.

Untuk mengatasi persoalan kebangsaan dalam upaya pengembangan Pancasila diperlukan beberapa faktor.

1. Harus ada proses penyadaran terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang memiliki banyak makna bagi kehidupan umat manusia.
2. Memperbaiki mental pejabat negara agar tidak selalu melakukan korupsi yaitu dengan selalu menanamkan nilai-
nilai Pancasila.
3. Menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hati nurani.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Diva Aulia Rahma_2311011120 -
Nama: Diva Aulia Rahma
NPM: 2311011120

ANALISIS JURNAL PERTEMUAN 9

Pada jurnal tersebut menjelaskan bahwa filsafat ilmu adalah sebuat telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji suatu ilmu.

Menurut (Gie, 2007:59) filsafat melakukan 2 hal
1. Membangun teori-teori tentang manusia dan
alam semesta serta menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan
2. Filsafat memeriksa secara kritis
segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan dan tindakan

Filsafat ilmu dapat diterapkan dalam konteks berbangsa dan bernegara yang mana dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia pada saat ini.

Persoalan yang perlu disoroti:
1. Lunturnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup di dalam masyarakat.
2. Lunturnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar ideologi negara Indonesia.

Filsafat ilmu sebagai dasar ilmu pengetahuan harus mampu untuk mengembangkan Pancasila sebagai dasar-dasar ilmu yang sesungguhnya.

Filsafat ilmu dengan Pancasila merupakan kedua hal yang saling berkaitan satu sama lain.
Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat di mana terdapat nilai instrumental, nilailuhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis.

Selain itu:
1. Pancasila mampu dijadikan pangkal sudut pandang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
2. Pancasila sejak semula dijadikan weltanschauung atau pandangan hidup bangsa Indonesia, sekaligus prinsip-prinsip dasar
negara.
3. Pancasila yang dipelajari secara ilmiah adalah satu objek pembahasan di mana secara umum Pancasila merupakan hasil budaya bangsa Indonesia.
4. Pancasila dapat berperan selaku framework di mana sekian ilmu serentak bekerja secara interdispliner.
5. Pancasila merupakan sebuah pandangan dunia atau world view yang juga dapat ditanamkan nilai-nilai filsafat.
6. Sebagai pandangan dunia atau filsafat, Pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel.
7. Pancasila berfungsi sebagai
sudut pandang.

Pengembangan nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai dasar Pancasila pada kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kesimpulannya, agar Pancasila dapat tetap berkembang adalah dengan seluruh warga negara Indonesia harus mendasarkan cipta, rasa, karsa, dan karya atas nilai-nilai Pancasila. Pancasila adalah moral dan etika bangsa Indonesia yang merupakan gabungan dari berbagai moral yang sesuai dengan realita Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Zahra Putri Khumairah -

Nama : Zahra Putri Khumairah 

NPM : 2311011084

Jurnal ini membahas tentang Filfasat ilmu dan pengembangan Pancasila. 

Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. Filsafat ilmu merupakan satu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal-balik dan saling-pengaruh antara filsafat dan ilmu.

Pancasila adalah etika dan moral bangsa Indonesia dalam arti merupakan inti bersama dari berbagai moral yang secara nyata terdapat di Indonesia. Bangsa Indonesia mempunyai berbagai moral yang berasal dari agama-agama, kepercayaan, dan adat istiadat.

Filsafat ilmu sebagai sumber pengetahuan ternyata memiliki keterkaitan dengan Pancasila. Pancasila sebagai pandangan hidup ternyata juga menyimpan banyak pengetahuan yang sudah selayaknya dikembangkan oleh filsafat ilmu yang secara ilmiah mempunyai nilai-nilai muatan positif dalam membentuk watak dan karakter bangsa Indonesia.

Pancasila adalah lima asas moral yang relevan untuk ditetapkan menjadi dasar negara. Karena itu, nilai-nilai Pancasila yang juga memiliki ilmu pengetahuan dari aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi itu harus mampu dijadikan landasan dasar dalam upaya mengembangkan Pancasila dan mengatasi persoalan bangsa Indonesia saat ini.

Secara ontologi, Pancasila mempunyai ajaran dan nilai-nilai luhur, seperti mengembangkan sikap saling menghormati dan menyayangi sesama manusia, di mana Tuhan mempunyai peranan dalam memberikan petunjuk pada umat manusia. 

Secara epistemologi, Pancasila mempunyai sumber pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang sudah seharusnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

Secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila memiliki sumbangan berarti bagi kehidupan umat manusia, nilai-nilai luhur untuk saling membantu dan memberikan rasa keadilan sosial harus diejawantahkan dalam setiap aspek kehidupan manusia.



In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Panca Hadi Prayoga -
Nama : Panca Hadi Prayoga
NPM : 2311011056

Kajian tentang Pancasila sebagai pandangan hidup masyarakat Indonesia melalui Filsafat ilmu sangat penting bila dikaitkan dengan permasalahan bangsa saat ini. Filsafat ilmu yang mempunyai tiga aspek (ontologi, epistemologi dan aksiologi) dapat dijadikan alat untuk menyelesaikan permasalahan bangsa, khususnya dalam kasus korupsi. Solusinya memberikan pemahaman tentang Pancasila nilai-nilai.

Filsafat ilmu juga dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan secara ilmiah yang bermuara pada melemahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.
Melemahnya pemahaman dan penghayatan masyarakat dapat diatasi dengan melakukan revitalisasi dan reaktualisasi nilai- nilai Pancasila.

Dalam kerangka ini, nilai-nilai Pancasila yang memiliki ilmu pengetahuan dan hakekat pengetahuan dapat dikaji melalui filsafat ilmu. Pertama, secara ontologi, Pancasila mempunyai ajaran dan nilai-nilai luhur, seperti mengembangkan sikap saling menghormati dan menyayangi sesama manusia, di mana Tuhan mempunyai peranan dalam memberikan petunjuk pada umat manusia. Kedua, epistemologi, Pancasila mempunyai sumber pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang sudah seharusnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila memiliki sumbangan berarti bagi kehidupan umat manusia, nilai-nilai luhur untuk saling membantu dan memberikan rasa keadilan sosial harus diejawantahkan dalam setiap aspek kehidupan manusia.

Oleh karena itu, pengembangan Pancasila dapat dilakukan dengan filsafat ilmu. Dalam konteks ini, seorang ilmuwan dan akademisi memiliki peran dan fungsi yang sangat signifikan sebagai mediator untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila. Melalui kebebasan mimbar dan kebebasan akademik yang dikembangkan secara bertanggung jawab, telaah filsafati mengenai pengembangan Pancasila itu sangat relevan dan urgen untuk “disuarakan” oleh dunia perguruan tinggi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by ARSANA INDERA WASPADA -

NAMA : ARSANA INDERA WASPADA

NPM : 2311011060

KELAS : MNJ GENAP

ANALISIS JURNAL

Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat yang berusaha memberikan kontribusi dalam pemahaman ilmiah yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Filsafat ilmu memiliki dua peran utama: pertama, membangun teori-teori tentang alam semesta dan manusia, yang kemudian digunakan sebagai dasar keyakinan dan tindakan; kedua, melakukan evaluasi kritis terhadap semua yang dianggap sebagai dasar untuk keyakinan dan tindakan.

Sejarah filsafat ilmu dimulai di Yunani Kuno, berkembang sejalan dengan perkembangan pengetahuan Barat, dan kemudian mengalami perpecahan dengan ilmu pengetahuan modern pada abad ke-17. Filsafat ilmu adalah refleksi kritis terhadap perkembangan ilmiah, memengaruhi pandangan hidup, dan merespons masalah kemanusiaan.

Filsafat Ilmu dan Relevansinya dengan Nilai-Nilai Pancasila
Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang mencakup landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis.

Pancasila merupakan sebuah pandangan dunia atau world view yang juga dapat ditanamkan nilai-nilai filsafat. Pancasila adalah filsafat bangsa yang sesungguhnya berhimpit dengan jiwa bangsa. Di sini yang muncul adalah kapasitas pengetahuan bangsa, misalnya yang berkaitan dengan hakikat kenyataan dan kebenaran sebagai bagian dari aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi yang harus dieksplorasi oleh filsafat ilmu dalam upaya mengembangkan Pancasila.

Pancasila mempunyai pengertian secara umum sebagai pandangan dunia (way of life), pandangan hidup (weltanschauung), pegangan hidup (weldbeschauung), petunjuk hidup (werelden levens beschouwing). Sehingga pancasila baik secara ontologi, epistemologi, dan aksiologi telah termaktub dalam Pancasila dalam pengertian umum tersebut.

Untuk mengatasi masalah kebangsaan dalam upaya pengembangan Pancasila diperlukan beberapa faktor. Pertama, harus ada proses penyadaran terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang memiliki banyak makna bagi kehidupan umat manusia. Kedua, memperbaiki mental pejabat negara agar tidak selalu melakukan korupsi yaitu dengan selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hati nurani. Untuk merealisasikan pengamalan Pancasila dalam upaya mengatasi persoalan kebangsaan di Indonesia, maka pengamalan Pancasila dapat dilakukan di jalur pendidikan.

 


In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Azahra Oktarizka 2311011098 -
Nama : Azahra Oktarizka
NPM : 2311011098

Pancasila secara genuine sudah terkandung juga filsafat ilmu. Dari hal tersebut dapat dianalisis bahwa ilmu filsafat juga dibahas dalam ilmu pancasila. Filsafat ilmu pada dasarnya adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik itu secara empiris maupun rasional. Dari kata kata di atas dapat dianalisis bahwa dalam pengkajian ilmu pancasila ditelaah secara kritis baik sesuai kenyataan yang ada maupun ditelaah dari pengalaman.

Sejarah filsafat
Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Koento Wibisono menyatakan bahwa filsafat itu sendiri telah mengantarkan adanya suatu konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana “pohon ilmu pengetahuan” telah tumbuh mekar-bercabang secara subur. Dari kata-kata di atas dianalisis bahwa filsafat merupakan mother of sains atau induk dari segala ilmu. Ilmu yang berkembang saat ini bermula dari filsafat.

Filsafat ilmu dan relevansinya dengan
Filsafat ilmu sebagai sumber pengetahuan ternyata memiliki keterkaitan dengan Pancasila. Pancasila sebagai pandangan hidup (way of life) ternyata juga menyimpan banyak pengetahuan-pengetahuan yang sudah selayaknya dikembangkan oleh disiplin filsafat ilmu yang secara ilmiah mempunyai nilai-nilai muatan positif dalam membentuk watak dan karakter bangsa Indonesia. Dari kata-kata di atas dapat dianalisis bahwa filsafat ilmu dan pancasila memiliki keterkaitan satu sama lainnya karena ilmu dalam pancasila dikembangkan melalui disiplin filsafat ilmu, hal ini juga dapat diartikan bahwa filsafat ilmu ikut andil dalam membentuk watak dan karakter bangsa.
Melemahnya pemahaman dan penghayatan masyarakat dapat diatasi dengan melakukan revitalisasi dan reaktualisasi nilai nilai Pancasila. Pertama, secara ontologi, Pancasila mempunyai ajaran dan nilai-nilai luhur. Ontologi yang berasal dari kata ontos yang berarti ada dan logos yang berarti ilmu dapat dianalisis bahwa ajaran pancasila merupakan ilmu yang sudah ada dan telah ada sejak lama caranya dengan menyandarkan masyarakat bahwa nilai pancasila sudah ada sejak lama. Kedua, epistemologi yang berasal dari kata epeistem yang berarti sumber dan logos yang berarti ilmu dapat dianalisis bahwa pancasila dapat diartikan sumber ilmu dalam revitalisasi dan reaktualisasi dalam nilai-nilai yang pernah berkembang dalam masyarakat, bahwa dalam praktik kegiatan masyarakat harus sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Ketiga, secara aksiologi yang berasal dari kata aksio yang berarti nilai dan logos yang berarti ilmu dapat dianalisis bahwa nilai-nilai pancasila dapat dijadikan tolak ukur yaitu dengan menyesuaikan perilaku masyarakat apakah sesuai atau tidak dengan pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Devi Julianti -
Devi Julianti
2311011040
ANALISIS JURNAL PERT 9
Analisis mengenai filsafat ilmu dan relevansinya dalam mengatasi persoalan kebangsaan, terutama korupsi, sangat penting dalam konteks Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Filsafat ilmu, yang meliputi logika, metodologi, sosiologi, dan sejarah ilmu, dapat digunakan sebagai alat untuk memecahkan masalah-masalah nasional.
Filsafat ilmu merupakan telaah kritis terhadap metode yang digunakan dalam mempelajari ilmu tertentu, baik secara empiris maupun rasional. Dalam hal ini, filsafat ilmu berperan dalam mengkaji permasalahan secara ilmiah. Ilmu pengetahuan sendiri adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif, yang bertujuan untuk mencapai kebenaran, pemahaman, penjelasan, dan penerapan. Dalam konteks ini, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia juga mengandung nilai-nilai filsafat ilmu.
Pancasila memiliki nilai-nilai ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Secara ontologi, Pancasila adalah sistem nilai atau prinsip yang mendasari bentuk negara Indonesia. Nilai-nilai ini mencakup pengembangan sikap saling menghormati antar manusia. Secara epistemologi, Pancasila memiliki sumber-sumber pengetahuan dan konsep-konsep nasionalisme yang harus digunakan sebagai pedoman dalam kehidupan sosial Indonesia. Secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila memberikan kontribusi dalam kehidupan masyarakat Indonesia melalui nilai-nilai keadilan sosial dan kemanusiaan.
Dalam konteks penanganan korupsi, filsafat ilmu dapat memberikan pemahaman mengenai metode ilmiah yang digunakan untuk memecahkan masalah ilmiah. Sikap ilmiah yang diperlukan dalam memecahkan masalah ilmiah juga dapat diterapkan dalam penanganan korupsi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Dian Dwi Anggraini 2311011130 -
NAMA : DIAN DWI ANGGRAINI
NPM: 231101130

Filsafat ilmu merupakan bagian
filsafat yang mencoba berbuat bagi keilmuan yang dikerjakanfilsafat terhadap seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan
dua hal : di satu sisi, membangun teori-teori tentang manusia dan
alam semesta serta menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi
keyakinan dan tindakan; di sisi lain, filsafat memeriksa secara kritis
segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan dan tindakan.Menurut Bahm, ilmu itu sendiri adalah suatu nama bagi usaha manusia untuk mampu memahami sifat dasar berbagai hal dengan jalan merumuskan
hipotesis-hipotesis atau teori-teori tentang sifat-sifat dasar dan
mengujinya secara pengamatan atau percobaan untuk mengetahui apakah masih berlaku atau tidak.Bahm juga memberikan hipotesis bahwa sesungguhnya
masalah ilmiah dapat diterima oleh para ilmuwan dan masyarakat
jika dapat dikomunikasikan, dapat dipecahkan secara ilmiah, dan bahkan dapat dipecahkan dengan menggunakan metode secara
ilmiah juga.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah
seharusnya filsafat ilmu dengan dasar-dasar dan metode ilmiahnya
mampu menyelesaikan persoalan kebangsaan yang sekarang
dihadapi oleh bangsa Indonesia.Salah satunya adalah lunturnya
pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan
hidup di dalam masyarakat.Lunturnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar ideologi negara Indonesia
menyebabkan bangsa Indonesia banyak ditimpa masalah-masalah
besar, seperti praktek korupsi yang menggurita, dan bencana alam
yang berkelanjutan, serta bencana kemanusiaan lainnya.Persoalan mengenai lunturnya
pemahaman bangsa Indonesia mengenai Pancasila sebagai
pandangan hidup (way of life) menjadi tugas dari disiplin filsafat
ilmu untuk mengkaji secara ilmiah dengan mengedepankan sikap
akademis dan intelektual yang tinggi, sehingga dapat diperoleh
pemecahan masalah secara komprehensif. Filsafat ilmu sebagai
dasar ilmu pengetahuan harus mampu mengembangkan Pancasila
sebagai dasar-dasar ilmu pengetahuan yang sesungguhnya mempunyai nilai-nilai luhur untuk mengatasi persoalan kehidupan
manusia dengan menggunakan aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi.

Pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan a higher level of knowledge maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerus pengembangan filsafat pengetahuan. Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat menempatkan objek sasarannya ilmu (pengetahuan), ilmu
tentang ilmu (Wibisono, 2009:13). Berkenaan dengan filsafat dalam
konteks kearifan hidup personal maupun kolektivitas tertentu,
filsafat ilmu (Philosophy of Science) adalah sebuah refleksi kritis secara mendasar atas perkembangan ilmu, khususnya terhadap
tendensi filsafat ilmu (Sutrisno, 2006:19), yaitu filsafat sebagai
“pandangan hidup” atau weltanschauung. Hal ini berkaitan dengan
upaya sekelompok manusia untuk merespon dan menjawab
permasalahan pokok kehidupan manusia. Selain itu, filsafat sebagai pandangan hidup hampir sama juga dengan Pancasila yang
merupakan way of life. Karena itu, Pancasila dan filsafat juga memiliki ilmu pengetahuan (knowledge). Hubungan-hubungan
keilmuan nampak terlihat di dalam nilai-nilai Pancasila yang terdiri
dari lima sila.

Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap
persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut
landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari
kehidupan umat manusia. Filsafat ilmu merupakan satu bidang
pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya
bergantung pada hubungan timbal-balik dan saling-pengaruh antara
filsafat dan ilmu.Filsafat ilmu sebagai sumber pengetahuan ternyata
memiliki keterkaitan dengan Pancasila. Pancasila sebagai
pandangan hidup (way of life) ternyata juga menyimpan banyak
pengetahuan-pengetahuan yang sudah selayaknya dikembangkan
oleh disiplin filsafat ilmu yang secara ilmiah mempunyai nilai-nilai
muatan positif dalam membentuk watak dan karakter bangsa
Indonesia.filsafat sebagai sebuah ilmu pengetahuan akan
dijadikan sebagai pandangan hidup. Terkait dengan Pancasila,
Pancasila sebagai sebuah pandangan hidup sudah tentu memiliki
nilai-nilai filsafat yang terkandung di dalamnya, dan bahkan
Pancasila telah memiliki ilmu pengetahuan.Pancasila merupakan sebuah pandangan dunia atau world
view yang juga dapat ditanamkan nilai-nilai filsafat. Pancasila
adalah filsafat bangsa yang sesungguhnya berhimpit dengan jiwa
bangsa. Di sini yang muncul adalah kapasitas pengetahuan bangsa,
misalnya yang berkaitan dengan hakikat kenyataan dan kebenaran.
Hakikat kenyataan dan kebenaran serta nilai-nilai filsafat tersebut
sebenarnya adalah bagian dari aspek ontologi, epistemologi dan
aksiologi yang harus dieksplorasi oleh filsafat ilmu dalam upaya
mengembangkan Pancasila.
Sebagai pandangan dunia atau filsafat, Pancasila
merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa,
yang dalam usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem
filsafat yang kredibel. Bahan materialnya adalah berbagai butir dan
ajaran kebijaksanaan dalam budaya etnik maupun agama.

Pancasila mempunyai pengertian secara umum sebagai
pandangan dunia (way of life), pandangan hidup (weltanschauung),
pegangan hidup (weldbeschauung), petunjuk hidup (wereld en
levens beschouwing). Dalam hal ini, Pancasila diperuntukkan
sebagai petunjuk hidup yang harus diamalkan dalam kehidupan
sehari-hari (Kaelan, 1993:67). Dengan kata lain, Pancasila
diperuntukkan sebagai petunjuk arah semua kegiatan dan aktivitas
hidup dan kehidupan di segala bidang : politik, pendidikan, agama,
budaya, sosial dan ekonomi. Ini berarti semua tingkah laku dan
tindak tanduk perbuatan manusia Indonesia harus dijiwai dan
merupakan pancaran dari semua sila Pancasila.Pancasila disebut juga weltanschauung atau pandangan
hidup. Hal itu menunjukkan bahwa Pancasila merupakan gagasan
vital bangsa, sistem nilai dasar yang derivasinya terbangun ke
dalam sistem moral dan sistem hukum negara bangsa, negara
kesatuan RI modern. Sebagai pandangan hidup, Pancasila
mengandung sistem normatif preskreptif bagi kehidupan manusia.

Filsafat ternyata ilmu yang sangat mendasar bagi setiap
pengembangan ilmu. Oleh karena itu sudah seharusnya jika ia
dijadikan dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Sebab dalam
filsafat itulah kita dapat mengetahui bagaimana hakikat ilmu
pengetahuan. Karena itu, Pancasila sebagai ilmu pengetahuan sudah
seharusnya juga dikembangkan di dalam struktur masyarakat,
bahkan mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan,
Kabupaten, Provinsi dan bahkan di tingkat pejabat negara. Sehingga
dengan memberikan penanaman kembali esensi dan ontologi
Pancasila, epistemologi Pancasila, aksiologi Pancasila, dapat
dijadikan pedoman hidup bagi bangsa Indonesia dan umat manusia.Di sisi lain, dalam konteks keilmuan di dalam akademik,
pemahaman dan pengembangan terhadap Pancasila sesungguhnya
sangat relevan dengan filsafat ilmu yang menekankan pada
pengetahuan ilmiah, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai
Pancasila. Hal ini dapat dilakukan oleh seorang ilmuwan dan
akademisi dan bahkan itu menjadi tanggung jawab mereka untuk
melakukan pengembangan Pancasila melalui jalur akademik.
Langkah-langkahnya dapat berupa pengajaran dalam lembaga
pendidikan formal, seminar, penelitian atau juga penyusunan karya
ilmiah.Untuk merealisasikan pengamalan Pancasila dalam upaya
mengatasi persoalan kebangsaan di Indonesia, maka pengamalan
Pancasila dapat dilakukan di jalur pendidikan. Pertama, dengan
memberikan pengetahuan, pengetahuan biasa, pengetahuan ilmiah
dan pengetahuan filsafat tentang Pancasila. Hal ini sangat penting
terutama bagi para pemimpin, dan ilmuwan. Kedua, dengan
kesadaran, melalui sikap yang sadar dan mengetahui pertumbuhan
keadaan yang ada dalam diri sendiri akan membantu seseorang
untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, dengan ketaatan,
yaitu selalu dalam keadaan sedia untuk memenuhi wajib lahir dan
batin, lahir berasal dari luar misalnya dari pemerintah, batin dari diri
sendiri. Keempat, kemampuan yang cukup kuat, pendorong untuk
melakukan perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
Kelima, mawas diri, yakni dengan selalu menilai diri sendiri apakah
dirinya berbuat baik atau buruk dalam melaksanakan Pancasila
(Kaelan, 1993:178)
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Arta Prayoga Pangestu -
Nama : Arta Prayoga Pangestu
NPM : 2311011114

Artikel ini membahas relevansi filsafat ilmu dalam memahami dan mengatasi masalah-masalah kebangsaan di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai Pancasila. Artikel ini menekankan pentingnya memahami Pancasila sebagai sebuah ilmu pengetahuan dan menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini juga menyoroti peran pendidikan dan akademisi dalam mempromosikan dan mengembangkan Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Alfino Sindu Prasetya Alfino -
Nama : Alfino Sindu Prasetya
NPM : 2311011062

Analisis Jurnal

Filsafat Ilmu Dan pengambangan pancasila.
Filsafat ilmu -> Segenap pemikiran reflektid terhadap persoalan² mengenai segala Hal yang menyangkutlandasan ilmu maupun hubungan ilmu.

Filsafat melakukan 2 hal
Membangun teori-teori tentang manusia dan
alam semesta serta menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan
Filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan dan tindakan pengembangan
Filsafat Ilmu sebagai sumber pengetahuan memimiliki keterkaitan dengan pancasila. Pancasila sebagai pandangan hidup juga menyimpang pengetahuan yang sudah selayaknya dikembangkan oleh filsafat Ilmu.
Pancasila dapat dilakukan dengan filsafat ilmu. Dalam konteks ini, seorang ilmuwan dan akademisi memiliki peran dan fungsi yang sangat signifikan sebagai mediator untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai
Pancasila.
Pancasila 5 asas moral yang relevan
Ontologi epistemelogi Dan aksiologis membangkan pancasila Dan mengatasi persoalan bangsa saat ini.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Alvin Zatya Vraja_2311011102 -

Nama : ALVIN ZATYA VRAJA

Npm : 2311011102

Filsafat ilmu pada dasarnya adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik itu secara empiris maupun rasional.

Berdasarkan asumsi itu, persoalan mengenai lunturnya pemahaman bangsa Indonesia mengenai Pancasila sebagai pandangan hidup (way of life) menjadi tugas dari disiplin filsafat ilmu untuk mengkaji secara ilmiah dengan mengedepankan sikap akademis dan intelektual yang tinggi, sehingga dapat diperoleh pemecahan masalah secara komprehensif.
Filsafat ilmu sebagai dasar ilmu pengetahuan harus mampu mengembangkan Pancasila sebagai dasar-dasar ilmu pengetahuan yang sesungguhnya mempunyai nilai-nilai luhur untuk mengatasi persoalan kehidupan manusia dengan menggunakan aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi

Sejarah Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat Koento Wibisono menyatakan bahwa filsafat itu sendiri telah menyampaikan adanya suatu konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana "pohon ilmu pengetahuan" telah tumbuh berkembang-bercabang di pinggiran kota Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dapat dipahami bahwa para filsafat Yunani Kuno ternyata telah merintis tentang pengertian apa itu filsafat ilmu dan bagaimana ilmu pengetahuan itu harus diletakkan?Sementara itu, perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru bahkan ke arah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-spesialisasi. Ilmu pengetahuan adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif yang terdiri dari berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang gejala sistematis mengenai-gejala kealaman, kemasyarakatan atau individu untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan penerapan
Oleh karena itu, implikasi yang timbul adalah bahwa ilmu yang satu sangat erat dengan ilmu yang lain, serta semakin kaburnya garis batas antara ilmu dasar-murni atau teoritis dengan ilmu terapan atau praktis. Untuk mengatasi kesenjangan antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lain diperlukan satu bidang ilmu yang dapat menjembatani serta mewadahi perbedaan yang muncul Ini senada dengan pendapat Immanuel Kant yang menyatakan bahwa filsafat merupakan disiplin ilmu yang mampu Syahrul Kirom, Filsafat Ilmu dan Arah Pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerus pengembangan filsafat pengetahuan.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Faris Hasyid_2311011138 -
Nama : Faris Hasyid
NPM : 2311011138

Analisis Jurnal
Filsafat ilmu adalah hal yang menarik karena di dalam nilai-nilai
Pancasila secara genuine sudah terkandung juga filsafat ilmu.
Filsafat ilmu pada dasarnya adalah suatu telaah kritis terhadap filsafat terhadap seluruh pengalaman manusia.
metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik itu
secara empiris maupun rasional. Filsafat ilmu merupakan bagian
filsafat yang mencoba berbuat bagi keilmuan yang dikerjakan. Filsafat Pancasila adalah sebuah konsep pemikiran filosofis yang berfokus pada nilai-nilai dasar yang menjadi landasan dan panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Jadi sistem filsafat memiliki peran penting sebagai pembentukan karakter kehidupan berbangsa dan bernegara dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Naira Nathania Maida -
Nama: Naira Nathania Maida
NPM: 2351011016

https://youtu.be/6fjtxSYMjkA?si=npGxmvhv2WUZSROG
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by rafy rafy -
Nama : Rafy
NPM : 2311011074

TUGAS ANALISIS JURNAL PERTEMUAN 9
Dalam artikelnya yang berjudul "Filsafat Ilmu dan Arah Pengembangan Pancasila: Syahrul Kirom membahas mengenai pentingnya mengkaji Pancasila dengan menggunakan analisis filsafat ilmu. Kirom berpendapat bahwa filsafat ilmu dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai-nilai Pancasila, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk mengatasi persoalan kebangsaan.

Syahrul kirom memulai artikelnya dengan menjelaskan bahwa filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik dari segi ontologi, epistemologi, maupun aksiologi. Ontologi adalah kajian mengenai hakikat realitas, epistemologi adalah kajian mengenai hakikat pengetahuan, dan aksiologi adalah kajian mengenai hakikat nilai.

Filsafat ilmu juga memiliki relevansi yang signifikan dengan nilai-nilai Pancasila, yang merupakan pandangan hidup yang mencerminkan pengetahuan dan karakter bangsa Indonesia. Filsafat ilmu membantu mengevaluasi pandangan ilmiah saat ini dengan membandingkannya dengan pandangan masa lalu dan kerangka konsep yang berkembang darinya. Pancasila juga mengandung pengetahuan yang dapat diintegrasikan dalam kerangka filsafat ilmu dengan nilai-nilai positif yang membentuk karakter bangsa.

Untuk mengatasi persoalan kebangsaan dalam upaya pengembangab Pancasila diperlukan beberapa faktor:
1. Ada proses penyadaran terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang memiliki banyak makna bagi kehidupan umat manusia
2. Memperbaiki mental pejabat negara agar tidak melakukan korupsi dengan selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila.
3. Menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hati nurani.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Firman Tri Ambudi -
Firman Tri Ambudi
2311011052

"Filsafat Ilmu Dan Arah Pengembangan Pancasila: Relevansinya Dalam Mengatasi Persoalan Kebangsaan"
Jurnal ini membahas bagaimana filsafat ilmu dengan dasar-dasar dan metode ilmiahnya dapat memberikan kontribusi dalam memecahkan berbagai persoalan kebangsaan. Hal ini penting dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, di mana Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia memiliki peran sebagai pijakan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by M Dhiyas Ramadani Dawan 2351011008 -
M Dhiyas Ramadani Dawan
2351011008

Pancasila dengan menggunakan pisau analisis filsafat ilmu adalah hal yang menarik karena di dalam nilai-nilai Pancasila secara genuine sudah terkandung juga filsafat ilmu.
Filsafat ilmu pada dasarnya adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik itu secara empiris maupun rasional.

Hasil kajian tentang nilai-nilai Pancasila dari sudut pandang filsafat ilmu, yaitu:
pertama, secara ontologi, Pancasila memiliki ajaran dan nilai-nilai, seperti mengembangkan sikap saling menghargai antar sesama manusia;
kedua, secara epistemologi, Pancasila memiliki sumber-sumber pengetahuan dan konsep-konsep kebangsaan yang harus dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia;
ketiga, secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila memiliki sumbangan dalam kehidupan masyarakat Indonesia melalui nilai-nilai luhur dalam keadilan sosial dan kemanusiaan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Naira Nathania Maida -
Nama: Naira Nathania Maida
NPM: 2351011016

https://youtu.be/lXwYlJRJNAI?si=LDGuxqvqv8A03fL1
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Syayyidah Zahra Navisyah.M -
Syayyidah Zahra Navisyah. M
2311011022

Jurnal yang berjudul "Filsafat Ilmu dan Arah Pengembangan Pancasila:
Relevansinya dalam Mengatasi Persoalan Kebangsaan" oleh Syahrul Kirom membahas tentang relevansi filsafat ilmu dalam mengatasi persoalan kebangsaan di Indonesia. Jurnal ini membahas tentang pengkajian Pancasila dengan menggunakan metode analisis filsafat ilmu, dimana nilai-nilai Pancasila secara authentic sudah terkandung juga filsafat ilmu. Jurnal ini juga membahas tentang tiga aspek filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi, serta bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat dikaji melalui filsafat ilmu. Selain itu, jurnal ini juga membahas tentang bagaimana menghidupkan kembali dan me-reaktualisasi kan nilai-nilai Pancasila yang sebagaimana bisa kita jadikan solusi untuk mengatasi masalah tentang melemahnya pemahaman dan penghayatan masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Syihab Dzaky Alif Fakhruddin Syihab -
Nama : Syihab Dzaky Alif Fakhruddin
NPM : 2351011014
Pemahaman dan kajian mengenai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia melalui filsafat ilmu sangat penting dalam konteks permasalahan bangsa saat ini
Penggunaan filsafat ilmu dalam pemahaman Pancasila membantu mendalami prinsip-prinsipnya dan menerapkan mereka dalam konteks kontemporer. Hal ini penting untuk mengatasi berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, baik dalam aspek sosial, politik, ekonomi, maupun budaya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Aulia Syifa Putri -
Nama: Aulia Syifa Putri
Npm : 2311011088

Filsafat ilmu pada dasarnya adalah metode kritis yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik secara rasional maupun empiris

Persoalan mengenai lunturnya pemahaman bangsa Indonesia sebagai pandangan hidup menjadi tugas dari disiplin filsafat

Filsafat ilmu sebagai dasar ilmu pengetahuan harus mampu mengembangkan Pancasila sebagai dasar ilmu pengetahuan yang sesungguhnya mempunyai nilai luhur mengatasi persoalan dalam kehidupan manusia menggunakan aspek epistemologi, ontologi dan aksiologi

Sejarah ilmu filsafat berasal dari zaman Yunani kuno, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, dipahami bahwa para filsafat Yunani kuno telah merintis tentang pengertian filsafat

Ilmu pengetahuan adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif yang terdiri dari berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang gejala sistematis mengenai gejala kealaman
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Alexander Michael Abraham Lumbantoruan 2311011100 -
Nama : Alexander Michael Abraham Lumbantoruan
NPM : 2311011100

Filsafat Ilmu dan Arah Pengembangan Pancasila : Relevansinya Dalam Mengatasi Persoalan Kebangsaan.
Filsafat ilmu pada dasarnya adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik itu secara empiris atau rasional.
kehadiran filsafat di Perguruan Tinggi, bahkan dalam kehidupan manusia,
amatlah penting. Hal itu tampak nyata dengan diajarkannya filsafat ilmu di semua bidang disiplin pada jenjang.
Filsafat ilmu juga dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan secara ilmiah yang bermuara pada melemahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.
Dalam kerangka ini, nilai-nilai Pancasila yang
memiliki ilmu pengetahuan dan hakekat pengetahuan dapat dikaji melalui filsafat ilmu.
Pertama, secara ontologi, Pancasila
mempunyai ajaran dan nilai-nilai luhur, seperti mengembangkan sikap saling menghormati dan menyayangi sesama manusia, dimana Tuhan mempunyai peranan dalam memberikan petunjuk pada
umat manusia.
Kedua, epistemologi, Pancasila mempunyai sumber pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang sudah seharusnya
dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila memiliki sumbangan berarti bagi kehidupan umat manusia, nilai-nilai luhur untuk saling membantu dan memberikan rasa keadilan sosial harus dilakukan dalam setiap aspek kehidupan manusia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Noval Ardiansyah -
Nama: Noval Ardiansyah
Npm: 2311011096

Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Akan tetapi, pada perkembangannya ternyata ilmu pengetahuan di abad ke-17 mengalami perpecahan, di mana ilmu dan filsafat berdiri sendiri.

Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap
persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. Filsafat ilmu merupakan satu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal-balik dan saling-pengaruh antara filsafat dan ilmu

Filsafat ilmu sebagai sumber pengetahuan ternyata memiliki keterkaitan dengan Pancasila. Pancasila sebagai pandangan hidup (way of life) ternyata juga menyimpan banyak pengetahuan yang sudah selayaknya dikembangkan oleh disiplin filsafat ilmu yang secara ilmiah mempunyai nilai-nilai muatan positif dalam membentuk watak dan karakter bangsa Indonesia.

filsafat di Perguruan Tinggi, bahkan dalam kehidupan manusia, amatlah penting. Hal itu tampak nyata dengan diajarkannya filsafat ilmu di semua bidang disiplin pada jenjang S1, S2 dan S3. Filsafat ilmu juga dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan secara ilmiah yang bermuara pada melemahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.
Melemahnya pemahaman dan penghayatan masyarakat dapat diatasi dengan melakukan revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila. Dalam kerangka ini, nilai-nilai Pancasila yang
memiliki ilmu pengetahuan dan hakekat pengetahuan dapat dikaji melalui filsafat ilmu. Pertama, secara ontologi, Pancasila mempunyai ajaran dan nilai-nilai luhur, seperti mengembangkan sikap saling menghormati dan menyayangi sesama manusia, di mana Tuhan mempunyai peranan dalam memberikan petunjuk pada
umat manusia. Kedua, epistemologi, Pancasila mempunyai sumber pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang sudah seharusnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga,
secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila memiliki sumbangan berarti bagi kehidupan umat manusia, nilai-nilai luhur untuk saling membantu dan memberikan rasa keadilan sosial harus diejawantahkan dalam setiap aspek kehidupan manusia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Davin Damalis Muti 2311011124 -
Nama: Davin Damalis Muti
NPM: 2311011124

Jurnal ini membahas signifikansi mempelajari Pancasila melalui pendekatan filsafat ilmu dalam mengatasi berbagai permasalahan nasional di Indonesia. Filsafat ilmu digunakan sebagai alat untuk menganalisis dan memahami nilai-nilai Pancasila dalam ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Pancasila mendasari prinsip-prinsip yang mulia dan berperan sebagai pedoman bagi masyarakat Indonesia. Pengembangan Pancasila memerlukan kombinasi kepercayaan, mitos, kesetiaan, serta rasionalitas, apresiasi, dan moralitas. Pancasila adalah sebuah filsafat yang komprehensif dan sangat penting untuk dipahami sebagai ilmu serta diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Jurnal ini juga menjelaskan bahwa pengembangan Pancasila melalui ilmu pengetahuan ilmiah memiliki dampak yang signifikan, terutama di bidang pendidikan tinggi. Isu-isu nasional seperti perbedaan agama dan korupsi dapat diatasi melalui peningkatan dan implementasi nilai-nilai Pancasila. Implementasi Pancasila dalam menyelesaikan masalah nasional yang memerlukan pengetahuan, kesadaran, ketaatan, kemampuan, serta introspeksi diri. Pancasila merupakan dasar bagi masyarakat Indonesia dan harus diaplikasikan dalam semua aspek kehidupan.

Selain itu, jurnal ini juga menekankan pentingnya peran filsafat ilmu dalam pengembangan Pancasila. Filsafat Ilmu dapat membantu dalam pemahaman tentang nilai-nilai luhur, sumber pengetahuan, dan nilai-nilai aksiologis Pancasila. Para ilmuwan memegang peran vital dalam memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila melalui kebebasan berbicara dan kebebasan akademik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by NUZHA TUNNIDA _2311011032 -
NAMA : NUZHA TUNNIDA
NPM : 2311011032
ANALISIS JURNAL

Link Video YouTube : https://youtu.be/lW4UY4nxUSc?si=KRt99uB2L6iBn07b

FILSAFAT ILMU DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA : RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN

Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang sederajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan niali teknis. Pancasila merupakan sebuah pandangan dunia atau world view yang dapat ditanmkan dalam nilai-nilai filsafat. Sebagai pandangan dunia atau filsafat, Pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Bahan materialnya adalah berbagai butir dan ajaran kebijaksanaan dalam budaya etnik maupun agama.

Untuk mengatasi persoalan kebangsaan dalam upaya pengembangab Pancasila diperlukan beberapa faktor:
1. Ada proses penyadaran terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang memiliki banyak makna bagi kehidupan umat manusia
2. Memperbaiki mental pejabat negara agar tidak melakukan korupsi dengan selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila.
3. Menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hati nurani.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Mohammad rifky Anandya -
Nama : Mohammad Rifky Anandya
Npm : 2311011066

Jurnal "Filsafat ilmu dan arah pengembangan pancasila"

Berdasarkan analisis saya, di masyarakat terjadi pelemahan dalam pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, perlu dilakukan reaktualisasi nilai- nilai Pancasila.
Nilai nilai pancasila dapat dikaji melalui filsafat ilmu.
secara ontologi :Pancasila mempunyai ajaran dan nilai-nilai luhur, seperti mengembangkan sikap saling menghormati dan menyayangi sesama manusia, di mana Tuhan mempunyai peranan dalam memberikan petunjuk pada umat manusia. epistemologi, Pancasila mempunyai sumber pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang sudah seharusnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila memiliki sumbangan berarti bagi kehidupan umat manusia, nilai-nilai luhur untuk saling membantu dan memberikan rasa keadilan sosial harus diejawantahkan dalam setiap aspek kehidupan manusia sehingga pengembangan Pancasila itu sangat relevan dan urgen untuk di perguruan tingg
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Salwa putri khisanah 2311011086 -
Nama: Salwa putri khisanah
NPM: 2311011086
S1 manajemen b (genap)

Filsafat berperan penting bagi semua orang baik diperguruan tinggi, ataupun bermasyarakat.
Imu filsafat dapat digunakan sebagai penyelesaian masalah masalah kebangsaan secara ilmiah.
Pancasila memiliki tiga aspek ilmu filsafat yaituonotologi, epsitsmologi, dan aksosiologi.

Ontologi pancasila: pancasila memiliki ajaran da nilai nilai luhur yang mencakup sikap saling menghormati dan menyayangi sesama manusia, serta peran Tuhan dalam memberi petunjuk pada umat manusia

Eptomologis: pancasila memiliki sumber pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang harus diterapkan sehari hari

Aksiologi pancasila: nilai nila pancasila memiliki sumbangan berqrti bagi kehidupan manusia,terutama dalam konteks saling membantu memberikan rasa keadilan sosial
Picture of Samuel Linggom Deo Pasaribu Samuel
Re: Forum Analisis Jurnal
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Muhammad Maulan Timur -
Nama:Muhammad Maulan Timur
Npm:2351011032

Jurnal FILSAFAT ILMU DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA: RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN oleh Syahrul Kirom membahas tentang pentingnya pengkajian Pancasila sebagai cara hidup Indonesia melalui filsafat ilmu dalam mengatasi persoalan kebangsaan saat ini. Dalam jurnal ini, penulis menekankan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara harus dijadikan sebagai landasan dalam mengatasi persoalan kebangsaan, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Penulis juga menyoroti pentingnya pengembangan Pancasila sebagai suatu sistem nilai yang dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman. Dalam hal ini, Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari karakter bangsa Indonesia. Dalam kesimpulannya, penulis menegaskan bahwa Pancasila memiliki relevansi yang sangat penting dalam mengatasi persoalan kebangsaan, dan pengembangan Pancasila harus terus dilakukan agar dapat mengikuti perkembangan zaman dan tetap relevan dengan kebutuhan bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Muhammad Rasendriya Bramantyo -

Nama:Muhammad Rasendriya Bramantyo 

Npm:2351011030

Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat akan segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran dan ilmu pengetahuan tentang penyelidikan apa hakikat dan inti sari dari segala sesuatu.

Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu.Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat,asumsi dan esensi dari ilmu yang termasuk di dalamnya diantaranya;ilmu alam&ilmu sosial.

Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu dasar negara serta falsafah bangsa dan negara Republik Indonesia yang terdiri atas lima sila yaitu:ketahanan yang maha esa,kemanusiaan yang adil&beradab,persatuan Indonesia,kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat ahli dalam permusyawarahan&perwakilan,keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila sebagai sistem filsafat mengandung pandangan,nilai,dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi terbentuknya ideologi pancasila.Pancasila sebagai sistem filsafat bertitik tolak dari teori-teori filsafat&memenuhi ciri-ciri berpikir ke-filsafatan.Sementara itu,Pancasila sebagai sistem filsafat juga menjadi pedoman dalam perilaku,bersikap,dan perbuatan

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by ELSYA GUSTI LESTARI -

Nama : Elsya Gusti Lestari 

NPM : 2311011014


Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Akan tetapi, pada perkembangannya ternyata ilmu pengetahuan di abad ke-17 mengalami perpecahan, di mana ilmu dan filsafat berdiri sendiri. Sementara itu, perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru bahkan ke arah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-spesialisasi. Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. Filsafat ilmu sebagai sumber pengetahuan ternyata memiliki keterkaitan dengan Pancasila. Pancasila sebagai pandangan hidup (way of life) ternyata juga menyimpan banyak pengetahuan-pengetahuan yang sudah selayaknya dikembangkan oleh disiplin filsafat ilmu yang secara ilmiah mempunyai nilai-nilai muatan positif dalam membentuk watak dan karakter bangsa Indonesia.

 

Secara filsafati, Pancasila merupakan sistem nilai-nilai ideologis yang berderajat. Artinya di dalamnya terkandung nilai luhur, nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis, dan nilai teknis. Sebagai pandangan dunia atau filsafat, Pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pancasila diperuntukkan sebagai petunjuk arah semua kegiatan dan aktivitas hidup dan kehidupan di segala bidang : politik, pendidikan, agama, budaya, sosial dan ekonomi. Filsafat, adalah sebuah ilmu pengetahuan sudah seharusnya mampu mengembangkan nilai-nilai Pancasila, dengan jalan dijadikan bahan dan kurikulum dalam pendidikan di Indonesia. Dengan begitu, masyarakat harus memahami bahwa Pancasila yang memiliki nilai-nilai luhur itu adalah sifat-sifat dan karakter yang sesuai dengan bangsa Indonesia. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu mengembangkan dan menanamkan sejak dini di dalam pikiran masyarakat Indonesia.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Naira Nathania Maida -
Nama: Naira Nathania Maida
NPM: 2351011016

FILSAFAT ILMU
DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA: RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN

Filsafat ilmu berasal dari saman Yunani Kuno, di mana filsafat ilmu lahir karena munculnya sebuah pengetahuan dari Barat. Akan tetapi, pada perkembangannya ternyata ilmu pengetahuan di abad ke-17 mengalami perpecahan, di mana ilmu dan filsafat berdiri sendiri.
Filsafat ilmu dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan secara ilmiah yang bermuara pada melemahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.
Melemahnya pemahaman dan penghayatan masyarakat dapat diatasi dengan melakukan revitalisasi dan reaktualisasi nilai- nilai Pancasila. Dalam kerangka ini, nilai-nilai Pancasila yang memiliki ilmu pengetahuan dan hakekat pengetahuan dapat dikaji melalui filsafat ilmu. Pertama, secara ontologi, Pancasila mempunyai ajaran dan nilai-nilai luhur, seperti mengembangkan sikap saling menghormati dan menyayangi sesama manusia, di mana Tuhan mempunyai peranan dalam memberikan petunjuk pada umat manusia. Kedua, epistemologi, Pancasila mempunyai sumber pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang sudah seharusnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, secara aksiologi, nilai-nilai Pancasila memiliki sumbangan berarti bagi kehidupan umat manusia, nilai-nilai luhur untuk saling membantu dan memberikan rasa keadilan sosial harus diejawantahkan dalam setiap aspek kehidupan manusia.
Oleh karena itu, pengembangan Pancasila dapat dilakukan dengan filsafat ilmu. Dalam konteks ini, seorang ilmuwan dan akademisi memiliki peran dan fungsi yang sangat signifikan sebagai mediator untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila. Melalui kebebasan mimbar dan kebebasan akademik yang dikembangkan secara bertanggung jawab, telaah filsafati mengenai pengembangan Pancasila itu sangat relevan dan urgen untuk “disuarakan” oleh dunia perguruan tinggi.
In reply to Naira Nathania Maida

Re: Forum Analisis Jurnal

by Muhammad Aditya Ramandha -
Muhammad Aditya Ramandha
2311011026

Filsafat ilmu berasal dari zaman Yunani Kuno karena munculnya sebuah pengetahuan dari barat. Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan umat manusia. Filsafat ilmu merupakan satu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal-balik dan saling-pengaruh antara filsafat dan ilmu. Filsafat, adalah sebuah ilmu pengetahuan sudah seharusnya mampu mengembangkan nilai-nilai Pancasila, dengan jalan dijadikan bahan dan kurikulum dalam pendidikan di Indonesia. Dengan begitu, masyarakat harus memahami bahwa Pancasila yang memiliki nilai-nilai luhur itu adalah sifat-sifat dan karakter yang sesuai dengan bangsa Indonesia. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu mengembangkan dan menanamkan sejak dini di dalam pikiran masyarakat Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Muhammad Rafli Akbar -
Nama: Muhammad Rafli Akbar
NPM:2311011046
Kelas: Manajemen B (Genap)

https://youtu.be/3Uioo4unTsE?si=5xSJ9F8FIzL-aIcy
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Alexander Michael Abraham Lumbantoruan 2311011100 -
NAMA : Alexander Michael Abraham L.
NPM : 2311011100

Filsafat ilmu memainkan peran penting dalam memahami ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan manusia. Ada dua fungsi utama: membangun teori-teori sebagai landasan keyakinan dan tindakan, serta mengevaluasi kritis dasar-dasar keyakinan dan tindakan tersebut. Sejarahnya dimulai di Yunani Kuno dan berkembang seiring dengan kemajuan pengetahuan di dunia Barat, meskipun mengalami perpecahan dengan ilmu pengetahuan pada abad ke-17. Filsafat ilmu juga berkaitan dengan nilai-nilai Pancasila, karena melibatkan evaluasi terhadap pandangan ilmiah dengan kerangka konsep yang berkembang dari pandangan masa lalu. Pengembangan nilai-nilai Pancasila mencerminkan norma etis dalam kehidupan manusia dan menjadi dasar bagi sistem nilai, moral, dan hukum negara. Salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia adalah korupsi, yang dapat diatasi dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.