Kiriman dibuat oleh Rayhan Danar Abiyyuendra Unila

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum diskusi

oleh Rayhan Danar Abiyyuendra Unila -
Nama : Rayhan Danar Abiyyuendra
NPM : 2315061098

Dalam video yang berjudul "Filsafat Pancasila" saya dapat menganalisis hal berikut :

video ini berfokus pada pembahasan aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis Pancasila. Secara ontologis, Pancasila dipandang sebagai esensi mendasar kemanusiaan, mencakup nilai-nilai budaya, nilai-nilai agama, dan nilai-nilai negara. Secara epistemologis, Pancasila dilihat sebagai sistem pengetahuan yang bertujuan untuk mengungkap hakikatnya sebagai sistem filsafat. Terakhir, secara aksiologis, Pancasila berkaitan dengan penerapan dan pemanfaatan nilai-nilainya dalam kehidupan bangsa.

Kombinasi aspek ontologis dan epistemologis memberikan pemahaman tentang esensi dan signifikansi Pancasila, sementara aspek aksiologis menekankan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Video ini membahas pentingnya pengalaman, rasionalitas, dan integrasi konsep abstrak seperti "keberhargaan" atau "manfaat" dalam memperoleh Pancasila sebagai sistem pengetahuan, serta hubungannya dengan nilai-nilai laten dalam metafisika.
Nama : Rayhan Danar Abiyyuendra
NPM : 2315061098

Analisis yang bisa saya simpulkan dari jurnal yang berjudul "FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA
MENUJU BANGSA BERKARAKTER" adalah :

Pertama, Pancasila merupakan sistem filsafat yang mencakup pendekatan ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Secara ontologis, Pancasila berhubungan dengan pemikiran tentang negara, bangsa, masyarakat, dan manusia. Secara epistemologis, Pancasila berhubungan dengan pengetahuan intern dan implementasinya. Secara aksiologis, Pancasila berhubungan dengan nilai-nilai, hierarki, dan struktur etika.

Kedua, pendidikan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai Pancasila. Pendidikan karakter harus didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dengan tujuan mengembangkan individu yang memiliki perilaku baik, mampu hidup secara mandiri dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik, serta memiliki keyakinan dan pengabdian kepada Tuhan.

Ketiga, pendidikan karakter yang didasarkan pada Pancasila memiliki ciri-ciri integral, etis, dan religius. Pendidik harus memahami nilai-nilai Pancasila, menjadikannya sebagai aturan hukum dalam kehidupan, dan memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik.

Keempat, pendidikan karakter yang didasarkan pada Pancasila bertujuan untuk menciptakan bangsa Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, memiliki kepribadian yang baik, dan memiliki karakter yang mulia. Pendidikan karakter juga berperan dalam melestarikan kebudayaan dan kepribadian bangsa.

Kelima, Pancasila juga memiliki prinsip-prinsip yang meliputi ke-Tuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai Pancasila merupakan ide atau konsep yang dianggap penting dalam kehidupan dan terkandung dalam hati nurani manusia.

Dalam konteks pendidikan di Indonesia, pendidikan karakter yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk bangsa yang berkarakter.
Nama : Rayhan Danar A
NPM : 2315061098

Analisis yang saya dapatkan dari jurnal "FILSAFAT ILMU DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA: RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN" adalah sebagai berikut.

Jurnal ini membahas tentang pengkajian Pancasila dengan menggunakan filsafat ilmu sebagai alat untuk mengatasi persoalan kebangsaan, khususnya korupsi. Filsafat ilmu memiliki tiga aspek, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi adalah ilmu tentang apa yang ada, epistemologi adalah ilmu tentang bagaimana kita mengetahui apa yang ada, dan aksiologi adalah ilmu tentang nilai-nilai yang ada. Penulis menggunakan ketiga aspek ini untuk menganalisis nilai-nilai Pancasila dan relevansinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hasil dari pengkajian nilai-nilai Pancasila dari sudut pandang filsafat ilmu adalah sebagai berikut:
Ontologi: Pancasila memiliki ajaran dan nilai-nilai, seperti mengembangkan sikap saling menghormati antara sesama manusia.
Epistemologi: Pancasila memiliki sumber-sumber pengetahuan dan konsep-konsep nasionalisme yang harus dijadikan pedoman dalam kehidupan sosial Indonesia.
Aksiologi: Nilai-nilai Pancasila memiliki kontribusi dalam kehidupan masyarakat Indonesia melalui nilai-nilai luhur dalam keadilan sosial dan kemanusiaan.
Nama : Rayhan Danar A
NPM : 2315061098

1. Menurut pendapat saya, kasus penolakan jenazah korban covid-19 yang terjadi di Jawa Tengah tersebut adalah suatu bentuk pelanggaran hak asasi manusia, kemanusiaan, dan Pancasila. Kasus tersebut menunjukkan adanya ketakutan, kebodohan, dan ketidakpedulian masyarakat terhadap sesama manusia yang menjadi korban pandemi. Kasus penolakan jenazah korban covid-19 tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama, kedua, dan kelima. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan kita untuk menghormati dan menghargai hak hidup dan kematian setiap manusia sebagai ciptaan Tuhan. Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, mengajarkan kita untuk bersikap adil, beradab, dan berempati terhadap sesama manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, atau golongan. Sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengajarkan kita untuk menjamin kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa diskriminasi.

2. Menurut saya masyarakat harus meningkatkan rasa solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi pandemi covid-19. Masyarakat harus saling membantu dan mendukung satu sama lain, termasuk dalam hal mengurus jenazah korban covid-19. Masyarakat harus menghormati hak-hak kepada almarhum sebagai bukti dalam hak asasi manusia. Masyarakat juga harus menghindari stigma negatif dan diskriminasi terhadap korban covid-19.

3. Jenazah korban covid-19 masih merupakan bagian dari manusia yang memiliki harkat dan martabat yang harus dihormati dan dilindungi. Jenazah korban covid-19 juga masih memiliki hak asasi manusia, yaitu hak untuk mendapatkan penghormatan dan perlindungan terhadap martabatnya. Dengan menolak jenazah korban covid-19, masyarakat telah mengabaikan harkat, martabat, dan hak asasi manusia tersebut.
Nama : Rayhan Danar A
NPM : 2315061098

Analisis yang saya dapatkan dari video tersebut meliputi penjelasan tentang Pancasila Sebagai Sistem Filsafat di Indonesia, berikut analisis saya.

Pancasila sebagai filsafat dapat berarti suatu cara untuk memandang atau menjadi pandangan hidup yang mengandung nilai-nilai dasar dan menjadi landasan bagi bangsa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan.
Pancasila sebagai filsafat mencerminkan kepribadian, jati diri, dan cita-cita bangsa Indonesia, yang berdasarkan pada nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya dan sejarah bangsa.
Pancasila sebagai filsafat juga berfungsi sebagai pedoman dan pegangan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai dengan norma-norma yang terkandung dalam lima sila Pancasila.

Lalu ada beberapa aliran filsafat yang terdapat dalam video, antara lain :
1. Rasionalisme, yaitu aliran filsafat yang mengutamakan akal atau rasio sebagai sumber pengetahuan yang paling valid dan dapat dipercaya. Rasionalisme menolak pengalaman indera atau empirisme sebagai dasar pengetahuan, karena dianggap tidak akurat dan tidak objektif.
2. Filsafat materialisme adalah aliran filsafat yang menganggap bahwa materi dan energi adalah satu-satunya substansi yang benar-benar ada, tanpa adanya entitas non-materi seperti jiwa, roh, atau dewa. Filsafat materialisme menolak adanya metafisika transendensi, atau hal-hal yang melampaui dunia material. Filsafat materialisme juga cenderung mengabaikan nilai-nilai rohani, moral, dan estetika, serta mengutamakan kepentingan materi, kekayaan, dan kekuasaan.
3. Filsafat individualisme adalah aliran filsafat yang menekankan kebebasan, hak, dan kemandirian individu sebagai nilai tertinggi. Filsafat individualisme menganggap bahwa individu adalah sumber pengetahuan, moralitas, dan kreativitas, tanpa harus bergantung pada otoritas atau tradisi eksternal. Filsafat individualisme juga cenderung menentang adanya campur tangan negara atau masyarakat dalam urusan pribadi individu.
4. Filsafat hedonisme adalah aliran filsafat yang memandang bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup manusia. Filsafat hedonisme mengukur nilai suatu tindakan atau hal berdasarkan pada tingkat kesenangan atau penderitaan yang ditimbulkannya. Filsafat hedonisme juga cenderung mengabaikan kewajiban, tanggung jawab, dan konsekuensi jangka panjang dari tindakan atau hal tersebut.

Pancasila sebagai filsafat memiliki beberapa ciri khas, antara lain:

1. Pancasila bersifat sistematis, yaitu terdiri dari lima sila yang saling berkaitan dan bergantung satu sama lain, sehingga membentuk suatu kesatuan yang bulat dan utuh.
2. Pancasila bersifat fundamental, yaitu mengandung nilai-nilai dasar yang menjadi landasan bagi segala aspek kehidupan bangsa Indonesia.
3. Pancasila bersifat menyeluruh, yaitu mencakup semua bidang kehidupan manusia, baik secara individual maupun kolektif, baik secara material maupun spiritual.
4. Pancasila bersifat dinamis, yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan tantangan global, tanpa menghilangkan nilai-nilai esensialnya.