Nama : Rayhan Danar Abiyyuendra
NPM : 2315061098
1. Peristiwa G30S PKI adalah sebuah upaya kudeta yang dilakukan oleh PKI pada tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965. Tujuan dari gerakan ini adalah untuk menghancurkan NKRI dan menjadikannya sebagai negara komunis, menyingkirkan TNI AD dan merebut kekuasaan pemerintahan12. Dalam prosesnya, PKI membunuh dan menculik enam jenderal dan satu perwira TNI AD yang dianggap sebagai musuh. Peristiwa ini bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi persatuan, kesatuan, demokrasi, dan kemanusiaan. Hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa ini adalah pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menolak segala bentuk kekerasan, serta menghormati ideologi Pancasila sebagai dasar negara.
2. Cara masyarakat atau warga bermusyawarah dalam lingkungan saya adalah dimulai dengan memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk menyampaikan pendapatnya secara jujur, terbuka, dan sopan. Mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain dengan sikap toleran dan menghindari konflik, lalu mencari titik temu atau kesamaan pandangan dari berbagai pendapat yang ada, dan yang terakhir adalah menyimpulkan hasil musyawarah dan menetapkan keputusan bersama.
Bentuk kearifan yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung antara lain:
Meningkatkan rasa persaudaraan, solidaritas, dan kebersamaan di antara peserta musyawarah, mendorong partisipasi aktif dan demokratis dari setiap anggota masyarakat atau organisasi, menghasilkan keputusan yang adil, dan bijaksana. Menumbuhkan rasa hormat, saling menghargai, dan menghormati perbedaan.
Bentuk kendala yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung antara lain:
Kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya musyawarah untuk mufakat, kurangnya keterampilan komunikasi, negosiasi, dan diplomasi di antara peserta musyawarah, adanya sikap egoisme, fanatisme, dalam kepentingan pribadi atau kelompok.
3. Faktor penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia adalah :
1. Kurangnya peranan pendidikan agama, pendidikan Pancasila, dan pembinaan moral dalam membentuk sikap dan karakter yang sesuai dengan Pancasila
2. Kurangnya kesadaran penuh akan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila
3. Kurangnya tegasnya pemerintah terhadap ormas atau kelompok yang cenderung radikal, atau anti Pancasila
4. Penyimpangan nilai nilai Pancasila oleh sebagian pihak yang mengabaikan kesejahteraan dan keadilan bersama
5. Pengaruh globalisasi, kapitalisme, liberalisme, dan pasar bebas yang membawa nilai-nilai negatif yang bertentangan dengan Pancasila, seperti kebencian, LGBT, pola hidup konsumtif, individualisme, hedonisme, dan lain-lain