གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Muhammad Daffa Aufa Alwan

MKU PKN PSTI -> ANALISIS KASUS

Muhammad Daffa Aufa Alwan གིས-
Nama: Muhammad Daffa Aufa Alwan
Npm: 2315061030
Kelas: TI B

1. Sejumlah masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, seperti dampak globalisasi dan perubahan sosial, dapat mengancam kohesi sosial dan integrasi nasional. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman akan identitas nasional dan nilai-nilai Pancasila, serta perubahan sikap dan perilaku masyarakat yang tidak lagi mencerminkan kesadaran akan persatuan bangsa. Namun, apakah ini akan menyebabkan disintegrasi bangsa tergantung pada seberapa serius masalah tersebut ditangani dan upaya apa yang dilakukan untuk memperkuat kesatuan dan persatuan di tengah tantangan tersebut. Jika tidak ditangani dengan tepat, masalah tersebut memiliki potensi untuk mengakibatkan disintegrasi bangsa.
Untuk memperkuat kebudayaan Indonesia sebagai pemersatu di balik keberagaman, diperlukan langkah-langkah seperti meningkatkan kesadaran akan identitas nasional, memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila, mendorong dialog antar-etnis dan agama, serta menampilkan kepemimpinan yang kuat dalam memperkuat kesatuan dan persaudaraan bangsa.

2. yang perlu dilakukan agar kebudayaan Indonesia menjadi pemersatu dibalik keberagaman dan pluralnya bangsa Indonesia adalah:
a. Mempertahankan nilai-nilai Pancasila: Mempertahankan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar ideologi negara yang membentuk identitas nasional Indonesia.
b. Memanfaatkan teknologi dan informasi: Memanfaatkan teknologi dan informasi untuk membangun identitas nasional Indonesia yang unggul.
c. Membangun pendidikan: Membangun pendidikan yang dapat meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memahami dan memelihara identitas nasional Indonesia.
d. Membangun sikap gotong royong: Membangun sikap gotong royong yang sepadahal untuk mempertahankan identitas nasional Indonesia.
e. Membangun rasa cinta tanah air dan nationalisme: Membangun rasa cinta tanah air dan nationalisme yang sepadahal untuk mempertahankan identitas nasional Indonesia.
f. Membangun sikap persatuan dan kesatuan: Membangun sikap persatuan dan kesatuan yang sepadahal untuk mempertahankan identitas nasional Indonesia.
g. Membangun sikap sopan santun: Membangun sikap sopan santun yang sepadahal untuk mempertahankan identitas nasional Indonesia.
h. Membangun sikap politik: Membangun sikap politik yang sepadahal untuk mempertahankan identitas nasional Indonesia.
i. Membangun sikap ekonomi: Membangun sikap ekonomi yang sepadahal untuk mempertahankan identitas nasional Indonesia.
j. Membangun sikap sosial budaya: Membangun sikap sosial budaya yang sepadahal untuk mempertahankan identitas nasional Indonesia.
k. Membangun sikap ideologi: Membangun sikap ideologi yang sepadahal untuk mempertahankan identitas nasional Indonesia.

MKU PKN PSTI -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Muhammad Daffa Aufa Alwan གིས-
Nama: Muhammad Daffa Aufa Alwan
NPM: 2315061030
Kelas: PSTI B

Jurnal ini membahas masalah integrasi nasional dan identitas di Indonesia. Jurnal tersebut menyoroti tantangan yang dihadapi negara dalam mengembangkan identitas nasional yang utuh dan mengintegrasikan kelompok-kelompok yang beragam di dalam negara. Penulis menekankan kompleksitas identitas, menyatakan bahwa identitas bukanlah konsep yang tetap atau tunggal tetapi hasil dari dinamika budaya yang berkembang seiring waktu. Pemahaman ini tentang identitas sangat penting dalam konteks Indonesia, yang ditandai oleh populasi yang beragam dengan etnis, profesi, latar belakang pendidikan, dan asal wilayah yang berbeda-beda. Penulis juga menyoroti peran media, khususnya televisi, dalam membangun dan memengaruhi identitas kolektif dengan menekankan minat bersama daripada perbedaan demografis tradisional.

Selain itu, jurnal tersebut mengupas konteks sejarah Indonesia, mengutip pengalaman perubahan dalam ideologi dan prinsip yang telah menyebabkan disintegrasi nasional dan ketidakstabilan. Transisi dari Orde Lama ke Orde Baru disoroti, dengan referensi kepada pemberontakan PKI tahun 1965 dan pergeseran politik yang berikutnya. Periode Reformasi juga dibahas, mencatat tantangan dan ambiguitas yang muncul ketika Indonesia memeluk demokrasi dan desentralisasi. Era ini menyebabkan ketidakpatuhan sosial dan kurangnya tata kelola yang jelas serta harmoni sosial, berkontribusi pada arah nasional yang tidak jelas.

Secara keseluruhan, jurnal tersebut menekankan perlunya strategi budaya nasional di Indonesia yang mengatasi kompleksitas identitas dan memupuk rasa kesatuan di tengah keberagaman. Jurnal tersebut menekankan sifat dinamis dan berbagai aspek identitas serta pentingnya menangani minat bersama dalam membentuk identitas nasional kolektif. Konteks sejarah yang disediakan bertujuan untuk menyoroti tantangan dan kompleksitas integrasi nasional di Indonesia, memanggil untuk pendekatan strategis dalam mengatasi masalah-masalah ini.

MKU PKN PSTI -> FORUM ANALISIS VIDEO

Muhammad Daffa Aufa Alwan གིས-
Nama: Muhammad Daffa Aufa Alwan
NPM: 2315061030
PSTI B

video tersebut membahas tentang identitas nasional dan integritas nasional. dimana identitas nasional merujuk pada kesadaran kolektif, nilai-nilai, tradisi, budaya, dan sejarah yang membedakan suatu bangsa dari yang lain. Ini mencakup keyakinan bersama, simbol, bahasa, makanan, pakaian tradisional, dan aspek-aspek lain yang membentuk identitas budaya suatu negara. Identitas nasional dapat memperkuat rasa solidaritas di antara warga negara dan memberikan rasa kebanggaan akan warisan budaya mereka. sementara integritas nasional merujuk pada kesatuan dan keutuhan suatu negara, di mana lembaga-lembaga dan warga negara bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip moral, hukum, dan etika yang diakui secara luas. Integritas nasional melibatkan perlindungan terhadap kedaulatan, keamanan, dan kesejahteraan negara serta kepatuhan terhadap hukum dan nilai-nilai yang mengikat untuk mencegah korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, atau ancaman lain terhadap struktur fundamental dan eksistensi negara. Ini merupakan fondasi yang penting bagi stabilitas dan pembangunan yang berkelanjutan suatu bangsa. identitas nasional dibagi menjadi 3 pembagian yaitu identitas fundamental, identitas instrumental dan identitas alamiah. kemudian integrasi nasional memiliki faktor pendorong dan penghambat. faktor pendorong nya yaitu sejarah, cinta tanah air, rela berkorban, dan keinginan Bersatu. sedangkan factor penghambatnya yaitu heterogeny, ketimpangan, etnosentrisme, dan gangguan luar.