Kiriman dibuat oleh Monica Meirisa Herviani 2313053047

Selamat pagi bapak,
izin memperkenalkan diri Pak
Nama : Monica meirisa herviani
NPM : 2313053047
Kelas : 6B

Pembelajaran kelas rangkap adalah pembelajaran yang menggabungkan dua atau lebih tingkat kelas dalam satu ruangan dengan satu guru. Biasanya dilakukan di sekolah yang jumlah siswanya sedikit atau kekurangan guru. Dalam kelas ini, siswa memiliki usia dan materi pelajaran yang berbeda, sehingga guru harus pandai membagi waktu dan perhatian.

Ciri pembelajaran kelas rangkap adalah adanya perbedaan kemampuan siswa dalam satu kelas. Guru biasanya menggunakan cara belajar bergantian, tugas mandiri, dan kerja kelompok agar semua siswa tetap belajar dengan baik.
Nama : Monica Meirisa Herviani
NPM : 2313053047

Izin menjawab pertanyaan diatas pak
Media visual, seperti bantuk gambar atau poster dalam pembelajaran IPA dengan memperjelas konsep IPA dengan contoh ambar model rantai makanan yang memperlihatkan hubungan antar makhluk hidup. Media lingkungan, kita dapat mengajak anak anak untuk pembelajaran diluar kelas dan bereksplor dilingkungan sekolah, seperti bagaimana peserta didik dapat menjaga lingkungan dan membuang sampah dengan baik, dan bagaiman sampah dapat dikelola dengan baik, atau dengan pembelajaran PKN peserta didik diajak untuk bersosialisasi baik kepada masyarakat bagaimana peserta diidk dapat menerapkan 5 sila. Lalu ada media digital, dijaman yang akan berkembang ini semua akan lebih canggih dan lebih moderen, belajar dengan memanfaatkan tenologi seperti aplikasi edukasi, dan platfrom digital seperti youtobe ini juga dapat membantu guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarikk sehingga peserta didik akan tertarik dan menjadi semangat untuk belajar. Media Manipulatif atau benda nyata, seperti alat peraga yang dapay membantu guru untuk mrngajar adan lebih mudah seperti pada pembelajaran matematik model/ bantuk bangun ruang dalam bentuk nyata atau dengan eksperimen sains gunung Meletus dapat membantu siswa memahami konsep secara langsung dan praktis.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Monica Meirisa Herviani
Npm: 2313053047

izin menjawab bapak
Penjelasan didalam vidio tersebut menurut saya yang sudah saya dengan dan simak bahwa:
Discovery Learning : Siswa belajar melalui penemuan. Guru memberikan masalah atau pertanyaan, lalu siswa mencari jawabannya melalui eksplorasi dan eksperimen.
Inquiry Learning : Mirip dengan Discovery Learning, tapi lebih terstruktur. Siswa merumuskan pertanyaan, merencanakan investigasi, mengumpulkan data, menganalisis, dan membuat kesimpulan.
Problem Based Learning (PBL): Siswa belajar dengan memecahkan masalah nyata. Guru memberikan masalah kompleks, lalu siswa bekerja sama untuk mencari solusi.
Project Based Learning (PjBL): Siswa belajar melalui pembuatan proyek. Guru memberikan tugass proyek yang relevan dengan kehidupan nyata, lalu siswa merencanakan, melaksanakan, dan mempresentasikan proyek mereka.
nah sementara model pembelajaran tematik yang paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah menurut saya adalah PjBL yang disederhanakan memungkinkan mereka untuk membuat sesuatu yang nyata dan bermanfaat. Misalkan siswa diajak untuk membersihkan taman sekolah dan menanam bunga atau tanaman hijau.
Dampaknya Dengan mengalami langsung dan membuat sesuatu yang nyata, siswa akan lebih mudah memahami konsep-konsep yang berkaitan dengan tema "Lingkungan". Siswa menjadi lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar mereka. Siswa juga menjadi akfit dan lebih ingin tahu.


Sekian, terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh