Kiriman dibuat oleh Bilal Ali Syahputra

NAMA KELOMPOK = THE BLACKOUT 

1. 2316041110 NOVENDRA DWI PRADANTA
2. 2316041113 ERNI SAPITRI
3. 2316041115 M. AFDZAL SYAPUTRA
4. 2316041124 ANNISA SALASATUN ROMADHONA
5. 2316041125 MARTHA OKTAVIA SIMBOLON
6. 2316041127 BILAL ALI SYAHPUTRA
7. 2316041130 ALDIVA MUKHSIN
8. 2316041131 DOVAZ MAY ROZA
9. 2316041137 RHIEN SILVI
10. 2316041143 ILHAM WAHYUDI

https://youtu.be/KLjtC0cAHK4?si=eot9w2SazZwG8jSc
Nama : Bilal Ali Syahputra
Npm : 2316041127

Beberapa poin yang dibahas yaitu dasar-dasar, kebijakan keamanan NATO era baru, respon NATO terhadap ancaman strategis dan tantangan hybrid di Eropa, serta kesimpulanFakta pertamaNorth Atlantic Treaty Organization (NATO) bersifat politik dan militer organisasi. Persatuan Ini mempromosikan perdamaian dan keamanan melalui pertahanan bersama. Dengan 32 negara anggota, NATO memainkan peran penting dalam hubungan internasional dan keamanan global.SejarahDidirikan pada tahun 1949, NATO dibentuk sebagai tanggapan terhadap ancaman ekspansi Soviet. Tujuan utama aliansi ini adalah untuk menjaga kebebasan dan keamanan negara-negara anggotanya. NATO telah berevolusi selama bertahun-tahun untuk menghadapi tantangan keamanan baruPrinsip-prinsip dasarNATO didirikan berdasarkan prinsip-prinsip pertahanan kolektif dan keamanan bersama. Aliansi berkomitmen terhadap penyelesaian perselisihan secara damai dan mendukung demokrasi, kebebasan individu, dan supremasi hukum.Kemampuan MiliterNATO mempertahankan kemampuan militer yang kuat untuk mencegah dan melawan ancaman. Ia melakukan latihan dan operasi bersama mitra, dan negara-negara anggota menyumbangkan kekuatan dan sumber daya untuk memastikan kesiapan aliansi. Kemitraan ini mendorong stabilitas dan perdamaian dalam komunitas internasional.Satu fakta lagiLingkungan keamanan yang terus berkembang mengharuskan NATO untuk menyesuaikan kebijakannya untuk menghadapi tantangan yang muncul. Presentasi ini mengkaji tren-tren utama dan mengusulkan strategi untuk masa depanLanskap ancaman yang berubahSifat ancaman modern yang beragam dan kompleks, termasuk serangan dunia maya dan perang hibrida, memerlukan respons komprehensif dari NATO. Beradaptasi terhadap tantangan-tantangan ini sangat penting bagi keamanan kolektifTeknologi dan PeperanganKemajuan teknologi telah mengubah sifat peperangan dan membawa serta peluang dan risiko. NATO harus memanfaatkan inovasi dalam mengatasi implikasi kemampuan siber dan senjata otonom.Kemitraan StrategisMembangun kemitraan yang kuat dengan negara-negara non-NATO dan organisasi internasional sangat penting untuk menyelesaikan tantangan keamanan bersama. Kerja sama dapat meningkatkan interoperabilitas dan pertukaran informasiKetahanan dan adaptasiMembangun ketahanan di tingkat nasional dan kolektif sangat penting dalam menghadapi perubahan ancaman. Kebijakan NATO harus memprioritaskan adaptasi dan kesiapsiagaan untuk memastikan kemampuan respons yang efektifPerang HibridaPenggunaan taktik hibrid menghadirkan tantangan unik terhadap pendekatan keamanan tradisional. Kebijakan NATO harus hati-hati dalam menggabungkan metode tradisional dan non-tradisional untuk memastikan pertahanan komprehensifDomain ruang angkasa dan dunia mayaDomain ruang angkasa dan dunia maya telah menjadi arena penting persaingan keamanan. Kebijakan NATO harus memprioritaskan pertahanan kawasan ini dan pengembangan kemampuan untuk menghadapi ancaman baru. potensi pelanggaranDinamika keamanan regionalMemahami dinamika dan konflik regional sangat penting bagi kebijakan keamanan NATO. Mengadaptasi pendekatan terhadap tantangan spesifik di berbagai bidang akan meningkatkan efektivitas aliansiKemampuan beradaptasi dan inovasiMenumbuhkan kemampuan beradaptasi dan inovasi dalam struktur dan operasi NATO sangat penting untuk memperhitungkan tren yang muncul. Merangkul teknologi dan pendekatan baru meningkatkan kesiapan aliansiKomunikasi StrategisKomunikasi strategis yang efektif sangat penting untuk membentuk persepsi publik dan memerangi misinformasi. Kebijakan NATO harus memprioritaskan strategi komunikasi untuk meningkatkan kepercayaan dan keberlanjutan.Tiga faktaAncaman strategis dan tantangan bersama di Eropa telah menyebabkan NATO memperkuat langkah-langkah keamanannya. Bagian ini mengkaji tanggapan NATO terhadap ancaman dan tantangan ini serta upaya untuk menjamin keamanan dan stabilitas regional.Lanskap ancaman saat iniKebangkitan kembali agresi Rusia dan taktik perang hibrida merupakan tantangan besar bagi keamanan Eropa. Selain itu, stabilitas regional terancam oleh serangan siber dan kampanye disinformasitanggapan NATONATO telah merespons ancaman ini dengan meningkatkan kehadiran militernya di Eropa Timur, melakukan latihan pertahanan siber, dan menerapkan inisiatif komunikasi strategis untuk memerangi disinformasi. .Tantangan dan PeluangTerlepas dari efektivitas upaya NATO, NATO menghadapi tantangan dalam koordinasi antar negara anggota untuk menanggapi dan mengatasi ancaman yang muncul. Namun, negara ini juga mempunyai peluang untuk memperkuat kemitraan dan berinovasi di bidang keamanan.Kerangka respons NATORespons NATO terhadap tantangan hibrida dipandu oleh pendekatan multidimensi yang mengintegrasikan militer. keterampilan diplomatik dan cyber. Kerangka kerja ini menekankan ketahanan, pencegahan dan komunikasi strategis.Komunikasi StrategisKomunikasi strategis yang efektif sangat penting untuk melawan ancaman hibrida. NATO menggunakan komunikasi terkoordinasi, diplomasi publik, dan aktivitas media untuk melawan disinformasi dan meningkatkan ketahanan publikMembangun ketahananMembangun ketahanan di negara-negara anggota merupakan bagian penting dari strategi NATO. Hal ini mencakup peningkatan perlindungan infrastruktur penting, pertahanan siber, dan kesiapsiagaan warga sipil untuk menghadapi dan memulihkan diri dari serangan hibrida.RingkasanMenyesuaikan kebijakan keamanan NATO terhadap tren dan tantangan yang muncul memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berwawasan ke depan. Dengan memprioritaskan ketahanan, inovasi, dan kemitraan strategis, NATO dapat merespons secara efektif lingkungan keamanan yang terus berkembang..
NAMA : BILAL ALI SYAHPUTRA
NPM : 2316041127


1. Pelayanan publik yang telah mengalami pergeseran dari sentralisasi menjadi desentralisasi adalah pengelolaan pendidikan dasar (SD dan SMP).
Pada awalnya, pengelolaan pendidikan dasar di Indonesia cenderung terpusat di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Nasional. Namun, sejak diterapkannya kebijakan otonomi daerah pada awal 2000-an, pengelolaan pendidikan dasar mulai didesentralisasikan ke tingkat pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota).

2. Analisis upaya pengembangan pengelolaan pendidikan dasar dengan menggunakan teori-teori manajemen publik:

- New Public Management (NPM)
Desentralisasi pengelolaan pendidikan dasar sejalan dengan prinsip NPM dalam hal pemberdayaan manajer di tingkat daerah. Pemerintah daerah diberikan kewenangan dan fleksibilitas untuk mengelola sumber daya dan mengambil keputusan terkait pendidikan di wilayahnya. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi dan responsivitas terhadap kebutuhan lokal.

MP Reg D 2024 -> Diskusi -> Diskusi1 -> Re: Diskusi1

oleh Bilal Ali Syahputra -
NAMA : BILAL ALI SYAHPUTRA
NPM :2316041127

Tantangan terbesar Indonesia dalam melakukan reformasi administrasi publik adalah perlunya penerapan reformasi birokrasi yang mendasar dan efektif. Reformasi birokrasi merupakan upaya pemerintah untuk melakukan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan, terutama menyangkut aspek-aspek pada penerapan pelayanan prima[3]. Namun, pada kenyataannya reformasi birokrasi masih belum memberikan kontribusi maksimal, dan dibutuhkan kader-kader birokrasi yang mampu memberikan terobosan terhadap percepatan reformasi birokrasi.

Terjadinya perubahan-perubahan, seperti perkembangan teknologi yang mempengaruhi birokrasi, juga menjadi tantangan yang cukup serius. Hal ini disebabkan oleh fenomena globalisasi, yang mempengaruhi hubungan antara negara dengan pasar, dan mendorong perubahan dalam teori-teori tentang birokrasi.

Reformasi birokrasi merupakan proses dan saling berkaitan dengan bidang lain seperti penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Itu sebabnya, presiden terpilih dan tim juga perlu melakukan langkah-langkah strategis pemberantasan korupsi yang selama ini menjangkiti birokrasi.

Resistensi dari orang yang tidak menginginkan perubahan merupakan tantangan tebesar reformasi birokrasi. Maka, perlu dilakukan pendidikan dan pengembangan kader-kader birokrasi yang mampu memberikan warna baru bagi birokrasi saat ini ke arah yang lebih baik.

MPS REG D -> DISKUSI 2 -> DISKUSI 2 #NEW -> Re: DISKUSI 2 #NEW

oleh Bilal Ali Syahputra -

Nama : Bilal Ali Syahputra

Npm : 2316041127

Tujuan dan kegunaan penelitian harus terukur karena mereka mempunyai peran penting dalam mencapai tujuan dan mengambil manfaat dari penelitian. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan, menjelaskan, dan menjelaskan suatu kejadian atau peristiwa, baik fenomena alam, sosial maupun budaya. Kegunaan penelitian, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan, adalah untuk menambah khasanah pengetahuan dan ilmu, mengubah teori yang lama, dan mendorong penelitian baru. Tujuan dan kegunaan penelitian harus terukur karena mereka mempunyai peran penting dalam mencapai tujuan dan mengambil manfaat dari penelitian. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan, menjelaskan, dan menjelaskan suatu kejadian atau peristiwa, baik fenomena alam, sosial maupun budaya. Kegunaan penelitian, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan, adalah untuk menambah khasanah pengetahuan dan ilmu, mengubah teori yang lama, dan mendorong penelitian baru.