Nama : Puan Akeyla Maharani M
NPM : 2315061070
Kelas : PSTI B
Jurnal membahas pentingnya kearifan lokal dalam mempertahankan identitas budaya di tengah arus perubahan global, khususnya di Indonesia. Menyoroti konflik antara budaya tradisional dan modern, jurnal ini menekankan bahwa kearifan lokal menjadi kunci untuk menjaga kelestarian dan jagadhita dalam masyarakat. Identitas kultural, menurut Barker (2005), bukanlah sesuatu yang ditemukan, melainkan konstruksi diskursif melalui bahasa dan representasi. Kearifan lokal dianggap sebagai bagian integral dari kebudayaan, mencakup ciri-ciri kultural yang diwariskan oleh sebagian besar masyarakat akibat pengalaman hidup mereka.
Dalam konteks Indonesia yang majemuk, jurnal mengamati karakteristik masyarakat yang tersegmentasi, seringkali mengalami konflik, dan belum sepenuhnya mengembangkan konsensus nilai sosial dasar. Dengan adanya kecenderungan benturan antar kebudayaan dan tantangan globalisasi, kearifan lokal dianggap sebagai perekat identitas bangsa. Jurnal juga mencermati pentingnya mengelola kekayaan alam dan keanekaragaman sosiokultural sebagai modal dasar bagi kesejahteraan masyarakat. Kesimpulannya, revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal dianggap sebagai langkah strategis dalam menghadapi berbagai krisis sosial, ekonomi, dan budaya serta dalam membangun identitas nasional yang kuat.
NPM : 2315061070
Kelas : PSTI B
Jurnal membahas pentingnya kearifan lokal dalam mempertahankan identitas budaya di tengah arus perubahan global, khususnya di Indonesia. Menyoroti konflik antara budaya tradisional dan modern, jurnal ini menekankan bahwa kearifan lokal menjadi kunci untuk menjaga kelestarian dan jagadhita dalam masyarakat. Identitas kultural, menurut Barker (2005), bukanlah sesuatu yang ditemukan, melainkan konstruksi diskursif melalui bahasa dan representasi. Kearifan lokal dianggap sebagai bagian integral dari kebudayaan, mencakup ciri-ciri kultural yang diwariskan oleh sebagian besar masyarakat akibat pengalaman hidup mereka.
Dalam konteks Indonesia yang majemuk, jurnal mengamati karakteristik masyarakat yang tersegmentasi, seringkali mengalami konflik, dan belum sepenuhnya mengembangkan konsensus nilai sosial dasar. Dengan adanya kecenderungan benturan antar kebudayaan dan tantangan globalisasi, kearifan lokal dianggap sebagai perekat identitas bangsa. Jurnal juga mencermati pentingnya mengelola kekayaan alam dan keanekaragaman sosiokultural sebagai modal dasar bagi kesejahteraan masyarakat. Kesimpulannya, revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal dianggap sebagai langkah strategis dalam menghadapi berbagai krisis sosial, ekonomi, dan budaya serta dalam membangun identitas nasional yang kuat.