Nama : Radhitya Agrayasa Rhalin
Npm : 2315061002
1. Peristiwa G30S PKI adalah salah satu peristiwa bersejarah di Indonesia yang terjadi pada 30 September 1965. Proses terjadinya peristiwa ini melibatkan sejumlah perwira militer yang diculik dan dibunuh oleh anggota PKI. Penyimpangan terhadap nilai-nilai Pancasila terletak pada penggunaan kekerasan dan tindakan brutal dalam peristiwa ini, yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang mengutamakan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan. Hikmah yang bisa diambil adalah pentingnya menjaga persatuan dan kestabilan negara, serta mencegah penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan perbedaan politik.
2. Cara pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat umumnya melibatkan berbagai langkah seperti:
a. Mengumpulkan data dan informasi terkait masalah yang akan dibahas.
b. Mengundang anggota atau pihak yang terlibat dalam musyawarah.
c. Mendengarkan pendapat dari semua pihak, memberi kesempatan setiap orang untuk berbicara.
d. Membahas argumen-argumen pro dan kontra.
e. Mencari kesepakatan bersama atau konsensus jika memungkinkan.
Kearifan yang timbul saat musyawarah adalah kemampuan untuk mendengarkan dengan teliti, menghormati pendapat orang lain, dan mencari solusi yang terbaik untuk semua pihak. Ini menciptakan suasana yang inklusif dan harmonis.
Kendala yang mungkin timbul dalam musyawarah antara lain ketidaksetujuan yang sulit diatasi, dominasi suara oleh beberapa anggota, kurangnya partisipasi, dan kesulitan mencapai konsensus jika pendapat sangat berbeda.
3. Rendahnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
a. Kurangnya Pendidikan: Sistem pendidikan yang belum memadai dalam memasukkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum atau kurangnya penekanan pada pendidikan moral.
b. Pengaruh Media Sosial: Penggunaan media sosial dan internet dapat mengaburkan pemahaman nilai-nilai tradisional dan menggantikannya dengan informasi yang bertentangan.
c. Perubahan Sosial: Perubahan sosial dan ekonomi yang cepat mungkin membuat banyak orang lebih fokus pada kepentingan pribadi daripada pada nilai-nilai kolektif.
d. Kurangnya Kesadaran: Beberapa orang mungkin tidak menyadari pentingnya memahami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mengatasi rendahnya pemahaman Pancasila, diperlukan upaya pendidikan yang lebih kuat, kampanye publik, serta peran aktif keluarga dan komunitas dalam menyebarkan dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.